jual beli laptop di harapan mulyaBekasi. Hub: 081932363825

Jual beli laptop di harapan mulyaBekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah  Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

KELURAHAN HARAPAN MULYA

DATA RUPABUMI WILAYAH ADMINISTRASI KOTA BEKASI

 

KELURAHAN / KELURAHAN          :  Harapan Mulya

Ibu Kota                                            : Bekasi

Nama Hasil Survey                         :

Nama di daerah                              : Harapan Mulya

Nama Lain                                        : Sebelum Harapan Mulya masih Kel. Marga Mulya

Dasar Perda Pembentukan           : –

Nama yang disepakati                    : Harapan Mulya

Arti nama                                          : Berharap untuk mulia

 

Sejarah Nama                                     

Kelurahan Harapan Mulya Kec.Medan Satria Kota Bekasi merupakan Pemekaran Desa dari Desa Marga Mulya Kec. Bekasi Selatan pada Tahun 1980. Nama Harapan Mulya muncul pada saat musyawarah desa yang diselenggarakan di desa Marga Mulya.

Kelurahan Harapan Mulya awalnya bernama Desa Harapan Mulya dengan pemangku jabatan Kepala Desa yaitu Bapak Marsum haji Gomit yang ditunjuk langsung oleh Bupati Bekasi H. Abdul Fatah.

 

Bahasa Daerah

Bahasa daerah yang digunakan pada umumnya adalah Bahasa Betawi, Bekasi

 

Titik Koordinat

 

Batas-batas Kelurahan Harapan Mulya yaitu:

  1. Sebelah utara        : Kelurahan Harapan jaya.
  2. Sebelah barat        : Kelurahan Kali Baru.
  3. Sebelah timur        : Kelurahan Marga Mulya.
  4. Sebelah selatan       : Kelurahan Kayuringin

Jual beli laptop di Bekasi bantar gebang. Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Bekasi bantar gebang. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Bantar Gebang Dahulu

Hal yang wajar, bahwa pada dasarnya setiap tempat, daerah dan peristiwa yang terjadi di dunia ini tidaklah timbul begitu saja, begitu pula halnya, dengan Kampung Bantar Gebang, yang  telah mengalami proses sejarah.

Jadi tidak hanya terkait, sebagai tempat pembuangan sampah saja, ternyata Bantar Gebang, mempunyai
Sejarah asal-usul hingga perubahan letak wilayah dan pergantian Pimpinan serta pemberian namanya.

Menurut sebuah sumber, berdasarkan keterangan dari salah seorang Penduduk asli “Sesepuh“ kampung Bantargebang ketika itu yang bernama “M.Asmat“ 
(Masyarakat Bantargebang mengenalnya dengan (Mu’alim Asmat)

Dahulu pada sekitar abad ke 16 sebelum berdirinya Pemerintahan Kolonial Belanda di Indonesia, kampung ini (Sekarang Bantargebang) kedatangan seorang Laki-laki bernama Syarif Hidayat, 
seorang menantu Raja Fatah (Raja Demak), yang kala itu diutus untuk mengurus Pemerintahan dan menyebarkan Agama Islam ke daerah Cirebon, Tasikmalaya dan Banten, karena pada waktu itu daerah tersebut masyarakatnya masih memeluk Agama Budha.

Konon pada suatu peristiwa ada seorang anak kecil yang menangis hebat setelah disunat pada suatu hajatan (Resepsi ketika itu), semua orang dibuat bingung oleh permintaan anak kecil tersebut. ketika semua orang kebingungan muncullah Syarif Hidayat yang memberitahu bahwa anak kecil meminta BAN (Sabuk) dan menyuruhnya mengambil disebuah pohon GEBANG yang ada di PELATARAN (halaman)

Dengan ketidakpercayaan semua orang yang ada ditempat itu, diambillah Ban tersebut dan diberikan kepada anak yang menangis itu, dan seketika itu juga anak itu menghentikan tangisnya.

Sejak itulah masyarakat kagum akan kearifan dan kesaktian Syarif Hidayat, hingga masyarakat menamakan kampung ini menjadi “ Kampung Bantar Gebang “ yang berasal dari kata :

BAN                 : Yang artinya Sabuk atau Amben.
LATAR            : Artinya Tempat atau Pelataran.
GEBANG        : Yaitu Pohon yang namanya Pohon Gebang.

Kemudian Syarif Hidayat menetap hingga Wafatnya, dikampung Bantar Gebang, dengan nama “ Mbah Kyai Wali Husein (Mbah Husein)

Desa Bantar Gebang dibentuk oleh Pemerintah pada tahun 1949, yang terdiri dari 2 (dua) kampung yaitu Kampung Bantar Gebang dan Kampung Cikiwul, yang masing-masing diperintah oleh seorang Kumico (Mandor)

Pada tahun 1942 setelah Belanda menyerah kepada Jepang, kampung Bantar Gebang diperintah oleh Bapak Saiten, dan Kampung Cikiwul diperintah oleh Bapak H. Patonah (H. Baja).

Kemudian pada tahun 1950, kedua kampung tersebut disatukan, sebagai sebuah Desa, selanjutnya diadakan Pemilihan Kepala Desa, yang Calonnya pada waktu itu adalah :

Bapak Saiten, dari Kampung Bantargebang, dan Bapak H. Patonah (H. Baja) dari Kampung Cikiwul.

Pemilihan dimenangkan oleh Bapak Saiten, dan nama Desanya “Sukawayahna“, namun kemudian hasil dari rumusan tokoh Masyarakat diganti menjadi “ Layungsari “.

Pertama kali Kantor Desa Layungsari terletak di Pangkalan II (Dua) Blok Icon, hingga kemudian pada Tahun 1954 dipindahkan ke Kampung Bantar Gebang hingga saat ini.

Bapak Saiten, memerintah Desa Layungsari sampai dengan tahun 1966, selanjutnya pada Tahun 1967 Desa Layungsari diperintah oleh Bapak Abdul Wahir, (Staf Koramil dari Kecamatan Setu) hingga tahun 1968.

Pada Tahun 1968, Desa Layungsari diperintah oleh Bapak M. Anim (H.M. Anim)sampai dengan tahun 1980.

Kemudian pada Bulan April 1981 Desa Layungsari diperintah oleh Bapak H.M. Nurhasanuddin Karim, 

Pada Tanggal 1 April 1983 Desa Layungsari dipecah atau dimekarkan menjadi 2 (dua) Desa yaitu :

Desa Cikiwul, diperintah oleh M. Harun,dan Desa Bantar Gebang diperintah oleh H.M.Nurhasanuddin Karim sampai dengan pertengahan tahun 1998, dan pada tahun tersebut mengundurkan diri dari Jabatan Kepala Desa Bantar Gebang.

Pada tahun tersebut pula (1998) atas penunjukan Pemerintah Kecamatan Bantar Gebang, Desa Bantar Gebang dijabat oleh Cecep Suherlan (Sekretaris Kecamatan Bantar Gebang) sebagai Pjs Kepala Desa Bantargebang,
sampai dengan Agustus 2002.

Dan berdasarkan Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kelurahan, maka seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan, sehingga Desa Bantar Gebang pun berubah Statusnya menjadi Kelurahan Bantar Gebang.

Pada 17 Agustus 2002, Kelurahan Bantargebang dipimpin oleh Drs.H.Abdillah Hamta,  
sampai dengan 30 Maret 2004, Kemudian 1 April 2004, dipimpin oleh Drs. Arkadihingga Maret 2006. Dari April 2006 Kelurahan Bantar Gebang dipimpin oleh Jaja Suharja, hingga 22 Desember 2008
Dan dari 23 Desember 2008, dipimpin Rondi Sahidin, S.IP, sampai dengan 25 September 2013
Mulai 25 September 2013, dipimpin oleh Prabu BR, S.STP

Viral Disertasi Hubungan Seks Tanpa Nikah Halal di UIN Sunan Kalijaga, Ini Penjelasan Dr Abdul Aziz

Viral Disertasi Hubungan Seks Tanpa Nikah Halal di UIN Sunan Kalijaga, Ini Penjelasan Dr Abdul Aziz

Viral Disertasi Hubungan Seks Tanpa Nikah Halal di UIN Sunan Kalijaga, Ini Penjelasan Dr Abdul Aziz
twitter
Viral disertasi seks tanpa nikah halal di UIN Sunan Kalijaga, ini penjelasan Dr Abdul Aziz.(foto ilustrasi)

TRIBUN-TIMUR.COM – Viral disertasi seks tanpa nikah halal di UIN Sunan Kalijaga, ini penjelasan Dr Abdul Aziz.

Sebuah disertasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta membuat heboh.

Disertasi adalah karya ilmiah yang disusun untuk meraih gelar Doktor (Dr) dengan menguji hipotesis yang sudah ada.

Kajian ini memaparkan pemikiran dari pemikir Islam, Muhammad Syahrur, tentang celah hubungan seks di luar nikah yang dibolehkan.

Sedangkan, Islam dengan tegas melarang hubungan seks di luar pernikahan.

Hukum itu berlaku dan dipahami seluruh Muslim di dunia.

Mayoritas agama lain juga memberlakukan aturan yang sama.

Namun, disertasi yang disusun Abdul Aziz di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, memaparkan sebaliknya.

Baca: Buasnya Anjing Malinois Belgian Milik Presenter Bima Aryo, Sparta 3 Kali Terkam Warga dan Bunuh ART

Baca: Kakak Cari Burung, Gadis Baduy Sang Adik Tewas dengan Bercak Sperma di Kemaluan, Ini Dugaan Polisi

Baca: Pemeran Video Mesum Banjarmasin Viral Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Selebgram, Mahasiswa, Model

Baca: Klarifikasi KKN Desa Penari Lengkap, Simple Man Ungkap Cerita Versi Widya & Nur, Lokasi Jawa Timur?

Disebutkan ada celah di mana hubungan seks tanpa nikah atau non marital bisa dianggap halal dengan syarat.

Disertasi yang disusun Abdul Aziz berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital”.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.comdengan judul Viral Disertasi Hubungan Seks Tanpa Nikah Halal di UIN Sunan Kalijaga, Ini Penjelasan Dr Abdul Aziz, https://makassar.tribunnews.com/2019/09/03/viral-disertasi-hubungan-seks-tanpa-nikah-halal-di-uin-sunan-kalijaga-ini-penjelasan-dr-abdul-aziz.

Editor: Aqsa Riyandi Pananrang

Jual beli laptop di pondok gede Bekasi. Hub: 081932363825

Jual beli laptop di pondok gede Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah  Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEJARAH NAMA PONDOK GEDE

Gambar

BANGUNAN PONDOK GEDE (1936)

 

Nama ku adalah mursyid, putra asli Pondok Gede. Aku besar dan dilahirkan di Pondok Gede. Kakek nenek ku juga berasal dari Pondok Gede. Disini aku bukan mau menceritakan asal usulku, aku mau menceritakan kenapa daerah kelahiran ku bernama Pondok Gede. Karena dahulu didaerah Pondok Gede, mungkin lebih tepatnya di Plaza Pondok Gede ada sebuah bangunan yang cukup besar pada zaman Belanda. Karena orang sekitar kalau menyebut rumah dengan sebutan Pondok, dan Gede yang berarti besar, maka bangunan tersebut di namai Pondok Gede yang artinya rumah besar. Maka daerah sekitar disebut Pondok Gede.

 

Mungkin hanya sebagian orang yang tahu sejarah Pondok Gede, maka disini aku akan mencerikan asal muasal berdirinya bangun besar tersebut. Pada tahun 1775 seorang Belanda bernama Pendeta Johannes Hooyman membangun sebuah gedung dengan selera campur aduk antara gaya Eropa dengan corak jawa. Dituturkan oleh penulis Belanda yang bernama Adolf Heuken bahwa interiornya dibuat dengan selera tinggi, kusen pintu dan jendela diberi ukiran indah serta langit-langit dan dindingnya diperolek dengan figura artificial.

 

Seperempat abad kemudian kepemilikan langoed (rumah) Pondok Gede ini jatuh ke tangan Lendreert Miero. Dan ini orang yang aneh alias controversial. Tuan tanah Lendreert Miero alias Juda Leo Ezekiel adalah orang yahudi asal Polandia yang ikut mencari nafkah di Betawi. Ia datang ke Betawi dalam keadaan lontang-lantung. Diceritakan, Miero pertama kali dating ke Indonesia Tahun 1775 sebagai seorang yang miskin karena hanya menjadi prajurit kecil untuk kerajaan Hidia Belanda.

 

Saat itu, Miero menyembunyikan indentitasnya sebagai Yahudi. Pasalnya Belanda yang kala itu dinakhodai oleh dua perusahaan eksploitasi terbesarnya, the Dutch East India Compani (VOC) dan the Dutch West India Company (WIC), melarang adanya bangsa Yahudi untuk bekerja.

 

Kodisi tersebut disembunyikan oleh Miero selama puluhan tahun hingga pada akhirnya, di tahun 1728, Miero membongkar indentitasnya tepat setelah Belanda mengijinkan orang Yahudi berkongsi dalam perekonomian dan pemerintahan mereka. Sejak saat itu, nasib miero mulai berubah drastis. Ia mulai membangun kerajaan bisnisnya dengan menjadi seorang juragan emas sekaligus rentenir di Batavia. Ia memiliki toko di Molenvliet West (sekarang menjadi jalan Gajah Mada) Jakarta pusat dan satu rumah mewah (kini menjadi gedung arsip nasional).

 

Dari hasil berdagang, ia berhasil membeli sebidang tanah luas di Podok Gede lengkap dengan rumah besar yang dibangun oleh pemilik pertamanya, Johannes hooyman. Sekalipun ia memiliki rumah di Betawi (Jakarta), tetapi ia sering mengunjungi istananya di Pondok Gede. Orang menyebutnya Pondok yang Gede sehingga kawasan itu terkenal dengan nama Pondok Gede. Lendeert meninggal dalam usia 79 tahun dan dimakamkan disamping rumahnya di Pondok Gede. Tetapi makam itu dibongkar dan dijadikan rumah hunian penduduk. Bahkan nisannya pun dicongkel untuk umpak-umpak rumah.

 

Sebenarnya Pondok Gede hendak dipugar oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Survey arkeologi pernah dilaksanakan pada januari 1988. Dari survei itu diketahui bahwa luas tanah mencapai 325 hektar, semula merupakan perkebunan sereh. Setelah berpindah ke CV handel, beralihlah menjadi perkebunan karet. Pada tahun 1987 Inkopau pernah menulis surat kepada Gubernur DKI Jakarta. Isinya tentang rencana pembangunan pusat rekreasi dan perbelanjaan di areal Pondok Gede. Disebutkan bangunan kuno itu akan dilestarikan bahkan akan merupakan sentra dari taman rekreasi. Nyatanya uang mengubah segalanya, bangunan kuno bernilai historis itu lenyap pada tahun 1992 dirobohkan untuk dijadikan Mall, yang sekarang kita kenal dengan Mall Plaza Pondok Gede.

 

Banyak pihak yang menyangkan pembongkaran tersebut, tetapi siapa peduli dengan sejarah. Hanya namanya saja yang tetap abadi, sebagai nama jalan penghubung wilayah Jakarta dengan Jawa Barat.

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatisari. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatisari Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

JATISARI STORY

Tulisan ini kami dedikasikan untuk pemuda-pemudi kampung jatisari yang haus akan sejarah, cerita, mitos(dalam tanda kutip), dan eksistensi.

Sebelum bercerita mengenai Sejarah Dusun Jatisari ada baiknya untuk mengetahui bahwa yang dinamakan sejarah harus lah memiliki narasumber dan pelaku sejarah itu sendiri dari beberapa sumber yang relevan, karena tulisan ini hanya memiliki tak lebih dari satu sumber maka tulisan ini masih belum dianggap sebagai “Sejarah”.

Karya tulis ini diambil dari satu sumber yang relevan sekaligus pelaku sejarah mengenai Dusun Jatisari dan cerita ini sama sekali tidak menyinggung masalah biografi beliau, cerita ini di tuturkan langsung oleh Bapak S. Edeng (Kepala Suku/Dusun ke-2 Desa Jatisari).

Masa transmigrasi
Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah padat penduduk ke daerah lain. Tujuan utama dari transmigrasi adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di pulau Jawa.

Selain pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi sebagian berada dan menetap di Provinsi Lampung, salah satu tujuan Utama proses mobilisasi penduduk adalah di Dusun Jatisari ini. [sumber, https://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi]

Masa Pendudukan
Tahun 1951 rombongan Transmigrasi BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) masuk ke Talang Padang-Kabupaten Tanggamus, BRN ini adalah para mantan anggota badan-badan perjuangan bersenjata.

Pada tahun 1953-1955 para mantan BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) sebagian pindah ke Batu Lungguh (sekarang Wayhuwi, Waykandis, sebagian Wayhalim dan Jatisari), perpindahan mereka untuk bekerja di perkebunan Karet dan sebagian melakukan pembabatan hutan semak blukar Jatisari. [Sumber, http://digilib.unila.ac.id/15451/2/II.pdf]

Masa Transisi
Jatisari sendiri dahulu masih hutan semak blukar yang sudah dihuni oleh beberapa orang saja dan sudah memiliki pemerintahan yang dibangun oleh Mbah Mangun (Kepala Suku/Dusun Pertama). Tahun 1963 sampai 1995 Kepala Suku Ke-2 yaitu Bapak S.Edeng ditunjuk menggantikan Mbah Mangun.

Pada akhir tahun 1957 atau awal tahun 1958 penggantian nama Batu Lungguh menjadi Dusun (kampung) Jatisari dicetuskan, hal ini terjadi setelah Kampung dihuni hampir 120-an KK (Kepala Keluarga). Jatisari sendiri merujuk pada penamaan Desa Jatimulyo merupakan pembeda sekaligus terpisahnya Desa Batu Lungguh menjadi beberapa Kelompok Desa. [Sumber, Video]

Tragedi Macan
Pertengahan Tahun 1958 terjadi Tragedi macan pemangsa, ada sekitar 4 orang korban yang dimangsa macan dalam rentan waktu yang berbeda yaitu Encep (anggota BRN), Kiloh, salah seorang ibu hamil (anak dari pak guru Jaya *belum jelas), seorang yang lain pak Badur panggilannya (*blm jelas).

Kesedihan berlangsung ketika korban tidak ditemukan pada malam hari, baru setelah pagi hari sampai siang hari ditemukan Jenazah dari pak Badur dan tubuh korban sudah terbagi menjadi beberapa bagian.

Ketika tragedi ini terjadi rombongan dari Jember dan Surabaya melakukan mobilisasi kembali ke Pringsewu dan sekitarnya, rombongan ini adalah orang – orang yang ingin membeli tanah dijatisari untuk ditempati dan ditinggali.

Masa Sekarang dan Seterusnya
masih misteri………………

Tempat Jual beli laptop di Jati Luhur Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Jati Luhur Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jati Luhur Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jati Luhur Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Waduk Jatiluhur
Tempat 21:58
wpid-img_20150830_133922_ao_hdr.jpg

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).

Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II. Selain berfungsi sebagai PLTA, dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, bilyar, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air dan fasilitas lainnya. Di dalam waduk ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang memungkinkan kita untuk memancing di waktu siang maupun malam. Selain itu, dikawasan ini terdapat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola PT. Indosat sebagai alat komunikasi internasional. Pokoknya lengkap, termasuk pusat Training Center atlit nasional dayung dan dragon boat Indonesia.

Sejarah Pembangunan Bendungan Jatiluhur dan PLTA-nya

Proses perencanaan pembangunan bendungan di Sungai Citarum dimulai dari penetapan lokasi. Berdasarkan gagasan awal Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein berjudul “Integrated Water Resources Development in the Western Part of Java Island”, direncanakan dibangun tiga buah bendungan di Jatiluhur. Penyelidikan-penyelidikan pertama dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang waktu itu masih dibawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga, dengan mempekerjakan tenaga-tenaga ahli dari Perancis.

Pada tahun 1950, Ir. Agus Prawiranata selaku Kepala Jawatan Irigasi memikirkan pengembangan jaringan irigasi untuk mengantisipasi kecukupan beras dalam negeri, dan ide itu menjadi bahan tertawaan karena Indonesia tidak memiliki cukup uang untuk itu. Ide tersebut dibicarakan dengan Ir. Sediyatmo, selaku Kepala Direksi Konstruksi Badan Pembangkit Listrik Negara. Kemudian Ir. Sediyatmo menugaskan Ir. PK. Haryasudirja (sekarang Prof. Dr. Ir. PK. Haryasudirja) untuk merancang bendungan jatiluhur ini.
Haryasudirja membuat spesifikasi bendungan Jatiluhur meniru gaya bendungan terbesar di dunia, yaitu bendungan Aswan di Mesir dengan menggunakan konsultan dari Perancis yang sudah berpengalaman dalam membangun bendungan besar.

DESAIN

Desain Awal (Preliminary Design)

Bendungan Jatiluhur dirancang pertama kali oleh Neyrpic Laboratory (sejak tahun 1955 Neyrpic Laboratory berubah menjadi Sogreah), sekitar tahun 1953. Sogreah (dulu Neyrpic Laboratory) adalah perusahaan Perancis yang bergerak dibidang konsultasi perencanaan yang juga memiliki pabrik pembuatan unit pembangkit listrik (khusus pembuatan turbin dan waterways).
image

image

Tipe Bendungan : Urugan Batu dengan inti tanah liat.
Lebar puncak : 6 m.
Elevasi puncak bendungan: +111,00 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Pelimpah : Pelimpah samping saluran terbuka, menggunakan 4 buah pintu pengeluaran lebar masing-masing 8 m, dengan elevasi udik pelimpah +88,00 m dan hilir +21,00 m. Lebar saluran pelimpah 20 m.
PLTA : 4 unit, berada di hilir bendungan. Lokasi sekitar tubuh bendungan yang sekarang. Intake memanfaatkan diversion tunnel kanan.
Elevasi puncak cofferdam udik : +41 m.
Saluran Pengelak :berjumlah dua buah,dengan diameter masing-masing 10,50 m.

Rencana ini tidak diteruskan karena berdasarkan hasil penyelidikan geologi menunjukkan bukit tumpuan kanan terdapat sinklin dengan pelapisan yang miring kearah hilir. Sedangkan kondisi geologi lokasi spillway kurang baik.

Desain Kedua.

Desain bendungan berikutnya dilakukan oleh A. Coine & J. Beller Consulting Engineers Paris. Desain yang dibuat masih berbentuk busur, namun arahnya berlawanan dengan desain sebelumnya, yaitu berbentuk busur ke hilir. Mempertimbangkan kondisi geologi yang ada, maka bukit tumpuan bendungan digeser ke hilir, kurang lebih sekitar 100 m. Lokasi bukit tumpuan dalam desain kedua ini persis sama dengan lokasi bukit tumpuan bendungan saat ini.
image

Tipe Bendungan :Urugan Batu dengan inti tanah liat miring.
Lebar puncak : 10 m.
Elevasi puncak bendungan : +114,50 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Menara pelimpah utama : Tipe Morning Glory, Ogee, 14 jendela, tanpa pintu, elevasi mercu +107 m, panjang mercu 151,5 m, dengan 14 buah jendela. Kapasitas 3.000 m3/s pada elevasi maksimum. Diameter menara terluar 90 m. Tinggi menara 110 m.
Elevasi puncak cofferdam udik : +65 m.
Saluran Pengelak : satu buah, dengan diameter 10,50 m, berada di kanan menara, berlawanan dengan desain sebelumnya.

Desain Akhir.

Desain akhir bendungan sebagian besar sama dengan desain kedua. Yang membedakannya adalah tapak dan kemiringan inti tanah liat bendungan. Pada desain akhir ini bentuk as bendungan digeser ke udik, sehingga mengakibatkan jarak tubuh bendungan dengan bangunan menara menjadi semakin dekat. Perubahan lainnya adalah inti tanah liat yang memiliki kemiringan lebih tegak dibandingkan sebelumnya.
image

image

Pada tahun 1996 dilakukan Remedial Work dengan tujuan untuk memperbaiki kestabilan tubuh bendungan. Salah satu kegiatan Remedial Work tersebut adalah melandaikan lereng bendungan utama bagian udik dan hilir.

FOTO PEMBANGUNAN
image

image

image

image

image

image

image

image

image

Jual beli laptop di Jatiluhur Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Jatiluhur Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatiluhur. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatiluhur Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).

Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II. Selain berfungsi sebagai PLTA, dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, bilyar, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air dan fasilitas lainnya. Di dalam waduk ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang memungkinkan kita untuk memancing di waktu siang maupun malam. Selain itu, dikawasan ini terdapat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola PT. Indosat sebagai alat komunikasi internasional. Pokoknya lengkap, termasuk pusat Training Center atlit nasional dayung dan dragon boat Indonesia.

Sejarah Pembangunan Bendungan Jatiluhur dan PLTA-nya

Proses perencanaan pembangunan bendungan di Sungai Citarum dimulai dari penetapan lokasi. Berdasarkan gagasan awal Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein berjudul “Integrated Water Resources Development in the Western Part of Java Island”, direncanakan dibangun tiga buah bendungan di Jatiluhur. Penyelidikan-penyelidikan pertama dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang waktu itu masih dibawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga, dengan mempekerjakan tenaga-tenaga ahli dari Perancis.

Pada tahun 1950, Ir. Agus Prawiranata selaku Kepala Jawatan Irigasi memikirkan pengembangan jaringan irigasi untuk mengantisipasi kecukupan beras dalam negeri, dan ide itu menjadi bahan tertawaan karena Indonesia tidak memiliki cukup uang untuk itu. Ide tersebut dibicarakan dengan Ir. Sediyatmo, selaku Kepala Direksi Konstruksi Badan Pembangkit Listrik Negara. Kemudian Ir. Sediyatmo menugaskan Ir. PK. Haryasudirja (sekarang Prof. Dr. Ir. PK. Haryasudirja) untuk merancang bendungan jatiluhur ini.
Haryasudirja membuat spesifikasi bendungan Jatiluhur meniru gaya bendungan terbesar di dunia, yaitu bendungan Aswan di Mesir dengan menggunakan konsultan dari Perancis yang sudah berpengalaman dalam membangun bendungan besar.

DESAIN

Desain Awal (Preliminary Design)

Bendungan Jatiluhur dirancang pertama kali oleh Neyrpic Laboratory (sejak tahun 1955 Neyrpic Laboratory berubah menjadi Sogreah), sekitar tahun 1953. Sogreah (dulu Neyrpic Laboratory) adalah perusahaan Perancis yang bergerak dibidang konsultasi perencanaan yang juga memiliki pabrik pembuatan unit pembangkit listrik (khusus pembuatan turbin dan waterways).

Tipe Bendungan : Urugan Batu dengan inti tanah liat.
Lebar puncak : 6 m.
Elevasi puncak bendungan: +111,00 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Pelimpah : Pelimpah samping saluran terbuka, menggunakan 4 buah pintu pengeluaran lebar masing-masing 8 m, dengan elevasi udik pelimpah +88,00 m dan hilir +21,00 m. Lebar saluran pelimpah 20 m.
PLTA : 4 unit, berada di hilir bendungan. Lokasi sekitar tubuh bendungan yang sekarang. Intake memanfaatkan diversion tunnel kanan.
Elevasi puncak cofferdam udik : +41 m.
Saluran Pengelak :berjumlah dua buah,dengan diameter masing-masing 10,50 m.

Rencana ini tidak diteruskan karena berdasarkan hasil penyelidikan geologi menunjukkan bukit tumpuan kanan terdapat sinklin dengan pelapisan yang miring kearah hilir. Sedangkan kondisi geologi lokasi spillway kurang baik.

Desain Kedua.

Desain bendungan berikutnya dilakukan oleh A. Coine & J. Beller Consulting Engineers Paris. Desain yang dibuat masih berbentuk busur, namun arahnya berlawanan dengan desain sebelumnya, yaitu berbentuk busur ke hilir. Mempertimbangkan kondisi geologi yang ada, maka bukit tumpuan bendungan digeser ke hilir, kurang lebih sekitar 100 m. Lokasi bukit tumpuan dalam desain kedua ini persis sama dengan lokasi bukit tumpuan bendungan saat ini.

Tipe Bendungan :Urugan Batu dengan inti tanah liat miring.
Lebar puncak : 10 m.
Elevasi puncak bendungan : +114,50 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Menara pelimpah utama : Tipe Morning Glory, Ogee, 14 jendela, tanpa pintu, elevasi mercu +107 m, panjang mercu 151,5 m, dengan 14 buah jendela. Kapasitas 3.000 m3/s pada elevasi maksimum. Diameter menara terluar 90 m. Tinggi menara 110 m.
Elevasi puncak cofferdam udik : +65 m.
Saluran Pengelak : satu buah, dengan diameter 10,50 m, berada di kanan menara, berlawanan dengan desain sebelumnya.

Desain Akhir.

Desain akhir bendungan sebagian besar sama dengan desain kedua. Yang membedakannya adalah tapak dan kemiringan inti tanah liat bendungan. Pada desain akhir ini bentuk as bendungan digeser ke udik, sehingga mengakibatkan jarak tubuh bendungan dengan bangunan menara menjadi semakin dekat. Perubahan lainnya adalah inti tanah liat yang memiliki kemiringan lebih tegak dibandingkan sebelumnya.

Pada tahun 1996 dilakukan Remedial Work dengan tujuan untuk memperbaiki kestabilan tubuh bendungan. Salah satu kegiatan Remedial Work tersebut adalah melandaikan lereng bendungan utama bagian udik dan hilir.

FOTO PEMBANGUNAN