Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di Fatmawati

Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di Fatmawati

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 16:57 WIB
Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di FatmawatiAparat kepolisian menindak pengendara mobil yang melanggar aturan ganjil genap di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah pengendara mobil mengeluhkan perluasan kawasan aturan ganjil genap di ruas Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Aturan itu dinilai mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Yainur, salah satunya. Dia menyebut aturan itu mempersulit mobilitasnya yang terbiasa mengantar jemput anak-anaknya menggunakan mobil.

“Saya setiap hari lewat jalur ini untuk mengantar anak-anak saya sekolah. Kalau diterapkan, berarti harus berputar jalan lebih jauh,” ujar pegawai yang berkantor di kawasan Pondok Labu, dikutip Antara, Senin (12/8).

Dia harus menggunakan jalur alternatif melalui Pondok Indah, selain berputar cukup jauh. Kemacetan di wilayah itu pun tak terelakkan.

Sementara bagi Syahrul yang berprofesi sebagai pengemudi taksi daring, aturan ganjil-genap di ruas Jalan Fatmawati justru menambah beban kerjanya.

“Pasti berkurang secara pendapatan, belum lagi jika terpaksa harus ‘cancel order‘ karena terlalu jauh ambil penumpang,” ujar dia.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut aturan untuk taksi daring masih sama dengan kendaraan pribadi, kecuali angkutan yang menggunakan plat kuning akan mendapat pengecualian.

“Pada saat uji coba ini, akan dilakukan evaluasi setelah seminggu, dan kita menerima masukan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Syafrin.

Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di FatmawatiKendaraan melaju di ruas jalan yang menerapkan aturan ganjil genap di Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Artis sinetron “Tukang Ojek Pengkolan” Eza Yayang ikut berkomentar terkait perluasan ganjil-genap di Jalan Fatmawati.

“Ganjil-genap sangat berasa banget, mungkin aturan 3 in 1 yang dulu enggak terlalu berasa mengatasi kemacetan Jakarta,” ujar Eza ditemui di kawasan Fatmawati.

Menurutnya, perluasan ganjil-genap cukup berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi syutingnya, seperti pengurangan jumlah kendaraan di jalan.

“Ini kerasa banget, dari mulai pengurangan di jalan yang terlalu macet. Mungkin ini saatnya pihak pemerintah mendorong untuk penggunaan MRT,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, artis lainnya Furry Setya berpendapat dampak ganjil genap yang terasa sekarang, dapat mengurangi kendaraan bermotor di jalan hingga 50 persen.

“Menurut saya secara logika mengurangi jumlah kendaraan bermotor ada setengah, 50 persen, paling enggak kalau misalnya hari ini ganjil doang ya kendaraan di sini ada 50 persen,” ujar artis yang akrab disapa Mas Pur itu.

Hari ini adalah uji coba perluasan ganjil genap di Jakarta. Penerapan ganjil-genap di kawasan perluasan itu dilaksanakan pada Senin-Jumat mulai pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00 WIB kecuali hari libur nasional.

Jalan Fatmawati mulai simpang Jalan Ketimun 1 hingga simpang Jalan TB Simatupang, adalah salah satu dari 16 ruas jalan di DKI Jakarta yang mengalami perluasan ganjil genap.

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 16:57 WIB
Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di FatmawatiAparat kepolisian menindak pengendara mobil yang melanggar aturan ganjil genap di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah pengendara mobil mengeluhkan perluasan kawasan aturan ganjil genap di ruas Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Aturan itu dinilai mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Yainur, salah satunya. Dia menyebut aturan itu mempersulit mobilitasnya yang terbiasa mengantar jemput anak-anaknya menggunakan mobil.

“Saya setiap hari lewat jalur ini untuk mengantar anak-anak saya sekolah. Kalau diterapkan, berarti harus berputar jalan lebih jauh,” ujar pegawai yang berkantor di kawasan Pondok Labu, dikutip Antara, Senin (12/8).

Dia harus menggunakan jalur alternatif melalui Pondok Indah, selain berputar cukup jauh. Kemacetan di wilayah itu pun tak terelakkan.

Sementara bagi Syahrul yang berprofesi sebagai pengemudi taksi daring, aturan ganjil-genap di ruas Jalan Fatmawati justru menambah beban kerjanya.

“Pasti berkurang secara pendapatan, belum lagi jika terpaksa harus ‘cancel order‘ karena terlalu jauh ambil penumpang,” ujar dia.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut aturan untuk taksi daring masih sama dengan kendaraan pribadi, kecuali angkutan yang menggunakan plat kuning akan mendapat pengecualian.

“Pada saat uji coba ini, akan dilakukan evaluasi setelah seminggu, dan kita menerima masukan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Syafrin.

Pengendara Mobil Keluhkan Aturan Ganjil Genap di FatmawatiKendaraan melaju di ruas jalan yang menerapkan aturan ganjil genap di Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Artis sinetron “Tukang Ojek Pengkolan” Eza Yayang ikut berkomentar terkait perluasan ganjil-genap di Jalan Fatmawati.

“Ganjil-genap sangat berasa banget, mungkin aturan 3 in 1 yang dulu enggak terlalu berasa mengatasi kemacetan Jakarta,” ujar Eza ditemui di kawasan Fatmawati.

Menurutnya, perluasan ganjil-genap cukup berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi syutingnya, seperti pengurangan jumlah kendaraan di jalan.

“Ini kerasa banget, dari mulai pengurangan di jalan yang terlalu macet. Mungkin ini saatnya pihak pemerintah mendorong untuk penggunaan MRT,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, artis lainnya Furry Setya berpendapat dampak ganjil genap yang terasa sekarang, dapat mengurangi kendaraan bermotor di jalan hingga 50 persen.

“Menurut saya secara logika mengurangi jumlah kendaraan bermotor ada setengah, 50 persen, paling enggak kalau misalnya hari ini ganjil doang ya kendaraan di sini ada 50 persen,” ujar artis yang akrab disapa Mas Pur itu.

Hari ini adalah uji coba perluasan ganjil genap di Jakarta. Penerapan ganjil-genap di kawasan perluasan itu dilaksanakan pada Senin-Jumat mulai pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00 WIB kecuali hari libur nasional.

Jalan Fatmawati mulai simpang Jalan Ketimun 1 hingga simpang Jalan TB Simatupang, adalah salah satu dari 16 ruas jalan di DKI Jakarta yang mengalami perluasan ganjil genap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.