Merdeka 76 Tahun di Atas Tumpukan Utang Rp6.500 T

LAINNYA
Home
Nasional
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Teknologi
Hiburan
Gaya Hidup
CNN TV
Home Ekonomi Makro
HUT RI KE-76
Merdeka 76 Tahun di Atas Tumpukan Utang Rp6.500 T
Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 13/08/2021 11:16 WIB
Bagikan :

Meskipun sudah merdeka 76 tahun, Indonesia belum lepas dari jeratan utang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia resmi memasuki usia ke-76 tahun Selasa (17/8) depan. Artinya, Indonesia sudah merdeka selama lebih dari 7 dekade.
Meski sudah merdeka, Indonesia masih ‘terjajah’ dari sisi keuangan negara. Pasalnya, utang selalu naik setiap tahun dan kian menumpuk dalam setahun terakhir akibat pandemi corona.

Memang, kalau dilihat, belenggu jajahan utang sudah dialami sejak sejak awal kemerdekaan. Tapi, utang melesat tajam dalam 10 tahun terakhir.

INFOGRAFIS: Utang RI 10 Tahun Terakhir
Pada periode itu, utang Indonesia naik sekitar Rp4.000 triliun. Mengutip data Kementerian Keuangan, utang negara sudah tembus Rp6.554,56 triliun per Juni 2021.

Utang tersebut melonjak Rp4.746 triliun lebih bila dibandingkan 2011 lalu yang masihRp1.808,95 triliun. Jika dihitung secara kasar, rata-rata utang Indonesia naik ratusan triliun setiap tahun. Misalnya dari Rp3.995 triliun pada 2017 menjadi Rp4.418 triliun pada 2018.

Lalu, utang naik lagi menjadi Rp4.779 triliun pada 2019. Selanjutnya, jumlah utang melonjak Rp1.295 triliun menjadi Rp6.074 triliun pada 2020.

Lonjakan utang  belakangan ini terjadi karena pemerintah butuh banyak dana dalam menangani pandemi covid-19. Kenaikan pun terus terjadi hingga Juni 2021.

Karena pandemi itu, rasio utang negara terhadap produk domestik bruto (PDB) pun tembus 41,35 persen pada Juni 2021. Angkanya semakin mendekati batas aman rasio utang sebesar 60 terhadap PDB.

Lihat Juga :
HUT RI KE-76
Ironi, Merdeka di Atas 27 Juta ‘Perut Lapar’
Aturan terkait utang negara ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Salah satu komponen utang yang naik adalah utang luar negeri (ULN) Indonesia.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan ULN pemerintah naik 5,9 persen menjadi US$203,4 miliar per Mei 2021.

Utang beberapanya didapat dari lembaga internasional, salah satunya Bank Dunia (World Bank). Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, Bank Dunia mengucurkan total utang hingga US$1,7 miliar pada Juni 2021 lalu.

Itu baru utang negara. Belum ditambah utang swasta. Merujuk data BI, ULN swasta tercatat US$208,69 miliar per Mei 2021.

Lihat Juga :
HUT RI KE-76
Dulu Pahlawan Devisa, Kini Mengais Rupiah
Angka itu terdiri dari utang dari lembaga keuangan sebesar US$43,13 miliar dan lembaga non keuangan sebesar Rp165,56 miliar. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan utang memang merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Utang diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Di masa covid, utang juga dihimpun untuk menyelamatkan masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi itu. Ia menambahkan sejatinya utang tidak hanya menjerat Indonesia. Bahkan katanya, utang juga dihimpun negara Islam.

Untuk Indonesia, ia menjamin supaya utang tidak menimbulkan masalah, pemerintah akan selalu berupaya untuk melakukan manajemen dengan baik.

“Kalau teman-teman yang suka pakai (contoh) negara Islam. Mau (Arab) Saudi, UAE, Qatar, Maroko, Pakistan, Afghanistan, Kazakhstan, you name it,” ujar Ani, sapaan akrabnya saat siaran langsung di akun Instagram pribadinya pada pertengahan 2020 lalu.

Lihat Juga :
HUT RI KE-76
Merdeka 76 Tahun Tapi ‘Jungkir Balik’ Cari Kerja
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan tak masalah utang naik jika digunakan untuk penanganan pandemi covid-19.

Namun, kenyataannya pemerintah juga menggunakan utang untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan ibu kota negara baru. Hal ini membuat penggunaan utang menjadi tak optimal.

Padahal, pemerintah bisa saja menekan utang jika mau menunda dulu proyek infrastruktur.

“Maka sebenarnya sangat dipertanyakan penggunaan utang saat ini yang menurut saya masih ada yang digunakan ke infrastruktur. Pembangunan ibu kota negara baru, kereta api cepat dan sebagainya yang saya rasa saat ini lebih penting untuk penanganan pandemi,” ungkap Nailul kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/8).

Lihat Juga :
HUT RI KE-76
Babak Belur Ekonomi Dihajar 1,5 Tahun Pandemi
Selain itu, pemerintah seharusnya juga bisa menekan utang karena masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Sisa dana itu bisa digunakan untuk menutup sebagian kebutuhan pemerintah dalam penanganan pandemi.

“Kalau SILPA tinggi tapi kita utang, kan berarti proses penganggaran dan penyerapan APBN kacau. Negara utang di saat sebenarnya masih punya uang. Dampaknya pembayaran bunga lebih tinggi di saat sebenarnya kita tidak perlu utang,” papar Nailul.

Tercatat, terdapat SILPA sebesar Rp90 triliun per Mei 2021. Jumlahnya turun dari posisi Mei 2020 yang mencapai Rp178,5 triliun.

Ia pun mengingatkan pemerintah bahwa rasio utang sudah mau mendekati ambang batas aman, yakni 60 persen terhadap PDB. Hal ini akan menjadi masalah baru bagi pemerintah jika rasio tembus 60 persen.

Lihat Juga :
HUT RI KE-76
INFOGRAFIS: Jumlah Orang Miskin RI 10 Tahun Terakhir
“Pasti akan berbahaya jika semakin mendekati 60 persen dan penerimaan negara belum pulih sepenuhnya. Pasti akan menjadi masalah yang serius,” terang Nailul.

Jadi, kuncinya cuma satu, yakni menggeser (refocusing) anggaran untuk penanganan pandemi covid-19. Beberapa kebutuhan yang tak mendesak bisa ditahan untuk sementara waktu.

“Refocusing anggaran, infrastruktur jangan dulu dikebut, perjalanan dinas dan sebagainya ditahan dulu. Jadi pemerintah memang harus bisa menahan hawa nafsu untuk mengeluarkan uang sembarangan,” jelas Nailul.

Lihat Juga :
Nge-Mal di Era PPKM Level 4: Agak Ribet
Secara keseluruhan, Nailul memandang sebenarnya negara sah-sah saja jika mau berutang asalkan tetap hati-hati. Selain itu, pemerintah juga harus menyiapkan dana untuk membayar utang tepat waktu.

“Pembayaran juga bisa dianggarkan tanpa utang lagi. Jadi masalah kesiapan, penggunaan, dan alokasi harus matang,” katanya.

Bantu CNNIndonesia.com Mengetahui Tayangan Video Seperti Apa yang Anda Sukai, Klik di Sini

Baca artikel CNN Indonesia “Merdeka 76 Tahun di Atas Tumpukan Utang Rp6.500 T” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210811193546-532-679226/merdeka-76-tahun-di-atas-tumpukan-utang-rp6500-t.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.