Ketenagakerjaan Tetap Masuk RUU Ciptaker, Pembahasan Rampung

Badan Legislasi DPR tetap memasukkan klaster ketenagakerjaan ke dalam Omnibus Law Cipta Kerja, meski telah ada 4 fraksi yang menolak.

Ilustrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia –Panitia Kerja (Panja RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptkaer) di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI telah menyelesaikan pembahasan klaster ketenagakerjaan. Klaster ketenegakerjaan disepakati untuk tetap masuk dalam RUU Omnibus Law Ciptaker.

Pembahasan tersebut dinyatakan selesai setelah Panja RUU Omnibus Law RUU Ciptaker menggelar rapat pembahasan selama tiga hari, 25 hingga 27 September.

“Dengan demikian selesailah klaster ketanagakerjaan, dengan beberapa perubahan dan kesepakatan yang kita ambil pada malam hari ini,” kata Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas dalam rapat pembahasan klaster ketenagakerjaan pada Minggu (27/8) sebagaimana dilihat CNNIndonesia.com di akun YouTube, Parlemen Channel, Senin (28/9).

Terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi menerangkan bahwa pembahasan RUU Omnibus Law Ciptaker akan dilanjutkan ke pembahasan klaster penyiaran. Setelah itu, lanjut dia, akan dilanjutkan dengan pembentukan tim perumus (timus).

“[Klaster] penyiaran lanjut ke timus,” ucapnya.

RUU Cipta Kerja, salah satunya klaster ketenagakerjaan, banyak mendapat sorotan karena diprotes kalangan buruh. Sebanyak empat fraksi di Panja RUU Omnibus Law Ciptaker di Baleg DPR bahkan telah meminta agar klaster ketenagakerjaan didrop dari draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sikap tersebut disampaikan masing-masing perwakilan fraksi usai mendengarkan penjelasan pemerintah sebagai pengusul rancangan regulasi tentang klaster ketenagakerjaan dalam rapat yang berlangsung pada Jumat (25/9) malam.

Fraksi yang meminta klaster ketenagakerjaan didrop itu adalah Demokrat, NasDem, PKS, dan PAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.