jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 08193236382

Sejarah Bekasi

Penelusuran Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansakerta dan bahasa Jawa Kuno), kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan [3]. Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi [3]. Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun KA Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie).[3] Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang.[3]

Candrabhaga merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara, yang berdiri sejak abad ke 5 Masehi [3]. Ada 7 (tujuh) prasasti yang menyebutkan adanya kerajaan Tarumanagara yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman, yakni Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), Prasasti CiaruteunPrasasti Muara CiantenPrasasti Kebon KopiPrasasti JambuPrasasti Pasir Awi (ke enam prasasti ini ada di daerah Bogor), dan satu prasasti di daerah Bandung Selatan (Prasasti Cidangiang).[butuh rujukan]

Diduga bahwa Bekasi merupakan salah satu pusat Kerajaan Tarumanagara (Prasasti Tugu, berbunyi: ..dahulu kali yang bernama Kali Candrabhaga digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut, bahkan kali ini mengalir disekeliling istana kerajaan. Kemudian, semasa 22 tahun dari tahta raja yang mulia dan bijaksana beserta seluruh panji-panjinya menggali kali yang indah dan berair jernih, “Gomati” namanya[butuh rujukan]. Setelah sungai itu mengalir disekitar tanah kediaman Yang Mulia Sang Purnawarman[butuh rujukan]. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yaitu pada tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan diakhiri pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra.[butuh rujukan] Jadi, selesai hanya 21 hari saja. Panjang hasil galian kali itu mencapai 6.122 tumbak.[butuh rujukan] Untuk itu, diadakan selamatan yang dipimpin oleh para Brahmana dan Raja mendharmakan 1000 ekor sapi…).[butuh rujukan] Tulisan dalam prasasti ini menggambarkan perintah Raja Purnawarman untuk menggali kali Candrabhaga, yang bertujuan untuk mengairi sawah dan menghindar dari bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kerajaan Tarumanagara.[butuh rujukan]

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh (abad 7), kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap Bekasi adalah Kerajaan Padjadjaran, terlihat dari situs sejarah Batu Tulis (di daerah Bogor).[3] Sutarga lebih jauh menjelaskan, bahwa Bekasi merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Padjadjaran dan merupakan salah satu pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi oleh para pedagang.[3] Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Padjadjaran, selanjutnya menjelaskan bahwa: “..Pakuan adalah ibu kota Kerajaan Padjadjaran yang baru.[butuh rujukan] Proses perpindahan ini didasarkan atas pertimbangan geopolitik dan strategi militer.[butuh rujukan] Sebab, jalur sepanjang Pakuan banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane.[butuh rujukan] Oleh sebab itu, kota-kota pelabuhan yang ramai ketika itu akan mudah terkontrol dengan baik seperti Bekasi, Karawang, Kelapa, Tanggerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan…”[butuh rujukan]

Demikianlah, waktu berlalu, kerajaan-demi kerajaan tumbuh, berkembang, mengalami masa kejayaan, runtuh, timbul kerajaan baru.[3] Kedudukan Bekasi tetap menempati posisi strategis dan tercatat dalam sejarah masing-masing kerajaan (terakhir tercatat dalam sejarah, kerajaan yang menguasai Bekasi adalah Kerajaan Sumedanglarang, yang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram).[3] Bahkan bukti-bukti mengenai keberadaan kerajaan ini sampai sekarang masih ada, misalnya: ditemukannya makam Wangsawidjaja dan Ratu Mayangsari (batu nisan), makam Wijayakusumah serta sumur mandinya yang terdapat di kampung Ciketing, Desa Mustika Jaya, Bantargebang.[butuh rujukan] Dimana baik batu nisan maupun kondisi sumur serta bebatuan sekitarnya, menunjukkan bahwa usianya parallel dengan masa Kerajaan Sumedanglarang.[butuh rujukan] Demikian pula penemuan rantai di Kobak Rante, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (konon katanya, daerah Kobak Rante adalah daerah pinggir sungai yang cukup besar, hingga mampu dilayari kapal. Jalur ini sering digunakan patroli kapal dari Sumedanglarang.[butuh rujukan]

Masa Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa ini masuk ke dalam Regentschap Meester Cornelis, yang terbagi atas empat district, yaitu Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi dan Cikarang. District Bekasi, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur, yang terdiri atas tanah-tanah partikelir, system kepemilikan tanahnya dikuasai oleh tuan-tuan tanah (kaum partikelir), yang terdiri dari pengusaha Eropa dan para saudagar Cina. Di atas tanah partikelir ini ditempatkan Kepala Desa atau Demang, yang diangkat oleh Residen dan digaji oleh tuan tanah. Demang ini dibantu oleh seorang Juru Tulis, para Kepala Kampung, seorang amil, seorang pencalang (pegawai politik desa), seorang kebayan (pesuruh desa), dan seorang ulu-ulu (pengatur pengairan).

Untuk mengawasi tanah, para tuan tanah mengangkat pegawai atau pembantu dekatnya, disebut potia atau lands opziener. Potia biasanya keturunan Cina, yang diangkat oleh tuan tanah. Tugas potia adalah mengawasi para pekerja, serta mewakili tuan tanah apabila tidak ada ditempat. Disamping itu ada juga Mandor yang menguasai suatu wilayah, disebut wilayah kemandoran. Dalam praktik sehari-hari, mandor sangatlah berkuasa, sering kali tindakannya terhadap para penggarap melampaui batas-batas kemanusiaan. Para penggarap adalah pemilik tanah sebelumnya, yang tanahnya dijual pada tuan tanah. Orang yang diangkat mandor biasanya dari para jagoan atau jawara yang ditakuti oleh para penduduk.

Distrik Bekasi terkenal subur yang produktif, hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan distrik-distrik lain di Batavia, distrik Bekasi rata-rata mencapai 30-40 pikul padi setiap bau, sedangkan distrik lain hanya mampu menghasilkan padi 15-30 pikul setiap bau’nya. Namun yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi adalah Sang tuan tanah, bukanlah rakyat Bekasi. Rakyat Bekasi tetap kekurangan, dalam kondisi yang serba sulit, sering kali muncul tokoh pembela rakyat kecil, semisal Entong Tolo, seorang kepala perambok yang selalu menggasak harta orang-orang kaya, kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat kecil, karenanya rakyat sangat menghormati dan melindungi keluarga Entong Tolo, Sang Maling Budiman, Robin Hood’nya rakyat Bekasi. Di hampir semua wilayah Bekasi memiliki cerita sejenis, dengan versi dan nama tokoh yang berbeda. Hal ini juga, yang mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Bekasi, terhadap sesuatu yang berhubungan dengan ke’jawara’an.

Setelah Entong Tolo ditangkap dan dibuang ke Manado, tahun 1913 di Bekasi muncul organisasi Sarekat Islam (SI) yang banyak diminati masyarakat yang sebagian besar petani. Berbeda dengan di daerah lain, kepengurusan SI Bekasi didominasi oleh kalangan pedagang, petani, guru ngaji, bekas tuan tanah dan pejabat yang dipecat oleh Pemerintah Hindia Belanda, serta para jagoan yang dikenal sebagai rampok budiman. Karena jumlah yang cukup banyak, SI Bekasi kemudian menjadi kekuatan yang dominan ketika berhadapan dengan para tuan tanah. Antara 1913-1922, SI Bekasi menjadi penggerak berbagai protes sebagai upaya penentangan terhadap berbagai penindasan terhadap petani, misalnya pemogokkan kerja paksa (rodi), protes petani di Setu (1913) sampai pemogokkan pembayaran “cuka” (1918).

Masa Pendudukan Jepang[sunting | sunting sumber]

Kedatangan Jepang di Indonesia bagi sebagian besar kalangan rakyat, memperkuat anggap eksatologis ramalan Jayabaya (buku “Jangka Jayabaya”, mengungkapkan:”…suatu ketika akan datang bangsa kulit kuning dari utara yang akan mengusir bangsa kulit putih. Namun, ia hanya akan memerintah sebentar yakni selama ‘seumur jagung’, sebagai Ratu Adil yang kelak akan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan…”

Pada awalnya, penaklukan Jepang terhadap Belanda disambut dengan suka cita, yang dianggap sebagai pembebas dari penderitaan. Rakyat Bekasi menyambut dengan kegembiraan, dan semakin meluap ketika Jepang mengijinkan pengibaran Sang Merah Putih dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Namun kegembiraan rakyat Bekasi hanya sekejap, selang seminggu pemerintah Jepang mengeluarkan larangan pengibaran Sang Merah Putih dan lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya Jepang memerintahkan seluruh rakyat Bekasi mengibarkan bendera “Matahari Terbit” dan lagu “Kimigayo”. Melalui pemaksaan ini, Jepang memulai babak baru penindasan, yang semula dibanggakan sebagai “saudara tua”.

Kekejaman tentara Jepang semakin kentara, ketika mengintruksikan agar seluruh rakyat Bekasi berkumpul di depan kantor tangsi polisi, untuk menyaksikan hukuman pancung terhadap penduduk Telukbuyung bernama Mahbub, yang ditangkap karena diduga sebagai mata-mata Belanda dan menjual surat tugas perawatan kuda-kuda militer Jepang. Hukum pancung ini sebagai shock theraphy agar menimbulkan efek jera dan ketakutan bagi rakyat Bekasi. Bala tentara Jepang juga memberlakukan ekonomi perang, padi dan ternak yang ada di Bekasi Gun dicatat, dihimpun dan wajib diserahkan kepada penguasa militer Jepang. Bukan saja untuk keperluan sehari-hari tetapi juga untuk keperluan jangka panjang, dalam rangka menunjang Perang Asia Timur Raya.

Akibatnya, rakyat Bekasi mengalami kekurangan pangan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya “Romusha” (kerja rodi). Pemerintah militer Jepang juga melakukan penetrasi kebudayaan dengan memaksa para pemuda Bekasi untuk belajar semangat bushido (spirit of samurai), pendewaan Tenno Haika (kaisar Jepang). Para pemuda dididik melalui kursus atau dengan melalui pembentukan Seinendan, Keibodan, Heiho dan tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang kemudian langsung ditempatkan kedalam organisasi militer Jepang.

Selain organisasi bentukan Jepang, pemuda Bekasi mengorganisasikan diri dalam organisasi non formal yaitu Gerakan Pemuda Islam Bekasi (GPIB), yang didirikan pada tahun 1943 atas inisiatif para pemuda Islam Bekasi yang setiap malam Jum’at mengadakan pengajian di Masjid Al –Muwahiddin, Bekasi, para anggotanya terdiri atas pemuda santri, pemuda pendidikan umum dan pemuda “pasar” yang buta huruf. Awalnya GPIB dipimpin oleh Nurdin, setelah ia meninggal 1944, digantikan oleh Marzuki Urmaini. Hingga awal kemerdekaan BPIB memiliki anggota yang banyak, markasnya di rumah Hasan Sjahroni, di daerah pasar Bekasi, banyak anggotanya kemudian bergabung ke-BKR dan badan perjuangan yang dipimpin oleh KH Noer Alie. GPIB banyak memiliki Cabang antara lain, GPIB Pusat Daerah Bekasi (Marzuki Urmaini dan Muhayar), GPIB Daerah Ujung Malang (KH Noer Alie), GPIB Daerah Tambun (Angkut Abu Gozali, GPIB Kranji (M. Husein Kamaly) dan GPIB Cakung (Gusir) berdirinya kabupaten Bekasi. Berdasarkan aturan hukum pada saat itu dan melihat kegigihan rakyat memperjuangkan aspirasinya untuk membentuk suatu pemerintahan tersendiri, setingkat Kabupaten, mulailah para tokoh dan rakyat Bekasi berjuang agar pembentukan tersebut dapat terealisasikan. Awal tahun 1950, para pemimpin rakyat diantaranya R. Soepardi, KH Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini membentuk “Panitia Amanat Rakyat Bekasi”, dan mengadakan rapat raksasa di Alun-alun Bekasi (17 Januari 1950), yang dihadiri oleh ribuan rakyat yang datang dari pelbagai pelosok Bekasi, dihasilkan beberapa tuntutan yang terhimpun dalam “Resolusi 17 Januari”, yang antara lain menuntut agar nama Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi, tuntutan itu ditandatangani oleh Wedana Bekasi (A. Sirad) dan Asisten Wedana Bekasi (R. Harun).

Pasca Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Usulan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari Mohammad Hatta, dan menyetujui penggantian nama “Kabupaten Jatinegara” menjadi “Kabupaten Bekasi”, persetujuan ini semakin kuat dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 14 Tahun 1950 yang ditetapkan tanggal 8 Agustus 1950 tentang Pembentukan Kabupaten-kabupaten di lingkungan Provinsi Jawa Barat, serta memperhatikan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1950 tentang berlakunya undang-undang tersebut, maka Kabupaten Bekasi secara resmi terbentuk pada tanggal 15 Agustus 1950, dan berhak mengatur rumah tangganya sendiri, sebagaimana diatur oleh Undang-undang Pemerintah Daerah pada saat itu, yaitu UU No.22 Tahun 1948. Selanjutnya, ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bekasi, bahwa tanggal 15 Agustus 1950 sebagai hari jadi kabupaten.

Status ini dikukuhkan dengan UU Nomor 14 Tahun 1950 mengenai pembentukan Kabupaten Bekasi, dengan wilayah yang terdiri dari empat kewedanaan, 13 kecamatan dan 95 desa. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (Jl. Ir. H Juanda), yang kemudian pada tahun 1982 gedung perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Pondok Gede, Bekasi. Mulai tahun 2004, Pemerintahan Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Cikarang Pusat, Kota Deltamas dengan tujuan untuk memeratakan pembangunan di daerah timur Bekasi.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2004 mencapai 1.950.209 jiwa. Bila dilihat dari rasio penduduk berdasarkan kelamin adalah 1,04 banding 1,00, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 996.150 jiwa dan perempuan 954.054 jiwa. Adapun laju pertumbuhan penduduk hasil perhitungan sensus tahun 2000 sebesar 4,23 % terdiri dari migrasi 2,33 % dan alamiah 1,90%.[butuh rujukan] Pada tahun 2005 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 2.027.902 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,98% dari tahun sebelumnya.Penduduk bekasi mayoritas merupakan pendatang sehingga tak heran jika banyak budaya nya pn telah banyak berakulturasi.[butuh rujukan]

Pada tahun 2013, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3.002.112 jiwa. Tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi menjadi 3.112.698 jiwa atau naik 120.586 jiwa dari tahun 2013[4]. Penduduk berjenis kelamin laki-laki adalah 1.592.588 jiwa dan penduduk berjenis kelamin perempuan 1.530.110 jiwa pada tahun 2014.Dengan luas wilayah 127.388 hektar, tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 2.451 jiwa per km2.[4]

Kecamatan dengan penduduk tertinggi ialah Tambun Selatan dengan jumlah penduduk mencapai 486.041 jiwa atau 16 persen dari total penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2014. Kecamatan dengan penduduk terendah ialah Bojongmangu dengan jumlah penduduk 25.587 jiwa pada tahun 2014.[4]

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

sejarah nama ciketing udik

desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau

jual beli laptop bekasi barat Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah bekasi barat . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

Bekasi Barat, Bekasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Bekasi Barat
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Pemerintahan

 • CamatMuhammad Bunyamin, S.SOS, M.SI
Luas18,89 Edit the value on Wikidata
Kepadatan14.227 jiwa/km2; (2017)

[[Kategori:Bekasi Barat, {{{nama dati2}}}| ]] [[Kategori:Kecamatan di Kota Bekasi {{{nama dati2}}}]]

Kecamatan Bekasi Barat merupakan kecamatan terpadat di Kota Bekasi. Bekasi Barat dihuni lebih dari 200.000 KK dan luas lahan kurang lebih total 19 kilometer persegi. wilayah kecamatan ini sangat subur oleh kepadatan populasi manusia,dan kecamatan ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat,yaitu Kabupaten Bekasi.

tersebar pula beberapa stasiun kereta api di Bekasi Barat yang memudahkan orang bertransportasi, yakni Stasiun Kranji yang berada di jalur Bekasi pada KRL AC Jabodetabek yang membentang dari Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Bekasi. Juga ada Pasar Sumber Arta di Bintara Jaya. Pasar ini sangat ramai. Pasar ini terletak di ujung Jalan Bintara Jaya yang menghubungkan Cakung dengan Kalimalang. Juga ada Pasar Modern serta halte Transjakarta koridor 2 di Perumahan Kota Harapan Indah, Bekasi, dengan pasar modern terbesar, terbersih, dan terlengkap di Kota Bekasi. Disini juga terdapat kampus Universitas Terbuka dan Esa Unggul.

Hasil Leicester vs Aston Villa: Jamie Vardy Akhiri Puasa Gol, The Foxes Menang Telak

Hasil Leicester vs Aston Villa: Jamie Vardy Akhiri Puasa Gol, The Foxes Menang Telak

Football5Star.com, Indonesia – Leicester City akhirnya kembali menang setelah empat pertandingan tanpa kemenangan di Premier League. Jamie Vardy akhirnya kembali mencetak gol setelah lebih dari dua bulan dia paceklik gol.

Babak pertama Leicester langsung tancap gas, baru menit ke-10, Jonny Evans menyundul bola dari hasil set piece tapi Reina berhasil menyelamatkan bola.

Leicester kembali terus menyerang lewat James Maddison, tapi gol baru diciptakan oleh Harvey Barnes pada menit ke-40 saat Barnes mengambil kesempatan saat Reina melakukan blunder. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua The Foxes terus tampil menyerang, Reina kembali menyelamatkan tendangan dari Iheanacho pada menit ke-48.

Pada menit ke-59, Stadion King Power bergemuruh saat Jamie Vardy yang baru sembuh dari cedera masuk menggantikan Iheanacho.

Hanya berselang tiga menit Leicester mendapatkan penalti karena bek Aston Villa, Tyrone Mings, melakukan handball. Jamie Vardy yang baru masuk langsung berhasil mengeksekusi penalti dan mengakhiri puasa golnya.

Jamie Vardy kembali mencetak gol pada menit ke-79 setelah dia melakukan cut inside dari kiri sebelum menceploskan gawang ke gawang Reina.

Aston Villa kembali menderita setelah Harvey Barnes mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Marc Albrighton pada menit ke-85.

Skor 4-0 bertahan hingga akhir babak pertandingan.

Susunan Pemain :

Leicester City (4-1-4-1) : Kasper Schmeichel; Ricardo Pereira, Caglar Soyuncu, Jonny Evans, James Justin; Wilfried Ndidi; Marc Albrighthon, Dennis Praet, James Maddison, Harvey Barnes; Kelechi Iheanacho.

Pelatih : Brendan Rodgers

Aston Villa (4-1-4-1) : Pepe Reina; Matt Targett, Tyrone Mings, Bjorn Engels, Frederic Guilbert; Marvelous Nakamba; Jack Grealish, Conor Hourihane, Douglas Luiz, Ahmed Elmohamady, Mbwana Samatta.

Asal Usul Kalimalang & Sejarah Peradaban Tertua Jawa di Bekasi

Asal Usul Kalimalang & Sejarah Peradaban Tertua Jawa di Bekasi

Bekasi – Bicara revitalisasi Kalimalang, jangan melupakan sejarah panjang di baliknya. Konon, peradaban tertua di Pulau Jawa juga ada di Bekasi.

Sejak dahulu aliran Kalimalang telah melewati Bekasi dan menjadi sumber air bersih bagi warga Jakarta. Kini, di bawah Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Kalimalang akan direvitalisasi jadi semakin cantik untuk warganya.

Sambil menunggu proses revitalisasi, tak ada salahnya kita napak tilas akan sejarah Kalimalang sesuai fungsi awalnya dulu.

Hal itu pun diungkapkan oleh budayawan Bekasi, Andi Sopandi usai menghadiri diskusi Penataan Kalimalang dan Pembangunan Wisata Situ Rawa Gede di Ruang Krakatau, Hotel Horizon Bekasi, Senin (22/10/2018) sore.

“Dalam perjalanannya juga perlu ada revitalisasi kawasan Kalimalang. Kenapa disebut Kalimalang? Karena dia memalang aliran sungai mulai dari Cirata, Kali Bekasi sampai Kali Cakung. Hingga disebut kali yang malang. Kalau orang Bekasi, malang itu muncul di tengah-tengah. Malang alur yang ada,” ujar Andi saat ditemui detikTravel usai acara.

Dijelaskan oleh Andi, awalnya Kalimalang dibuat secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Idenya sudah dari zaman Soekarno.

Menariknya lagi, ternyata Sungai Kalimalang juga tak dapat dipisahkan dengan kisah kerajaan Nusantara di Pulau Jawa. Malah, sejarah peradaban tertua Jawa terkait Kerajaan Taruma Negara ditemukan di Bekasi.

“Tadi saya kemukakan munculnya kota peradaban, karena peradaban tertua itu di Jawa munculnya justru di Bekasi. Penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa itu terdapat di Babelan, Batujaya selebihnya juga ada di Bekasi,” ujar Andi.

Berkaca dari nilai sejarah itu, Andi ingin agar nantinya proses revitalisasi Kalimalang juga menyertakan sejarah sebagai tema besar.

“Saya kira dari sisi budaya saya mengusulkan harus ada hubungan dari segi nama. Kalau tadi saya bilang ada Taman Patriot Chandrabaga, saya bilang jangan ambigu dengan Stadion Bekasi. Saya usulkan jadi Taman Tarum Chandrabhaga untuk yang di Giant. Untuk yang di Unisma Taman Tarum Bhagasasih. Itu jadi bentuk sosialisasi sejarah Kota Bekasi,” ujar Andi.

Tidak sampai situ, Andi juga berharap agar nantinya kawasan Kalimalang yang telah direvitalisasi juga menyertakan nuansa Islami lewat musala dan simbol-simbol khas budaya Bekasi.

“Tadi ada yang kurang nuansa Islam Bekasi harus ada. Tadi saya usulkan perlu ada musala, wc kecil, cinderamata Bekasi itu yang harus diperhatikan,” tutup

Begini Muasal Nama Jembatan Cinta di Tarumaya Bekasi

Begini Muasal Nama Jembatan Cinta di Tarumaya Bekasi

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA – Jembatan Cinta di Tarumajaya, BekasiJawa Barat, memiliki nama asli Jembatan Pelatihan Retorisasi Penanaman Mangrove (PRPM).

Hal itu diungkapkan Pengurus Jembatan Cinta, Wanto saat ditemui TribunJakarta.com di lokasi Rabu (19/9/2018).

Dia menceritakan pada awalnya jembatan itu dibuat sebagai fasilitas masyarakat yang hendak melakukan pelatihan penanaman mangrove.

Saat itu ada mahasiswa pemenang beasiswa ke luar negeri yang berkunjung ke jembatan tersebut.

Oleh para mahasiswa itulah Jembatan PRPM berubah namanya menjadi Jembatan Cinta yang banyak dikenal orang.

Jembatan Cinta dapat ditempuh selama satu jam perjalanan dari pusat Kota Bekasi menggunakan kendaraan bermotor.

Pengunjung dapat menikmati suasana Jembatan Cinta yang banyak ditumbuhi tanaman mangrove di sekelilingnya.

Tak sedikit mereka banyak menggunakan jembatan yang terbuat dari kayu itu menjadi spot foto.

Ada tiga pondok di bagian jembatan yang kerap digunakan wisatawan untuk berteduh atau berfoto ria.

Jika bosan, wisatawan bisa berkunjung ke destinasi Sungai Rindu menggunakan kapal yang disewakan dengan membayar Rp 10 ribu per orangnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Begini Muasal Nama Jembatan Cinta di Tarumaya Bekasi, https://jakarta.tribunnews.com/2018/09/19/begini-muasal-nama-jembatan-cinta-di-tarumaya-bekasi.
Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Y Gustaman

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Begini Muasal Nama Jembatan Cinta di Tarumaya Bekasi, https://jakarta.tribunnews.com/2018/09/19/begini-muasal-nama-jembatan-cinta-di-tarumaya-bekasi.

Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEJARAH TERBENTUKNYA KECAMATAN JATIASIH

Kecamatan Jatiasih berdiri pada tahun 1986 yang saat itu masih merupakan Kecamatan Perwakilan, hasil pemekaran dari Wilayah Kecamatan Pondok Gede, sedangkan berdirinya Kecamatan Jatiasih status Definitif pada tahun 1992.

Dalam perjalanannya Kecamatan Jatiasih merupakan daerah penyangga Ibukota Jakarta yang baik pertumbuhan kemajuan wilayah, perekonomian, kependudukan amat pesat. Hal ini di karenakan dalam rencana tata ruang kota, Kecamatan Jatiasih peruntukkannya daerah perumahan dan Jasa Perdagangan. Kecamatan Jatiasih berada pada Titik Koordinat 6°17’32″Selatan dan 106°57’51″Timur.

Banyak perusahaan pengembang Perumahan dan Perkantoran melakukan expansi perusahaannya diwilayah kecamatan Jatiasih sehingga  begitu pesatnya pertumbuhan perekonomian dan kependudukan  di wilayah Kecamatan Jatiasih. Terlebih Pada tahun 2007 Jalan Tol Outer Ring Road mulai beroperasi sehingga ini menambah pesatnya kemajuan perekonomian dan pertambahan penduduk.

Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.

Sebelum berdiri sendiri, Kecamatan Jatiasih merupakan bagian dari kecamatan Pondok Gede. Semenjak berdirinya Kota Bekasi tahun 1997, langsung menjadi bagian dari wilayah Kota Bekasi setelah sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan dekat dari Jakarta menjadikan Jatiasih memiliki nilai ekonomi tersendiri. pembukaan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Gate di Jatiasih menjadikan wilayah ini semakin diminati banyak orang. Terutama para komuter yang bekerja di Jakarta.

Tempat Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalibaru Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Kalibaru Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Desa

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.   Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.  Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

2.1.2. Demografi

Desa  Kalibaru mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1279 orang. Terdiri dari laki-laki 612 orang dan perempuan 667 orang.  Ada pun  jumlah KK sebanyak 430 dengan tingkat kepadatan 264 per km.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No.

 

Uraian

Jumlah 

Keterangan

Laki – LakiPerempuan
Jumlah Penduduk (Jiwa)612667Data Tahun 2014
a. 0 – 17 tahun197199
b. 18 – 55 tahun342374
c. Diatas 56 tahun7394

 

 

2.1.3 Keadaan Sosial

  1. Pendidikan
  2. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Desa Kalibaru tingkat pendidikan masyarakat rata- rata berpendidikan tingkat SD dan sebagian kecil ada yang tamat SLTP dan SLTA. Di desa Kalibaru masih terdapat masyarakat yang buta huruf. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tingkat PendidikanJumlahKeterangan
1Buta Huruf
2Tidak Tamat SD176
3SD316
4SLTP332
5SLTA141
6Diploma/Sarjana108

 

  1. Sarana dan Prasana Pendidikan

Untuk mendukung lancarnya pendidikan masyarakat, di Desa Kalibaru telah berdiri PAUD, TPA, dan SD dengan dilengkapi beberapa tenaga pengajar baik tenaga honorer maupun PNS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

No.

 

Sarana Pendidikan

 

Jumlah

Tenaga Pengajar
PNSHONOR
1PAUD1 buah2
2TKA/TPA 1  buah7
3TK1 Buah13
4SD1 Buah
5PONPES Tahfiz Al-Qur’an1 buah1
4MDA1 buah4

 

 

  1. Kesehatan.

2.1. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Untuk layanan kesehatan di Kalibaru cukup memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berobat dan memeriksa kesehatannya hal ini dapat terlihat dengan adanya Poskesdes dan Posyandu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Prasarana KesehatanJumlahKeterangan
1Puskermas1 buahBaik
2Posyandu3 buahCukup Baik

 

2.2. Tenaga Kesehatan

Dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat, Desa Kalibaru didukung oleh keberadaan tenaga medis seperti bidan desa untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tenaga KesehatanJumlahKeterangan
1Dokter1
2Bidan Desa          1
3Bidan/Bidan Kampung       12
4Mantri/Perawat1      1-

 

  1. Keadaan Sosial

Kalau dilihat dari keadaan sosial, penduduk Desa Kalibaru ini mempunyai 3 tingkatan yaitu kaya, sedang dan miskin dan semua penduduk desa beragama Islam. Di desa tersebut mempunyai panti asuhan, mesjid, dan langgar.

 

No.Keadaan SosialJumlahKeterangan
1Kepala Keluarga Kaya15
2Kepala Keluarga Sedang175
3Kepala Keluarga Miskin250
4Lembaga Sosial
5Mesjid2
6Musholla / Langgar2

2.1.4. Keadaan Ekonomi

Pekerjaan/mata pencaharian utama masyarakat Desa Kalibaru mayoritas adalahpetani sawah, buruh tani, peternak, dan sebagian ada yang berkebun, berdagang. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

No.Mata PencaharianJumlahKeterangan
1Buruh Tani
2Petani169
3Peternak167Rata-rata peternak skala kecil
4Pedagang5
5Pencari Ikan
6Tukang Kayu20
7Penjahit15
8PNS6
9Pensiunan4
10TNI/Polri
11Pengrajin
12Lain-lain22

 

Tempat Jual beli laptop di Cikiwul Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Cikiwul Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Cikiwul Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Cikiwul Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Cikiwul , Bekasi

Sejarah

Amanat PERMENDAGRI Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan menjadi dasar pelaksanaan Lomba Kinerja Kelurahan yang dilaksanakan saat ini. Dalam lomba tersebut akan dievaluasi perkembangan Kelurahan yang meliputi Bidang Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan.

Kelurahan Cikiwul adalah salah satu Kelurahan di Kecamatan Bantargebang yang terdiri dari 7 (tujuh) Rukun Warga (RW) dan 32 (tiga puluh dua) Rukun Tetangga (RT) dengan luas wilayah 525.351 Ha, dan jumlah penduduk 18.711 Jiwa. Terdiri dari Laki-laki sebanyak 9.611 Jiwa dan Perempuan sebanyak 9.123 Jiwa.

Kelurahan Cikiwul 41 tahun yang lalu merupakan salah satu Kemandoran dari Desa Layung Sari. Desa Cikiwul lahir pada tahun 1983 yang merupakan pemekaran dari Desa Layung Sari Kecamatan Setu Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi. Pada waktu itu Desa Layung Sari dipimpin Oleh Bapak Anim (almarhum) yang merupakan orang asli dari Kampung Cikiwul. Sedangkan Kampung Cikiwul dipimpin oleh seorang mandor/ wakil yaitu M. Harun (Almarhum).

Setelah Desa Cikiwul berdiri sendiri, langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah mengadakan pemilihan Kepala Desa. Hal ini dilakukan guna tetap berjalannya roda pemerintahan dan terselenggaranya fungsi pelayanan kepada masyarakat. Pemilihan Kepala Desa yang dilakukan pada tahun 1983, terpilih Bapak M. HARUN (almarhum) sebagai Kepala Desa yang sah dan independen.

Pemberian nama Cikiwul menurut sejarah dan cerita para sesepuh dan tokoh masyarakat yang ada sebagai berikut:

  1. “Ci/ Cai” berasal dari bahasa daerah yang artinya adalah air dan bisa juga disebut kali atau sungai.
  2. “Kawul” juga berasal dari bahasa daerah, dimana kawul terdapat pada batang pelapah pohon aren/ kawung. Pada jaman dahulu kawul itu diperlukan oleh orang untuk bahan membuat api apabila mau merokok atau memasak, karena pada waktu itu belum ada korek api. Jadi nama Cikiwul yang sebenarnya adalah Cikawul bukan Cikiwul, akan tetapi nama Cikawul kedengaranya dirasakan kurang pas dan agak ganjil maka nama Cikawul diganti dengan nama Cikiwul, begitu menurut cerita para sesepuh. Jadi kalau diambil makna yang terkandung didalamnya Cikiwul berarti sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat Cikiwul.

Jalan Sempit Pun Tak Menyurutkan Transaksi Jual Beli Laptop Bekasi

Jalan Sempit Pun Tak Menyurutkan Transaksi Jual Beli Laptop Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang menjadi kota satelit dengan pertumbuhan perekonomian yang lebih tinggi dibandingkan dengan Depok. Daerah Ahmad Yani sendiri merupakan salah satu kawasan perdagangan di Bekasi yang sudah ada sejak lama dan terus mengalami perkembangan hingga daerah Kranji. Beragam produk diperdagangkan termasuk salah satunya laptop bekas.

Transaksi Jual Beli Perangkat Komputasi Di Bekasi

Di Jalan Kemang Raya Pondok Gede Bekasi sendiri, terdapat toko yang melayani jual beli laptop bekas dengan varian produk yang cukup banyak pilihan serta menawarkan harga yang terbilang murah dibandingkan di lokasi lainnya. Sehingga, walau jalan-jalan sempit kota Bekasi di wilayah ini bisa dikatakan menyulitkan konsumen menuju ke daerah ini, namun dengan fasilitas dan kualitas produk yang dihadirkan menjadi poin ekstra dari perdagangan jual beli laptop bekas di Bekasi.

Promosi Pelapak Bekasi s

Untuk beberapa wilayah di Bekasi, memang memiliki akses jalanan yang sempit tidak sebesar dan selebar jalananutama. Namun dalam hal medan, Bekasi sudah lebih tertata tingkat kerapian infrastruktur dan akses jalanan yang lebih nyaman dibandingkan kota lainnya di Jawa Barat. Namun, karena sempitnya jalan, membuat daerah ini sama macetnya dengan ibukota.

Namun, akses jalan bukan penghalang bagi para pebisnis jual beli laptop Bekasi dalam meraup keuntungan. Berbagai promosi dan informasi ditebar di banyak media sosial dan e-commerce atau marketplace-marketplace yang ada di Indonesia. Dengan promosi ini, para pelapak bisa mengenalkan usaha mereka pada khalayak yang lebih luas lagi. Sehingga jangkauan konsumen tidak hanya meliputi area setempat saja melainkan dari berbagai daerah.

Umumnya, pelapak yang memiliki usaha bidang ini apabila lokasi tempat mereka melapak merupakan area dengan akses jalanan yang sempit, meraka akan mengalihkan perhatian konsumen dengan fasilitas tempat yang menyenangkan dan membuat konsumen puas. Misalnya dengan menyediakan ruang dengan fasilitas lengkap dan senyaman mungkin, pelayanan yang memuaskan, karyawan toko yang ramah, dan lain sebagainya.