Inter Vs Torino: Sempat Tertinggal, Nerazzurri Menang 3-1

Inter Vs Torino: Sempat Tertinggal, Nerazzurri Menang 3-1

MILAN, ITALY - JULY 13:  Ashley Young (C) of FC Internazionale celebrates his goal with his team-mates Borja Valero (L) and Lautaro Martinez (R) during the Serie A match between FC Internazionale and Torino FC at Stadio Giuseppe Meazza on July 13, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)

 

 

Milan –Inter Milan memetik poin penuh saat menjamu Torino di lanjutan Liga Italia. Sempat kebobolan lebih dulu di babak pertama, Inter akhirnya menang 3-1.

Laga Inter vs Torino di pekan ke-32 Liga Italia digelar di Giuseppe Meazza, Selasa (14/7/2020) dini hari WIB. Tuan rumah tertinggal di babak pertama setelah Andrea Belotti mencetak gol usai memanfaatkan blunder Samir Handanovic.

Inter kemudian membalikkan keadaan di paruh kedua. Tiga gol langsung dilesakkan masing-masing oleh Ashley Young, Diego Godin, dan Lautaro Martinez.

Dengan kemenangan ini, Inter naik ke peringkat kedua klasemen Liga Italia dengan 68 poin dari 32 pertandingan. Sementara Torino ada di urutan ke-16 dengan 34 poin.

Jalanya Pertandingan Inter vs Torino

Inter langsung memberikan tekanan di menit-menit awal pertandingan. Tuan rumah memegang kendali permainan.

Peluang didapat Inter di menit ke-12. Alexis Sanchez yang menerima bola terobosan dari Borja Valero kemudian mengoper kepada Marcelo Brozovic. Brozovic melepaskan tembakan yang ditepis oleh Salvatore Sirigu.

Inter kemudian justru kebobolan di menit ke-17. Andrea Belotti memanfaatkan kesalahan Samir Handanovic untuk menjebol gawang Inter.

Berawal dari sepak pojok, Handanovic coba menangkap bola. Namun bola lepas dari tangannya dan langsung disambar oleh Belotti yang tepat berada di depan gawang.

Tertinggal satu gol, Inter terus berupaya menekan. Namun tuan rumah kesulitan menembus pertahanan Torino.

Lautaro mencoba melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti Torino usai mendapat sodoran bola dari Gagliardini. Tapi sepakan kaki kanan Lautaro diblok oleh Sirigu.

Peluang untuk Torino. Belotti mendapat bola dan mengoper kepada Ansaldi yang bergerak dari sisi kiri. Ansaldi melakukan tusukan sebelum melepaskan tembakan kaki kanan ke arah tiang dekat. Handanovic bereaksi dengan baik untuk memblok bola.

Tiga menit usai restart, Inter menyamakan kedudukan. Berawal dari umpan silang D’Ambrosio yang dibelokkan oleh Lautaro, Ashley Young yang ada di tengah kotak penalti meneruskannya dengan tendangan voli untuk menjebol gawang Torino.

Inter kemudian membalikkan keadaan di menit ke-51. Young mengangkat bola melewati pertahanan Torino, yang kemudian dibelokkan oleh Sanchez kepada Diego Godin. Godin kemudian menanduk bola ke gawang.

Inter melebarkan keunggulan di menit ke-61. Sanchez merebut bola dari Izzo dan kemudian menyodorkan kepada Lautaro. Tak berlama-lama dengan bola, Lautaro kemudian melepaskan tembakan. Bola yang sempat membentur Bremer melambung melewati Sirigu dan masuk ke gawang.

Belotti! Umpan dari sisi kiri diteruskan Belotti dengan sundulan. Sial bagi Torino, bola sundulan Belotti hanya menerpa mistar gawang.

Inter balik menyerang. Sanchez yang punya ruang di sisi kiri kotak penalti Torino kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang. Sirigu masih bisa menepisnya.

Torino masih berupaya mencetak gol balasan. Millico yang menerima bola di depan kotak penalti Inter kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kanan. Namun upayanya itu masih melebar dari gawang Inter.

Dua penyelamatan gemilang dilakukan oleh Sirigu di menit ke-86. Dari serangan balik, Christian Eriksen melepaskan umpan yang diteruskan Gagliardini. Sirigu menunjukkan refleks bagus dengan menepis bola yang sempat berbelok. Bola muntah coba kembali dimanfaatkan oleh Gagliardini, tapi Sirigu lagi-lagi menepisnya.

Susunan Pemain

Inter: Handanovic; Godin (Skriniar 76), De Vrij, Bastoni; D’Ambrosio (Candreva 71), Brozovic, Gagliardini, Young (Candreva 72); Valero; Alexis, Lautaro (Eriksen 84)

Torino: Sirigu; Izzo, Nkoulou, Bremer; De Silvestri (Singo 64), Meite (Lukic 64), Rincon, Ansaldi (Berenguer 64), Aina; Verdi (Millico 76), Belotti

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

sejarah nama ciketing udik

desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

Sejarah Bekasi

Penelusuran Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansakerta dan bahasa Jawa Kuno), kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan [3]. Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi [3]. Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun KA Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie).[3] Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang.[3]

Candrabhaga merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara, yang berdiri sejak abad ke 5 Masehi [3]. Ada 7 (tujuh) prasasti yang menyebutkan adanya kerajaan Tarumanagara yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman, yakni Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), Prasasti CiaruteunPrasasti Muara CiantenPrasasti Kebon KopiPrasasti JambuPrasasti Pasir Awi (ke enam prasasti ini ada di daerah Bogor), dan satu prasasti di daerah Bandung Selatan (Prasasti Cidangiang).[butuh rujukan]

Diduga bahwa Bekasi merupakan salah satu pusat Kerajaan Tarumanagara (Prasasti Tugu, berbunyi: ..dahulu kali yang bernama Kali Candrabhaga digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut, bahkan kali ini mengalir disekeliling istana kerajaan. Kemudian, semasa 22 tahun dari tahta raja yang mulia dan bijaksana beserta seluruh panji-panjinya menggali kali yang indah dan berair jernih, “Gomati” namanya[butuh rujukan]. Setelah sungai itu mengalir disekitar tanah kediaman Yang Mulia Sang Purnawarman[butuh rujukan]. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yaitu pada tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan diakhiri pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra.[butuh rujukan] Jadi, selesai hanya 21 hari saja. Panjang hasil galian kali itu mencapai 6.122 tumbak.[butuh rujukan] Untuk itu, diadakan selamatan yang dipimpin oleh para Brahmana dan Raja mendharmakan 1000 ekor sapi…).[butuh rujukan] Tulisan dalam prasasti ini menggambarkan perintah Raja Purnawarman untuk menggali kali Candrabhaga, yang bertujuan untuk mengairi sawah dan menghindar dari bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kerajaan Tarumanagara.[butuh rujukan]

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh (abad 7), kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap Bekasi adalah Kerajaan Padjadjaran, terlihat dari situs sejarah Batu Tulis (di daerah Bogor).[3] Sutarga lebih jauh menjelaskan, bahwa Bekasi merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Padjadjaran dan merupakan salah satu pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi oleh para pedagang.[3] Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Padjadjaran, selanjutnya menjelaskan bahwa: “..Pakuan adalah ibu kota Kerajaan Padjadjaran yang baru.[butuh rujukan] Proses perpindahan ini didasarkan atas pertimbangan geopolitik dan strategi militer.[butuh rujukan] Sebab, jalur sepanjang Pakuan banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane.[butuh rujukan] Oleh sebab itu, kota-kota pelabuhan yang ramai ketika itu akan mudah terkontrol dengan baik seperti Bekasi, Karawang, Kelapa, Tanggerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan…”[butuh rujukan]

Demikianlah, waktu berlalu, kerajaan-demi kerajaan tumbuh, berkembang, mengalami masa kejayaan, runtuh, timbul kerajaan baru.[3] Kedudukan Bekasi tetap menempati posisi strategis dan tercatat dalam sejarah masing-masing kerajaan (terakhir tercatat dalam sejarah, kerajaan yang menguasai Bekasi adalah Kerajaan Sumedanglarang, yang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram).[3] Bahkan bukti-bukti mengenai keberadaan kerajaan ini sampai sekarang masih ada, misalnya: ditemukannya makam Wangsawidjaja dan Ratu Mayangsari (batu nisan), makam Wijayakusumah serta sumur mandinya yang terdapat di kampung Ciketing, Desa Mustika Jaya, Bantargebang.[butuh rujukan] Dimana baik batu nisan maupun kondisi sumur serta bebatuan sekitarnya, menunjukkan bahwa usianya parallel dengan masa Kerajaan Sumedanglarang.[butuh rujukan] Demikian pula penemuan rantai di Kobak Rante, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (konon katanya, daerah Kobak Rante adalah daerah pinggir sungai yang cukup besar, hingga mampu dilayari kapal. Jalur ini sering digunakan patroli kapal dari Sumedanglarang.[butuh rujukan]

Masa Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa ini masuk ke dalam Regentschap Meester Cornelis, yang terbagi atas empat district, yaitu Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi dan Cikarang. District Bekasi, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur, yang terdiri atas tanah-tanah partikelir, system kepemilikan tanahnya dikuasai oleh tuan-tuan tanah (kaum partikelir), yang terdiri dari pengusaha Eropa dan para saudagar Cina. Di atas tanah partikelir ini ditempatkan Kepala Desa atau Demang, yang diangkat oleh Residen dan digaji oleh tuan tanah. Demang ini dibantu oleh seorang Juru Tulis, para Kepala Kampung, seorang amil, seorang pencalang (pegawai politik desa), seorang kebayan (pesuruh desa), dan seorang ulu-ulu (pengatur pengairan).

Untuk mengawasi tanah, para tuan tanah mengangkat pegawai atau pembantu dekatnya, disebut potia atau lands opziener. Potia biasanya keturunan Cina, yang diangkat oleh tuan tanah. Tugas potia adalah mengawasi para pekerja, serta mewakili tuan tanah apabila tidak ada ditempat. Disamping itu ada juga Mandor yang menguasai suatu wilayah, disebut wilayah kemandoran. Dalam praktik sehari-hari, mandor sangatlah berkuasa, sering kali tindakannya terhadap para penggarap melampaui batas-batas kemanusiaan. Para penggarap adalah pemilik tanah sebelumnya, yang tanahnya dijual pada tuan tanah. Orang yang diangkat mandor biasanya dari para jagoan atau jawara yang ditakuti oleh para penduduk.

Distrik Bekasi terkenal subur yang produktif, hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan distrik-distrik lain di Batavia, distrik Bekasi rata-rata mencapai 30-40 pikul padi setiap bau, sedangkan distrik lain hanya mampu menghasilkan padi 15-30 pikul setiap bau’nya. Namun yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi adalah Sang tuan tanah, bukanlah rakyat Bekasi. Rakyat Bekasi tetap kekurangan, dalam kondisi yang serba sulit, sering kali muncul tokoh pembela rakyat kecil, semisal Entong Tolo, seorang kepala perambok yang selalu menggasak harta orang-orang kaya, kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat kecil, karenanya rakyat sangat menghormati dan melindungi keluarga Entong Tolo, Sang Maling Budiman, Robin Hood’nya rakyat Bekasi. Di hampir semua wilayah Bekasi memiliki cerita sejenis, dengan versi dan nama tokoh yang berbeda. Hal ini juga, yang mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Bekasi, terhadap sesuatu yang berhubungan dengan ke’jawara’an.

Setelah Entong Tolo ditangkap dan dibuang ke Manado, tahun 1913 di Bekasi muncul organisasi Sarekat Islam (SI) yang banyak diminati masyarakat yang sebagian besar petani. Berbeda dengan di daerah lain, kepengurusan SI Bekasi didominasi oleh kalangan pedagang, petani, guru ngaji, bekas tuan tanah dan pejabat yang dipecat oleh Pemerintah Hindia Belanda, serta para jagoan yang dikenal sebagai rampok budiman. Karena jumlah yang cukup banyak, SI Bekasi kemudian menjadi kekuatan yang dominan ketika berhadapan dengan para tuan tanah. Antara 1913-1922, SI Bekasi menjadi penggerak berbagai protes sebagai upaya penentangan terhadap berbagai penindasan terhadap petani, misalnya pemogokkan kerja paksa (rodi), protes petani di Setu (1913) sampai pemogokkan pembayaran “cuka” (1918).

Masa Pendudukan Jepang[sunting | sunting sumber]

Kedatangan Jepang di Indonesia bagi sebagian besar kalangan rakyat, memperkuat anggap eksatologis ramalan Jayabaya (buku “Jangka Jayabaya”, mengungkapkan:”…suatu ketika akan datang bangsa kulit kuning dari utara yang akan mengusir bangsa kulit putih. Namun, ia hanya akan memerintah sebentar yakni selama ‘seumur jagung’, sebagai Ratu Adil yang kelak akan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan…”

Pada awalnya, penaklukan Jepang terhadap Belanda disambut dengan suka cita, yang dianggap sebagai pembebas dari penderitaan. Rakyat Bekasi menyambut dengan kegembiraan, dan semakin meluap ketika Jepang mengijinkan pengibaran Sang Merah Putih dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Namun kegembiraan rakyat Bekasi hanya sekejap, selang seminggu pemerintah Jepang mengeluarkan larangan pengibaran Sang Merah Putih dan lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya Jepang memerintahkan seluruh rakyat Bekasi mengibarkan bendera “Matahari Terbit” dan lagu “Kimigayo”. Melalui pemaksaan ini, Jepang memulai babak baru penindasan, yang semula dibanggakan sebagai “saudara tua”.

Kekejaman tentara Jepang semakin kentara, ketika mengintruksikan agar seluruh rakyat Bekasi berkumpul di depan kantor tangsi polisi, untuk menyaksikan hukuman pancung terhadap penduduk Telukbuyung bernama Mahbub, yang ditangkap karena diduga sebagai mata-mata Belanda dan menjual surat tugas perawatan kuda-kuda militer Jepang. Hukum pancung ini sebagai shock theraphy agar menimbulkan efek jera dan ketakutan bagi rakyat Bekasi. Bala tentara Jepang juga memberlakukan ekonomi perang, padi dan ternak yang ada di Bekasi Gun dicatat, dihimpun dan wajib diserahkan kepada penguasa militer Jepang. Bukan saja untuk keperluan sehari-hari tetapi juga untuk keperluan jangka panjang, dalam rangka menunjang Perang Asia Timur Raya.

Akibatnya, rakyat Bekasi mengalami kekurangan pangan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya “Romusha” (kerja rodi). Pemerintah militer Jepang juga melakukan penetrasi kebudayaan dengan memaksa para pemuda Bekasi untuk belajar semangat bushido (spirit of samurai), pendewaan Tenno Haika (kaisar Jepang). Para pemuda dididik melalui kursus atau dengan melalui pembentukan Seinendan, Keibodan, Heiho dan tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang kemudian langsung ditempatkan kedalam organisasi militer Jepang.

Selain organisasi bentukan Jepang, pemuda Bekasi mengorganisasikan diri dalam organisasi non formal yaitu Gerakan Pemuda Islam Bekasi (GPIB), yang didirikan pada tahun 1943 atas inisiatif para pemuda Islam Bekasi yang setiap malam Jum’at mengadakan pengajian di Masjid Al –Muwahiddin, Bekasi, para anggotanya terdiri atas pemuda santri, pemuda pendidikan umum dan pemuda “pasar” yang buta huruf. Awalnya GPIB dipimpin oleh Nurdin, setelah ia meninggal 1944, digantikan oleh Marzuki Urmaini. Hingga awal kemerdekaan BPIB memiliki anggota yang banyak, markasnya di rumah Hasan Sjahroni, di daerah pasar Bekasi, banyak anggotanya kemudian bergabung ke-BKR dan badan perjuangan yang dipimpin oleh KH Noer Alie. GPIB banyak memiliki Cabang antara lain, GPIB Pusat Daerah Bekasi (Marzuki Urmaini dan Muhayar), GPIB Daerah Ujung Malang (KH Noer Alie), GPIB Daerah Tambun (Angkut Abu Gozali, GPIB Kranji (M. Husein Kamaly) dan GPIB Cakung (Gusir) berdirinya kabupaten Bekasi. Berdasarkan aturan hukum pada saat itu dan melihat kegigihan rakyat memperjuangkan aspirasinya untuk membentuk suatu pemerintahan tersendiri, setingkat Kabupaten, mulailah para tokoh dan rakyat Bekasi berjuang agar pembentukan tersebut dapat terealisasikan. Awal tahun 1950, para pemimpin rakyat diantaranya R. Soepardi, KH Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini membentuk “Panitia Amanat Rakyat Bekasi”, dan mengadakan rapat raksasa di Alun-alun Bekasi (17 Januari 1950), yang dihadiri oleh ribuan rakyat yang datang dari pelbagai pelosok Bekasi, dihasilkan beberapa tuntutan yang terhimpun dalam “Resolusi 17 Januari”, yang antara lain menuntut agar nama Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi, tuntutan itu ditandatangani oleh Wedana Bekasi (A. Sirad) dan Asisten Wedana Bekasi (R. Harun).

5 Pelajaran dari Laga Juventus vs Atalanta: Ada Apa dengan Si Nyonya Tua?

5 Pelajaran dari Laga Juventus vs Atalanta: Ada Apa dengan Si Nyonya Tua?

Cristiano Ronaldo mengambil eksekusi penalti saat menghadapi Atalanta, Minggu (12/7/2020) (c) AP Photo 

Bahkan, Si Nyonya Tua sempat dua kali tertinggal setelah Atalanta mencetak gol lewat aksi Duvan Zapata dan Ruslan Malinovskiy.

Beruntung, Juventus mendapatkan dua hadiah penalti dari wasit yang berhasil dituntaskan menjadi gol oleh bintang mereka, Cristiano Ronaldo.

Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari laga ini seperti dirangkum Sportskeeda. Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Atalanta Sangat Tidak Beruntung

Menghadapi sang pemuncak klasemen, Atalanta bermain seperti tak memiliki rasa gentar sama sekali. Pasukan Gian Piero Gasperini benar-benar mendominasi jalannya laga ini.

Juventus terlihat kesulitan untuk membongkar pertahanan Atalanta. Tim tamu jelas menjadi tim yang lebih baik dan layak membawa pulang tiga poin dari laga ini.

Sayang dua kesalahan di kotak penalti membuat kemenangan di depan mata buyar. Dua kali handball membuat wasit menunjuk titik putih yang berhasil dimanfaatkan Juventus untuk memaksakan hasil imbang.

Atalanta Kurang Mampu Memanfaatkan Peluang

Masalah lain yang dialami Atalanta adalah lini depan mereka yang kurang mampu memanfaatkan peluang matang.

Atalanta tercatat melepas 13 tembakan, akan tetapi hanya dua tembakan yang tepat sasaran dan untungnya berbuah gol, masing-masing dari Zapata dan Malinovskiy.

Jika saja lini depan mereka lebih pandai memanfaatkan peluang dan lini belakang tak membuat kesalahan, maka kemenangan pun bakal didapat Gli Orobici.

Ada Apa dengan Juventus

Bagi sebuah tim yang sudah hampir dipastikan menjadi juara musim ini, Juventus bisa dibilang tampil sangat buruk.

Para pemain Juventus kerap kehilangan penguasaan bola, serta seringkali membuat pelanggaran, terutama di sisi kanan.

Dalam dua laga terakhir, Juventus kehilangan lima poin. Yang menjadi pertanyaan adalah, ada apa dengan tim asuhan Maurizio Sarri?

Umpan Panjang Tak Akurat

Bek Juventus, Leonardo Bonucci memang kerap diplot dengan tugas melepas umpan panjang yang bakal diterima pemain lini depan. Pun demikian dengan laga ini.

Sayang, umpan yang dikirim Bonucci kerap tak akurat. Dari 10 percobaan umpan yang ia lakukan, hanya empat yang menemui target.

Mungkin hanya Juan Cuadrado yang cukuop baik dalam hal umpan jauh. Umpan Cuadrado sempat menciptakan peluang bagi Juventus untuk mencetak gol.

Cristiano Ronaldo Dua Kali Selamatkan Juventus

Juventus sangat beruntung memiliki seorang Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal itu dua kali menyamakan kedudukan sekaligus menyelamatkan Bianconeri dari kekalahan.

Meski dua gol ini lahir dari titik penalti, akan tetapi pengaruh Ronaldo di lapangan secara keseluruhan memang tak bisa dibantah.

PSG Cetak Sembilan Gol Tanpa Balas ke Gawang Tim Kasta Kedua

PSG Cetak Sembilan Gol Tanpa Balas ke Gawang Tim Kasta Kedua

Image

Paris Saint-Germain (PSG) menang dengan skor telak 9-0 saat berhadapan dengan tim kasta kedua Liga Prancis, Le Havre. | REUTERS/Benoit Tessier

AKURAT.CO, Paris Saint-Germain (PSG) tampil keranjingan saat melakoni laga uji coba kontra tim peserta kompetisi Ligue 2 Prancis, Le Havre. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Stade Oceana, PSG menyudahi laga dengan skor sempurna 9-0.

NeymarMauro Icardi, dan Kylian Mbappe yang diturunkan sejak menit pertama memberikan dampak sangat besar pada kemenangan telak PSG di laga uji coba kali ini. Trio lini depan PSG tersebut berhasil mencetak lima gol ke gawang Le Havre.

Neymar mencetak dua gol, pada menit 21′ dan 43. Sementara Icardi ikut menyumbang dua gol yang dicetaknya pada menit 8′ dan 19′. Sementara Mbappe mencatatkan satu gol atas namanya yang membawa PSG menyudahi babak pertama dengan keunggulan 5-0.

Baca Juga:

Sayangnya Neymar, Icardi, dan Mbappe tak lagi dimainkan pada babak kedua. Namun demikian, hal tersebut tak membuat pesta gol PSG berhenti begitu saja. Karena ada tambahan empat gol yang tercipta pada babak kedua.

Pablo Sarabia yang masuk menggantikan Angel Di Maria menyumbang dua gol di babak kedua. Sementara dua gol lainnya dicetak oleh Idrissa Gueye dan Arnaud Muing

Pertandingan antara PSG dan Le Havre berbeda dengan pertandingan yang digelar kompetisi Eropa lainnya. Dalam pertandingan ini, penyelenggara berani untuk menghadirkan penonton di dalam stadion.

Bahkan, penonton yang memadati stadion tampak bisa duduk tanpa adanya peraturan untuk jaga jarak.

Pertandingan uji coba digelar lantaran semua kompetisi di Prancis tak lagi dilanjutkan sejak dihentikan lantaran wabah corona. Namun tim-tim elit seperti PSG dan Olympique Lyon membutuhkan menit bermain untuk menyiapkan para pemainnya menghadapi lanjutan Liga Champions yang bakal dimulai Agustus nanti.[]

Bournemouth Vs Leicester: Kalah 1-4

Bournemouth Vs Leicester: Kalah 1-4, Si Rubah Gagal Gusur Chelsea

BOURNEMOUTH, ENGLAND - JULY 12: Kasper Schmeichel of Leicester City appeals to the match referee during the Premier League match between AFC Bournemouth and Leicester City at Vitality Stadium on July 12, 2020 in Bournemouth, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Andy Couldridge/Pool via Getty Images)

 

 

Bournemouth –Leicester City takluk 1-4 di markas Bournemouth. Kekalahan ini membuat Si Rubah gagal menggusur Chelsea di peringkat ketiga.

Bournemouth menjamu Leicester di Vitality Stadium pada pekan ke-35 Liga Inggris, Senin (13/7/2020) dini hari WIB. Leicester unggul lebih dulu lewat gol dari Jamie Vardy di menit ke-23.

The Cherries bangkit di babak kedua. Mereka sukses mencetak empat gol yang masing-masing dibuat oleh Junior Stanislas (menit ke-66 dan 83) dan Dominic Solanke (67′ dan 87′)

Hasil ini membuat Leicester gagal menggusur Chelsea dari peringkat ketiga. Mereka tertahan di posisi keempat dengan 59 poin.

Sementara, Bournemouth berkat tambahan tiga angka naik ke posisi 18. Mereka menggusur Aston Villa usai mengumpulkan 31 angka.

Loading

Jalannya Pertandingan

Leicester tampil menekan sejak menit awal laga. Gempuran Si Rubah membuahkan hasil di menit ke-23 lewat gol dari Vardy.

Gol ini bermula dari umpan Kalechi Iheanacho dari sisi kiri kotak penalti. Umpannya tak mampu dengan baik dihalau oleh Dan Gosling.

Bola liar di depan gawang Bournemouth kemudian dengan baik mampu disambar oleh Vardy. Skor berubah 1-0 untuk Leicester.

Pada menit ke-38, Vardy punya peluang untuk menggandakan keunggulan. Mendapat umpan terobosan, ia merangsek ke kotak penalti tuan rumah.

Namun, sepakan kerasnya masih bisa diblok oleh bek Bournemouth Arnaut Danjuma. Ini membuat bola melambung tipis dari gawang Aaron Ramsdale.

Keunggulan 1-0 ini berhasil dipertahankan Leicester hingga babak pertama berakhir. Selepas jeda, situasi tak banyak berubah dengan tim tamu tatap dominan.

Di menit ke, 66 kesalahan Kasper Schmeichel harus dibayar mahal oleh Leicester. Tendangan gawangnya membentur Callum Wilson.

Wilson yang kemudian berusaha mengejar bola diadang oleh Wilfred Ndidi. Hal tersebut membuat wasit harus menunjuk titik putih.

Junior Stanislas yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Bournemouth menyetarakan skor 1-1.

Gol ini ternyata mengubah kondisi laga. Satu menit berselang Bournemouth berhasil berbalik memimpin.

Umpan panjang dari lini tengah meloloskan Dominic Solanke. Ia melepas sepakan mendatar yang menaklukkan Schmeichel.

Petaka untuk pasukan Brendan Rodgers tak berhenti sampai di sini. Caglar Soyuncu dikartu merah wasit karena menendang Stanislas yang berusaha mendorongnya ke gawang saat gol terjadi.

Bournemouth menjauh di menit ke-83. Stanislas yang menusuk dari sisi kanan melepas sepakan di dalam kotak penalti.

Bola tembakannya membentur Jonny Evans sehingga berubah arah. Schmeichel yang terkecoh tak kuasa mencegah gawangnya harus kebobolan untuk ketiga kalinya.

Bournemouth menutup laga ini dengan kemenangan 4-1 setelah Solanke mencetak brace pada menit ke-87. Aksinya dari sisi kanan mampu memperdayai Schmeichel.

Susunan Pemain

Bournemouth: Aaron Ramsdale; Lloyd Kelly, Jack Stacey, Nathan Ake (Steve Cook 40′), Diego Rico; David Brooks (Lewis Cook 80′), Dan Gosling Philip Billing 46′), Jefferson Lerma, Arnaut Danjuma (Junior Stanislas 46′) Groeneveld; Dominic Solanke, Callum Wilson (Sam Sturidge 90′).

Leicester City: Kasper Schmeichel; Jonny Evans, Caglar Soyuncu, Christian Fuchs; James Justin, Youri Tielemans, Wilfred Ndidi, Marc Albrighton (Ryan Bennett 16′); Ayoze Perez (Harvey Barnes 71′); Kelechi Iheanacho (Dennis Praet 46′), Jamie Vardy

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

sejarah nama ciketing udik

desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825

Sejarah Bekasi

Penelusuran Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansakerta dan bahasa Jawa Kuno), kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan [3]. Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi [3]. Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun KA Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie).[3] Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang.[3]

Candrabhaga merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara, yang berdiri sejak abad ke 5 Masehi [3]. Ada 7 (tujuh) prasasti yang menyebutkan adanya kerajaan Tarumanagara yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman, yakni Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), Prasasti CiaruteunPrasasti Muara CiantenPrasasti Kebon KopiPrasasti JambuPrasasti Pasir Awi (ke enam prasasti ini ada di daerah Bogor), dan satu prasasti di daerah Bandung Selatan (Prasasti Cidangiang).[butuh rujukan]

Diduga bahwa Bekasi merupakan salah satu pusat Kerajaan Tarumanagara (Prasasti Tugu, berbunyi: ..dahulu kali yang bernama Kali Candrabhaga digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut, bahkan kali ini mengalir disekeliling istana kerajaan. Kemudian, semasa 22 tahun dari tahta raja yang mulia dan bijaksana beserta seluruh panji-panjinya menggali kali yang indah dan berair jernih, “Gomati” namanya[butuh rujukan]. Setelah sungai itu mengalir disekitar tanah kediaman Yang Mulia Sang Purnawarman[butuh rujukan]. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yaitu pada tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan diakhiri pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra.[butuh rujukan] Jadi, selesai hanya 21 hari saja. Panjang hasil galian kali itu mencapai 6.122 tumbak.[butuh rujukan] Untuk itu, diadakan selamatan yang dipimpin oleh para Brahmana dan Raja mendharmakan 1000 ekor sapi…).[butuh rujukan] Tulisan dalam prasasti ini menggambarkan perintah Raja Purnawarman untuk menggali kali Candrabhaga, yang bertujuan untuk mengairi sawah dan menghindar dari bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kerajaan Tarumanagara.[butuh rujukan]

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh (abad 7), kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap Bekasi adalah Kerajaan Padjadjaran, terlihat dari situs sejarah Batu Tulis (di daerah Bogor).[3] Sutarga lebih jauh menjelaskan, bahwa Bekasi merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Padjadjaran dan merupakan salah satu pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi oleh para pedagang.[3] Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Padjadjaran, selanjutnya menjelaskan bahwa: “..Pakuan adalah ibu kota Kerajaan Padjadjaran yang baru.[butuh rujukan] Proses perpindahan ini didasarkan atas pertimbangan geopolitik dan strategi militer.[butuh rujukan] Sebab, jalur sepanjang Pakuan banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane.[butuh rujukan] Oleh sebab itu, kota-kota pelabuhan yang ramai ketika itu akan mudah terkontrol dengan baik seperti Bekasi, Karawang, Kelapa, Tanggerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan…”[butuh rujukan]

Demikianlah, waktu berlalu, kerajaan-demi kerajaan tumbuh, berkembang, mengalami masa kejayaan, runtuh, timbul kerajaan baru.[3] Kedudukan Bekasi tetap menempati posisi strategis dan tercatat dalam sejarah masing-masing kerajaan (terakhir tercatat dalam sejarah, kerajaan yang menguasai Bekasi adalah Kerajaan Sumedanglarang, yang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram).[3] Bahkan bukti-bukti mengenai keberadaan kerajaan ini sampai sekarang masih ada, misalnya: ditemukannya makam Wangsawidjaja dan Ratu Mayangsari (batu nisan), makam Wijayakusumah serta sumur mandinya yang terdapat di kampung Ciketing, Desa Mustika Jaya, Bantargebang.[butuh rujukan] Dimana baik batu nisan maupun kondisi sumur serta bebatuan sekitarnya, menunjukkan bahwa usianya parallel dengan masa Kerajaan Sumedanglarang.[butuh rujukan] Demikian pula penemuan rantai di Kobak Rante, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (konon katanya, daerah Kobak Rante adalah daerah pinggir sungai yang cukup besar, hingga mampu dilayari kapal. Jalur ini sering digunakan patroli kapal dari Sumedanglarang.[butuh rujukan]

Masa Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa ini masuk ke dalam Regentschap Meester Cornelis, yang terbagi atas empat district, yaitu Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi dan Cikarang. District Bekasi, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur, yang terdiri atas tanah-tanah partikelir, system kepemilikan tanahnya dikuasai oleh tuan-tuan tanah (kaum partikelir), yang terdiri dari pengusaha Eropa dan para saudagar Cina. Di atas tanah partikelir ini ditempatkan Kepala Desa atau Demang, yang diangkat oleh Residen dan digaji oleh tuan tanah. Demang ini dibantu oleh seorang Juru Tulis, para Kepala Kampung, seorang amil, seorang pencalang (pegawai politik desa), seorang kebayan (pesuruh desa), dan seorang ulu-ulu (pengatur pengairan).

Untuk mengawasi tanah, para tuan tanah mengangkat pegawai atau pembantu dekatnya, disebut potia atau lands opziener. Potia biasanya keturunan Cina, yang diangkat oleh tuan tanah. Tugas potia adalah mengawasi para pekerja, serta mewakili tuan tanah apabila tidak ada ditempat. Disamping itu ada juga Mandor yang menguasai suatu wilayah, disebut wilayah kemandoran. Dalam praktik sehari-hari, mandor sangatlah berkuasa, sering kali tindakannya terhadap para penggarap melampaui batas-batas kemanusiaan. Para penggarap adalah pemilik tanah sebelumnya, yang tanahnya dijual pada tuan tanah. Orang yang diangkat mandor biasanya dari para jagoan atau jawara yang ditakuti oleh para penduduk.

Distrik Bekasi terkenal subur yang produktif, hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan distrik-distrik lain di Batavia, distrik Bekasi rata-rata mencapai 30-40 pikul padi setiap bau, sedangkan distrik lain hanya mampu menghasilkan padi 15-30 pikul setiap bau’nya. Namun yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi adalah Sang tuan tanah, bukanlah rakyat Bekasi. Rakyat Bekasi tetap kekurangan, dalam kondisi yang serba sulit, sering kali muncul tokoh pembela rakyat kecil, semisal Entong Tolo, seorang kepala perambok yang selalu menggasak harta orang-orang kaya, kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat kecil, karenanya rakyat sangat menghormati dan melindungi keluarga Entong Tolo, Sang Maling Budiman, Robin Hood’nya rakyat Bekasi. Di hampir semua wilayah Bekasi memiliki cerita sejenis, dengan versi dan nama tokoh yang berbeda. Hal ini juga, yang mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Bekasi, terhadap sesuatu yang berhubungan dengan ke’jawara’an.

Setelah Entong Tolo ditangkap dan dibuang ke Manado, tahun 1913 di Bekasi muncul organisasi Sarekat Islam (SI) yang banyak diminati masyarakat yang sebagian besar petani. Berbeda dengan di daerah lain, kepengurusan SI Bekasi didominasi oleh kalangan pedagang, petani, guru ngaji, bekas tuan tanah dan pejabat yang dipecat oleh Pemerintah Hindia Belanda, serta para jagoan yang dikenal sebagai rampok budiman. Karena jumlah yang cukup banyak, SI Bekasi kemudian menjadi kekuatan yang dominan ketika berhadapan dengan para tuan tanah. Antara 1913-1922, SI Bekasi menjadi penggerak berbagai protes sebagai upaya penentangan terhadap berbagai penindasan terhadap petani, misalnya pemogokkan kerja paksa (rodi), protes petani di Setu (1913) sampai pemogokkan pembayaran “cuka” (1918).

Masa Pendudukan Jepang[sunting | sunting sumber]

Kedatangan Jepang di Indonesia bagi sebagian besar kalangan rakyat, memperkuat anggap eksatologis ramalan Jayabaya (buku “Jangka Jayabaya”, mengungkapkan:”…suatu ketika akan datang bangsa kulit kuning dari utara yang akan mengusir bangsa kulit putih. Namun, ia hanya akan memerintah sebentar yakni selama ‘seumur jagung’, sebagai Ratu Adil yang kelak akan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan…”

Pada awalnya, penaklukan Jepang terhadap Belanda disambut dengan suka cita, yang dianggap sebagai pembebas dari penderitaan. Rakyat Bekasi menyambut dengan kegembiraan, dan semakin meluap ketika Jepang mengijinkan pengibaran Sang Merah Putih dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Namun kegembiraan rakyat Bekasi hanya sekejap, selang seminggu pemerintah Jepang mengeluarkan larangan pengibaran Sang Merah Putih dan lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya Jepang memerintahkan seluruh rakyat Bekasi mengibarkan bendera “Matahari Terbit” dan lagu “Kimigayo”. Melalui pemaksaan ini, Jepang memulai babak baru penindasan, yang semula dibanggakan sebagai “saudara tua”.

Kekejaman tentara Jepang semakin kentara, ketika mengintruksikan agar seluruh rakyat Bekasi berkumpul di depan kantor tangsi polisi, untuk menyaksikan hukuman pancung terhadap penduduk Telukbuyung bernama Mahbub, yang ditangkap karena diduga sebagai mata-mata Belanda dan menjual surat tugas perawatan kuda-kuda militer Jepang. Hukum pancung ini sebagai shock theraphy agar menimbulkan efek jera dan ketakutan bagi rakyat Bekasi. Bala tentara Jepang juga memberlakukan ekonomi perang, padi dan ternak yang ada di Bekasi Gun dicatat, dihimpun dan wajib diserahkan kepada penguasa militer Jepang. Bukan saja untuk keperluan sehari-hari tetapi juga untuk keperluan jangka panjang, dalam rangka menunjang Perang Asia Timur Raya.

Akibatnya, rakyat Bekasi mengalami kekurangan pangan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya “Romusha” (kerja rodi). Pemerintah militer Jepang juga melakukan penetrasi kebudayaan dengan memaksa para pemuda Bekasi untuk belajar semangat bushido (spirit of samurai), pendewaan Tenno Haika (kaisar Jepang). Para pemuda dididik melalui kursus atau dengan melalui pembentukan Seinendan, Keibodan, Heiho dan tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang kemudian langsung ditempatkan kedalam organisasi militer Jepang.

Tertidur di Laga Madrid vs Alaves, Bale Kembali Dicaci 

Tertidur di Laga Madrid vs Alaves, Bale Kembali Dicaci  

Real Madrid's Welsh forward Gareth Bale reacts during the Spanish league football match between Real Madrid CF and RC Celta de Vigo at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on February 16, 2020. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia —Gareth Bale kembali bikin kesal suporter Real Madrid setelah fotonya tertidur di bench tersebar luas di media sosial.

Bale kembali menjadi cadangan saat Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Alaves pada lanjutan La Liga, Jumat (10/7) waktu setempat.

Pemain internasional Wales tersebut tertangkap kamera menutupi mata dengan masker dan menyandarkan kepalanya ke kursi, sementara kedua kakinya diluruskan ke depan seperti orang tidur.

Tidak diketahui pasti apakah Bale benar-benar tertidur atau hanya bergurau dan sebenarnya memahami kamera sedang menyorotnya.

Marca bahkan menyamakan Bale dengan Julian Faubert, pemain pinjaman dari West Ham United yang kedapatan tertidur di bangku cadangan pada pertandingan Madrid kontra Villarreal.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Nasib Bale dan Faubert sebenarnya jauh berbeda. Bale pernah menjadi bintang dan ikut andil mengantar Los Blancos menjuarai empat trofi Liga Champions sejak gabung pada 2013.

Namun, Bale kesulitan bermain reguler di bawah arahan Zinedine Zidane dan kerap menghuni bangku cadangan di sepanjang musim. Ia juga memiliki hubungan tak harmonis dengan suporter Madrid.

Meski tak benar-benar tertidur di bench, aksi Bale kali ini tentu memicu kecaman dari suporter. Ia kembali dihujani caci-maki di media sosia

Valladolid Vs Barcelona: Gol Tunggal Vidal Menangkan Blaugrana

Valladolid Vs Barcelona: Gol Tunggal Vidal Menangkan Blaugrana

VALLADOLID, SPAIN - JULY 11: Kike Perez of Real Valladolid and Lionel Messi of Barcelona compete for the ball during the Liga match between Real Valladolid CF and FC Barcelona at Jose Zorrilla on July 11, 2020 in Valladolid, Spain. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)

 

 

Valladolid –Barcelona meraih poin penuh saat bertandang ke markas Real Valladolid. Los Cules menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Arturo Vidal.

Di Stadion Jose Zorrilla, duel Valladolid vs Barcelona tersaji di pekan ke-36 Liga Spanyol. Pertandingan berlangsung pada Minggu (12/7/2020) dini hari WIB.

Barcelona langsung mengambil inisiatif menyerang sejak pluit pertama. Hasilnya, gol Blaugrana tercipta di menit ke-15

Gol pertama buat Barcelona dicetak Arturo Vidal. Pemain asal Chile itu mampu memaksimalkan umpan pendek Lionel Messi menjadi gol lewat tendangan kerasnya di kotak penalti Valladolid. Skor 1-0 untuk Barca.

Unggul satu angka, Barcelona tidak mengendurkan serangannya. Nelson Semedo membuat peluang emas pada menit ke-23 lewat sepakan jarak dekatnya, tetapi bola bisa diamankan kiper Valladolid, Jordi Masip.

Valladolid balik mengancam dan nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-36. Kike Perez lolos dari jebakan offside dan mendapatkan umpan lambung di lini belakang Barcelona, namun bola sepakannya masih lemah dan bisa ditangkap Marc-Andre ter Stegen.

Hingga memasuki waktu jeda, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Barcelona menjadi penutup babak pertama.

Selama 45 menit pertama, Barcelona total melepaskan 7 tembakan ke arah gawang dan menguasai bola sebesar 74 persen. Sementara itu, Valladolid hanya melakukan 3 percobaan dengan 26 persen penguasaan bola.

Memasuki babak kedua, Valladolid mencoba menyamakan kedudukan. Tim tuan rumah hampir mencetak gol melalui tandukan Enes Unal yang mengarah tepat ke gawang. Bola masih bisa ditepis Ter Stegen dan hanya berbuah tendangan sudut.

Valladolid terus mengepung pertahanan Barcelona hingga memasuki menit ke-80. Namun, rapatnya lini belakang Blaugrana masih belum bisa ditembus tim berjuluk Albivioletas tersebut.

Tidak ada gol tercipta sampai paruh kedua berakhir. Laga tuntas dengan kemenangan Barcelona 1-0.

Kemenangan ini membuat Barcelona sekarang mengoleksi 79 poin di posisi kedua klasemen sementara, atau masih satu angka di bawah Real Madrid yang duduk di peringkat pertama. Ada pun Valladolid masih di urutan ke-14 dengan 39 poin.

Loading

Susunan Pemain

Real Valladolid: Jordi Masip; Javi Moyano, Kiko, Javi Sanchez, Raul Carnero (Nacho Martinez 25′); Federisco San Emeterio, Joaquin Fernandez (Pablo Hervias 46′), Ruben Alcaraz (Enes Unal 46′); Kike Perez, Oscar Plano (Waldo Rubio 80′), Sergi Guardiola (Sandro Ramirez 61′).

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen; Jordi Alba, Clement Lenglet (Ronald Araujo 57′), Gerard Pique, Nelson Semedo; Sergio Busquets (Junior Firpo 74′); Ricard Puig (Ivan Rakitic 57′), Arturo Vidal, Sergi Roberto; Antoine Griezmann (Luis Suarez 46′), Lionel Messi.