Potret Mesra Prilly Latuconsina dengan Jeff Smith, Mirip Aliando

Potret Mesra Prilly Latuconsina dengan Jeff Smith, Mirip Aliando

Sabtu, 8 Februari 2020 
Potret Mesra Prilly Latuconsina dengan Jeff Smith, Mirip Aliando

Merdeka.com – Prilly Latuconsina membuat heboh publik di dunia maya. Hal ini setelah dirinya mengunggah foto prewedding di instagram.

Dalam sejumlah foto yang diunggah, tampak Prilly Latuconsina mengunggah foto mesra dirinya dengan Jeff Smith. Prilly tampak cantik dalam balutan busana berwarna putih. Sementara Jeff Smith mengenakan stelan jas hitam.

Series ‘Get Married’

Potret mesra Prilly Latuconsina dan Jeff Smith dalam foto tersebut ternyata merupakan bagian dari series terbarunya. Series berjudul ‘Get Married’ diperankan oleh Prilly.

Dalam series tersebut, Prilly Latuconsina akan memerankan sosok Mae, yang pernah diperankan Nirina Zubir dalam film yang berjudul sama.

Projek Terbaru

Bagi Prilly, series tersebut merupakan projek terbarunya. Dalam series tersebut, dia akan menikah.

Mesra

Dalam sejumlah foto yang diunggah di instagram, tampak Prilly dan Jeff Smith begitu mesra. Tampak Prilly saling berpandangan dengan Jeff.

Dalam foto lain, tampak Jeff memeluk Prilly. Keduanya tampak tersenyum.

Buat Rekan Artis Terkejut

Sejumlah rekan artis pun tampak terkejut dengan postingan Prilly. Mereka menyangka jika Prilly akan benar-benar menikah.

Uhuuuggg aku kesedak,” tulis Rossa.

This is so cute!” tulis Cinta Lura.

Verona vs Juventus, Sarri Sebut Gialloblu Lawan yang Berbahaya

Verona vs Juventus, Sarri Sebut Gialloblu Lawan yang Berbahaya

· Sabtu 08 Februari 2020 
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 08 47 2165242 verona-vs-juventus-sarri-sebut-gialloblu-lawan-yang-berbahaya-JEt3JI7pO1.jpg

TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tidak mau anak buahnya gegabah ketika menyambangi markas Hellas Verona pada pekan 23 Liga Italia 2019-2020, Minggu 9 Februari dini hari WIB. Sebab, skuad asuhan Ivan Juric itu dinilainya sebagai kesebelasan yang berbahaya.

Berstatus sebagai tim promosi, Hellas Verona kini mampu bertengger di peringkat sembilan klasemen sementara dengan 31 poin dari 22 laga. Hebatnya lagi, Giampaolo Pazzini dan kolega belum terkalahkan dari tujuh pertandingan terakhir dengan catatan tiga menang dan empat kali seri.

Baca juga: Injak Usia 35 Tahun, Ronaldo Sempat Berpikir Bakal Jadi Nelayan

Jika ditarik lebih dalam lagi, Hellas Verona bahkan mampu mengimbangi dua klub papan atas dalam rentang empat hari, yakni AC Milan dan Lazio, di kandang lawan. Catatan tersebut tentu saja menjadi perhatian tersendiri dari Maurizio Sarri.

Sejarah SMAN 5 Kota Bekasi

Sejarah SMAN 5 Kota Bekasi

SMA Negeri 5 Bekasi yang terletak berdekatan dengan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, Kota Metropolitan.  Bekasi sebagai daerah penyangga Ibu Kota dituntut untuk menyediakan sarana pendidikan. Hal ini disebabkan oleh berkembang pesatnya penduduk usia sekolah sebagai konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk jumlah sekolah tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk.

Kecamatan Pondok Gede merupakan wilayah kota Bekasi (dulu Kab. Bekasi) yang berpenduduk padat memerlukan sekolah lanjutan atas yang pada saat itu SMA Negeri belum ada, sehingga pada taahun 1987 lahirlah sebuah SMA Negeri di Pondok Gede dengan status kelas jauh dari SMA Negeri 2 Bekasi. SMAN 1 Pondok Gede lahir di Pondok Gede dengan alamat Jl. Gamprit Jatiwaringin Asri Pondok Gede Bekasi, di atas sebidang tanah fasos milik PT. Runa Ikana.

Pada tanggal 20 September 1990 kerjasama Pemda DKI Jakarta dengan Pemda Bekasi meresmikan secara simbolis Unit Gedung Baru SMA se-Jawa Barat dan pada tahun 1999 seiring dengan otonomi daerah dan pemekaran pemerintah Kab. Bekasi menjadi dua daerah yaitu Kota dan Kabupaten Bekasi, maka status SMAN 1 Pondok Gede berubah menjadi SMA Negeri 5 Kota Bekasi.

Tahun 2001 – 2003 merupakan cikal bakal dari Rintisan Sekolah Berstandar Internasional, pada tahun ini SMA Negeri 5 Kota Bekasi sudah mulai membuat rancangan program-program sekolah yang bertaraf Internasional juga sudah mulai membenahi sarana dan prasarana sekolah seperti di bangunnya Aula sekolah serta Masjid pada saat itu selaku Kepala Sekolah adalah Drs. H. Bachrum, MM

Tahun 2004-2007 Periode Modernisasi, Drs.H. Fatah Hidajat,MM adalah Perintis RSBI SMA Negeri 5 Bekasi merancang Misi dan Visi (Lima to Five) dan Rencana Strategis 5 tahun dan mulai meningkatkan pelayanan dan modernisasi, dengan kepemimpinan beliau yang mencoba meletakkan pilar-pilar terbentuknya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dimana sekolah memiliki target-target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sehingga dalam membentuk dan membangun karakteristik SMA Negeri 5 Kota Bekasi lebih terprogram tidak tumpang tindih antara program. Dan Alhamdulillah SMA Negeri 5 Kota Bekasi sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional pertama di Kota Bekasi, sehingga menjadikan contoh bagi sekolah yang ada di Bekasi.

Tahun 2008-2011 Dra. Hj. Sri Susanti MM, melanjutkan program (RSBI) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional merupakan tugas yang berat di bandingkan dengan memulai awal pembentukannya karena persaingan serta harapan dari masyarakat sangat besar untuk dapat menimba ilmu di sekolah RSBI, Periode Peningkatan Daya Saing Internasional masa mulai merasakan hasil program RSBI SMAN 5 Bekasi, ISO 1900-2000, Kemitraan dengan Sekolah Singapura, Malaysia,Turki dan Thailand, Siswa Prestasi Juara Olimpiade Astronomi tingkat Internasional, maka mulailah di buat program untuk lebih sistematis menggunakan tehnologi informasi dan komunikasi sarana dan prasarana di tingkatkan, metode penerimaan siswa baru juga mulai menggunakan sistem online dengan persyaratan yang cukup ketat sehingga diharapkan akan mendapatkan output yang baik, peningkatan mutu di pertajam.

Tahun 2012-2015 Dra. Hj. Neni Nuraeni, MM untuk mempertahankan citra serta keunggulan yang terlah tercapai di SMA Negeri 5 Kota Bekasi diperlukan keseriusan dalam menjalankan program dan strategi yang baik sehingga nama baik SMA Negeri 5 Kota Bekasi dapat terus meningkat. Alhamdulillah untuk Olimpiade tingkat Internasional mata pelajaran Astronomi masih dapat dipertahankan dan terpadat pula peningkatan penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri. Pada tahun 2015 SMA Negeri 5 Bekasi melaksanakan program Ujian Nasional Berbasis Komputer dan menjadi sekolah pertama di kota Bekasi yang dapat melaksanakan program tersebut sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Berintegrasi di Indonesia.

Tahun 2015 – …… Dra. Hj. Sumartini, MM mendapatkan amanat menjadikan SMA Negeri 5 Kota Bekasi sebagai Sekolah Rujukan sebagai SMA yang telah memenuhi / melampui SNP, mengembangkan ekosistem sekolah yang kondusif sebagai tempat belajar, mengembangkan praktik terbaik dalam meningkatkan mutu berkelanjutan, melakukan inovasi dan berprestasi baik akademik maupun non akademik, serta melaksanakan program kebijakan pendidikan yang layak menjadi rujukan sekolah lain.

Melalui sekolah Rujukan tersebut diperlukan pengembangan SMAN 5 Bekasi diantaranya : Pengembangan profil SMA Rujukan, Peningkatan mutu pemenuhan SNP, Analisis keterkaitan SKL, KI, KD, Silabus dan RPP, Pengembangan RPP, Pengembangan penilaian berbasis TIK, Pengembangan soal HOTS

10 Foto Lawas Kabupaten Bekasi, dari Era Kolonial Hingga Orde Baru

10 Foto Lawas Kabupaten Bekasi, dari Era Kolonial Hingga Orde Baru

10 Foto Lawas Kabupaten Bekasi, dari Era Kolonial Hingga Orde Baru

Masjid Attaqwa Tambun tahun 1970. (Foto: Komunitas Historika Bekasi)

 

HARI ini Kabupaten Bekasi genap berusia 68 tahun. Dalam perjalanannya, Kabupaten Bekasi banyak melewati perkembangan dan perubahan.

Misalkan dalam fase pemekaran, wilayah Kabupaten Bekasi menyusut, terbagi menjadi Kota dan Kabupaten Bekasi.

Agar dapat melihat kembali wajah lama Bekasi, PojokBekasi menghimpun foto lama Kabupaten Bekasi dari @historybekasi.

1. SMAN Sukatani tahun 1980-an

SMAN 1 Sukatani

Foto SMAN 1 Sukatani pada tahun 1980-an. foto: historybekasi

2. Tugu Bambu di Warung Bongkok, Cikarang Barat

Tugu Bambu Warung Bongkok

Tugu Bambu, tugu bersejarah yang kerap dilalui pemotor. foto: historybekasi

3. Orang Belanda di Tambun

Orang Londo di Tambun

Dua tentara Belanda di depan pabrik penggilingan padi di Tambun tahun 1949. foto: indiegangers.nl/historybekasi

4. Gedung Juang Tahun 1949

Gedung Juang Tempo Dulu

Foto Gedung Juang diambil dari pabrik sebelah pada tahun 1949. foto: indiegangers.nl

5. Sekarang Bapelkes, Dulu Pabrik Beras

Dulu Ini Bapelkes

Pabrik Beras Michel Arnold tahun 1930 di Lemah Abang. foto: historybekasi

6. Monumen Pabrik Beras di Tambun

Monumen Pabrik Beras di Tambun diresmikan tahun 1914. Foto diambil tahun 1949. Foto: Beny Rusmawan.

Monumen Pabrik Beras di Tambun diresmikan tahun 1914. Foto diambil tahun 1949. Foto: Beny Rusmawan.

7. Orang Belanda di Babelan

Orang Belanda di Babelan

Tentara belanda di Kebalen tahun 1947. Foto: Endra Kusnawan.

8. Jembatan Kedung Gede, Bojong, Kedungwaringin

Jembatan Kedung Gede

Foto Jembatan Kedung Gede pada ahun 1920. Foto: KITLV

9. Perbaikan rel keretan Tambun

Rel Kereta di Tambun

Rel rusak akibat pertempuran di dekat Stasiun Tambun. Agustus 1946. Foto: Endra Kusnawan

10. Kali Cimahabang

Bapelkes Lemaha Abang

Suasana Kali Cimahabang di Belakang Bapelkes Cikarang (sekarang) tahun 1925-an. Foto: KILTV

Lambang Daerah Kota Bekasi

Lambang Daerah Kota Bekasi

Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang tersebut berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta jernih pikiran. Sesanti ” KOTA PATRIOT ” artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa.

a. Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak mempunyai dua makna :

  • Melambangkan hubungan vertikal Mahluk dengan Khaliknya (Manusia dengan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius.
  • Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara yang tidak kenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot.

b. Perisai segi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

c. Segi empat melambangkan Prasasti Perjuangan Kerawang Bekasi.

d. Pilar Batas Wilayah.

e. Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan / Desa pada saat membentuk Kota Bekasi.

  • Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil melambangkan 7 Kecamatan ; Pondok Gede, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara serta 1 Kecamatan Pembantu ; Jati Sampurna.
  • Padi berjumlah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 kelurahan /desa.
  • Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran serta menunjukkan zone Industri.
  • Putih : Kesucian perjuangan.
  • Hijau Muda: Harapan masa depan serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura
  • Hitam : Ketegaran patriot sejati.

f. Tali simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tingkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal hari jadi,3 buah anak tangga penyangga bambu runcing melambangkan bulan Hari jadi Kota Bekasi.

g. Dua baris Gelombang Laut atau Riak Air melambangkan dinamika Masyarakat dan Pemerintah Daerah yang tidak pernah berhenti membangun Daerah dan Bangsanya.

KERAJAAN PASIR SAGARA PERADABAN PERTAMA DI BEKASI PADA ABAD KE 2 MASEHI

KERAJAAN PASIR SAGARA PERADABAN PERTAMA DI BEKASI PADA ABAD KE 2 MASEHI

 

KERAJAAN PASIR SAGARA PERADABAN  PERTAMA DI BEKASI PADA ABAD KE 2 MASEHI

  

Hasil penemuan artepak zaman neolitikum di situs Buni

Bekasi, kota penyangga ibukota yang mungkin tak banyak orang yang tahu. Bahkan tak sedikit orang rantau ketika pulang ke kampung halamannya pasti tetap saja menyebut kota ini sebagai Jakarta. Padahal jelas-jelas, Bekasi dan Jakarta itu berbeda.Bekasi secara administratif sudah masuk wilayah propinsi Jawa Barat meski tak sedikit kegiatan di wilayah tersebut yang turut menyokong kegiatan yang ada di Ibukota Indonesia itu. Kota ini berada dalam lingkungan megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota besar keempat di Indonesia. Saat ini Bekasi berkembang menjadi kawasan sentra industri dan kawasan tempat tinggal kaum urban.Selain itu, ternyata Bekasi juga banyak menyimpan misteri sejarah yang bahkan beberapa di antaranya masih menjadi penelitian bagi beberapa antropolog dan ahli sejarah. Kali ini saya ingin mengulas peradaban pertama yang ada di Bekasi yaitu Kerajaan Pasir Sagara

  1. Asal-usul Nama Bekasi Secara Filologis .

.           Bekasi bukan kota sembarangan. Nama kota ini tercatat dalam sejarah melalui prasasti tugu tulis peninggalan Kerajaan Tarumanagara.Konon, Bekasi merupakan salah satu wilayah kekuasaan dari kerajaan Hindu beraliran Wisnu yang pernah berkuasa sekitar abad ke-4 s/d 7M di nusantara. Hal ini dibuktikan dari adanya peninggalan Prasasti Tugu. Prasasti tersebut ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi
Asal-usul nama Bekasi secara filologis berasal dari candrabhaga. Candra berarti bulan atau sasi dalam bahasa Jawa Kuno.Dan bhaga berarti bagian.Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan.
Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi.Namun dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi. Dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie.Di Stasiun Kereta Api Lemahabang pun pernah ditemukan plang nama Bacassie. Dan seiring waktu, kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai sekarang.

Pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara, diperintahkan penggalian 2 sungai untuk kebutuhan irigasi.Dua Sungai itu yakni Sungai Candrabhaga (Kali Bekasi) dan Sungai Gomati.Candrabhaga dan Gomati adalah 2 sungai yang terkenal di Tanah Hindu, India.Penggalian 2 sungai ini mengindikasikan mulai dibukanya lahan pertanian yang subur di daerah ini.Selain itu, tujuan penggalian adalah mengalirkan air sungai tersebut ke laut, setelah melewati istana kerajaannya.Penggalian dilakukan pada tahun ke-22 masa pemerintahan Raja Purnawarman bulan phalguna dan caitra, bertepatan dengan bulan Februari dan April menurut perhitungan tahun Masehi.Panjang galian 6.122 tumbak atau 11 kilometer.Diduga, saluran itu dibuat untuk mengatasi banjir yang selalu melanda daerah pertanian setiap kali hujan paling lebat melanda tanah Jawa Barat di bulan Januari dan Februari. Acara selamatan dan syukuran pun digelar para brahmana disertai pemberian hadiah berupa 1.000 ekor sapi.Tak cuma Tarumanagara, sejumlah kerajaan lain juga pernah menjadikan Bekasi sebagai wilayahnya. Misalnya Padjajaran, Sumedanglarang (bagian dari Kerajaan Mataram), dan Jayakarta. Ada 1 lagi nama kerajayaan yang dipercaya pernah memerintah Bekasi, yakni Segara Pasir.Dipercaya, Kerajaan Segara Pasir inilah yang pertama ada di Bekasi. Jauh sebelum Kerajaan Tarumanagara.Saat ini prasasti itu disimpan di Museum Sejarah Jakarta, isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 di masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Sungai Gomati dan Candrabaga yang digali pada sekitar tahun 417 M itu sekarang adalah Kali Bekasi.Panjang penggalian saat itu diketahui sekitar 6112 tombak panjangnya (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

  1. Situs BuniAwal Peradaban Bekasi Abad 2 Masehi DariKerajaan Pasir Sagara

Kerajaan Pasir Sagara adalah kerajaan pertama yang ada di Bekasi bukan kerajaan Taruma Nagara yang berdiri abad ke 4-7 masehi sedangkan pasir sagara di perkirakan berdiri sejak abad ke 2 masehi namun nama raja pertama pendiri kerajaan ini belum diketahui. Kerajaan Pasir Sagara  sezaman dengan Kerajaan Salakanagara berpusat disekitar Banten dengan rajanya Dewawarman I,  kerajaan Argabintapura  dengan pendirinya Prabu Swetalimansakti adikandung Dewarman I yang berpusat di Cianjur,kerajaan Aki Sugiwanca dari Kerajaan Jampang Manggung berpusat di daerah Cianjur dan konon menurut pantun  Sunda berjudul  Ngadeugna Negara Pajajaran dan Pakujajar telah berdiri  kerajaan pertama dinusantara sekaligus ditanah sunda  di abad ke 1 yaitu kerajaan Kuta Tambaga yang berpusat di Karawang dengan pendirinya Aki Lutung tak lain adalah kaka kandung dari Aki Tirem mertua dari raja Dewawarman I dari kerajaan Salakanegara. Namun literasi sejarah bukti adanya kerajaan Pasir Sagara di Bekasi belum jelas masih harus ada penelitian yang lebih otentik agar bisa membuktikan bahwa pernah ada kerajaan pada abad ke 2 berdiri di Bekasi.

Perjalanan sejarah Bekasi telah dimulai sejak lama. Para ahli bahkan memperkirakan peradaban di salah satu kabupaten Jawa Barat tersebut dimulai sejak sebelum masa Kerajaan Tarumanegara di abad ke 2 masehi yaitu kerajaan Pasir Sagara .Sedangkan  kerajaan Tarumanagara berdiri pada abad 4 sd 7 masehi . Tarumanagara berada di Bekasi pada masa raja Purnawarman memindahkan ibu kota nagara dari Tarumanagara ke Sundapura sekitar wilayah Karawang – Bekasi pada pada tahun 395 Masehi . Raja Purnawarman pun berkuasa dari tahun 395-434 Masehi . Hal ini   dibuktikan dengan ditemukannya hasil hipotesa  penelitian arkeolog situs sejarah yang disebut Situs Buni bahwa situs buni adalah peninggalan dari kerajan Pasir Sagara dan bisa diasumsikan kerajaan pertama di Bekasi bukan Tarumanagara melainkan Pasir Sagara kerajaan yang berdiri pada abad ke 2 masehi.

Menurut pendapat ahli antropologi dan sejarawan Betawi, Ridwan Saidi, Tarumanegara bukanlah kerajaan pertama yang ada di Bekasi, jauh sebelum itu ada Kerajaan Segara Pasir.Hal ini dibuktikan oleh adanya Situs Buni yang terdapat di sekitar wilayah kecamatan Babelan. Menurut Ridwan, sebelum Masehi, di tatar Pasundan ada 46 kerajaan kuno. Salah satunya adalah Segara Pasir itu yang mendirikan pusat pemerintahannya di daerah pesisir pantai utara Bekasi.Kebudayaan Kerajaan Segara Pasir juga dipengaruhi oleh Egypt Kuno (Mesir).Hal tersebut bisa dilihat dari manik-manik yang banyak ditemukan di sekitar Situs Buni.

Data-data yang dikumpulkan menyatakan bahwa situs Buni adalah kompleks pemakaman resi.Maka tidak mengherankan, jika sampai saat ini warga masih mudah menemukan sejumlah benda-benda purbakala, seperti manik-manik, mata tombak, perhiasan, dan tulang belulang. Bahkan, pada tahun 1950-1980-an, Situs Buni menjadi “surga” bagi para pemburu harta karun

Situs Buni terletak di Kampung Buni Pasar Emas, Desa Buni Bhakti, Kecamatan Babelan, Bekasi. Menurut salah seorang arkeolog, pada zaman sebelum Masehi,tercatat ada 46 kerajaan kuno di tanah Pasundan. Salah satunya adalah Kerajaan Segara Pasir yang diperkirakan meninggalkan warisan sejarah di pusat kebudayaan Buni.Kerajaan tersebut lebih tua dibandingkan Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa pada abad ke-4 hingga abad ke-7.

Segara Pasir memiliki pusat pemerintahan di pesisir utara Bekasi.Jika Kerajaan Tarumanegara berdiri karena pengaruh budaya Hindu dari India, Kerajaan Segara Pasir justru dipengaruhi oleh kebudayaan Mesir kuno.Hal ini dibuktikan dengan artefak-artefak yang ditemukan di Situs Buni.Situs bersejarah tersebut banyak menyimpan manik-manik bernuansa Egyptian.

Artepak yang ditempukan disekitar situs buni diperkirakan peninggalan kerajaan pasir sagara

                Di Situs Buni juga ditemukan benda-benda arkeologi yang berasal dari zaman neolithikum, paleometalik, hingga masa kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat.Artefak zaman neolititikum memiliki ciri khas ukiran berupa anyaman keranjang dan duri ikan.Sedangkan tembikar yang berasal dari masa perundagian atau paleometalik memiliki bentuk yang lebih spesifik seperti cawan, periuk, kendi, tutup serta bandul jala, perhiasan, dan sebagainya.

Setelah diteliti, diketahui bahwa Situs Buni bukan merupakan situs sejarah kecil melainkan suatu kompleks kebudayaan yang cukup luas dengan cakupan sepanjang pantai utara Pulau Jawa.Karena itulah Situs Buni juga disebut Kompleks Kebudayaan Buni.Berbagai temuan yang ada menunjukan bahwa pusat kebudayaan tersebut telah berkambang sejak tahun 2000 SM.

Hingga saat ini Situs Buni masih menjadi ‘surga’ bagi para arkeolog.Baik peneliti maupun masyarakat sekitar masih sering menemukan artefak baru berupa perhiasan, gerabah, senjata, hingga fosil. Peninggalan-peninggalan sejarah itu kini disimpan di Museum Nasional, Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia, serta  Pusat Arkeologi nasional.

Benda-benda kuno dan pusaka yang ditempukan disitus buni

Bila ingin melihat Situs Buni secara langsung, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi.Dari Jakarta pilih rute menuju Bekasi lewat Tol Lingkar Luar Jakarta (lingkar timur).Selanjutnya belok kiri ke Jalan Akses Marunda.Ikuti jalan tersebut hingga Jalan Marunda Makmur.Di perempatan terakhir belok kanan ke Jalan Tanah Baru.Anda tinggal masuk ke Jalan Pasar Bojong Lama Taruma yang menuju Buni Bhakti.

Berdasarkan asumsi masyarakat, di Bekasi Utara memang pernah berdiri sebuah kerajaan di abad ke 2 masehi, tetapi lolos dari radar sejarah dan lokasinya belum diketahui.Hal itu juga mendasari banyaknya jejak arkeologi seperti artepak benda-benda kuno yang ada di situs Buni.Dan perlu adanya hipotesis lapangan penelitian berkelanjutan agar sejarah peradaban Bekasi bisa terungkap dan dijadikan bahan referensi pengetahuan bagi pelajar khususnya dan masyarakat umum .Dan pemerintah Kabupaten Bekasi bisa menjaga situs warisan budaya sehingga bisa dilestarikan dan tidak hilang keberadaanya pemerintah dan masyarakat bahu membahu menjaga warisan budaya para leluhur kita ini dibumi nusantara.Sekian tulisan saya ini tentang peradaban pertama di Bekasi tentang keraajaan Pasir Sagara pada abad 2 masehi.Trimakasih !!!

Oh, Ternyata Begini Loh Sejarah atau Asal Mula Nama Bekasi

Oh, Ternyata Begini Loh Sejarah atau Asal Mula Nama Bekasi

Bekasi. Sebuah nama Kota dan Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Barat namun amat sangat dekat dengan Provinsi DKI Jakarta, khususnya Kota Bekasi yang bahkan menjadi sebuah kota penyangga Ibukota.

Beberapa waktu silam, wilayah Bekasi sempat menjadi bahan olok-olok masyarakat Ibukota lantaran lokasi menuju Bekasi dinilai sangat jauh. Berbagai macam meme pun sempat meriuhkan media sosial saat Bekasi menjadi bahan ledekan.

Bahkan, Bekasi disebut-sebut sebagai wilayah yang berada diluar planet Bumi. Yang mana jika ingin ke Bekasi harus menggunakan sebuah roket agar bisa tiba diwilayah yang memiliki julukan Bumi Patriot ini.

Tapi ternyata, Bekasi menyimpan banyak sekali sejarah yang amat sangat berpengaruh terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mulai dari masyarakat pribumi Bekasi yang menolak Indonesia dijadikan sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS), hingga menuntut Pemerintah mengganti wilayah yang dulu merupakan Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi.

Kini Kota Bekasi sudah menjadi sebuah kota maju yang mana pembangunan infrastrukturnya sudah sangat pesat berkembang. Mulai dari sudah banyaknya pusat perbelanjaan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, gedung-gedung investasi seperti apartemen, hotel, dan penerapan sistem-sistem teknologi disetiap lini pemerintahan dan pelayanan masyarakat serta fasilitas umum.

Meski sudah jauh lebih modern lantaran perkembangan zaman yang semakin pesat, sebagai masyarakat atau penduduk Bekasi harus selalu tau dan paham sejarah tentang wilayah yang dijuluki miniatur Indonesia ini.

Dimulai dari sejarah dan asal mula nama Bekasi. Dalam catatan sejarah, nama “Bekasi” memiliki arti dan nilai sejarah yang khas. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno – Asal mula kata Bekasi, secara filosofis, berasal  dari kata Chandrabhaga.

Chandra berarti “bulan” (dalam bahasa Jawa Kuno, sama  dengan kata Sasi) dan Bhaga berarti “bagian”. Jadi, secara etimologis kata  Chandrabhaga  berarti  bagian dari bulan.

Kata Chandrabhaga berubah menjadi  Bhagasasi  yang pengucapannya  sering disingkat  menjadi  Bhagasi. Kata Bhagasi ini dalam pelafalan bahasa Belanda seringkali ditulis  “Bacassie” kemudian berubah menjadi  Bekasi  hingga kini.

Bekasi dikenal sebagai “Bumi Patriot” lantaran sebuah daerah yang dijaga oleh para pembela tanah air. Dimana para pejuang tersebut berjuang diwilayah Bekasi sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan negeri tercinta dan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Sejarah terbentuknya  Bekasi pun dimulai dengan dibentuknya “Panitia Amanat Rakyat Bekasi” yang dipelopori R. Supardi, M. Hasibuan, KH. Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini, yang menentang keberadaan RIS- Pasundan dan menuntut berdirinya kembali Negara Kesatuan RI.

Selanjutnya, diadakan Rapat Raksasa di Alun-alun Bekasi yang dihadiri oleh sekitar 40.000 orang rakyat Bekasi pada tanggal 17 Pebruari 1950. yang Menuntut kepada Pemerintah agar nama Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi.

Jadi, begitulah sejarah singkat asal mula nama Bekasi. Sebagai masyarakat yang tinggal di bumi Bekasi, mesti harus berbangga bisa menjadi bagian dari wilayah yang banyak mengandung sejarah ini. Dan, jangan berhenti untuk terus mengulas sejarah serta perkembangan Kota Patriot yang semakin lama akan semakin maju seperti negara-negara kecil dibelahan bumi.

Sejarah Kabupaten Bekasi Wilayah yang Semula Dikuasai Tuan Tanah

Sejarah Kabupaten Bekasi Wilayah yang Semula Dikuasai Tuan Tanah

 

Pada abad ke-5 Masehi di wilayah Jabar berdiri kerajaan Tarumanegara dengan raja bernama Purnawarman . Menurut Prof. Dr. Purbatjaraka ,  istana kerajaan ini terletak dekat sungai Ciliwung dan sungai Bekasi. Kerajaan Tarumanegara  runtuh sekitar antara abad 7 – 8 akibat serangan Kerajaan Sriwijaya. Namun, sebenarnya kerajaan ini masih ada hingga abad ke-10 Masehi(Rohedi, 1975:31). Menjelang keruntuhan Tarumanegara, di Jawa Barat ada 2 kerajaan besar , yakni Kerajaan Galuh (abad ke-8) dan Kerajaan Pajajaran (abad ke-14). Diantara kedua kerajaan tersebut yang memiliki pengaruh cukup besar adalah Kerajaan Pajajaran yang menguasai wilayah Bekasi . Pada masa Kerajaan Pajajaran, Bekasi merupakan salah satu daerah sangat penting karena letaknya yang sangat strategis sebagai daerah  pelabuhan Sunda Kelapa.

Bekasi tidaklah dapat dipisahkan dari kolonialisme Belanda, pada saat itu Bekasi merupakan salah satu distrik (kawedanaan) dari Afdeeling/regenschap Meester Cornelis, yakni Residensi Batavia yang dibagi menjadi tiga onderdistrik yang di dalamnya terdapat tuan-tuan tanah yang terbagi dalam kesatuan administrasi terkecil yang disebut kampung. Akibat diterapkannya system penguasaan tanah secara partikelir,  pada tahun 1869 terjadi pemberontakan petani Bekasi di Tambun. Pada tanggal 6 September berdiri Sarekat Islam Cabang Bekasi yang tujuannya ingin menyusun kekuatan untuk melawan tuan tanah.

Setelah pemerintahan Hindia Belanda takluk kepada Jepang yang kemudian  mengambil alih seluruh administratif pemerintahan dan keamanan sampai ke tingkat kampung. Sejak awal pemerintahan, semua partai politik dibubarkan sampai akhirnya terbentuk Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) dan pada tanggal 8 Januari 1944 didirikan organisasi yang lebih luas yaitu Jawa Hokokai (Kebangkitan Jawa).  Saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, kota-kota disekitar Jakarta , seperti Tangerang, Bogor dan Bekasi menyambutnya dengan semangat dan penuh suka cita, bahkan sempat menimbulkan kekerasan dengan cara melucuti persenjataan setiap tentara Jepang yang tertangkap dan tidak sedikit yang terbunuh.  Sejak itu di Bekasi muncul beberapa pergerakan masyarakat yang tujuannya untuk melawan pendudukan Jepang yang kejam dan menyengsarakan rakyat. Pada tanggal 19 Oktober 1945 terjadi insiden Kali Bekasi dan tanggal 23 November 1945 dimulainya peristiwa Bekasi lautan api ,  yakni pertempuran antara masyarakat Bekasi dengan tentara sekutu.

Situasi tahun 1949 masih diwarnai pertempuran dan diplomatis, Bekasi masih merupakan kawedanaan, bagian dari Kabupaten Jatinegara (cikal bakal Kab.Bekasi). Kemudian awal tahun 1950 para tokoh masyarakat Bekasi membentuk Panitia Amanat Rakyat Bekasi dan pada tanggal 17 Januari 1950 Panitia Amanat Rakyat mengadakan rapat raksasa dengan semua rakyat Bekasi. Selain mengajukana beberapa tuntutan, rakyat Bekasi meminta kepada pemerintah agar Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi. Setelah tiga kali pembicaraan antara bulan Februari sampai Juni 1950 akhirnya Moh. Hatta sebagai Perdana Menteri RIS menyetujui pembentukan Kabupaten Bekasi.

Penggantian nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi tertuang dalam UU No. 14 tanggal 8 Agustus Tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten di Jabar serta memperhatikan PP No. 32 tanggal 14 Agustus 1950 tentang penetapan mulai berlakunya UU No. 12, 13, 14, dan 15 tahun 1950, dan realisasinya baru dilaksanakan tanggal 15 Agustus 1950 yang kemudian diakui sebagai lahirnya Kabupaten Bekasi/Hari Jadi Kabupaten Bekasi dengan Bupati pertama adalah R. Suhanda Umar, SH. Lambang Kabupaten Bekasi adalah “SWATANTRA WIBAWA MUKTI” yang berarti “daerah yang rumah tangganya sendiri, pemerintahan yang berwibawa/berpengaruh menuju masyarakat yang subur dan makmur. (E-001) ***

PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat

PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat

PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat
Capture @Indonesialawayersclub
Petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasanasaat berbicara di acara ILC bertema #ILCRajaRajabaru

Sunda Empire rupanya bukan tanpa alasan memilih Bandung sebagai pusat lokasi kerajaan atau kekaisaran mereka.

Alasan pemilihan Bandung disampaikan oleh petinggi Sunda Empire, Raden Rangga Sasana, di Acara ILC bertema #ILCRajaRajabaru pada Selasa (21/1/2020).

Rangga Sasana menyebut Bandung merupakan wilayah dari Atlantik.

“Bandung itu adalah titik nol, itu wilayah Atlantik,” kata Raden Rangga Sasana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan asal-usul terbentuknya bumi.

Menurutnya, bumi tercipta dari percikan matahari yang pada akhirnya membeku.

• VIDEO : Usai Keraton Agung Sejagat Bikin Heboh, Kini Muncul Sunda Empire di Bandung

Lanjutnya, Bandung merupakan daerah yang paling tinggi dibanding wilayah lain di dunia ini.

“Perlu dipahami bangsa Indonesia semuanya yang belum tahu, ini ya asal-usul bumi, adalah percikan matahari, yang pada kala itu akhirnya membeku, dan yang paling tinggi adalah Bandung,” jelasnya.

“Maka Bandung berada dalam posisi paling tinggi di antara daerah-daerah lain di dunia,” ucap Raden Rangga Sasana.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat, https://wartakota.tribunnews.com/2020/01/22/pbb-hingga-nato-lahir-di-bandung-kata-petinggi-sunda-empire-dedi-mulyadi-rangga-bebas-berpendapat.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat, https://wartakota.tribunnews.com/2020/01/22/pbb-hingga-nato-lahir-di-bandung-kata-petinggi-sunda-empire-dedi-mulyadi-rangga-bebas-berpendapat.

Editor: Wito Karyono

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PBB hingga NATO Lahir di Bandung Kata Petinggi Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Rangga Bebas Berpendapat, https://wartakota.tribunnews.com/2020/01/22/pbb-hingga-nato-lahir-di-bandung-kata-petinggi-sunda-empire-dedi-mulyadi-rangga-bebas-berpendapat.

Editor: Wito Karyono

Asal Mula Kota Bekasi di Sungai Bekasi; Perkembangan Tanah Partikelir dan Terbentuknya Pasar Bekasi

Asal Mula Kota Bekasi di Sungai Bekasi; Perkembangan Tanah Partikelir dan Terbentuknya Pasar Bekasi

Sejarah Bekasi, sejarah yang nyaris tidak pernah ditulis. Hanya beberapa kalimat sejarah Bekasi yang ditulis dan itu diulang-ulang hingga ini hari. Padahal Bekasi memiliki data historis yang juga terbilang lengkap. Apakah warga kota metropolitan Bekasi yang sekarang tidak ada yang tertarik untuk menulis sejarah Bekasi? Boleh jadi, karena kenyataannya sejarah Bekasi tidak pernah terdokumentasi dan didokumentasikan secara lengkap.

Kota Bekasi Tempo Doeloe di dalam Kota Bekasi Masa Kini

Awalnya data historis Bekasi saya masukkan pada folder Jakarta, tetapi ketika saya mulai menulis pasar Sabtu di Bekasi, saya baru menyadari bahwa data historis Bekasi seharusnya dibuat dalam folder sendiri agar dimungkinkan menulis serial artikel sejarah Bekasi. Itulah mengapa laman artikel sejarah Bekasi ini dibuat. Serial artikel sejarah Bekasi ini akan melengkapi sejarah kota-kota di Indonesia. Di dalam blog ini serial artikel sejarah kota yang sudah ada adalah Depok, Bogor, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta. Kota lainnya adalah Medan, Padang, Palembang, Makassar dan Ambon. Seperti halnya Bekasi, serial artikel sejarah Tangerang juga dimungkinkan segera menyusul.

Banyak faktor memang mengapa tulisan sejarah Bekasi tidak pernah terwujud. Itu secara bertahap akan terjelaskan nanti. Namun tidak kata terlambat untuk menulis sejarah Bekasi. Juga tidak ada salahnya menulis (ulang) sejarah Bekasi. Bekasi secara administratif pada masa kini adalah wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi secara historis, Bekasi modern harus dipandang sebagai bagian dari sejarah (residentie) Batavia (bukan Regentschap Preanger). Untuk memudahkan saja serial artikel sejarah kabupaten dan kota Bekasi ini kita sebut saja sejarah Bekasi. Mari kita mulai dari artikel pertama tentang asal usul terbentuknya kota Bekasi.

Kota Bekasi (Peta 1901)

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Asal Mula Terbentuknya Kota Bekasi

Kota metropolitan Bekasi yang sekarang, masih sangat sederhana pada tahun 1900 (lihat Peta 1900). Pada pusat kota terlihat sejumlah bangunan. Bangunan utama adalah landhuis (pangkal jalan menuju Batavia). Bangunan lainnya adalah kantor kepala district (di belakang landhuis) dan kantor matri polisi dan penjara (di kanan depan landhuis). Di kiri depan landhuis terdapat mahkamah (landraad). Di seberang sungai terdapar pasar, Belum ada jembatan hanya dilalui menggunakan getek.

Kota Bekasi: Old en Now

Bangunan-bangunan ini pada masa kini dapat diidentifikasi sebagai lokasi berikut: Gedung mahkamah (landraad) kini menjadi Kantor Pengadilan Negeri; landhuis, kantor matri polisi dan penjara menjadi Polres Metro Bekasi Kota; kantor district Bekasi menjadi lingkungan sekolah; pasar kini dikenal sebagai Pasar Proyek. Jalan sebelah kiri dari utara ke selatan adalah jalan Veteran yang sekarang; sementara jalan sebelah kanan adalah jalan Pramuka. Di pertemuan kedua jalan ini di utara adalah stasion kereta api. Sedangkan jalan menuju landhuis kini menjadi jalan Sersan Marjuki. Jalan yang berada di sekitar pasar adalah jalan Mayor Oking yang sekarang. Jalan sejajar rel adalah jalan Ir. Juanda yang sekarang. Itulah beberapa situs tertua di kota metropolitan Bekasi.

Secara teknis, pasar ini dapat diakses dari segala penjuru angin: masing-masing dari barat dan timur, maupun dari utara dan selatan yang masing-masing memiliki jalan di kedua sisi sungai Bekasi. Di arah utara kota sudah terdapat jalur kereta api Batavia-Crawang. Halte.stasion berada di dekat persimpangan jalan barat-timur dan utara-selatan (stasion kereta api Bekasi yang sekarang).

Bataviasche courant, 26-04-1823

Nama pasar Bekasi paling tidak sudah disebut pada tahun 1823 (lihat Bataviasche courant, 26-04-1823). Dalam daftar pasar di Residentie Batavia ini, pasar terdekat dari pasar Bekasi adalah pasar Poelo Gadong, Tjilintjing, Tjabangboengin dan Pondok Gede. Adanya pasar, berarti adanya orang Eropa/Belanda. Sebab pendirian pasar yang dilakukan oleh pemilik land harus seizin pemerintah. Wilayah Batavia dari batas sungai Tjisadane di barat hingga batas sungai Tjitaroem di timur sejak era VOC sudah terbagi habis menjadi tanah-tanah partikelir (land). Dalam ketentuan pengaturan pajak pada tahun 1829 tercatat keterangan bahwa pasar Bekasi buka pada hari zaturdag (lihat Javasche courant, 24-11-1829). Penduduk cenderung mennyebut pasar Bekasi sebagai Pasar Sabtoe. Sebelumnya sudah pernah diberitakan keju produksi Bekasi sudah dikenal di Batavia (lihat Javasche courant, 09-07-1829).

Masih berdasarkan Peta 1900 ini, kota (huruf kecil) Bekasi masuk bagian dari land Telok Poetjoeng, Bekasi West en Rawa Pasoeng. Dari namanya menunjukkan gabungan dari tiga land sebelumnya. Tetangga terdekat land ini adalah land Tanah Doea Ratoes Lima Poeloeh dan land Bekasi Oost. Di masing-masing land ini terdapat sejumlah kampong. Land partikelir sebagai negara dalam negara, pemilik land (landheer) juga menguasai penduduk. Land Bekasi diduga kali pertama dibuka oleh keluarga Riemsdijk sejak era VOC. Luas lahan keluarga Riemsdijk mulai dari Ujung Menteng di barat hingga timur sungai Bekasi dan dari muara sungai Bekasi hingga Bantar Gebang.

Land-land di Bekasi diduga kuat sudah terbentuk sejak era VOC. Sebagaimana disebutkan bahwa pasar Bekasi didirikan pada tahun 1752. Ini berarti pendirian pasar ini terkait dengan keberadaan land dan pemilik land. Dalam catatan tertua yang ditemukan bahwa pemilik pertama land Bekasi adalah Jeremis van Riemsdijk (pemilik land Antjol). Kebijakan pendirian pasar di wilayh pedalaman dimulai pada era Gubernur Jenderal van Imhoff (1743-1750) yakni mendirikan pasar Tjiloear (setelah sebelumnya tahun 1737 didirikan pasar Vincke (kini pasar Senen). Pasar lainnya yang didirikan setelah itu antara lain pasar Tangerang, Pasar Tanah Abang dan pasar Bidara Tjina (Meester Cornelis). Lalu pada gilirannya didirikan pasar Bacassie.  .

Pada tahun 1818, keluarga Riemsdijk menjual sejumlah properti dan lahan, lima diantaranya berada di Bekasi (lihat Bataviasche courant, 24-10-1818). Land-land tersebut adalah (1) land Poelo Mamandang, Bogor, Rawa Bogor dan Babelan yang berbatasan dengan kampong Toeri, di sebelah timur berbatasan sungai Bekasi; di sebelah barat berbatasan dengan land Oedjoeng Menteng, di sebelah selatan berbatasan dengan land Kabalen dan di sebelah utara berbatasan dengan lahan-lahan sewa perseorangan; (2) land Moeara Bekasi atau Pondok Doea, di sebelah utara berbatasan dengan sungai Bekasi, di sebelah barat dan selatan berbatasan sungai Bekasi dan pantai; sebelah timur berbatasan dengan sungai Sambilangan; (3) land Sambilangan, di sebelah utara dan barat laut berbatasan dengan sungai Bekasi dan sungai Sambilangan, di sebelah selatan berbatasan dengan land Bandongan, sebelah timur berbatasan dengan kepemilikan J Bonte Cs; dan sebelah selatan berbatasan dengan land Cratan milik kaptein Konne; (4) land Tandjong, di sebelah timur, barat dan utara berbatasan sungai Bekasi; di sebelah selatan berbatasan dengan kepemilikan J Bonte Cs; (5) land Soengie Boeaja, di sebelah utara berbatasan dengan pantai, di sebelah barat daya dan barat laut berbatasan dengan sungai Bekasi; di sebelah timur berbatasan dengan land milik kapt Konne dan land milik J Wolff Cs; (6) Soengie Laboe, di sebelah barat sungai Bekasi, di sebelah utara, barat dan selatan berbatasan sungai Bekasi, di sebelah selatan dan timur milik kapt Konne.

Willem Vincent Helvetius Riemsdijk adalah anak dari Gubenur Jenderal Jeremias van Riemsdijk (1775-1777). Jeremias van Riemsdijk juga adalah pemilik land Antjol. Besar dugaan land di Bekasi adalah warisan dari ayahnya yang meninggal tahun 1777. Hasil penjualan ini diduga digunakan Willem Vincent Helvetius Riemsdijk untuk membeli land subur di Tjiampea. Generasi ketiga keluarga Riemsdijk ini juga meneruskan usaha pertanian yang dirintis oleh sang kakek. Keluarga Riemsdijk termasuk satu diantara tujuh keluarga Indo (lahir di Hindia) yang terbilang sukses di awal Pemerintah Hindia Belanda sebagaimana ditulis PC Bloys van Treslong Prins dengan judul De Indo Europeesche Families yang dimuat dalam surat kabar Bataviaasch nieuwsblad, 26-08-1933.

Jeremias van Riemsdijk telah memiliki land Bekasi jauh sebelum dia menjadi Gubenur Jenderal (1775-1777). Semua gubernur jenderal sebelum Riemsdijk memiliki lahan di daerah aliran sungai Tjiliwong. Gustaaf Willem baron van Imhoff (1743-1750) pemilik land Bloeboer (kini kota Bogor); Jacob Mossel (1750-1761) membeli land Wetevreden (Senen); Petrus Albertus van der Parra (1761-1775) pemilik land Tjimanggis dan land Simplicitas (Pondok Laboe dan Lebak Boeloes) serta kemudian membeli land Weltevreden dari Jacob Mossel; Jeremias van Riemsdijk, sebelum memiliki land Bekasi sudah memiliki land Antjol. Jeremias van Riemsdijk besar dugaan adalah pionir di daerah aliran sungai Bekasi.

Fort Bacassie di muara sungai Bekasi (Peta 1724)

Situasi di land Bekasi pada tahun 1724 tentu masih kosong dan tidak ada yang diidentifikasi nama kampong (lihat Peta 1724). Nama-nama kampong hanya ditemukan di hulu sungai Bekasi dan sungai Crawang (Tjitaroem). Di hulu sungai Bekasi di sekitar pertemuan sungai Tjikeas dan sungai Tjilengsi di Bantar Gebang; di hulu suungai Tjitaroem terdapat di sekitar pertemuan sungai Tjibeet dengan sungai Tjitaroem di sekitar Tanjung Pura, Krawang yang sekarang. Keberadaan VOC baru terdeteksi di benteng (fort) Tandjong Poera dan di benteng (fort) Bacassie di muara sungai Bekasi. Sebagaimana benteng Meester Cornelis (di Jatinegara sekarang), benteng Tandjoeng (di Pasar Rebo yang sekarang) dan benteng Padjadjaran (di Bogor), benteng (fort) Bekasi di muara sungai Bekasi menjadi pendahulu munculnya pembentukan land. Hanya satu nama kampong (besar) yang telah diidentifikasi di sungai Bekasi, yakni Bantar Gebang (di hulu sungai Bekasi dan di hilir pertemuan sungai Tjikeas dan sungai Tjilengsi). Kampong-kampong kecil tidak/belum terindentifikasi (atau memang belum ada?).

Register (peta) land, 1775

Wilayah yang berada di daerah aliran sungai Bekasi mulai dari muara di pantai hingga ke (kampong) Bekasi diduga kuat dibeli oleh Jeremias van Riemsdijk. Seperti terlihat dalam peta land tahun 1775 land Bekasi ini berada di sisi timur land Tanah Doea Ratoes. Land Bekasi ini bernomor 20. Dalam hal ini Rawa Pangoelan juga termasuk land Bekasi. Dalam perkembangannya kemudian lahan warisan Jeremias van Riemsdijk secara bertahap dijual sang anak Willem Vincent Helvetius Riemsdijk persil per persil lahan mulai dari bagian hulu sungai Bekasi (yang paling jauh dari land Antjol). Lima persil lahan yang berada di hilir sungai Bekasi yang dijual Willem Vincent Helvetius Riemsdijkn pada tahun 1818 diduga adalah persil terakhir dari warisan Jeremias van Riemsdijk di land Bekasi.

Land Bekasi pada era VOC sudah barang tentu lebih mudah diakses dari pantai melalui sungai Bekasi. Ini dapat dikaitkan dengan keberadaan fort Bekasi di muara sungai Bekasi dan juga keberadaan landhuis Jeremias van Riemsdijk di land Antjol yang merupakan jarak terdekat ke land Bekasi. Atas dasar inilah landhuis Jeremias van Riemsdijk di land Bekasi dibangun di sungai Bekasi (sisi barat). Tidak jauh dari landhuis di seberang sungai kemudian didirikan pasar sebagai simpul perdagagangan di daerah aliran sungai Bekasi.

Landhuis adalah rumah bagi pemilik land (landheer) yang menjadi pusat di dalam land. Landhuis sebagai pusat land juga didampini oleh bangunan-bangunan lain untuk tempat para pekerja, gudang dan lumbung serta bangunan untuk istal. Landhuis menjadi semacam hoofdplaat (ibukota). Untuk memusatkan transaksi perdagangan landheer mendirikan pasar (tidak jauh dari landhuis). Landheer di satu sisi menyiapkan bangunan pasar, di sisi lain landheer memungut retribusi terhadap pedagang (pedagang barang industri atau pedagang komoditi pertanian). Pemerintah mengenakan pajak terhadap pendapatan pemilik land yang berasal dari retribusi sebesar lima persen.

Perubahan-perubahan kepemilikan menjadi sebab land dipecah menjadi terbentuk land-land kecil dan juga pada gilirannya kemudian dapat mengalami penggabungan kembali. Siapa yang membeli land Bekasi milik keluarga Riemsdijk dan apakah penjualannya dalam satu paket tidak diketahui secara pasti. Yang jelas pada tahun 1829 salah satu pemilik land JP Barends menjual land Moara Bakassi atau Pondok Soga (lihat Javasche courant, 13-06-1829).