Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Islam Masuk Di Bekasi

Bekasi saat itu merupakan daerah yang pelabuhannya merupakan pelabuhan internasional. Hal tersebut tentu saja membuat interaksi dengan masyarakat luar tidak bisa dielakkan. Termasuk datangnya pedagang dari Timur Tengah jauh sebelum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. hadir ditengah-tengah masyarakat.

Saat Agama Islam telah menyebar luas di Timur Tengah, membuat para pedagang yang beragama Islam tersebut pun turut menyebarkannya ke kawasan Asia Tenggara. Dari hasil seminar “Masuknya Islam di Indonesia” pada 17-20 Maret 1963 di Medan yang banyak dihadiri oleh Sejarawan, ulama, antropolog, maupun budayawan. Diketahui bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (abad ke-7 masehi) yang dibawa dari Tanah Arab. Agama Islam kemudian disebarkan oleh para pedagang dan juga ulama yang saat itu memang telah sering berinteraksi dalam perdagangan di Pulau Jawa. Dimulai dari orang Islam yang telah hadir di nusantara sekitar tahun 638. Meskipun telah hadir, tetapi masyarakat lokal belum memeluk agama Islam. Mereka masih memeluk agama Hindu, Budha, atau kepercayaan lainnya. Lalu orang-orang dari tanah Arab dan sekitarnya membuat pemukiman di sekitar pantai utara pulau Jawa.[1] Kemungkinan besar yang dimaksud adalah daerah pelabuhan Bekasi dan Kalapa yang dikuasai oleh Tarumanagara saat itu. Pada tahun tersebut, diperkirakan sejaman dengan masa khalifah yang kedua, Umar bin Khattab (634 – 644 M).

Keberadaan Islam sendiri semakin kuat secara politik saat Raja Sriwijaya Sri Indrawarman yang juga menguasai Bekasi mengirimkan surat ke Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720) untuk menerangkan Islam ke kerajaannya. Surat didokumentasikan oleh Abd Rabbih dalam karyanya Al-Iqdul Farid.

“Dari raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil.

Kepada Raja Islam yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah.

Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya.”

Tatkala mengetahui segala hal tentang Islam, Raja Sriwijaya ini tertarik. Hatinya tersentuh hidayah. Raja Sri Indrawarman, akhirnya mengucap dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Raja Islam.

Lambat laun, masyarakat Melayu pun turut masuk Islam. Termasuk masyarakat Melayu yang berada di Bekasi dan Kalapa. Inilah tahapan awal Islam masuk di Bekasi.

Dari abad ke-7 hingga abad ke-14, praktis Islam tidak berkembang di nusantara. Selama sekitar 700 tahun orang-orang Islam dari tanah Timur Tengah, India, maupun Cina yang melakukan dakwah di seluruh nusantara tidak menghasilkan hasil yang signifikan. Bisa jadi karena strategi dakwah yang kurang tepat.

Hingga kemudian datanglah masa para ulama yang dinamakan dengan Wali Songo pada awal abad ke-15 melakukan dakwahnya. Dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pedahulunya. Melalui strategi “menarik simpatik”, membuat hanya dalam waktu 100 tahun saja, hampir semua daerah Jawa telah menjadi muslim rakyatnya. Proses perkawinan antara budaya setempat dengan nilai-nilai Islam ternyata membuat rakyat maupun penguasa beralih dari agama terdahulunya. Selain itu juga dakwah tersebut dilindungi oleh kekuatan politik yaitu dari Kesultanan Demak dan berlanjut oleh kesultanan lain seperti Cirebon dan Banten.

Untuk daerah pesisir utara derah barat Pulau Jawa, khususnya dari Jakarta hingga Karawang, terdapat tokoh penyebar agama Islam yang cukup diperhitungkan. Dialah Syekh Hasanuddin, anak dari ulama besar Mekah, Syekh Yusuf Siddik yang menyebarkan Agama Islam di negeri Campa (sekarang Kamboja), yang datang sekitar tahun 1416-1419 di daerah Tanjung Pura Karawang. Bersama murid-muridnya, dia menyebarkan Agama Islam ke seluruh wilayah Kerajaan Sunda, termasuk Bekasi dan sekitarnya.

Dia datang bersama rombongan Laksamana Cheng Ho (seorang petinggi muslim dari Cina) dari Dinasti Ming yang sedang melakukan ekspedisi kelimanya menuju Kerajaan Majapahit, yang saat itu dipimpin oleh Raja Wikramawardhana (1389-1427), dengan 63 buah kapal, 27.800 prajurit, dan kru kapal.

Makam yang diyakini sebagai makam Syekh Quro di Karawang.

Saat transit di daerah Karawang, tepatnya di Tanjung Pura, Syekh Hasanuddin meminta izin kepada Laksamana Cheng Ho untuk tetap tinggal dan tidak melanjutkan perjalanan. Sedangkan rombongan Cheng Ho tetap melanjutkan perjalan. Pelayaran itu sendiri berlangsung sejak 1416-1419 dengan menyinggahi ke berbagai negara.[2]

Syekh Hasanuddin, karena kemampuannya menguasai ilmu Al Quran, hafiz Quran, memiliki suara yang merdu dalam membaca Al Quran, dan berdakwah dengan pengajian Al Quran, kemudian dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Bagi masyarakat Cirebon, Indramayu, Banten, dan termasuk Karawang, nama Syekh Quro begitu harum dan melegenda.

Setelah beberapa lama kemudian, Syekh Quro menikahi Ratna Sondari, putri penguasa daerah Tanjungpura, Ki Gendeng Karawang. Atas izin dari mertuanya, Syekh Quro mendirikan pesantren bernama Pondok Quro di Tanjungpura, yang merupakan pesantren tertua di Jawa Barat. Ia kemudian menjadi guru dari Nyi Mas Subanglarang, yang kemudian menjadi istri kedua dari Prabu Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) saat sebelum menjadi Raja Pajajaran (1482-1521).[3]

Melalui Syekh Quro dan murid-muridnya Islam menyebar ke tanah Sunda. Penyebaran tersebut semakin luas saat Raden Sengara (lebih dikenal dengan sebutan Kian Santang), putra dari Nyi Mas Subang Larang dan Prabu Siliwangi, ikut melakukan penyebaran agama Islam ke wilayah pesisir utara, yaitu Sunda Kelapa dan Bekasi. Inilah yang menjadi tonggak kedua Islam masuk ke Bekasi. Penyebaran Islam pun semakin intensif saat Bekasi masuk ke wilayah Kerajaan Sumedanglarang.

Pada masa ini pula Syeikh Siti Jenar membangun sebuah dukuh sebagai pusat pembelajaran dan penyebaran Islam. Di dalamnya terdapat masjid dan penginapan bagi para santrinya. Dukuh tersebut dia namakan Dukuh Lemahabang. Pembangunan Dukuh Lemahabang di Bekasi bersamaan dengan pembangunan Dukuh Lemahabang di Karawang yaitu pada sekitar Februari 1492. Pembangunan kedua dukuh tersebut dilakukan setelah Syeikh Siti Jenar sukses membangun di Cirebon untuk yang pertama kali. Total terdapat sekitar 8 Dukuh Lemahabang yang dibangun oleh Syeikh Siti Jenar di Pulau Jawa guna menunjang syiar Islam di tanah Jawa.[4]

Periode ketiga penyebaran Islam di tanah Bekasi berlanjut melalui keluarga besar Kesultanan Banten. Dalam hal ini dibagi menjadi tiga periode, yaitu ketiga a dimulai sejak Fatahillah menguasai Sunda Kelapa di tahun 1527. Meskipun saat itu masyarakatnya sudah banyak yang masuk Islam. Hal ini dipertegas oleh pendapat Sejarawan Ridwan Saidi. Menurutnya, penguasa pelabuhan Sunda Kelapa saat itu, Wak Item, sudah masuk Islam. Tidak hanya dia, penduduk asli juga sudah banyak yang masuk Islam.[5] Kemungkinan besar keislaman mereka berasal dari keturunan masyarakat Sriwijaya yang pernah bermukim di Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun begitu, melalui era Fatahillah yang menguasai pelabuhan Sunda Kelapa selama hampir 100 tahun, penyebaran Islam di sekitar Jayakarta semakin gencar. Bahkan, saat Pelabuhan Kalapa dikuasai VOC pada 30 Mei 1619, Kadipaten Jayakarta tetap ada, hanya keratonnya tidak di Pelabuhan Sunda Kalapa, tetapi pindah lebih ke arah selatan, atau lebih tepatnya di sekitar Jatinegara Kaum. Dari sana mereka tetap melakukan perlawanan terhadap VOC dan melakukan penyebaran Agama Islam.

Sedangkan anak Pangeran Jayakarta, Pangeran Senapati, diperintahkan untuk melarikan diri sekaligus membangun pertahanan di kawasan pesisir dan pedalaman serta menyebarkan syiar Islam. Pangeran Senapati bersama pengikutnya menyusuri ke berbagai tempat. Mulai dari pantai utara Jawa yang melewati daerah Cabangbungin, Batujaya, Pebayuran, Rengas Bandung, Lemahabang, Pasir Konci hingga sampai di sebuah kawasan hutan jati yang kini dikenal sebagai Kecamatan Cibarusah di Kabupaten Bekasi.

Ditempat itulah kemudian Pangeran Senapati dan pengikutnya menetap dan menyebarkan Islam di Cibarusah dan sekitarnya. Peninggalan yang masih dirasakan hingga saat ini adalah Masjid Al Mujahidin di Kampung Babakan Cibarusah (KBC). Di kampung tersebut, keturunan Pangeran Senapati dan bangsawan yang pergi bersamanya masih ada dan tetap menggunakan gelar kebangsawanan hingga kini. Makam Pangeran Senapati berada di Kampung Babakan Cibarusah dan dikenal dengan sebutan Makam Mbah Uyut Sena.

Kami sedang berpose di depan Masjid Al Mujahidin, Cibarusah
Masjid Al Mujahidin tampak muka

Pada periode ketiga b, terdapat sejumlah tentara dan keluarganya dikirim oleh Sultan Abdul Mufakhir dalam rangka menguasai daerah sekitar Citarum. Mereka diperintahkan untuk membuat pemukiman sebagai dalih perebutan daerah kekuasaan yang dipimpin oleh Pangeran Pager Agung pada tahun 1624. Meskipun berhasil dikalahkan Mataram di tahun 1632, namun banyak dari mereka yang tidak balik ke Banten. Selain itu juga mereka telah cukup lama tinggal, sehingga dakwah Islam kemungkinan turut mereka lakukan.

Estafet dakwah Islam berlanjut saat Sultan Ageng Tirtayasa (Penguasa Banten 1651-1683) dan anaknya Pangeran Purbaya ditangkap oleh VOC akibat kalah perang dan ditahan di Batavia. Ini saya sebut ketiga c. Mereka bersama keluarga dan pengikutnya awalnya ditempatkan di dalam lingkungan benteng Batavia, namun kemudian keluarga dan pengikutnya diberi tempat pemukiman di sekitar Jatinegara dan beberapa tempat lainnya seperti di Cilincing. Sedangkan Sultan Ageng, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Sake tetap di dalam benteng.

Dari sekitar Jatinegara tersebutlah kemudian para pengikut dan keluarga Sultan Ageng Tirtayasa menyebar dan mendakwahkan Islam. Diantara keluarga sultan adalah Syekh Sarifudin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kandong. Dia dan pengikutnya menyebarkan Islam di daerah Jatiasih dan sekitarnya. Makamnya yang terletak Desa Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, dekat perumahan Duta Indah Kota Bekasi, hingga hari ini kerap diziarahi.

Ada juga Pangeran Sageri yang merupakan anak dari Sultan Ageng, dan keturunannya. Diantaranya adalah Raden Sholeh dan Raden Umar yang ikut berdakwah. Sedangkan Pangeran Purbaya beserta keluarganya sebelum ditangkap menetap di daerah Cileungsi. Dari situ lalu bersama pengikut dan keluarganya menyebar ke daerah Cibarusah dan sekitarnya. Sebelumnya, di Cibarusah sendiri Islam telah disebarkan oleh anak dari Pangeran Jayakarta, Pangeran Senapati.

Sehingga tak pelak daerah selatan Bekasi banyak yang masih keturunan Banten, baik dari garis keluarga sultan, petinggi kesultanan, tentara, maupun rakyat biasa. Ciri dari keturunan Kesultanan Banten adalah masih terdapat nama Raden atau Ratu di depan nama atau dipanggil dengan sebutan “Aca”.

Ditahun 1890, dipusat kota Bekasi, dibangun sebuah Masjid Agung Al Barkah di sebuah tanah wakaf Haji Barun, seluas 3000 m2 yang terletak di jalan Veteran (Alun-Alun Kota Bekasi).[6] Kemudian pada tahun 1915, Raden Latif dan Raden Kahfi yang berasal dari Sukaraja Cileungsi Kabupaten Bogor mendirikan Masjid Syiarul Islam, dekat Stasiun Kereta Lemahabang, sebagai tempat menyebarkan agama Islam di Lemahabang.[7] Juga tidak jauh dari lokasi stasiun kereta, terdapat bangunan masjid di Tambun yang kini bernama Masjid At Taqwa. Lalu Masjid Al Arief, yang posisinya tidak jauh dari Stasiun Bekasi. Kedua Masjid itu sendiri tidak diketahui pasti kapan berdirinya. Tetapi yang pasti dalam peta buatan Belanda di tahun 1915, keduanya sudah ada.

Masjid Masjid Agung Al Barkah sebelum di renovasi besar-besaran pada tahun 2004.

Penyebaran Islam pun semakin marak setelahnya. Apalagi setelah sejumlah masyarakat yang pulang menimba ilmu di Mekah atau di pondok pesantren. Inilah yang disebut era keempat. Misalnya saja hadirnya Guru Marzuki bin Mirshod (1877-1934) awal abad 20 di Cipinang Muara yang merupakan alumnus Makkah. Seorang ulama yang dijuluki sebagai “Gurunya Ulama Betawi.” Sebab dari dia, banyak ulama Betawi, termasuk yang asal Bekasi yang belajar agama. Kemudian dari mereka membuat perguruan sendiri dimana mereka tinggal. Dalam satu keterangan ada sekitar 41 ulama Betawi terkemuka bahkan lebih. Di antaranya adalah KH. Abdullah Syafi`i (pendiri perguruan Asy-Syafi’iyyah), KH. Thohir Rohili (pendiri perguruan Ath-Thahiriyyah), KH. Noer Alie (pendiri perguruan At-Taqwa, Bekasi), KH. Hasbiyallah (pendiri perguruan Al-Wathoniyah, Klender), KH Ahmad Zayadi Muhajir (pendiri perguruan Az-Ziyadah), KH. Mahmud (pendiri Yayasan Perguruan Islam Al Mamur/Yapima, Cikarang), KH. Muchtar Thabrani (pendiri YPI An Nur, Bekasi), dan KH. Muhammad Tambih Kranji Bekasi .

Ada juga dakwah Islam yang dilakukan melalui organisasi. Yang awal dan cukup fenomenal adalah Sarekat Islam (SI) cabang Bekasi pada Mei 1913. SI diketuai oleh Raden Haji Hidayat. Meskipun ada turut campur politik membuat SI menjadi pecah yaitu yang diketuai oleh Haji Abdoelrachim dan lainnya oleh Haji Ibrahim. Organisasi ini pun tidak bertahan lama, tidak sampai 5 tahun hingga benar-benar hilang. Namun dampak hadirnya begitu terasa. Banyak rakyat Bekasi yang kembali mempelajari Islam. Masjid-masjid pun tumpah ruah saat pelaksanaan shalat, terutama shalat Jumat yang bisa mencapai 1000 persen jamaahnya jika dibandingkan dari sebelum ada SI. Sejumlah acara keagamaan pun kembali marak.

Lalu hadir Raden Haji Sulaeman yang mendirikan Muhammadiyah di Kranji pada tahun 1928. Setahun kemudian hadir dua lembaga pendidikan yang masih dibawah naungan Muhammadiyah yaitu HIS Metden Qur’an dan Schakel Scool.[8] Lalu ada KH. Muhammad Fudholi asal Sukabumi pada tahun 1932 yang mendirikan Madrasah Jannatul Amal di depan Stasiun Cikarang. Lalu berkembang dengan pendirian cabang di beberapa tempat.[9]

Lembaga Pendidikan Jannatul Amal yang tinggal plank nama saja

Ada juga KH. Noer Ali (1914-1992) selepas menimba ilmu selama enam tahun di Mekah langsung membuat kelompok pengajian pada 1940 di kampung halamannya Ujung Malang (sekarang Ujung Harapan). Melalui jaringan Yayasan At Taqwa, syiar Islam semakin menyebar di daerah utara Bekasi. Seperti daerah Kaliabang, Babelan, Tarumajaya, Sukawangi, Tambun Utara, dan daerah lainnya. Yayasan At Taqwa sendiri hingga saat ini mengelola sekitar 149 lembaga pendidikan yang diantaranya mencakup 36 TK, 62 MIA, 1 SDIT, 23 MTs, 13 SMP, 7 MA, 3 SMU, 1 STM, 1 SMK, Pesantren Tinggi At Taqwa  (PTA) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI).[10]

Masjid At Taqwa yang merupakan bagian dari komplek Pondok Pesantren At Taqwa pada tahun 1980-an

Di daerah Kampung Pulomurub Kecamatan Tambelang terdapat Pondok Pesantren Al Hidayah yang didirikan oleh KH. Nawawi El Marzuki (1919 – 2000) pada tahun 1940. Cucu-cucunya yaitu H. Ahmad Najiyulloh, LC, KH. Nabhani Idris, LC, dan KH. Hidayattulloh Nawawi BA. pada tahun 2002 mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) Umar bin Khatthab. Letak ponpes tidaklah berjauhan.[11] Pengaruh KH. Nawawi El Marzuki tidak hanya di daerah Tambelang saja, tetapi juga sampai ke daerah Sukatani, Pebayuran, Sukakarya, Cabangbungin, dan daerah lainnya

  1. KH.Muchtar Tabrani(1901-1971) mendirikan Pondok Pesantren Kaliabang Nangka, kelak berubah menjadi Pondok Pesantren An Nur, pada tahun 1950. Dia mendirikan pesantren setelah pulang dari Mekah untuk belajar agama selama 13 tahun. Bersama  Alawi, KH, Asmawi, KH. Anwar, KH. Abdullah, Guru Asmat, dan Guru Jenih lalu mendirikan Pondok Pesantren.[12]

Kemudian ada KH. Raden Ma’mun Nawawi (1915-1975) yang mendirikan Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat di Cibarusah, tepatnya pada bulan Rajab 1359 H/1938 selepas pulang belajar dari beberapa pesantren dan terus berlanjut ke Mekah. Awalnya, dia belajar dikampungnya di Cibogo, lalu berlanjut ke Pesantren Tugabus Bakri bin Seda (Mama Sempur) di Plered, Sempur, Purwakarta. Setelah itu ia lanjutkan studinya ke Mekah dengan berguru pada lebih dari 13 muallif (pengarang kitab), diantaranya adalah al-Muhaddits as-Sayyid Alawi al-Maliki dan Mama KH. Mukhtar Athorid al-Bogori. Setelah pulang, dilanjutkan lagi belajar di Pesantren KH. Hasyim Asy’ari di Jombang, Jawa Timur, Pesantren Syekh Ihsan Jampes (Pengarang Kitab Siraj al-Thalibin) di Kediri, hingga pesantren Syekh Mansyur (pengarang Sulamal-Nairen) di Jembatan Lima, Jakarta. Ada sekitar 63 kitab yang berhasil ditulisnya. Kitabnya hingga sekarang masih digunakan oleh banyak ulama sebagai rujukan dan dipelajari oleh para santri diberbagai tempat.

Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

Jual beli laptop Bekasi  Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEJARAH TERBENTUKNYA KECAMATAN JATIASIH

Kecamatan Jatiasih berdiri pada tahun 1986 yang saat itu masih merupakan Kecamatan Perwakilan, hasil pemekaran dari Wilayah Kecamatan Pondok Gede, sedangkan berdirinya Kecamatan Jatiasih status Definitif pada tahun 1992.

Dalam perjalanannya Kecamatan Jatiasih merupakan daerah penyangga Ibukota Jakarta yang baik pertumbuhan kemajuan wilayah, perekonomian, kependudukan amat pesat. Hal ini di karenakan dalam rencana tata ruang kota, Kecamatan Jatiasih peruntukkannya daerah perumahan dan Jasa Perdagangan. Kecamatan Jatiasih berada pada Titik Koordinat 6°17’32″Selatan dan 106°57’51″Timur.

Banyak perusahaan pengembang Perumahan dan Perkantoran melakukan expansi perusahaannya diwilayah kecamatan Jatiasih sehingga  begitu pesatnya pertumbuhan perekonomian dan kependudukan  di wilayah Kecamatan Jatiasih. Terlebih Pada tahun 2007 Jalan Tol Outer Ring Road mulai beroperasi sehingga ini menambah pesatnya kemajuan perekonomian dan pertambahan penduduk.

Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.

Sebelum berdiri sendiri, Kecamatan Jatiasih merupakan bagian dari kecamatan Pondok Gede. Semenjak berdirinya Kota Bekasi tahun 1997, langsung menjadi bagian dari wilayah Kota Bekasi setelah sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan dekat dari Jakarta menjadikan Jatiasih memiliki nilai ekonomi tersendiri. pembukaan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Gate di Jatiasih menjadikan wilayah ini semakin diminati banyak orang. Terutama para komuter yang bekerja di Jakarta.

Jual beli laptop di kranji Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di kranji Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatisari. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatisari Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

 

Profil dan Sejarah Kelurahan Kranji

Profil dan Sejarah Kelurahan Kranji

Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan.

Kode wilayah Kota Bekasi adalah 32.75, di mana angka 32 merupakan kode wilayah Provinsi Jawa Barat dan angka 75 merupakan kode wilayah untuk Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat.

Kranji Adalah nama Desa/Kelurahan yang Diambil dari Nama tanaman Pohon Asem Kranji.

Menurut data dan informasi bahwa pemberian nama Kranji oleh para tokoh masyarakat, Tokoh Agama pada masa itu terhadap suatu wilayah yang terletak di  Barat memiliki nilai historis, dimana kondisi wilayah Barat pada masa itu banyak tanaman pohon asem Kranji, sehingga tokoh masyarakat dan tokoh Agama pada masa itu bersepakat untuk memberikan nama Kranji sebagai nama Desa Kranji di wilayah Barat, kemudian sekitar tahun 1975 terjadi pemekaran desa Kranji yang asalnya berada di wilayah Utara Kecamatan Medan Satria menjadi wilayah Kecamatan Bekasi Barat. Desa Kranji hingga sekarang menjadi Kelurahan Kranji yang terletak di Area Perumahan Duta Kranji Bekasi Barat dengan luas 249Ha. Bahasa daerah yang digunakan bahasa Betawi/Bekasi.

Sebagaimana diketahui bahwa Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 4 Tahun 2004 tanggal 28 Juni 2004 Tentang Pembentukan Lembaga Administrasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi, dengan batas batas wilayah adalah sebagai berikut:

  • Batas Wilayah Utara : Dibagian Utara berbatasan dengan Kelurahan Kotabaru dan Kelurahan Kalibaru.
  • Batas Wilayah Timur : Dibagian timut berbatasan dengan Kelurahan Kayuringin Jaya.
  • Batas Wilayahh Selatan : Dibagian Selatan berbatasan dengan Kelurahan Jakasampurna.
  • Batas Wilayah Barat : Dibagian Barat berbatasan dengan Kelurahan Bintara.

Sedangkan jarak ke pusat Pemerintahan :

  • Ke Kecamatan Bekasi Barat : ± 0.5 km
  • Ke Kota Bekasi : ± 1.5 km
  • Ke Ibu Kota Propinsi Jawa Barat : ± 130 km
  • Ke Ibu Kota Negara : ± 30 km

Kelurahan Kranji terletak di bagian Barat Kota Bekasi dengan luas wilayah 249,00 Ha atau 2.49 kmyang keadaan tanahnya termasuk tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian holtikultura, ditinjau dari segala penggunaannya antara lain :

a. Perumahan :50,5 Ha2
b. Perkampungan/Pekarangan :96 Ha2
c. Tegalan/Kebun :87 Ha2
d. Empang : – Ha2
e. Lainlain :1,5 Ha2

 

Kelurahan Kranji yang terdiri dari 16 RW (Rukun Warga), 99 RT (Rukun Tetangga) dan memiliki kantor yang beralamat di Jl.Parkit Raya , Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, serta berada dibawah kepemimpinan Bapak ANDI KRISTANTO PURYANDARU., S.STP.MM dan Sekertaris Kelurahan Bapak Ricar Widadang, SE,M.A.

 

NAMA PEJABAT DESA/KELURAHAN KRANJI

KECAMATAN BEKASI BARAT

 

NONAMAJABATANTAHUNPERIODE
1MAT TOHIRKEPALA DESA KRANJI19751975 S/d 1982
2H. SULAIMANKEPALA DESA KRANJI19821982 S/d 1989
3H. MARTA TOHIRLURAH KRANJI19981989 S/d 1992
4H. M. MARGONOLURAH KRANJI19921992 S/d 1994
5ASEP SUPIANDILURAH KRANJI19941994 S/d 1997
6UDIN WIRASAPUTRALURAH KRANJI19971997 S/d 2005
7HERAWANLURAH KRANI20052005 S/d 2008
8GATOT BUDI HERIYANTOLURAH KRANJI20082008 S/d 2009
9HERYADILURAH KRANJI20092009 S/d 2016
10ANDI KRISTANTO PLURAH KRANJI20162016 s/d Saat ini

 

PRESTASI YANG SUDAH DI CAPAI

KELURAHAN KRANJI KECAMATAN BEKASI BARAT

 

NOJENIS PRESTASITAHUN
1Juara Bergilir Pekan Olahraga Kecamatan Kab DT. II1992
2Juara Umum Pekan Olahraga Kecamatan Kab DT. II1992
3Juara II Piala Bupati KDH TK. II Bekasi, Lomba Kejar Simulasi P-4 TK. Kab DT.II Bekasi1994
4Juara III Kader Berprestasi Dalam Rangka Hut RI ke 612006
5Juara III Lomba Administrasi TP PKK Kelurahan, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Ke 352007
6Juara II Lomba Bulu Tangkis Hut RI ke 62 Kec. Bekasi Barat2007
7Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Barat, Pemenang Lomba Desa/Kelurahan sadar hukum2014
8Juara III Lomba Tenis Meja Dalam Rangka Hut RI Ke 57 TK. Kec. Bekasi Barat2015
9Juara I Lomba Masak Olahan Ayam Tingkat Kecamatan Bekasi Barat dalam rangka Hari RD Kartini2015
10Juara II Lomba Sepakbola Dalam Rangka Hut RI Ke 57 Tk. Kec. Bekasi Barat2015
11Juara I Turnamen Futsal Antar Staff, Hut Kota Bekasi Ke 19 Kec. Bekasi Barat2016
12Piagam Penghargaan Walikota Bekasi, Pemenang Peringkat VII Pemungut PBB Lunas Tertinggi Tingkat Kelurahan.2016
13Juara II Lomba BBGRM Ke XIV Tingkat Kota Bekasi2017
14Juara III Lomba Peraturan Baris Berbaris Piala 3 Pilar dalam Rangka HUT Kota Bekasi ke 202017
15Juara I Lomba Tenis Meja Dalam Rangka Hut RI Ke 622017
16Penghargaan Kepada Pegawai Negeri Sipil Terbaik, Wilayah Pemerintah Daerah Kota Bekasi.9 Okt 2017
17Piagam Penghargaan “Kelurahan Terbaik dalam Penyusunan & Pemutahiran data Profil Kelurahan Tingkat Kota Bekasi

Servis laptop Rusak Mati Total di Bintara Jaya, Bekasi Barat. Hub: 0819 3236 3825

Servis laptop Rusak Mati Total di Bintara Jaya, Bekasi Barat. Hub: 0819 3236 3825

Teruntuk, Anda yang bertempat tinggal di daerah sekitar Bintara Jaya dan memiliki masalah dengan laptop pribadi, kami hadir di daerah Bintara Jaya, Bekasi Barat dan siap membantu Anda menyelesaikan problem tersebut. Anda dapat menghubungi kami di 0819 3236 3825 (call/sms/whatsapp). Kami menerima jasa perbaikan service dengan berbagai macam jenis laptop mulai dari merek Acer, Lenovo, Asus, Dell, serta MACBOOK. “Melayani lebih indah daripada Dilayani”.

 

Bintara Jaya, Bekasi Barat

Bintara Jaya
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KotaBekasi
KecamatanBekasi Barat
Kodepos17136
Luas… km²
Jumlah penduduk… jiwa
Kepadatan… jiwa/km²

Servis laptop Rusak Mati Total di Pisangan Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Pisangan Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Pisangan Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Pisangan Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Pisangan Tangerang Selatan hub : 085211340294

Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jump to navigationJump to search

Pisangan
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
KotaTangerang Selatan
KecamatanCiputat Timur
Kodepos15419[1]
Luas405 Ha/ 4,05 Km2
Jumlah penduduk34.250 Orang
Kepadatan84,568 Hektar/ 8456.79 Km2

Pisangan adalah sebuah kelurahan di kecamatan Ciputat TimurTangerang SelatanBantenIndonesia.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah kelurahan Pisangan adalah sebagai berikut:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kode Pos Ciputat Timur, Copyright © 2016 Kode Pos Indonesia. All rights reserved.
UtaraKelurahan Cireundeu dan Cempaka Putih
SelatanKecamatan Pamulang
BaratKecamatan Ciputat
TimurKecamatan CinereDepok dan CilandakJakarta Selatan

Servis laptop Rusak Mati Total di Cirendeu Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Cirendeu Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Cirendeu Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Cirendeu Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Cirendeu Tangerang Selatan hub : 085211340294

CIRENDEU : Daerah Rawa Yang Menjadi Kawasan Usaha dan Jasa

Kelurahan Cirendeu di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini dikenal sebagai salah satu wilayah sibuk dikota pemekaran kabupaten tangerang ini. Salah satu batas provinsi DKI jakarta ini juga merupakan wilayah hidup, segala aktivitas masih dilakukan hingga larut malam.
Macet menjadi pemandangan biasa di salah satu kelurahan di Kecamatan Timur ini. Aktivitas masyarakatnya pun terbilang mobile. Dimulai dari pagi hari, hingga lewat tengah malam. Wilayah yang dipimpin Suharto Mardjuki ini, banyak ditemukan tempat usaha. Maklum, kota tangsel dikenal juga dengan kota perdagangan dan jasa.
Melihat sejarah kebelakang, ternyata Cirendeu memiliki makna.  Cirendeu memiliki dua suku kata, Ci dalam bahasa sunda berarti air. Sedangkan Rende memiliki makna dataran rendah. Konon asal mula Cirendeu awalnya merupakan sebuah dataran rendah terdiri dari rawa – rawa atau setu pada masa itu.
Kalau merujuk keterangan Suharto Mardjuki yang memiliki catatan sejarah orang tua zaman dulu, Cirendeu itu berdiri sejak 1912. Waktu itu, Cirendeu dipimpin seorang Kepala Desa bernama Rema, yang merupakan Kepala Desa Pertama.
Ketika itu, seluruh kegiatan administratif, harus menginduk ke Jatinegara yang berada pada wilayah Djayakarta atau Jakarta saat ini, dimasa kepemimpinan Belanda saat itu. Kondisi Cirendeu saat itu masih sepi dan banyak rawa – rawa. Rawa Cupang yang saat ini menjadi Baliviu terus ada Rawa Bulu yang sekarang jadi Kampung Gunung.
Sedangkan masyarakat yang mendiami Cirendeu kebanyakan berasa dari suku Betawi. Ini terlihat dari kultur dan budayanya yang lebih mencirikan kekhasan Betawi seperti ada palang pintu, ondel – ondel, beksi dan lain sebagainya.
Adapun kultur masakan lebih ke semur – semuran, seperti semur tahu, sayur besan. Sedangkan jenis kue – kuenya seperti; unti, lopis dan dodol.
Seiring kemerdekaan pada tahun 1945, secara otomatis per wilayah diserahkan kepada tangerang. Pada waktu itu pun masih memakai Keresidenan. Pada dasarnya keresidenan setaraf dengan provinsi. Hingga belakangan ini wilayah Cirendeu masuk dalam salah satu wilayah administrasi di Provinsi Banten.
Banyak perubahan terjadi pada 1970-an, atau saat penyerahan wilayah Cirendeu dari Djayakarta ke Jawa Barat. Mulai dari surat tanah yang sejak zaman Belanda dinamakan girik, menjadi surat tanah.
Seperti diketahui, Cirendeu merupakan wilayah pemekaran dari Kelurahan Pisangan. Luas tanah semula 750 Hektar persegi dengan adanya pemekaran pada tahun 1980, saat ini luasnya tinggal 320 hektar persegi dngan jumlah penduduk 32 ribu jiwa. Cirendeu juga mengalami urbanisasi pada masa tahun 1970 -an yang pada waktu itu secara berkala terus mengalami peningkatan, sehingga banyak sawah sebagai ladang cocok tanam dan mata pencaharian terus berangsur semakin hilang dan penduduk asli berganti posisi.

Servis laptop Rusak Mati Total di Cempaka Putih Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Cempaka Putih Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Cempaka Putih Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Cempaka Putih Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Cempaka Putih Tangerang Selatan hub : 085211340294

Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 
 

Jump to navigationJump to search

Cempaka Putih
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
KotaTangerang Selatan
KecamatanCiputat Timur
Kodepos15412[1]
Luas
Jumlah penduduk
Kepadatan

Cempaka Putih adalah sebuah kelurahan di kecamatan Ciputat TimurTangerang SelatanBantenIndonesia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kode Pos Ciputat Timur, Copyright © 2016 Kode Pos Indonesia. All rights reserved.

[sembunyikan]

l

 

b

 

s

Kecamatan Ciputat TimurKota Tangerang Selatan

Kelurahan Cempaka Putih • Cireundeu • Pisangan • Pondok Ranji • Rempoa • Rengas

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Indah Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Indah Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Serua Indah Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Serua Indah Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Indah Tangerang Selatan hub : 085211340294

Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 
 

Jump to navigationJump to search

Serua Indah
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
KotaTangerang Selatan
KecamatanCiputat
Kodepos15414
Luas… km²
Jumlah penduduk… jiwa
Kepadatan… jiwa/km²

Serua Indah adalah sebuah kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan CiputatKota Tangerang Selatan, Provinsi BantenIndonesia.

[sembunyikan]

l

 

b

 

s

Kecamatan CiputatKota Tangerang SelatanBanten

Kelurahan Cipayung · Ciputat · Jombang · Sawah Baru · Sawah Lama · Serua · Serua Indah

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Serua Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Serua Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Serua Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Sawah Lama Tangerang Selatan hub : 085211340294

Servis laptop Rusak Mati Total di Sawah Lama Tangerang Selatan hub : 085211340294

bagi anda yang memiliki laptop rusak, mati total, tidak tampil, laptop hang dan ingin di perbaiki dan anda berada di daerah Sawah Lama Tangerang Selatan. anda dapat menghubungi 085211340294 (Call/sms/whatsapp) kami menerima jasa perbaikan service berbagai macam jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Sawah Lama Tangerang Selatan segera hubungi kami sekarang juga di 085211340294 (Call/sms/whatsapp)

Servis laptop Rusak Mati Total di Sawah Lama Tangerang Selatan hub : 085211340294