Tempat Jual beli laptop di jatiasih Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di jatiasih Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah jatiasih Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah jatiasih Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Kecamatan Jatiasih

SEJARAH TERBENTUKNYA KECAMATAN JATIASIH

Kecamatan Jatiasih berdiri pada tahun 1986 yang saat itu masih merupakan Kecamatan Perwakilan, hasil pemekaran dari Wilayah Kecamatan Pondok Gede, sedangkan berdirinya Kecamatan Jatiasih status Definitif pada tahun 1992.

Dalam perjalanannya Kecamatan Jatiasih merupakan daerah penyangga Ibukota Jakarta yang baik pertumbuhan kemajuan wilayah, perekonomian, kependudukan amat pesat. Hal ini di karenakan dalam rencana tata ruang kota, Kecamatan Jatiasih peruntukkannya daerah perumahan dan Jasa Perdagangan. Kecamatan Jatiasih berada pada Titik Koordinat 6°17’32″Selatan dan 106°57’51″Timur.

Banyak perusahaan pengembang Perumahan dan Perkantoran melakukan expansi perusahaannya diwilayah kecamatan Jatiasih sehingga  begitu pesatnya pertumbuhan perekonomian dan kependudukan  di wilayah Kecamatan Jatiasih. Terlebih Pada tahun 2007 Jalan Tol Outer Ring Road mulai beroperasi sehingga ini menambah pesatnya kemajuan perekonomian dan pertambahan penduduk.

Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.

Sebelum berdiri sendiri, Kecamatan Jatiasih merupakan bagian dari kecamatan Pondok Gede. Semenjak berdirinya Kota Bekasi tahun 1997, langsung menjadi bagian dari wilayah Kota Bekasi setelah sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan dekat dari Jakarta menjadikan Jatiasih memiliki nilai ekonomi tersendiri. pembukaan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Gate di Jatiasih menjadikan wilayah ini semakin diminati banyak orang. Terutama para komuter yang bekerja di Jakarta.

Tempat Jual beli laptop di Jati Luhur Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Jati Luhur Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jati Luhur Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jati Luhur Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Waduk Jatiluhur
Tempat 21:58
wpid-img_20150830_133922_ao_hdr.jpg

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).

Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II. Selain berfungsi sebagai PLTA, dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, bilyar, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air dan fasilitas lainnya. Di dalam waduk ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang memungkinkan kita untuk memancing di waktu siang maupun malam. Selain itu, dikawasan ini terdapat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola PT. Indosat sebagai alat komunikasi internasional. Pokoknya lengkap, termasuk pusat Training Center atlit nasional dayung dan dragon boat Indonesia.

Sejarah Pembangunan Bendungan Jatiluhur dan PLTA-nya

Proses perencanaan pembangunan bendungan di Sungai Citarum dimulai dari penetapan lokasi. Berdasarkan gagasan awal Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein berjudul “Integrated Water Resources Development in the Western Part of Java Island”, direncanakan dibangun tiga buah bendungan di Jatiluhur. Penyelidikan-penyelidikan pertama dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang waktu itu masih dibawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga, dengan mempekerjakan tenaga-tenaga ahli dari Perancis.

Pada tahun 1950, Ir. Agus Prawiranata selaku Kepala Jawatan Irigasi memikirkan pengembangan jaringan irigasi untuk mengantisipasi kecukupan beras dalam negeri, dan ide itu menjadi bahan tertawaan karena Indonesia tidak memiliki cukup uang untuk itu. Ide tersebut dibicarakan dengan Ir. Sediyatmo, selaku Kepala Direksi Konstruksi Badan Pembangkit Listrik Negara. Kemudian Ir. Sediyatmo menugaskan Ir. PK. Haryasudirja (sekarang Prof. Dr. Ir. PK. Haryasudirja) untuk merancang bendungan jatiluhur ini.
Haryasudirja membuat spesifikasi bendungan Jatiluhur meniru gaya bendungan terbesar di dunia, yaitu bendungan Aswan di Mesir dengan menggunakan konsultan dari Perancis yang sudah berpengalaman dalam membangun bendungan besar.

DESAIN

Desain Awal (Preliminary Design)

Bendungan Jatiluhur dirancang pertama kali oleh Neyrpic Laboratory (sejak tahun 1955 Neyrpic Laboratory berubah menjadi Sogreah), sekitar tahun 1953. Sogreah (dulu Neyrpic Laboratory) adalah perusahaan Perancis yang bergerak dibidang konsultasi perencanaan yang juga memiliki pabrik pembuatan unit pembangkit listrik (khusus pembuatan turbin dan waterways).
image

image

Tipe Bendungan : Urugan Batu dengan inti tanah liat.
Lebar puncak : 6 m.
Elevasi puncak bendungan: +111,00 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Pelimpah : Pelimpah samping saluran terbuka, menggunakan 4 buah pintu pengeluaran lebar masing-masing 8 m, dengan elevasi udik pelimpah +88,00 m dan hilir +21,00 m. Lebar saluran pelimpah 20 m.
PLTA : 4 unit, berada di hilir bendungan. Lokasi sekitar tubuh bendungan yang sekarang. Intake memanfaatkan diversion tunnel kanan.
Elevasi puncak cofferdam udik : +41 m.
Saluran Pengelak :berjumlah dua buah,dengan diameter masing-masing 10,50 m.

Rencana ini tidak diteruskan karena berdasarkan hasil penyelidikan geologi menunjukkan bukit tumpuan kanan terdapat sinklin dengan pelapisan yang miring kearah hilir. Sedangkan kondisi geologi lokasi spillway kurang baik.

Desain Kedua.

Desain bendungan berikutnya dilakukan oleh A. Coine & J. Beller Consulting Engineers Paris. Desain yang dibuat masih berbentuk busur, namun arahnya berlawanan dengan desain sebelumnya, yaitu berbentuk busur ke hilir. Mempertimbangkan kondisi geologi yang ada, maka bukit tumpuan bendungan digeser ke hilir, kurang lebih sekitar 100 m. Lokasi bukit tumpuan dalam desain kedua ini persis sama dengan lokasi bukit tumpuan bendungan saat ini.
image

Tipe Bendungan :Urugan Batu dengan inti tanah liat miring.
Lebar puncak : 10 m.
Elevasi puncak bendungan : +114,50 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Menara pelimpah utama : Tipe Morning Glory, Ogee, 14 jendela, tanpa pintu, elevasi mercu +107 m, panjang mercu 151,5 m, dengan 14 buah jendela. Kapasitas 3.000 m3/s pada elevasi maksimum. Diameter menara terluar 90 m. Tinggi menara 110 m.
Elevasi puncak cofferdam udik : +65 m.
Saluran Pengelak : satu buah, dengan diameter 10,50 m, berada di kanan menara, berlawanan dengan desain sebelumnya.

Desain Akhir.

Desain akhir bendungan sebagian besar sama dengan desain kedua. Yang membedakannya adalah tapak dan kemiringan inti tanah liat bendungan. Pada desain akhir ini bentuk as bendungan digeser ke udik, sehingga mengakibatkan jarak tubuh bendungan dengan bangunan menara menjadi semakin dekat. Perubahan lainnya adalah inti tanah liat yang memiliki kemiringan lebih tegak dibandingkan sebelumnya.
image

image

Pada tahun 1996 dilakukan Remedial Work dengan tujuan untuk memperbaiki kestabilan tubuh bendungan. Salah satu kegiatan Remedial Work tersebut adalah melandaikan lereng bendungan utama bagian udik dan hilir.

FOTO PEMBANGUNAN
image

image

image

image

image

image

image

image

image

Tempat Jual beli laptop di pondok gede Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Pondok gede Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Pondok gedeBekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah pondok gede Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEJARAH NAMA PONDOK GEDE

Gambar

BANGUNAN PONDOK GEDE (1936)

 

Nama ku adalah mursyid, putra asli Pondok Gede. Aku besar dan dilahirkan di Pondok Gede. Kakek nenek ku juga berasal dari Pondok Gede. Disini aku bukan mau menceritakan asal usulku, aku mau menceritakan kenapa daerah kelahiran ku bernama Pondok Gede. Karena dahulu didaerah Pondok Gede, mungkin lebih tepatnya di Plaza Pondok Gede ada sebuah bangunan yang cukup besar pada zaman Belanda. Karena orang sekitar kalau menyebut rumah dengan sebutan Pondok, dan Gede yang berarti besar, maka bangunan tersebut di namai Pondok Gede yang artinya rumah besar. Maka daerah sekitar disebut Pondok Gede.

 

Mungkin hanya sebagian orang yang tahu sejarah Pondok Gede, maka disini aku akan mencerikan asal muasal berdirinya bangun besar tersebut. Pada tahun 1775 seorang Belanda bernama Pendeta Johannes Hooyman membangun sebuah gedung dengan selera campur aduk antara gaya Eropa dengan corak jawa. Dituturkan oleh penulis Belanda yang bernama Adolf Heuken bahwa interiornya dibuat dengan selera tinggi, kusen pintu dan jendela diberi ukiran indah serta langit-langit dan dindingnya diperolek dengan figura artificial.

 

Seperempat abad kemudian kepemilikan langoed (rumah) Pondok Gede ini jatuh ke tangan Lendreert Miero. Dan ini orang yang aneh alias controversial. Tuan tanah Lendreert Miero alias Juda Leo Ezekiel adalah orang yahudi asal Polandia yang ikut mencari nafkah di Betawi. Ia datang ke Betawi dalam keadaan lontang-lantung. Diceritakan, Miero pertama kali dating ke Indonesia Tahun 1775 sebagai seorang yang miskin karena hanya menjadi prajurit kecil untuk kerajaan Hidia Belanda.

 

Saat itu, Miero menyembunyikan indentitasnya sebagai Yahudi. Pasalnya Belanda yang kala itu dinakhodai oleh dua perusahaan eksploitasi terbesarnya, the Dutch East India Compani (VOC) dan the Dutch West India Company (WIC), melarang adanya bangsa Yahudi untuk bekerja.

 

Kodisi tersebut disembunyikan oleh Miero selama puluhan tahun hingga pada akhirnya, di tahun 1728, Miero membongkar indentitasnya tepat setelah Belanda mengijinkan orang Yahudi berkongsi dalam perekonomian dan pemerintahan mereka. Sejak saat itu, nasib miero mulai berubah drastis. Ia mulai membangun kerajaan bisnisnya dengan menjadi seorang juragan emas sekaligus rentenir di Batavia. Ia memiliki toko di Molenvliet West (sekarang menjadi jalan Gajah Mada) Jakarta pusat dan satu rumah mewah (kini menjadi gedung arsip nasional).

 

Dari hasil berdagang, ia berhasil membeli sebidang tanah luas di Podok Gede lengkap dengan rumah besar yang dibangun oleh pemilik pertamanya, Johannes hooyman. Sekalipun ia memiliki rumah di Betawi (Jakarta), tetapi ia sering mengunjungi istananya di Pondok Gede. Orang menyebutnya Pondok yang Gede sehingga kawasan itu terkenal dengan nama Pondok Gede. Lendeert meninggal dalam usia 79 tahun dan dimakamkan disamping rumahnya di Pondok Gede. Tetapi makam itu dibongkar dan dijadikan rumah hunian penduduk. Bahkan nisannya pun dicongkel untuk umpak-umpak rumah.

 

Sebenarnya Pondok Gede hendak dipugar oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Survey arkeologi pernah dilaksanakan pada januari 1988. Dari survei itu diketahui bahwa luas tanah mencapai 325 hektar, semula merupakan perkebunan sereh. Setelah berpindah ke CV handel, beralihlah menjadi perkebunan karet. Pada tahun 1987 Inkopau pernah menulis surat kepada Gubernur DKI Jakarta. Isinya tentang rencana pembangunan pusat rekreasi dan perbelanjaan di areal Pondok Gede. Disebutkan bangunan kuno itu akan dilestarikan bahkan akan merupakan sentra dari taman rekreasi. Nyatanya uang mengubah segalanya, bangunan kuno bernilai historis itu lenyap pada tahun 1992 dirobohkan untuk dijadikan Mall, yang sekarang kita kenal dengan Mall Plaza Pondok Gede.

 

Banyak pihak yang menyangkan pembongkaran tersebut, tetapi siapa peduli dengan sejarah. Hanya namanya saja yang tetap abadi, sebagai nama jalan penghubung wilayah Jakarta dengan Jawa Barat.

Tempat Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalibaru Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Kalibaru Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Desa

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.   Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.  Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

2.1.2. Demografi

Desa  Kalibaru mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1279 orang. Terdiri dari laki-laki 612 orang dan perempuan 667 orang.  Ada pun  jumlah KK sebanyak 430 dengan tingkat kepadatan 264 per km.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No.

 

Uraian

Jumlah 

Keterangan

Laki – LakiPerempuan
Jumlah Penduduk (Jiwa)612667Data Tahun 2014
a. 0 – 17 tahun197199
b. 18 – 55 tahun342374
c. Diatas 56 tahun7394

 

 

2.1.3 Keadaan Sosial

  1. Pendidikan
  2. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Desa Kalibaru tingkat pendidikan masyarakat rata- rata berpendidikan tingkat SD dan sebagian kecil ada yang tamat SLTP dan SLTA. Di desa Kalibaru masih terdapat masyarakat yang buta huruf. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tingkat PendidikanJumlahKeterangan
1Buta Huruf
2Tidak Tamat SD176
3SD316
4SLTP332
5SLTA141
6Diploma/Sarjana108

 

  1. Sarana dan Prasana Pendidikan

Untuk mendukung lancarnya pendidikan masyarakat, di Desa Kalibaru telah berdiri PAUD, TPA, dan SD dengan dilengkapi beberapa tenaga pengajar baik tenaga honorer maupun PNS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

No.

 

Sarana Pendidikan

 

Jumlah

Tenaga Pengajar
PNSHONOR
1PAUD1 buah2
2TKA/TPA 1  buah7
3TK1 Buah13
4SD1 Buah
5PONPES Tahfiz Al-Qur’an1 buah1
4MDA1 buah4

 

 

  1. Kesehatan.

2.1. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Untuk layanan kesehatan di Kalibaru cukup memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berobat dan memeriksa kesehatannya hal ini dapat terlihat dengan adanya Poskesdes dan Posyandu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Prasarana KesehatanJumlahKeterangan
1Puskermas1 buahBaik
2Posyandu3 buahCukup Baik

 

2.2. Tenaga Kesehatan

Dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat, Desa Kalibaru didukung oleh keberadaan tenaga medis seperti bidan desa untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tenaga KesehatanJumlahKeterangan
1Dokter1
2Bidan Desa          1
3Bidan/Bidan Kampung       12
4Mantri/Perawat1      1-

 

  1. Keadaan Sosial

Kalau dilihat dari keadaan sosial, penduduk Desa Kalibaru ini mempunyai 3 tingkatan yaitu kaya, sedang dan miskin dan semua penduduk desa beragama Islam. Di desa tersebut mempunyai panti asuhan, mesjid, dan langgar.

 

No.Keadaan SosialJumlahKeterangan
1Kepala Keluarga Kaya15
2Kepala Keluarga Sedang175
3Kepala Keluarga Miskin250
4Lembaga Sosial
5Mesjid2
6Musholla / Langgar2

2.1.4. Keadaan Ekonomi

Pekerjaan/mata pencaharian utama masyarakat Desa Kalibaru mayoritas adalahpetani sawah, buruh tani, peternak, dan sebagian ada yang berkebun, berdagang. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

No.Mata PencaharianJumlahKeterangan
1Buruh Tani
2Petani169
3Peternak167Rata-rata peternak skala kecil
4Pedagang5
5Pencari Ikan
6Tukang Kayu20
7Penjahit15
8PNS6
9Pensiunan4
10TNI/Polri
11Pengrajin
12Lain-lain22

 

Tempat Jual beli laptop di Cikiwul Bekasi hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Cikiwul Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Cikiwul Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Cikiwul Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Cikiwul , Bekasi

Sejarah

Amanat PERMENDAGRI Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan menjadi dasar pelaksanaan Lomba Kinerja Kelurahan yang dilaksanakan saat ini. Dalam lomba tersebut akan dievaluasi perkembangan Kelurahan yang meliputi Bidang Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan.

Kelurahan Cikiwul adalah salah satu Kelurahan di Kecamatan Bantargebang yang terdiri dari 7 (tujuh) Rukun Warga (RW) dan 32 (tiga puluh dua) Rukun Tetangga (RT) dengan luas wilayah 525.351 Ha, dan jumlah penduduk 18.711 Jiwa. Terdiri dari Laki-laki sebanyak 9.611 Jiwa dan Perempuan sebanyak 9.123 Jiwa.

Kelurahan Cikiwul 41 tahun yang lalu merupakan salah satu Kemandoran dari Desa Layung Sari. Desa Cikiwul lahir pada tahun 1983 yang merupakan pemekaran dari Desa Layung Sari Kecamatan Setu Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi. Pada waktu itu Desa Layung Sari dipimpin Oleh Bapak Anim (almarhum) yang merupakan orang asli dari Kampung Cikiwul. Sedangkan Kampung Cikiwul dipimpin oleh seorang mandor/ wakil yaitu M. Harun (Almarhum).

Setelah Desa Cikiwul berdiri sendiri, langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah mengadakan pemilihan Kepala Desa. Hal ini dilakukan guna tetap berjalannya roda pemerintahan dan terselenggaranya fungsi pelayanan kepada masyarakat. Pemilihan Kepala Desa yang dilakukan pada tahun 1983, terpilih Bapak M. HARUN (almarhum) sebagai Kepala Desa yang sah dan independen.

Pemberian nama Cikiwul menurut sejarah dan cerita para sesepuh dan tokoh masyarakat yang ada sebagai berikut:

  1. “Ci/ Cai” berasal dari bahasa daerah yang artinya adalah air dan bisa juga disebut kali atau sungai.
  2. “Kawul” juga berasal dari bahasa daerah, dimana kawul terdapat pada batang pelapah pohon aren/ kawung. Pada jaman dahulu kawul itu diperlukan oleh orang untuk bahan membuat api apabila mau merokok atau memasak, karena pada waktu itu belum ada korek api. Jadi nama Cikiwul yang sebenarnya adalah Cikawul bukan Cikiwul, akan tetapi nama Cikawul kedengaranya dirasakan kurang pas dan agak ganjil maka nama Cikawul diganti dengan nama Cikiwul, begitu menurut cerita para sesepuh. Jadi kalau diambil makna yang terkandung didalamnya Cikiwul berarti sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat Cikiwul.

Bekasi Cyber Park, Surganya Jual Beli Laptop Bekasi

Bekasi Cyber Park, Surganya Jual Beli Laptop Bekasi

Geografi Kota Bekasi

Sebuah kota metropolitan lainnya selain Jakarta dengan luas area 210.49 km persegi dan jumlah penduduk 2,4juta jiwa dimana kota ini dialiri oleh 3 sungai yaitu sungai Bekasi, sungai Cakung, dan sungai Sunter serta anak-anak sungai lainnya merupakan geografi dari Kota Bekasi yang menjadi bagian dari wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan data statistik Bekasi, perekonomian kota ini 3% berasal dari perdagangan, hotel dan restoran. Perdagangan sendiri mencakup banyak hal hingga termasuk salah satunya ialah transaksi jual beli laptop Bekasi.Sektor perdagangan di Kota Bekasi banyak terjadi di sepanjang jalan Ahmad Yani, Noer Ali dan jalan Cut Mutia. Sebab di ketiga jalan ini terdapat beberapa counter ataupun toko jual beli laptop baik dalam kondisi baru maupun barang second. Di area ini pula menjual sparepart komputasi dan aksesoris lainnya dengan harga yang cukup murah.

Surganya Jual Beli Laptop Bekasi

Walaupun demikian dalamhal tarif harga, banyak warga Bekasi yang lebih memburu perlengkapan komputasi di bilangan Pondok Gede karena terbukti memberikan harga paling murah dibandingkan dengan tempat lainnya. Namun produk yang ditawarkan tidak sebanyak dan selengkap di Jalan Cut Mutia dan Ahmad Yani. Bagi sebagian warga Bekasi, mereka lebih memilih untuk mengunjungi jalan Noer Ali karena di area ini terdapat Bekasi Cyber Park yang dianggap menjadi surga bagi warga Bekasi dalam mencari produk laptop dengan varian harga dan spesifikasi yang beragam.

Di pusat belanja ini dianggap sebagai one stop shoppingnya Bekasi untuk berburu peralatan dan perlengkapan komputasi. Segala macam kebutuhan komputasi tersedia lengkap di sini. Mulai laptop baru hingga second, aksesoris, perlengkapan komputasi, jasa servis, dan lain sebagainya. Harga yang dibandrol pun bervariasi dan tetap ramah di kantong masyarakat Bekasi.

Di pusat perbelanjaan Bekasi Cyber Park bisa diibaratkan seperti Mangga Duanya Bekasi. Sebab produk dan counter terbilang banyak dan lengkap. Semua jenis produk baru dan second tersedia, dan bahkan ada pula transaksi pembayaran secara kredit dengan melalui aplikasi. Wajar bila akhirnya tempat ini kerap dikunjungi pengunjung setiap harinya. Pusat belanja ini sendiri buka sejak pukul 10 dan tutup serentak pukul 9 malam.

Jual beli laptop di Kalimalang bekasi, Bekasi. Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Kalimalang bekasi, Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalimalang. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Kalimalang Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Asal Usul Kalimalang & Sejarah Peradaban Tertua Jawa di Bekasi

 

Foto: Budayawan Bekasi, Andi Sopandi sebagai panelis (Randy/detikTravel)

 

Bekasi – Bicara revitalisasi Kalimalang, jangan melupakan sejarah panjang di baliknya. Konon, peradaban tertua di Pulau Jawa juga ada di Bekasi.

Sejak dahulu aliran Kalimalang telah melewati Bekasi dan menjadi sumber air bersih bagi warga Jakarta. Kini, di bawah Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Kalimalang akan direvitalisasi jadi semakin cantik untuk warganya.

Sambil menunggu proses revitalisasi, tak ada salahnya kita napak tilas akan sejarah Kalimalang sesuai fungsi awalnya dulu.

Hal itu pun diungkapkan oleh budayawan Bekasi, Andi Sopandi usai menghadiri diskusi Penataan Kalimalang dan Pembangunan Wisata Situ Rawa Gede di Ruang Krakatau, Hotel Horizon Bekasi, Senin (22/10/2018) sore.

“Dalam perjalanannya juga perlu ada revitalisasi kawasan Kalimalang. Kenapa disebut Kalimalang? Karena dia memalang aliran sungai mulai dari Cirata, Kali Bekasi sampai Kali Cakung. Hingga disebut kali yang malang. Kalau orang Bekasi, malang itu muncul di tengah-tengah. Malang alur yang ada,” ujar Andi saat ditemui detikTravel usai acara.

Dijelaskan oleh Andi, awalnya Kalimalang dibuat secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Idenya sudah dari zaman Soekarno.

Menariknya lagi, ternyata Sungai Kalimalang juga tak dapat dipisahkan dengan kisah kerajaan Nusantara di Pulau Jawa. Malah, sejarah peradaban tertua Jawa terkait Kerajaan Taruma Negara ditemukan di Bekasi.

“Tadi saya kemukakan munculnya kota peradaban, karena peradaban tertua itu di Jawa munculnya justru di Bekasi. Penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa itu terdapat di Babelan, Batujaya selebihnya juga ada di Bekasi,” ujar Andi.

Berkaca dari nilai sejarah itu, Andi ingin agar nantinya proses revitalisasi Kalimalang juga menyertakan sejarah sebagai tema besar.

“Saya kira dari sisi budaya saya mengusulkan harus ada hubungan dari segi nama. Kalau tadi saya bilang ada Taman Patriot Chandrabaga, saya bilang jangan ambigu dengan Stadion Bekasi. Saya usulkan jadi Taman Tarum Chandrabhaga untuk yang di Giant. Untuk yang di Unisma Taman Tarum Bhagasasih. Itu jadi bentuk sosialisasi sejarah Kota Bekasi,” ujar Andi.

Tidak sampai situ, Andi juga berharap agar nantinya kawasan Kalimalang yang telah direvitalisasi juga menyertakan nuansa Islami lewat musala dan simbol-simbol khas budaya Bekasi.

“Tadi ada yang kurang nuansa Islam Bekasi harus ada. Tadi saya usulkan perlu ada musala, wc kecil, cinderamata Bekasi itu yang harus diperhatikan,” tutup Andi.(wsw/fay)

 

Jual beli laptop di Jatiluhur Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Jatiluhur Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatiluhur. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatiluhur Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).Bendungan Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh PT. PLN (Persero).

Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II. Selain berfungsi sebagai PLTA, dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti hotel dan bungalow, bar dan restoran, lapangan tenis, bilyar, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air dan fasilitas lainnya. Di dalam waduk ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang memungkinkan kita untuk memancing di waktu siang maupun malam. Selain itu, dikawasan ini terdapat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola PT. Indosat sebagai alat komunikasi internasional. Pokoknya lengkap, termasuk pusat Training Center atlit nasional dayung dan dragon boat Indonesia.

Sejarah Pembangunan Bendungan Jatiluhur dan PLTA-nya

Proses perencanaan pembangunan bendungan di Sungai Citarum dimulai dari penetapan lokasi. Berdasarkan gagasan awal Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein berjudul “Integrated Water Resources Development in the Western Part of Java Island”, direncanakan dibangun tiga buah bendungan di Jatiluhur. Penyelidikan-penyelidikan pertama dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang waktu itu masih dibawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga, dengan mempekerjakan tenaga-tenaga ahli dari Perancis.

Pada tahun 1950, Ir. Agus Prawiranata selaku Kepala Jawatan Irigasi memikirkan pengembangan jaringan irigasi untuk mengantisipasi kecukupan beras dalam negeri, dan ide itu menjadi bahan tertawaan karena Indonesia tidak memiliki cukup uang untuk itu. Ide tersebut dibicarakan dengan Ir. Sediyatmo, selaku Kepala Direksi Konstruksi Badan Pembangkit Listrik Negara. Kemudian Ir. Sediyatmo menugaskan Ir. PK. Haryasudirja (sekarang Prof. Dr. Ir. PK. Haryasudirja) untuk merancang bendungan jatiluhur ini.
Haryasudirja membuat spesifikasi bendungan Jatiluhur meniru gaya bendungan terbesar di dunia, yaitu bendungan Aswan di Mesir dengan menggunakan konsultan dari Perancis yang sudah berpengalaman dalam membangun bendungan besar.

DESAIN

Desain Awal (Preliminary Design)

Bendungan Jatiluhur dirancang pertama kali oleh Neyrpic Laboratory (sejak tahun 1955 Neyrpic Laboratory berubah menjadi Sogreah), sekitar tahun 1953. Sogreah (dulu Neyrpic Laboratory) adalah perusahaan Perancis yang bergerak dibidang konsultasi perencanaan yang juga memiliki pabrik pembuatan unit pembangkit listrik (khusus pembuatan turbin dan waterways).

Tipe Bendungan : Urugan Batu dengan inti tanah liat.
Lebar puncak : 6 m.
Elevasi puncak bendungan: +111,00 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Pelimpah : Pelimpah samping saluran terbuka, menggunakan 4 buah pintu pengeluaran lebar masing-masing 8 m, dengan elevasi udik pelimpah +88,00 m dan hilir +21,00 m. Lebar saluran pelimpah 20 m.
PLTA : 4 unit, berada di hilir bendungan. Lokasi sekitar tubuh bendungan yang sekarang. Intake memanfaatkan diversion tunnel kanan.
Elevasi puncak cofferdam udik : +41 m.
Saluran Pengelak :berjumlah dua buah,dengan diameter masing-masing 10,50 m.

Rencana ini tidak diteruskan karena berdasarkan hasil penyelidikan geologi menunjukkan bukit tumpuan kanan terdapat sinklin dengan pelapisan yang miring kearah hilir. Sedangkan kondisi geologi lokasi spillway kurang baik.

Desain Kedua.

Desain bendungan berikutnya dilakukan oleh A. Coine & J. Beller Consulting Engineers Paris. Desain yang dibuat masih berbentuk busur, namun arahnya berlawanan dengan desain sebelumnya, yaitu berbentuk busur ke hilir. Mempertimbangkan kondisi geologi yang ada, maka bukit tumpuan bendungan digeser ke hilir, kurang lebih sekitar 100 m. Lokasi bukit tumpuan dalam desain kedua ini persis sama dengan lokasi bukit tumpuan bendungan saat ini.

Tipe Bendungan :Urugan Batu dengan inti tanah liat miring.
Lebar puncak : 10 m.
Elevasi puncak bendungan : +114,50 m.
Kemiringan lereng : U/S 1 : 1,4, (D/S) juga 1 : 1,4.
Menara pelimpah utama : Tipe Morning Glory, Ogee, 14 jendela, tanpa pintu, elevasi mercu +107 m, panjang mercu 151,5 m, dengan 14 buah jendela. Kapasitas 3.000 m3/s pada elevasi maksimum. Diameter menara terluar 90 m. Tinggi menara 110 m.
Elevasi puncak cofferdam udik : +65 m.
Saluran Pengelak : satu buah, dengan diameter 10,50 m, berada di kanan menara, berlawanan dengan desain sebelumnya.

Desain Akhir.

Desain akhir bendungan sebagian besar sama dengan desain kedua. Yang membedakannya adalah tapak dan kemiringan inti tanah liat bendungan. Pada desain akhir ini bentuk as bendungan digeser ke udik, sehingga mengakibatkan jarak tubuh bendungan dengan bangunan menara menjadi semakin dekat. Perubahan lainnya adalah inti tanah liat yang memiliki kemiringan lebih tegak dibandingkan sebelumnya.

Pada tahun 1996 dilakukan Remedial Work dengan tujuan untuk memperbaiki kestabilan tubuh bendungan. Salah satu kegiatan Remedial Work tersebut adalah melandaikan lereng bendungan utama bagian udik dan hilir.

FOTO PEMBANGUNAN

 

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatisari. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatisari Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

JATISARI STORY

Tulisan ini kami dedikasikan untuk pemuda-pemudi kampung jatisari yang haus akan sejarah, cerita, mitos(dalam tanda kutip), dan eksistensi.

Sebelum bercerita mengenai Sejarah Dusun Jatisari ada baiknya untuk mengetahui bahwa yang dinamakan sejarah harus lah memiliki narasumber dan pelaku sejarah itu sendiri dari beberapa sumber yang relevan, karena tulisan ini hanya memiliki tak lebih dari satu sumber maka tulisan ini masih belum dianggap sebagai “Sejarah”.

Karya tulis ini diambil dari satu sumber yang relevan sekaligus pelaku sejarah mengenai Dusun Jatisari dan cerita ini sama sekali tidak menyinggung masalah biografi beliau, cerita ini di tuturkan langsung oleh Bapak S. Edeng (Kepala Suku/Dusun ke-2 Desa Jatisari).

Masa transmigrasi
Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah padat penduduk ke daerah lain. Tujuan utama dari transmigrasi adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di pulau Jawa.

Selain pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi sebagian berada dan menetap di Provinsi Lampung, salah satu tujuan Utama proses mobilisasi penduduk adalah di Dusun Jatisari ini. [sumber, https://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi]

Masa Pendudukan
Tahun 1951 rombongan Transmigrasi BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) masuk ke Talang Padang-Kabupaten Tanggamus, BRN ini adalah para mantan anggota badan-badan perjuangan bersenjata.

Pada tahun 1953-1955 para mantan BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) sebagian pindah ke Batu Lungguh (sekarang Wayhuwi, Waykandis, sebagian Wayhalim dan Jatisari), perpindahan mereka untuk bekerja di perkebunan Karet dan sebagian melakukan pembabatan hutan semak blukar Jatisari. [Sumber, http://digilib.unila.ac.id/15451/2/II.pdf]

Masa Transisi
Jatisari sendiri dahulu masih hutan semak blukar yang sudah dihuni oleh beberapa orang saja dan sudah memiliki pemerintahan yang dibangun oleh Mbah Mangun (Kepala Suku/Dusun Pertama). Tahun 1963 sampai 1995 Kepala Suku Ke-2 yaitu Bapak S.Edeng ditunjuk menggantikan Mbah Mangun.

Pada akhir tahun 1957 atau awal tahun 1958 penggantian nama Batu Lungguh menjadi Dusun (kampung) Jatisari dicetuskan, hal ini terjadi setelah Kampung dihuni hampir 120-an KK (Kepala Keluarga). Jatisari sendiri merujuk pada penamaan Desa Jatimulyo merupakan pembeda sekaligus terpisahnya Desa Batu Lungguh menjadi beberapa Kelompok Desa. [Sumber, Video]

Tragedi Macan
Pertengahan Tahun 1958 terjadi Tragedi macan pemangsa, ada sekitar 4 orang korban yang dimangsa macan dalam rentan waktu yang berbeda yaitu Encep (anggota BRN), Kiloh, salah seorang ibu hamil (anak dari pak guru Jaya *belum jelas), seorang yang lain pak Badur panggilannya (*blm jelas).

Kesedihan berlangsung ketika korban tidak ditemukan pada malam hari, baru setelah pagi hari sampai siang hari ditemukan Jenazah dari pak Badur dan tubuh korban sudah terbagi menjadi beberapa bagian.

Ketika tragedi ini terjadi rombongan dari Jember dan Surabaya melakukan mobilisasi kembali ke Pringsewu dan sekitarnya, rombongan ini adalah orang – orang yang ingin membeli tanah dijatisari untuk ditempati dan ditinggali.

Masa Sekarang dan Seterusnya
masih misteri………………

 

Jual beli laptop di JatiKramat Bekasiii hub : 081932363825

Jual beli laptop di JatiKramat Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah JatiKramat. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah JatiKramat Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kali Jatikramat terkait erat dengan Kali Cakung dan Kali Buaran. Ketiganya berkelok-kelok datang dari Bekasi dan saling terhubung hingga muara di Teluk Jakarta di kawasan Marunda melalui Cakung Drain. Dulu, ketiga sungai itu sumber air untuk persawahan, bahkan bisa diminum.[5] Aslinya tidak terlalu dalam, hingga tahun 1990, lebar sungai itu hanya sekitar 3 meter akibat tergerus erosi terus-menerus.[6] Kebiasaan warga membuang sampah membuat kualitas air menjadi sangat buruk.[6]

Kali Buaran dan Kali Jati Kramat sering meluap dan menyebabkan banjir. Pada tahun 2007 Kantor pengolahan air PT Aetra di pinggir Kali Jati Kramat terendam hingga 1 meter.[5] Penelitian evolusi lahan di DKI Jakarta oleh Pieter J Kunu dan H Lelolterry, dosen pertanian Universitas Pattimura, Ambon, menunjukkan bahwa hal ini disebabkan karena pembangunan kota yang membuat 85 persen lahan di Jakarta kedap air, sehingga air permukaan tak lagi dapat diserap tanah dan akibatnya terjadi banjir. Jalan keluarnya ialah menambah badan air buatan untuk menampung air permukaan, yaitu Banjir Kanal Timur.[5] Kanal ini memotong Kali Cakung, Buaran, Jati Kramat, Sunter, dan Cipinang, merupakan upaya teknologi mengatasi banjir, memberikan ruang bagi air di timur dan utara Jakarta. Sejak terpotong kanal, aliran air kelima sungai yang datang dari hulu kini bermuara di Kanal Timur. Sementara alur kelima sungai setelah terpotong kanal digunakan sebagai drainase pembuangan dari saluran-saluran permukiman dan industri. Dengan adanya Kanal Timur, ada banyak permukiman terselamatkan dari banjir.[5] Namun, Kanal Timur juga mengubah bentuk Kali Jati Kramat, karena alur sungai ini tidak tampak lagi setelah terpotong Kanal Timur,[5] meskipun pada peta lama tampak tersambung ke Kali Buaran sepanjang hampir 50 meter.[7]

Alur Kali Jati Kramat di belakang kompleks Kavling DKI Pondok Kelapa masih terjaga keasriannya. Kanan dan kiri sungai itu masih hijau dan aliran airnya jernih. Tak ditemukan sampah mengambang di atas aliran itu. Kali Jati Kramat tetap terjaga karena warga kompleks mengelola sampah secara mandiri, menggunakan tenaga kebersihan untuk mengangkut sampah rumah tangga sehingga tak ada yang buang sampah ke kali