jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call)

sejarah nama ciketing udik

desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau.

 

 

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call)

 

iwayat Bekasi Tempo Doeloe

Infografik Kronologi Bekasi
Kawasan Jl. Ahmad Yani , Kota Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Ivan Pramana Putra.
Kawasan Jl. Ahmad Yani , Kota Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Ivan Pramana Putra.
Oleh: Petrik Matanasi – 10 Maret 2017
Dibaca Normal 3 menit
Usia Bekasi sebagai pemukiman sudah berumur ribuan tahun. Perlahan, dari kampung-kampung yang ada, Bekasi tumbuh menjadi distrik lalu kabupaten, dan belakangan ditambah kotamadya.
Meski tata-kotanya tak terkendali, seperti kota yang baru mekar dan berkembang, usia Bekasi sebagai kawasan cukup tua. Daerah penyangga ibukota ini berusia ribuan tahun. Berdasarkan penemuan situs Kampung Buni zaman batu muda (neolitikum) pada 1958, diperkirakan kampung tersebut sudah ada sejak 2000 SM. Di situs itu ditemukan kerangka manusia, beliung persegi, gerabah berbentuk periuk, manik-manik, perhiasan emas, dan kendi.

Jauh setelahnya, berdasar Prasasti Kampung Tugu, Cilincing. Bekasi rupanya terkait dengan Raja Purnawarman yang berkuasa di di Tarumanagara sekitar tahun 400an Masehi. Di situ diceritakan tentang pembuatan saluran air yang disebut Gomati di sekitar Sungai Chandrabaga. Sungai Chandrabaga diartikan sebagai Kali Bekasi oleh beberapa ahli. Di masa-masa itu, Bekasi disebut sebagai Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, yang merupakan pusat dari kerajaan Tarumanegara selama beberapa abad.

“Bekasi [adalah] distrik dari afdeling Meester Cornelis (Jatinegara) dari Keresidenan Batavia, yang terletak di sebelah timur Betawi. Dialiri Sungai Cileungsi dan Sungai Bekasi. Salah satu daerah yang terkenal ramai oleh pedagang dari hilir hingga ke pedalaman. Di sana juga berdiri pasar dan perkampungan Tionghoa yang terbentuk sejak 1752,” demikian yang tercatat dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie (1896) terbitan Martinus Nijhoff-EJ Brill di Gravenhage.

Ensiklopedia itu mencatat pada 1869 terjadi pemberontakan rakyat Bekasi di Tambun. Insiden itu menewaskan Asisten Residen Meester Cornelis, CE Kuyper. Meski daerah Bekasi kecil, ia punya pengadilan negeri pada 1890. “Bekasi merupakan titik-titik penggunaan Bataviaschen Oosterfoorweg atau jalan kereta api sebelah timur Betawi yang dibuka secara resmi sebagai lalu-lintas umum sejak 1887.”

Citra Daerah Kabupaten Bekasi dalam Arsip 1900-1945 (2014) mencatat setidaknya sejak 1883, terdapat empat distrik yang dipimpin seorang demang, yakni Kebayoran (Jakarta Selatan), Meester Cornelis (Jatinegara sekarang), Cabangboengin, dan Bekasi. Distrik Cabangboengin sekarang adalah Cikarang. Nama itu berganti pada 1911. Di tahun yang sama pula istilah pemimpin distrik berubah, dari Demang menjadi Wedana.

Orang-orang yang pernah menjadi Wedana atau Demang di Bekasi antara lain: Achmat Mantor Abdoel Rachiem (1881-1885), Mochamad Ali (1885-1894), Moedjimi (1894-1903), Achmad Solihoen (1903-1908), Raden Bachram (1908-1917), Mohamad Samik (1917-1919), Moedjitaba (1919-1924), Rade Kartasoemitra (1924-1927), Raden Achamad Djajadiningrat (1927-1931), Raden Hasan Madiadipoera (1931-1937), Raden Hardjadiparta (1937-1940). Wedana di zaman Jepang pun ada Soehardjo Soeriasapoetra.

Berdasarkan arsip-arsip yang terkumpul dalam buku Citra Daerah Kabupaten Bekasi Dalam Arsip 1800-1900, Bekasi di akhir abad ke-19 dipenuhi tanah-tanah partikelir. Misalnya di Cikarang, Ujung Menteng, atau Tambun. Artinya ada tuan tanah dengan tanah luas di sana.


Staatdblad van Nederlandsch-Indie 1836 nomor 19 soal Reglement Omtrent de Particuliere Landerijen, Gelegen ten Westen der Rivier Tjimanoek alias peraturan tentang tanah partikelir di sebelah barat Sungai Cimanuk, mengatur bagaimana soal sewa, jual-beli, dan pengelolaan tanah. Termasuk di Bekasi. Dalam aturan itu, tuan tanah diberi keistimewaan mengatur para tenaga kerjanya.

Di era merajalelanya kuasa tuan tanah ini, lahir pula garong dan pencuri dadakan karena kemiskinan. Pasukan Marsose pun dikerahkan. Salah satu prajurit Marsose yang dikirim sekitar 1937 ke sekitar Bekasi adalah Gatot Subroto, yang belakangan jadi pejabat tinggi TNI dan Pahlawan Nasional.

Gatot begitu iba pada keluarga miskin yang anak atau ayahnya harus dipenjara karena menggarong atau mencuri karena dimiskinkan para tuan tanah yang disayang priyayi lokal. “Sebagian gajinya diberikan kepada beberapa keluarga yang sangat menderita itu,” tulis Moh Oemar dalam biografi Jenderal Gatot Subroto (1976).

Setelah masuknya Jepang, afdeling atau kabupaten Meester Cornelis berubah menjadi Jatinegara Ken. Wilayah yang meliputi kecamatan atau kewedanaan kemudian memakai istilah “Gun”: Cikarang Gun, Cawang-Jatinegara Gun, dan Bekasi Gun. Di bawah Bekasi Gun ada desa-desa yang disebut Son seperti Cilincing Son, Cibitung Son, dan Bekasi Son.

Sejak awal revolusi kemerdekaaan, Bekasi sudah panas. Buku Citra Daerah Kabupaten Bekasi Dalam Arsip 1900-1945 (2014) mencatat, ”ketika pesawat Dakota Sekutu Inggris melakukan pendaratan darurat akibat kerusakan mesin di Rawa Gatel, Cakung, Kewedanaan Bekasi, pada 23 November 1945, seluruh tentara Inggris yang berjumlah 26 orang ditawan di tangsi Polisi Bekasi.”

Para pejuang itu terbakar semangat revolusi hingga segala hal yang menghalangi eksistensi Republik akan mereka habisi. Tuntutan Komandan Tentara Sekutu di Jakarta, agar para tawanan itu dibebaskan, tak diindahkan. Bahkan semua disembelih dan dikubur di belakang tangsi polisi.

Tentu saja pihak Inggris marah. Dengan kekuatan satu batalyon infanteri bersenjata lengkap dengan kawalan baterai Artileri dan puluhan panser, pada 24 November 1945 esoknya, Bekasi disatroni Tentara Sekutu. Pembakaran pemukiman penduduk sekitar Tambun, Cikarang, Lemah Abang, hingga Karawang pun terjadi.

Nama Bekasi tercatat heroik dalam sejarah perjuangan (revolusi) Indonesia. Bahkan Bekasi dijuluki Kota Patriot. Chairil Anwar, seperti diajarkan lewat pelajaran Bahasa Indonesia, menulis salah satu puisi legendarisnya yang bernapas revolusi: Karawang-Bekasi.

Bekasi tak kalah revolusioner dibanding Jakarta. Bekasi memang sempat menjadi pengunduran milisi pro-Republik yang terdesak dari Jakarta akibat makin kuatnya tentara Belanda di Jakarta.

Setelahnya, Bekasi pun akhirnya menjadi daerah pendudukan Tentara Belanda juga. Sebelum pendudukan, Republik Indonesia mengangkat Bapak Rubaya Suryanaatamirharja sebagai Bupati Jatinegara. Status Bekasi adalah Kewedanaan, yang masuk dalam wilayah Batavia En Omelanden. Berdasar Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178, sebagian Bekasi pernah menjadi daerah Negara Pasundan.

Meski telah menjadi daerah pendudukan Belanda, banyak rakyat Bekasi maupun rakyat daerah pendudukan lain yang setia pada Republik. Di tahun 1950, Hatta setuju menjadi Bekasi sebagai Kabupaten. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950, Kabupaten Bekasi terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Cibarusah) dan 95 desa. Hingga 1960, kantor Kabupaten Bekasi masih di Jatinegara.

Belakangan, Bekasi pun menjadi kawasan pemukiman penting bagi perkembangan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Banyak pekerja Jakarta yang berumah di Bekasi, karena makin sempit dan mahalnya hunian di Jakarta.

Bekasi juga berkembang menjadi kawasan industri. Kecamatan Bekasi dinaikkan statusnya menjadi kota administratif (Kotif) pada 1981. Sisanya menjadi wilayah Kabupaten Bekasi. Sejak 10 Maret 1997, status kota administratif naik lagi menjadi kotamadya.

Baca juga artikel terkait BEKASI atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
(tirto.id – Humaniora)

Bolehkah Makan dan Minum Sahur Setelah Imsak Hingga Jelang Adzan Subuh?

Bolehkah Makan dan Minum Sahur Setelah Imsak

Hingga Jelang Adzan Subuh?

Bolehkah Makan dan Minum Sahur Setelah Imsak Hingga Jelang Adzan Subuh?

Imsak ibarat lampu kuning dalam rambu-rambu lalu lintas.

Suara.com – Ada kalanya kita bangun kesiangan untuk santap sahur lalu kemudian seruan imsak berkumandang di tengah waktu makan kita.

Seketika kita akan dilanda panik saat mengetahui waktu imsak telah tiba sementara makanan di piring kita masih belum habis.

Padahal, kita dianjurkan untuk menghabiskan makanan yang sudah menjadi rezeki dari Allah.

Lantas, apakah boleh kita melanjutkan makan sahur ketika masjid sudah mengumandangkan imsak?

Menyadur dari NU Online, batas waktu dimulainya puasa telah dijabarkan oleh Syekh Abdul Hasan Ali bin Muhmmad bin Habib Al-Mawardi dalam kitab Al-Iqna’ Fil Asy-Syafi’i yang berbunyi,

“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya maahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar.”

Dari kutipan tersebut, dapat diambil penjelasan bahwa batas makan sahur terakhir adalah saat terbit fajar yan berarti ketika adzan Subuh berkumandang.

Sedangkan, seruan imsak sendiri memang dutetapkan para ulama untuk menandakan waktu Subuh segera tiba. Biasdanya imsak akan ditabuh sepuluh menit sebelum adzan Subuh berkumandang.

Imsak, seperti yang diibaratkan Muhammad Ishom dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdhatul Ulama Surakarta, adalah lampu kuning dalam rambu-rambu lalu lintas. Ini adalah pertanda masa transisi agar seorang muslim harus berhenti makan dan minum untuk berpuasa.

Artikel ini bersumber dari NU Online dengan judul “Imsak Itu Ibarat Lampu Kuning” ditulis oleh Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.

KPI Diminta Tegur Siaran TV yang Abaikan Protokol Pandemi

KPI Diminta Tegur Siaran TV yang Abaikan Protokol

Pandemi

Sejumlah siaran TV nasional saat sahur dianggap mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sejumlah siaran TV nasional saat sahur dianggap mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Foto: pexels
Siaran sahur di TV dianggap tidak jaga jarak sosial di masa pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Muhamamdiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi yang menayangkan siaran langsung dengan tidak memberi contoh menjaga jarak sosial dan fisik selama pandemi Covid-19.

Ketua MCCC Surabaya M. Arif An, di Surabaya, Sabtu (25/4), mengatakan ketika pemerintah sudah menyampaikan social distancing atau jaga jarak sosial selama pandemi Covid-19. Maka sejak itu masyarakat juga harus mematuhinya.

“Tapi itu tidak dilakukan secara konsisten khususnya para artis sebagai publik figur. Kita saksikan sejak sahur pertama di Ramadhan, banyak program TV yang disiarkan secara langsung tidak memberikan contoh jaga jarak, misalnya Program Sahur Seger, Sahurnya Pesbukers dan lainnya,” katanya.

Menurut dia, sejumlah program sahur di sejumlah televisi nasional telah melakukan aksi dan penampilan yang sama sekali tidak menunjukkan suasana pandemi Covid-19 di negeri ini. “Sangat biasa, gembira ria berlebihan, jaga jarak tidak ada dan malah ada yang bersentuhan,” ujar Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya ini.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta KPI memberikan peringatan kepada media televisi yang masih saja tidak memberikan contoh sesuai anjuran pemerintah. “Berikan teguran keras dan bila perlu dicabut program acaranya bilamana tidak ada perubahan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Ahmad Afif Amrullah mengatakan terkait program televisi nasional yang dianggap tidak memberikan contoh yang baik di saat pandemi Covid-19, itu merupakan kewenangan KPI pusat. “Itu ranahnya KPI Pusat, kami hanya fokus untuk TV lokal,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, KPID Jatim bisa menyampaikan aspirasi dari MCCC tersebut ke KPI Pusat di Jakarta. “Iya itu bisa,” ujarnya.

Kim Jong-Un Dikabarkan Sakit

Kim Jong-Un Dikabarkan Sakit, China Kirim Tim Pakar

Medis ke Korut

Kim Jong-un: Mengapa sampai muncul spekulasi pemimpin Korea Utara ini sakit keras?

China mengerahkan sebuah tim yang juga beranggotakan beberapa pakar medis ke Korea Utara (Korut). Pengerahan ini disebut bertujuan untuk membantu memberikan saran kepada pemimpin Korut, Kim Jong-Un, yang belakangan ramai dikabarkan sedang sakit.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2020), tiga sumber yang memahami situasi ini menuturkan bahwa sebuah tim yang terdiri atas beberapa dokter dan pejabat China telah dikerahkan ke wilayah Korut pada Kamis (23/4) waktu setempat.

Maksud dan tujuan sebenarnya pengerahan ini tidak diketahui secara jelas. Namunbeberapa waktu terakhir muncul berbagai laporan soal kondisi kesehatan Kim Jong-Un yang dikabarkan memburuk usai operasi. Reuters tidak mampu menentukan apa yang diisyaratkan dari pengerahan tim medis China ke Korut ini.

Dua sumber yang dikutip Reuters menyebut bahwa delegasi yang dikerahkan ke Korut itu dipimpin oleh seorang anggota senior Departemen Penghubung Internasional pada Partai Komunis China. Departemen ini diketahui menangani urusan antara China dengan Korut.

Ketiga sumber yang dikutip Reuters enggan memberikan informasi lebih lanjut soal pengerahan tim medis tersebut. Pihak Departemen Penghubung Internasional maupun Kementerian Luar Negeri China belum bersedia memberikan tanggapan atas laporan ini.

Awal pekan ini, media online yang berbasis di Seoul, Daily NK, melaporkan bahwa Kim Jong-Un sedang dalam masa pemulihan setelah menjalani prosedur kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) pada 12 April lalu. Laporan Daily NK itu mengutip seorang sumber yang ada di Korut.

Kim Jong-un Dilaporkan Sakit Keras, Korsel: Tak Ada Tanda-tanda:

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Ciketing Udik Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call)

sejarah nama ciketing udik

desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau.

 

 

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

jual beli laptop Bekasi Hub: 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/

 

Riwayat Bekasi Tempo Doeloe

Infografik Kronologi Bekasi
Kawasan Jl. Ahmad Yani , Kota Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Ivan Pramana Putra.
Kawasan Jl. Ahmad Yani , Kota Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Ivan Pramana Putra.
Oleh: Petrik Matanasi – 10 Maret 2017
Dibaca Normal 3 menit
Usia Bekasi sebagai pemukiman sudah berumur ribuan tahun. Perlahan, dari kampung-kampung yang ada, Bekasi tumbuh menjadi distrik lalu kabupaten, dan belakangan ditambah kotamadya.
Meski tata-kotanya tak terkendali, seperti kota yang baru mekar dan berkembang, usia Bekasi sebagai kawasan cukup tua. Daerah penyangga ibukota ini berusia ribuan tahun. Berdasarkan penemuan situs Kampung Buni zaman batu muda (neolitikum) pada 1958, diperkirakan kampung tersebut sudah ada sejak 2000 SM. Di situs itu ditemukan kerangka manusia, beliung persegi, gerabah berbentuk periuk, manik-manik, perhiasan emas, dan kendi.

Jauh setelahnya, berdasar Prasasti Kampung Tugu, Cilincing. Bekasi rupanya terkait dengan Raja Purnawarman yang berkuasa di di Tarumanagara sekitar tahun 400an Masehi. Di situ diceritakan tentang pembuatan saluran air yang disebut Gomati di sekitar Sungai Chandrabaga. Sungai Chandrabaga diartikan sebagai Kali Bekasi oleh beberapa ahli. Di masa-masa itu, Bekasi disebut sebagai Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, yang merupakan pusat dari kerajaan Tarumanegara selama beberapa abad.

“Bekasi [adalah] distrik dari afdeling Meester Cornelis (Jatinegara) dari Keresidenan Batavia, yang terletak di sebelah timur Betawi. Dialiri Sungai Cileungsi dan Sungai Bekasi. Salah satu daerah yang terkenal ramai oleh pedagang dari hilir hingga ke pedalaman. Di sana juga berdiri pasar dan perkampungan Tionghoa yang terbentuk sejak 1752,” demikian yang tercatat dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie (1896) terbitan Martinus Nijhoff-EJ Brill di Gravenhage.

Ensiklopedia itu mencatat pada 1869 terjadi pemberontakan rakyat Bekasi di Tambun. Insiden itu menewaskan Asisten Residen Meester Cornelis, CE Kuyper. Meski daerah Bekasi kecil, ia punya pengadilan negeri pada 1890. “Bekasi merupakan titik-titik penggunaan Bataviaschen Oosterfoorweg atau jalan kereta api sebelah timur Betawi yang dibuka secara resmi sebagai lalu-lintas umum sejak 1887.”

Citra Daerah Kabupaten Bekasi dalam Arsip 1900-1945 (2014) mencatat setidaknya sejak 1883, terdapat empat distrik yang dipimpin seorang demang, yakni Kebayoran (Jakarta Selatan), Meester Cornelis (Jatinegara sekarang), Cabangboengin, dan Bekasi. Distrik Cabangboengin sekarang adalah Cikarang. Nama itu berganti pada 1911. Di tahun yang sama pula istilah pemimpin distrik berubah, dari Demang menjadi Wedana.

Orang-orang yang pernah menjadi Wedana atau Demang di Bekasi antara lain: Achmat Mantor Abdoel Rachiem (1881-1885), Mochamad Ali (1885-1894), Moedjimi (1894-1903), Achmad Solihoen (1903-1908), Raden Bachram (1908-1917), Mohamad Samik (1917-1919), Moedjitaba (1919-1924), Rade Kartasoemitra (1924-1927), Raden Achamad Djajadiningrat (1927-1931), Raden Hasan Madiadipoera (1931-1937), Raden Hardjadiparta (1937-1940). Wedana di zaman Jepang pun ada Soehardjo Soeriasapoetra.

Berdasarkan arsip-arsip yang terkumpul dalam buku Citra Daerah Kabupaten Bekasi Dalam Arsip 1800-1900, Bekasi di akhir abad ke-19 dipenuhi tanah-tanah partikelir. Misalnya di Cikarang, Ujung Menteng, atau Tambun. Artinya ada tuan tanah dengan tanah luas di sana.


Staatdblad van Nederlandsch-Indie 1836 nomor 19 soal Reglement Omtrent de Particuliere Landerijen, Gelegen ten Westen der Rivier Tjimanoek alias peraturan tentang tanah partikelir di sebelah barat Sungai Cimanuk, mengatur bagaimana soal sewa, jual-beli, dan pengelolaan tanah. Termasuk di Bekasi. Dalam aturan itu, tuan tanah diberi keistimewaan mengatur para tenaga kerjanya.

Di era merajalelanya kuasa tuan tanah ini, lahir pula garong dan pencuri dadakan karena kemiskinan. Pasukan Marsose pun dikerahkan. Salah satu prajurit Marsose yang dikirim sekitar 1937 ke sekitar Bekasi adalah Gatot Subroto, yang belakangan jadi pejabat tinggi TNI dan Pahlawan Nasional.

Gatot begitu iba pada keluarga miskin yang anak atau ayahnya harus dipenjara karena menggarong atau mencuri karena dimiskinkan para tuan tanah yang disayang priyayi lokal. “Sebagian gajinya diberikan kepada beberapa keluarga yang sangat menderita itu,” tulis Moh Oemar dalam biografi Jenderal Gatot Subroto (1976).

Setelah masuknya Jepang, afdeling atau kabupaten Meester Cornelis berubah menjadi Jatinegara Ken. Wilayah yang meliputi kecamatan atau kewedanaan kemudian memakai istilah “Gun”: Cikarang Gun, Cawang-Jatinegara Gun, dan Bekasi Gun. Di bawah Bekasi Gun ada desa-desa yang disebut Son seperti Cilincing Son, Cibitung Son, dan Bekasi Son.

Sejak awal revolusi kemerdekaaan, Bekasi sudah panas. Buku Citra Daerah Kabupaten Bekasi Dalam Arsip 1900-1945 (2014) mencatat, ”ketika pesawat Dakota Sekutu Inggris melakukan pendaratan darurat akibat kerusakan mesin di Rawa Gatel, Cakung, Kewedanaan Bekasi, pada 23 November 1945, seluruh tentara Inggris yang berjumlah 26 orang ditawan di tangsi Polisi Bekasi.”

Para pejuang itu terbakar semangat revolusi hingga segala hal yang menghalangi eksistensi Republik akan mereka habisi. Tuntutan Komandan Tentara Sekutu di Jakarta, agar para tawanan itu dibebaskan, tak diindahkan. Bahkan semua disembelih dan dikubur di belakang tangsi polisi.

Tentu saja pihak Inggris marah. Dengan kekuatan satu batalyon infanteri bersenjata lengkap dengan kawalan baterai Artileri dan puluhan panser, pada 24 November 1945 esoknya, Bekasi disatroni Tentara Sekutu. Pembakaran pemukiman penduduk sekitar Tambun, Cikarang, Lemah Abang, hingga Karawang pun terjadi.

Nama Bekasi tercatat heroik dalam sejarah perjuangan (revolusi) Indonesia. Bahkan Bekasi dijuluki Kota Patriot. Chairil Anwar, seperti diajarkan lewat pelajaran Bahasa Indonesia, menulis salah satu puisi legendarisnya yang bernapas revolusi: Karawang-Bekasi.

Bekasi tak kalah revolusioner dibanding Jakarta. Bekasi memang sempat menjadi pengunduran milisi pro-Republik yang terdesak dari Jakarta akibat makin kuatnya tentara Belanda di Jakarta.

Setelahnya, Bekasi pun akhirnya menjadi daerah pendudukan Tentara Belanda juga. Sebelum pendudukan, Republik Indonesia mengangkat Bapak Rubaya Suryanaatamirharja sebagai Bupati Jatinegara. Status Bekasi adalah Kewedanaan, yang masuk dalam wilayah Batavia En Omelanden. Berdasar Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178, sebagian Bekasi pernah menjadi daerah Negara Pasundan.

Meski telah menjadi daerah pendudukan Belanda, banyak rakyat Bekasi maupun rakyat daerah pendudukan lain yang setia pada Republik. Di tahun 1950, Hatta setuju menjadi Bekasi sebagai Kabupaten. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950, Kabupaten Bekasi terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Cibarusah) dan 95 desa. Hingga 1960, kantor Kabupaten Bekasi masih di Jatinegara.

Belakangan, Bekasi pun menjadi kawasan pemukiman penting bagi perkembangan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Banyak pekerja Jakarta yang berumah di Bekasi, karena makin sempit dan mahalnya hunian di Jakarta.

Bekasi juga berkembang menjadi kawasan industri. Kecamatan Bekasi dinaikkan statusnya menjadi kota administratif (Kotif) pada 1981. Sisanya menjadi wilayah Kabupaten Bekasi. Sejak 10 Maret 1997, status kota administratif naik lagi menjadi kotamadya.

Baca juga artikel terkait BEKASI atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
(tirto.id – Humaniora)

Reporter: Petrik Matanasi
Penulis: Petrik Matanasi
Editor: Maulida Sri Handayani

Ini Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung Versi Jokowi

Ini Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung Versi

Jokowi

Ini Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung Versi Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut arus masyarakat keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sebelum pemerintah resmi melarang mudik, 24 April lalu, merupakan aktivitas pulang kampung.

Menurutnya, mudik dilakukan menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri. Sedangkan pulang kampung dilakukan jauh hari sebelum memasuki bulan puasa Ramadan.

“Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung,” ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam.

“Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung.”

Ini Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung Versi Jokowi

Jokowi beranggapan, mereka yang mencuri start untuk pulang kampung justru berada dalam kondisi berbahaya jika tetap tinggal di Ibu Kota.

Ia menambahkan, saat pulang kampung, pemerintah daerah setempat telah menyiapkan tempat isolasi bagi warga yang ingin masuk ke wilayah tersebut.

“Coba dilihat juga di lapangan, ini lapangan yang kita lihat. Di Jakarta, mereka menyewa ruang 3×3 atau 3×4, isinya 8 orang atau 9 orang,” katanya.

“Mereka di sini tidak bekerja. Lebih berbahaya mana, di sini, di dalam ruangan dihuni 9, 8 orang, atau pulang ke kampung tapi di sana sudah disiapkan isolasi dulu oleh desa?” ucap Jokowi.

RI saat ini mencatat ada 7.418 pasien positif corona secara akumulatif, per Rabu (22/4/2020).

Pasien sembuh 913 sementara pasien meninggal 635. Sebelumnya sejumlah pihak mengkhawatirkan mudik bisa menambah jumlah kasus secara signifikan. Bahkan penelitian UI menyebut bisa saja angka kasus naik menjadi 1 juta pada Juli nanti.

Hasil Sidang Isbat untuk Menentukan Awal Puasa 2020 Bisa Diketahui Nanti Sore

Hasil Sidang Isbat untuk Menentukan Awal Puasa

2020 Bisa Diketahui Nanti Sore, LIVE STREAMING TVRI

ilustrasi-pemantauan-hilal-ok.jpg

SURYA.CO.ID – Hasil sidang isbat penentuan awal puasa 2020 atau 1 Ramadhan 1440 Hijriah dilakukan hari ini Kamis (23/4/2020).

Pengumuman hasil sidang isbat penentuan awal puasa 2020 bisa disaksikans ecara langsung melalui layar kaca maupun link live streaming TVRI.

Adapun hasil sidang isbat penentuan Ramadhan 2020 bisa disaksikan nanti sore selepas maghrib sekitar pukul 19.05 WIB.

Tim rukyatul hilal Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, meneropong posisi bulan (hilal) saat rukyatul hilal, guna menentukan 1 Ramadhan 1435 H, di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Jatim, Jumat (27/6/2014). (dok.surya)

Sementara itu hasil sidang isbat tidak hanya bisa disaksikan melalui live streaming TVRI, namun juga bisa disaksikan pada media sosial Kemenag.

Sebelum menuju Link live streaming untuk menyaksikan sidang isbat, simak penjelasan Kementrian Agama (kemenag) berikut ini.

sidang isbat tahun ini digelar cukup berbeda dari sebelumnya karena dilakukan melalui telekonferensi atau daring.

Hal ini dilakukan karena adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Adapun sejumlah pihak yang akan menghadiri telekonferensi sidang isbat adalah sebagai berikut.

Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan DPR, perwakilan Badan Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya, juga pejabat eselon I dan II dari Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam.

Sementera peserta lainnya dapat mengikuti sidang melalui saluran komunikasi daring yang disiapkan Kemenag.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Hasil Sidang Isbat untuk Menentukan Awal Puasa 2020 Bisa Diketahui Nanti Sore, LIVE STREAMING TVRI, https://surabaya.tribunnews.com/2020/04/23/hasil-sidang-isbat-untuk-menentukan-awal-puasa-2020-bisa-diketahui-nanti-sore-live-streaming-tvri.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi

Pengobatan Plasma Darah untuk Covid-19 Dinilai Efektif

Pengobatan Plasma Darah untuk Covid-19 Dinilai

Efektif

plasma darah untuk covid-19

Pengobatan plasma darah untuk covid-19 memberikan hasil yang menggembirakan. Terapi plasma darah ini pun dinilai efektif dalam menyembuhkan pasien yang terpapar virus Corona.

Penggunaan terapi plasma darah untuk corona mulai digiatkan menyusul hasil riset yang dilakukan Washington University School of Medicine. Selain untuk mengobati pasien yang telah terinfeksi, terapi ini juga bisa untuk mencegah risiko terpapar virus menular ini.

Pengobatan ini dilakukan dengan mengambil plasma darah dari orang yang pernah mengidap virus corona, namun sudah sembuh betul. Plasma darah ini ternyata memiliki antibodi yang efektif dalam mengatasi virus Corona.

Uji klinis terhadap terapi plasma darah untuk covid-19 ini telah dilakukan para dokter di China terhadap pasien Covid-19 yang dinyatakan sudah parah dan kritis. Hasilnya cukup mengejutkan. Banyak pasien yang mampu disembuhkan.

Baca juga: Obat Virus Corona Gunakan Klorokuin dan Avigan, Efektifkah Tangani Covid-19?

Keberhasilan uji klinis ini pun disambut gembira banyak negara lainnya. Sejumlah negara bahkan melakukan hal yang sama untuk memberikan pengobatan bagi para pasien Corona yang jumlahnya terus melonjak.

PMI dan Eijkman Institute Kembangkan Plasma Darah untuk Covid-19

Sementara itu Indonesia juga tertarik untuk mengembangkan penggunaan plasma darah dalam mengobati pasien virus Corona. Palang Merah Indonesia (PMI) telah menggandeng Eijkman Institute untuk bekerjasama.

Namun menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute, Amin Soebandrio, penggunaan plasma darah untuk mengobati pasien Covid-19 tidak bisa dilakukan secara umum pada semua orang. Bahkan pasien ringan tidak memerlukan terapi ini.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Eijkman Institute, Amin Soebandrio menyatakan bahwa antibodi dalam plasma darah bersifat memblokir, mengikat, dan mengeliminasi virus corona yang bersarang dalam tubuh pasien.

Dalam kerja sama itu PMI dan Eijkman Institute meneliti dan mengembangkan penggunaan plasma darah untuk covid-19. Caranya dengan mengambil plasma convalescent dari darah para pendonor yang pernah terinfeksi virus Corona.

Darah dari pendonor ini diambilkan dari pengidap Covid-19 yang sudah melewati waktu empat minggu setelah dinyatakan pulih total. Plasma darah ini pun masih akan diteliti lagi kandungan antibodinya.

Penentuan waktu pengambilan plasma darah dari pasien yang telah sembuh ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari Yale School of Medicine. Riset ini menguatkan pentingnya isolasi lanjutan setelah gejala Corona hilang.

Baca juga: Indonesia Juga Berlomba Teliti Obat Infeksi Virus Corona

Pasien Sembuh Masih Membawa Virus

Dalam laporan yang telah diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menemukan bahwa pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh masih mungkin membawa virus.

Seperti dikatakan Dr Sharma anggota tim peneliti bahwa masih banyak pasien yang gejalanya sudah hilang namun masih menumpahkan virus yang bisa menularkannya pada orang sekitar hingga delapan hari setelah dinyatakan sembuh.

Karena itulah penelitian tersebut merekomendasikan pentingnya melakukan karantina lanjutan atau isolasi mandiri setidaknya selama dua minggu setelah pasien dinyatakan sembuh dan gejala Covid-19 sudah hilang.

Senada dengan hal tersebut, PMI dan Eijkman Institute juga akan mengumpulkan plasma darah untuk covid-19 dari para pendonor mantan pasien Corona setidaknya 28 hari atau sebulan setelah pasien dinyatakan sembuh.

Baca juga: Uji Coba Avigan Obat Corona Langkah Efektif Penanganan Corona

Nantinya PMI akan membagikan darah yang telah diteliti di lab untuk segera dibagikan ke berbagai rumah sakit penanganan virus Corona. Menurut Amin, plasma darah akan ditransfusikan kepada pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

Namun Amin menegaskan bahwa pengobatan dengan plasma darah untuk pasien virus Corona bersifat solusi jangka pendek. Terapi ini juga diberikan untuk melengkapi pengobatan yang dilakukan medis.

Meskipun tidak direncanakan untuk dipermanenkan sebagai obat virus Corona, namun penemuan terapi plasma darah untuk covid-19 memberikan angin segar bagi penanganan penyakit menular ini agar tuntas hingga ditemukannya obat permanen. (R9/HR-Online)