Istri Calon Kapolri Idham Azis Janji Tak Ikut Campur Urusan Dinas Suami

Istri Calon Kapolri Idham Azis Janji Tak Ikut Campur Urusan Dinas Suami

Halaman 1 dari 2
Istri Calon Kapolri Idham Azis Janji Tak Ikut Campur Urusan Dinas SuamiKomjen Idham Azis dan istrinya Fitri Handari/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta – Fitri Handari, istri Komjen Idham Azis, calon kapolri tunggal, menyatakan dirinya selama ini dia tidak pernah ikut campur dalam urusan dinas suami. Hal yang sama akan dia lakukan saat Idham Aziz terpilih menjadi Kapolri nantinya.

“Saya berharap ketika misalnya nanti suami saya diamanahi ini, kita tetap tidak akan berubah nggak apa-apa bahwa saya memang tidak akan pernah ikut campur soal dinas,” ujar Fitri.

Hal itu disampaikan Fitri saat mendampingi Idham menerima kunjungan Komisi III DPR jelang fit and proper test calon kapolri di jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

“Saya kira suami saya punya sudah punya ini sendiri untuk mengatur koalisi jadi saya tidak perlu cawe-cawe dan memang memang selama ini sejak suami saya berdinas saya tidak pernah ikut campur urusan dinas silakan dan memang saya tidak juga terlibat dan tidak punya kepentingan di situ untuk membantu ini itu tidak ada,” kata Fitri.

Tawuran Manggarai Kembali Ganggu Perjalanan KRL

Tawuran Manggarai Kembali Ganggu Perjalanan KRL

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 19:41 WIB
Tawuran Manggarai Kembali Ganggu Perjalanan KRL Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, CNN Indonesia — Bentrok antarwarga alias tawuran kembali terjadi di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (29/10). Informasi perihal aksi tawuran itu dibenarkan oleh Camat Tebet Dyan Airlangga.

Dyan mengatakan tawuran di Manggarai pada hari ini bermula dari saling ejek di media sosial.

“Iya mereka komunikasi lewat media sosial, ejek apa ‘lu apa lu’, awalnya mereka makai petasan (saat tawuran),” kata Dyan saat dikonfirmasi, Selasa (29/10).


Dyan menyampaikan tawuran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mengaku sempat mendatangi lokasi. Saat itu tawuran sempat terhenti, namun sekitar pukul 18.00 WIB aksi kembali pecah.

Akibat tawuran, perjalanan kereta rel listrik (KRL) menuju Stasiun Manggarai terganggu.

Disampaikan VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, perjalanan KRL dari arah Stasiun Sudirman dan Stasiun Cikini tertahan dan tidak dapat masuk Stasiun Manggarai.

“PT KCI memohon maaf atas gangguan perjalanan KRL akibat adanya tawuran antar warga yang terjadi sejak pukul 18.24 WIB menjelang masuk Stasiun Manggarai dari arah Sudirman,” tutur Anne dalam keterangannya.

Saat ini, kata Anne, petugas keamanan gabungan PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT KCI sudah berada di lokasi untuk mengamankan kondisi sekitar.

Rekaman aksi tawuran itu juga tersebar di media sosial. Salah satunya diunggah akun instagram @jktinfo.

“Selasa (29/10) terjadi tawuran malam hari ini di wilayah Manggarai. Bagi para pengguna jalan silahkan gunakan jalur alternatif,” demikian keterangan unggahan akun tersebut. (dis/wis)

Prediksi Juventus Vs Genoa: Wajib Menang Lagi

Prediksi Juventus Vs Genoa: Wajib Menang Lagi

 Jakarta Juventus wajib untuk meraih kemenangan lagi saat melawan Genoa pada laga pekan ke-10 Serie A di Allianz Stadium, Rabu (30/10/2019) atau Kamis dini hari WIB. Paulo Dybala diharapkan berperan penting pada misi Juventus pada laga tersebut.

Saat ini, Juventus menduduki peringkat pertama pada klasemen sementara Serie A. Juventus unggul atas rivalnya, Inter Milan.

Namun, Juventus mencatat hasil tidak maksimal pada akhir pekan kemarin. Juventus bermain imbang dengan Lecce.

Hasil itu membuat Juventus tak bisa menambah jarak dengan Inter Milan yang juga mencatatkan hasil imbang. Alasan itu membuat Juventus wajib menang ketika berhadapan dengan Genoa.

Paulo Dybala diprediksi akan kembali dipercaya untuk tampil. Ia sudah mencetak empat gol dari empat laga terakhir yang dijalani Juventus.

Selain itu, Cristiano Ronaldo berpeluang kembali tampil setelah absen pada laga melawan Lecce. Ronaldo menjadi ancaman utama Genoa pada laga nanti.

Namun, Genoa sedang berada dalam kondisi mental yang positif setelah meraih kemenangan pertama dari delapan laga terakhir yang mereka jalani. Hal itu dikarenakan kehadiran pelatih baru, Thiago Motta.

Sebagai mantan pemain Inter Milan, Motta diprediksi akan memotivasi anak asuhnya untuk tampil habis-habisan saat melawan Juventus.

Pertemuan terakhir antara dua klub tersebut terjadi pada Maret 2019. Saat itu, Genoa menang atas Juventus dengan skor 2-0 melalui gol yang dicetak Stefano Sturaro dan Goran Pandev.

Jual beli laptop di Bekasi Pondok Gede Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Bekasi Pondok Gede Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Pondok Gede Sejarah Yang Hilang

Pondok Gede Sejarah Yang Hilang

Pondok gede adalah sebuah kota kecil perbatasan antara kota Bekasi dan jakarta timur dahulu kala terdapat bangunan besar peninggalan belanda yang oleh penduduk stempat disebut Pondok Gede. Nama itulah yang menjadi asal nama Jalan Pondok Gede Raya sekarang, menurut sejarah gedung Pondok Gede dibangun oleh Pendeta Johannes Hooyman sekitar 1775.

Bentuk gedung ini sangat panjang dengan atap sangat besar. Lantai satu dibangun dalam gaya Indonesia terbuka dengan serambi pada ketiga sisinya (joglo). Sementara bagian depan yang bertingkat dua dibangun dengan gaya tertutup Belanda. Rumah kombinasi dua gaya ini, dulu sangat lazim pada rumah-rumah tuan tanah.

Menurut Adolf Heuken dalam bukunya Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, interior rumah ini pernah menunjukkan citarasa tinggi. Plesteran terdapat pada beberapa ruangan dan serambi, ditambah aneka hiasan pada pintu dan kusen jendela. Di tanah ini terdapat makam Leendert Miero, yang pada 1800 membeli tanah Pondok Gede. Miero adalah seorang Yahudi Polandia yang kaya raya. Sebelum Pondok Gede dirobohkan, batu nisan Miero masih terlihat. Namun kemudian ikut menjadi korban vandalisme.

Gedung Arsip

loading…

Baca Juga

Unik: Asal Usul Nasi Uduk
Asal Usul Mainan Congklak
Menanti Nokia Android Normandy
Gurihnya Ayam Bakar KPK
Makam Keramat Jatirangga
Lezatnya Ayam Madu SiBangkong Bekasi

Sebenarnya, Pondok Gede hendak dipugar oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Survei arkeologi pernah dilaksanakan pada Januari 1988. Dari survei itu diketahui bahwa luas tanah mencapai 325 hektar, semula merupakan perkebunan sereh. Setelah berpindah tangan ke CV Handel, beralih menjadi perkebunan karet. Pada 1946 berpindah tangan lagi ke NV Pago Rado dan pada 1962 dibeli oleh TNI AU (Inkopau). Menurut laporan survei tersebut, Pondok Gede banyak dikunjungi wisatawan mancanegara terutama dari Australia dan Belanda.

Sampai 1992 bangunan itu masih ada. Namun tiba-tiba dibongkar untuk digantikan sebuah gedung pertokoan modern. Padahal, bangunan itu dilindungi oleh Undang-undang Kepurbakalaan. Memang, sejak lama Jakarta ibarat telah menjadi ’kota gila’, sebagaimana diistilahkan para arsitek. Begitu sering terjadi penghancuran bangunan berarsitektur khusus di sini.  sungguh sangat di sayang kan…..

Jual beli laptop di Bekasi Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Bekasi Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Kota Bekasi

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Kota Bekasi
Kota di Indonesia
Lalu lintas Jl. Ahmad Yani, Jembatan Jl. Cut Meutia, Kota Harapan Indah, Mal Metropolitan,Grand wisata bekasi
Lalu lintas Jl. Ahmad Yani, Jembatan Jl. Cut Meutia, Kota Harapan Indah, Mal Metropolitan,Grand wisata bekasi
Lambang Kota Bekasi
Lambang
Semboyan: Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan
Peta lokasi Kota Bekasi
Peta lokasi Kota Bekasi

Kota Bekasi berlokasi di Indonesia

Kota Bekasi
Kota Bekasi

Peta lokasi Kota Bekasi

Koordinat: 6°14′0″S 106°0′0″E
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Hari jadi10 Maret 1997; 22 tahun lalu
Pemerintahan
 • Wali KotaRahmat Effendi
 • Wakil Wali KotaTri Adhianto
Luas
 • Total210.49 km2 (81.27 sq mi)
 • Darat204.6 km2 (79.0 sq mi)
 • Air3.8 km2 (1.5 sq mi)
Peringkat luas31
Penduduk (2018)[1]
 • Total2.431.480
 • Peringkat6
 • Kepadatan12,000/km2 (30,000/sq mi)
 • Peringkat10
Demografi
 • Suku bangsaBetawiSundaJawaMinangkabauTionghoa
 • AgamaIslamKristenKatolikHinduBuddhaKong hu cu
 • BahasaIndonesiaBetawiSunda
Zona waktuWIB (UTC+7)
Kode telepon021
Kecamatan12
Kelurahan56
Situs webwww.bekasikota.go.id

Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa BaratIndonesia Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini Kota ini merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri,[2] kota Bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan/ Kota Pejuang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km2, dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta

Letak geografis: 106o48’28’’ – 107°27’29’’ Bujur Timur dan 6°10’6’’ – 6°00’6’’ Lintang Selatan.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi Topografi kota Bekasi dengan kemiringan antara 0 – 2 % dan terletak pada ketinggian antara 11 m – 81 m di atas permukaan air laut. • Ketinggian > 25 m: Kecamatan Medan Satria, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan Pondok Gede • Ketinggian 25 – 100 m: Kecamatan Bantargebang, Pondok Melati, Jatiasih

Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: di Kecamatan Jatiasih, Bekasi Timur, Rawalumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Kecamatan Pondok Melati.

Jenis Tanah dan Geologi[sunting | sunting sumber]

Struktur geologi wilayah Kota Bekasi didominasi oleh pleistocene volcanik facies namun terdapat dua kecamatan yang memiliki karakteristik struktur lainnya yaitu: • Bekasi Utara: Struktur Aluvium • Bekasi Timur: Struktur Miocene Sedimentary Facies

Di Bekasi Selatan terdapat sumur gas JNG-A (106o 55’ 8,687” BT; 06o 20’54,051”) dan Sumur JNGB (106o 55’ 21,155” BT; 06o 21’ 10,498”)

Hidrologi dan Klimatologi[sunting | sunting sumber]

Kondisi hidrologi Kota Bekasi dibedakan menjadi dua: 1. Air permukaan, mencakup kondisi air hujan yang mengalir ke sungai-sungai.

Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 (tiga) sungai utama yaitu Sungai Cakung, Sungai Bekasi dan Sungai Sunter, beserta anak-anak sungainya. Sungai Bekasi mempunyai hulu di Sungai Cikeas yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air.

Air permukaan yang terdapat di wilayah Kota Bekasi meliputi sungai/kali Bekasi dan beberapa sungai/kali kecil serta saluran irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum wilayah Bekasi (kota dan kabupaten) dan wilayah DKI Jakarta. Kondisi air permukaan kali Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor).

2. Air Tanah Kondisi air tanah di wilayah Kota Bekasi sebagian cukup potensial untuk digunakan sebagai sumber air bersih terutama di wilayah selatan Kota Bekasi, tetapi untuk daerah yang berada di sekitar TPA Bantargebang kondisi air tanahnya kemungkinan besar sudah tercemar.

Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim kering dengan tingkat kelembaban yang rendah. Kondisi lingkungan sehari-hari sangat panas. Hal ini terlebih dipengaruhi oleh tata guna lahan yang meningkat terutama industri/perdagangan dan permukiman. Temperatur harian diperkirakan berkisar antara 24 – 33 °C.

Pemukiman[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.[3]

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibu kota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibu kota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir.

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Sejarah Sebelum Tahun 1949[sunting | sunting sumber]

Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Tionghoa.

Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan.

Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi[sunting | sunting sumber]

Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut:

Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI”.

Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa

Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan wali kota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Wali kota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 – 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997)

Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang “Kota”) melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998).

Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi yaitu: Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 – 2008).

Atta Halilintar Kembali Dihantam Isu Skandal dengan Perempuan Cantik

Atta Halilintar Kembali Dihantam Isu Skandal dengan Perempuan Cantik

Ferry Noviandi
Atta Halilintar Kembali Dihantam Isu Skandal dengan Perempuan Cantik

Atta Halilintar dan Liza Aditya [Instagram]

Namun banyak warganet menduga kisah Atta Halilintar dengan Liza Aditya hanya setingan.

Suara.com – Belum selesai kasusnya dengan Bebby Fey, Atta Halilintar kembali dihantam isu skandal dengan perempuan cantik. Kali ini, perempuan tersebut berinisial LA.

Semua bermula dari sebuah akun Instagram bernama @lageledek. Di situ, pemilik akun mengungkap kalau lelaki yang ia sebut Geledek berada dalam satu apartemen dengan LA. Unggahan tersebut pun diunggah ulang beberapa akun Insgaram gosip.

Liza Aditya [Instagram]
Liza Aditya [Instagram]

Kebetulan si @lageledek tinggal di apartemen yang sama. Ia mendengar cerita kalau Geledek dan LA sempat tak bisa masuk karena akses untuk masuk ke apartemen bermasalah. Gara-gara itu, @lageledek penasaran dengan CCTV di di depan kamar apartemen tersebut.

“Unit saya di lantai 8, hotel apartemen dengan insial B di kawasan Jaksel. Mereka masuk sekitar pukul 9 malam dan dalam rekaman itu mbak LA sempat mondar-mandir dan kembali masuk ke apartemen pukul 2 pagi,” ungkap @lageledek.

“Apa yang mereka lakukan membuat saya follow keduanya dan kepo. Ternyata makin dekat. Dan bedanya si mbak LA nggak ngadu kemana-mana ada pelecehan. Mungkin mereka suka sama suka,” sambungnya.

Akun @lageledek kemudian mengungkap fakta yang mengejutkan. Menurutnya si Gedelek sangat bernafsu dengan LA.

“Wahar banget sampai suatu ketika mbak LA dan bang Geledek sering Insta Story di jam-jam dini hari. Anyway, selamat kerja samanya mbak dan bang Geledek untuk lagu barunya yang berawal dari unit saya sepertinya,” ungkap @lageledek.

Akun @lageledek memang tidak menyebut nama Atta Halilintar dan Liza Aditya. Namun dari klu-klu yang diungkap, warganet yakin orang yang dimaksud adalah Atta dan Lizya.

Seperti diketahui, Atta Halilintar kerap dipanggil Geledek karena merujuk pada nama belakangnya, Halilintar yang juga bermakna Geledek.

Sementara LA diduga Liza Aditya karena @lageledek menyebut LA sempat diduga TG alias Transgender. Memang, sebelumnya Liza Aditya sempat disebut-sebut sebagai transgender. @lageledek juga menyebut “Mbak Kisah yang Salah”, di mana lagu “Kisah yang Salah” merupakan salah satu lagu miliki Liza Aditya.

Warganet pun beragam menanggapi kabar ini. Ada yang masa bodoh, penasaran, hingga menduga kabar ini sengaja diembuskan agar mendongkrak nama Liza Aditya.

“LA sendiri paling yang buat itu akun. Maaf saya suuzon, lagi jaman aib jadi bahan pansos soalnya,” kata pemilik akun @bchrsin_.

Kemudian pemilik akun @ratu_gosiip membenarkan dugaan @bchrsin_. “Memang setingan! Dese promote bayar beberapa akun gosip biar ditiupin. Eyke pernah bongkar malah diblok sama dese,” kata akun @ratu_gosip.

“@ratu_gosiip pantesan akun gosip suka barengan terus nge-tag kalau yang up dia tuh wkwkwmwkwk. Sama kayak si raturn berarti yak,” timpal pemilik akun @cinthiaprameswari.

  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share whatsapp - suara.com

KOMENTAR

Fitur Baru, Ini Lima Hal yang Bisa Anda Lakukan di Gmail

Fitur Baru, Ini Lima Hal yang Bisa Anda Lakukan di Gmail

Fitur Baru, Ini Lima Hal yang Bisa Anda Lakukan di Gmail

Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI Lampung) – Dalam beberapa bulan terakhir, Google telah menambahkan beberapa fitur baru di Gmail.

Kini ada banyak hal yang bisa pengguna lakukan di Gmail menggunakan fitur-fitur yang tidak banyak diketahui orang.

Dilansir dari Gadgets Now dan Suara.com — jaringan Saibumi.com, Senin, 28 Oktober 2019, berikut lima hal yang bisa dilakukan di Gmail, selain mengirim pesan:

1. Buat jadwal pengiriman email
Pengguna dapat menjadwalkan pengiriman email sesuai dengan waktu yang diinginkan. Kemampuan baru Gmail untuk menjadwalkan email ini sebelumnya hanya tersedia untuk platform Android, namun kini juga telah tersedia di dekstop.

Setelah menulis email dan memasukkan alamat email penerima, klik ikon segitiga terbalik berwarna biru di sebelah tombol “Kirim” > Pilih salah satu dari waktu yang disarankan atau klik “Pilih tanggal & waktu” untuk menyesuaikan tanggal pengiriman > Klik “Jadwalkan pengiriman”

Cara ini berlaku baik dalam aplikasi seluler Gmail ataupun browser web dekstop. Namun, dalam aplikasi, alih-alih mengklik ikon segitiga terbalik, pengguna harus mengklik ikon tiga titik di sudut kanan atas layar untuk memunculkan opsi penjadwalan waktu.

2. Kirim email dengan batas waktu tertentu
Pengguna dapat mengirim email yang berisi dokumen penting dengan batas waktu yang ditentukan. Email tersebut akan memiliki timer yang tidak akan terlihat oleh penerima.

Meski begitu, setelah penerima membuka email, timer akan menyala. Jika batas waktu yang telah ditentukan habis, maka email tersebut tidak dapat diakses lagi oleh penerima. Fitur ini dapat ditemukan sebagai ikon kunci di bagian bawah saat menulis email.

3. Mute atau bisukan percakapan email yang tidak diinginkan
Terkadang ada pengguna lain yang membalas email yang dikirim ke beberapa akun sekaligus tanpa menghapus akun lainnya dan hal itu bisa sangat menganggu. Kini pengguna bisa membisukan atau mute percakapan email dengan memilih rantai email.

Pengguna bisa mengetuk ikon tiga titik di bilah atas untuk mengaktifkan fitur mute dan membisukan rantai percakapan email tersebut.

4. Mengecek email secara terpisah
Pengguna bisa mengecek beberapa email secara terpisah, alih-alih melihatkan dalam bentuk percakapan tunggal.

Pengguna dapat menonaktifkan utas email dan melihatnya sebagai email terpisah. Untuk menggunakan fitur tersebut, masuk ke Settings > General > Conversation View.

5. Gunakan Gmail secara offline
Pengguna juga bisa menggunakan Gmail secara offline, meskipun saat mengirim email layanan tersebut tetap harus membutuhkan koneksi internet.

Tapi, pengguna dapat mengakses Gmail, menulis email, dan menyimpannya tanpa koneksi internet. Fitur tersebut dapat ditemukan di Settings > Offline tab. (*/ruslan)

Sumber Berita: https://www.saibumi.com/artikel-97030-fitur-baru-ini-lima-hal-yang-bisa-anda-lakukan-di-gmail.html#ixzz63ig7Hzxl
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

Hasil Liga 1: Persib Bandung Vs Persija Jakarta 2-0

Hasil Liga 1: Persib Bandung Vs Persija Jakarta 2-0

 

Pemain Persib Bandung Ezechiel Ndouasel. ANTARA/Raisan Al Farisi
Pemain Persib Bandung Ezechiel Ndouasel. ANTARA/Raisan Al Farisi

TEMPO.COJakarta – Persib Bandung sukses meraih poin penuh saat meladeni Persija Jakarta di laga pekan ke-25 Liga 1 Indonesia. Maung Bandung menjebol gawang Persija dua gol tanpa balas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Senin, 28 Oktober 2019.

Pada babak pertama, kedua kesebelasan saling menekan satu sama lain. Persib cukup mendominasi jalannya permainan dengan menguasai 54 persen penguasaan bola. Namun tak ada gol tercipta hingga turun minum.

ADVERTISING

Memasuki babak kedua, Persib mulai tampil lebih dominan. Gol pertama pasukan Robert Alberts berawal dari serangan di sisi kiri. Frets Butuan yang melakukan solo run berhasil menaklukkan kiper Andritany melalui tendangan kerasnya pada menit ke-52. Skor berubah 1-0 untuk Persib.

Ads by Kiosked

Tak butuh waktu lama bagi Persib untuk menambah keunggulan. Lagi-lagi berawal dari serangan di sisi kiri, umpan Ardi Idrus ke kotak penalti sanggup dikonversi menjadi gol oleh tendangan Ezechiel Ndouassel di menit ke-59. Kedudukan menjadi 2-0 bagi Persib.

Persija berupaya membalas namun serangan tim Macan Kemayoran kerap kandas di lini pertahanan. Ezechiel punya peluang emas menambah skor lewat titik penalti. Sayang, tendangan pemain asal Chad ini malah melambung tinggi di atas gawang. Skor tetap bertahan 2-0 untuk keunggulan Persib hingga laga berakhir.

ADVERTISEMENT

Tambahan tiga angka membuat Persib mengemas 31 poin dan menempati peringkat 10 klasemen Liga 1 Indonesia. Sementara Persija bertahan di peringkat ke-14 dengan 24 poin.

Jual beli laptop di Bekasi Bantar Gebang Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Bekasi Bantar Gebang Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Asal Usul Nama Bantar Gebang

Asal Usul Nama Bantar Gebang

Siapa yang tidak tahu daerah yang satu ini Bantar Gebang -Bekasi daerah yang sangat terkenal dengan tempat pembuangan sampah yang mampu menampung sampah-sampah dari kota Jakarta. adakah yang tahu asal-usul daerah Bantar Gebang mari kita cari tahu.

Menurut sumber dan cerita-cerita warga nama Bantar Gebang di ambil dari kata Bantar yang berasal dari bahasa Sunda  artinya pinggiran sungai, lalu Gebang itu artinya pohon palem.   jadi mungkin dahulu banyak pohon palem atau pohon gebang ada di daerah ini.

Ada juga cerita yang berdasarkan keterangan dari salah seorang Penduduk asli “Sesepuh“ kampung Bantargebang ketika itu yang bernama “M. Asmat“ (Masyarakat Bantargebang mengenalnya dengan (Mu’alim Asmat)

Kampung Bantargebang “  yang berasal dari kata :
BAN                 : Yang artinya Sabuk atau Amben.
LATAR            : Artinya Tempat atau Pelataran.
GEBANG         : Yaitu Pohon yang namanya Pohon Gebang.

loading…

Baca Juga

Unik : Misteri Kue Gemblong
Asal Usul Tempe
Acara Maulid Ikatan Pengajian Remaja Al- hidayah
5 Fakta Unik Musik Dangdut
Asal Usul Kerupuk
Event Tebar Pesona Dengan Tesona Premium Iced Tea

Dan ia bercerita juga dahulu penemu daerah ini adalah seorang Laki-laki bernama Sarif Hidayat, seorang menantu Raja Fatah (Raja Demak) yang kala itu diutus untuk mengurus Pemerintahan dan menyebarkan Agama Islam ke daerah Cirebon, Tasikmalaya dan Banten, karena pada waktu itu daerah tersebut masyarakatnya masih memeluk Agama Hindu.

Kemudian Syarif Hidayat menetap hingga Wafatnya dikampung Bantargebang, dengan nama “ Embah Kiyai Wali Husen (Embah Husen).

Inti dari dua keterangan di atas ialah dahulu mungkin banyak pohon gebang di daerah ini sehingga menjadi bagian nama daerah tersebut.

Jual beli laptop di Bekasi Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Bekasi Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEKILAS TENTANG KOTA BEKASI

Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang tersebut berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta jernih pikiran. Sesanti ” KOTA PATRIOT ” artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa.
Di dalam Lambang Daerah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut :
a. Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dengan kokoh mempunyai 2 (dua) makna :
  • Melambangkan hubungan vertikal Mahluk dengan Khaliknya (Manusia dengan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius.
  • Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasidalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara yang tidak kenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot.
b. Perisai segi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
c. Segi empat melambangkan Prasasti Perjuangan Kerawang Bekasi.
d. Pilar Batas Wilayah.
e. Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan / Desa pada saat membentuk Kota Bekasi.
  • Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil melambangkan 7 Kecamatan ; Pondok Gede, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara serta 1 Kecamatan Pembantu ; Jati Sampurna.
  • Padi berjumlah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 Kelurahan / Desa.
f. Tali Simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tangkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal Hari Jadi, 3 (tiga) buah Anak Tangga penyangga Bambu Runcing melambangkan bulan Hari Jadi Kota Bekasi.

g. Dua baris Gelombang Laut atau Riak Air melambangkan dinamika Masyarakat dan Pemerintah Daerah yang tidak akan pernah berhenti membangun Daerah dan Bangsanya.

Sedangkan warna-warna dalam Lambang Daerah mengandung makna sebagai berikut :

  • Kuning : Kemuliaan dan menunjukkan daerah Pemukiman.
  • Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran serta menunjukkan zone Industri.
  • Putih : Kesucian perjuangan.
  • Merah : Keberanian untuk berkorban serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura.
  • Hijau Muda: Harapan masa depan serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura
  • Hitam : Ketegaran patriot sejati.

Sekilas Sejarah Kota Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda KElapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, leatak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir.

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi infirmasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Sejarah Sebelum Tahun 1949

Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pundudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina.

Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut merubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan.

Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi

Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alum-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut :

Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar kabupaten Jatinegara diubah  menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI”.

Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa.

Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan walikota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Walikota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 – 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997)

Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang “Kota”) melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998).

Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yaitu : Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 – 2008).