Jual beli laptop di ciketing udik Bekasi. Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di ciketing udik Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

sejarah nama ciketing udik

 desa ciketinng udik,siapa yang tidak kenal dengan desa yang masuk kecamatan bantar gebang daerah bekasi.mereka yang mengenal daerah ini dikarenakan desa ini sebagai jalur menuju tempat TPST .coba tanykan saja pada orang tukang sampah tentang tempat ini pasti pada tau.kali ini saya menceritakan sejarah mengapa namanya ciketing udik bukan yang lain?setelah saya bertanya kesana kemari ke orang asli daerah sini terjawablah pertanyaan saya juga.nama desa ini di ambil dari sejenis ikan yang masih satu kerabat dengan ikan catfish yaitu ikan keting.mengapa ada kata udik?maksud kata udik disini bukan orangnya maksudnya kampung atau air yang mengalir ke kampung.jadi:
ciketing       :ikan keting.
udik             :air yang mengalir kampung.

ciketing udik :kampung yang di sungainya ada ikan ketingnya.
dulu,sebelum desa ini di jadikan tpst masih kebanyakan hutan dan beberapa rumah malah sekolah pun nelum ada.tapi semenjak tahun 80-an mulai berdiri sekolah dasar dan selanjutnya mulai berkembang pesat pemukiman masyarakat di karenakan banyak pendatang dan banyak orang mebuat pabrik-pabrik di desa ini.bagaimana keberadaan ikan keting?dulu ikan ini banyak sekarang sudah sangat jarang bisa saja punah.kalupun ikan ini punah bukan disebabkan oleh pemburan oleh masyarakat tapi di sebabkan pencemaran limbah yang ke sungai pembuatan TPST dan lainya.masyrakat pun jarang menangkap ikan ini di karenakan ikan ini sulit utnuk di pegang walaupun ikan ini enak untuk di jadikan lauk pauk.

berikut deskripsi tentang ikan ini:

   Lundu alias keting adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang tergolong ke dalam marga Mystus (suku Bagridaebangsa Siluriformes). Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya adalah keting, kating, ndaringan, sengat, senggiringan, ririgi, kelibere dan lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.
Kelompok ikan dalam marga Mystus sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis ikan yang berukuran kecil sampai sedang.Sistematika kelompok ini masih belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini bersifat parafiletik.
Marga Mystus diyakini memiliki asal usul dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain Macrones, nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Jenis-jenisnya, di antaranya[4]:

Spesies[4]Author[4]Nama umumPenyebaran[4]
Mystus alasensis[5]Ng & Hadiaty, 2005.Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. albolineatusRoberts, 1994Lembah sungai Mekong, Bangpakong dan Chao Phraya
M. armatus(Day, 1865)Malabar, Kerala dan Manipur, India, dan Distrik Mergui, Burma
M. armigerNg, 2004Sungai Kelantan, Malaysia
M. atrifasciatusFowler, 1937Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya
M. bimaculatus(Volz, 1904)Sumatra
M. bleekeri(Day, 1877)Lembah sungai Gangga, Indus dan Mahanadi
M. bocourti(Bleeker, 1864)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya
M. castaneusNg, 2002KetingSumatra tengah, Semenanjung Malaya dan Kalimantan
M. cavasius[1](Hamilton, 1822)Lembah sungai Gangga, Brahmaputra, Mahanadi, Subarnarekhar dan Godavari, India, Bangladesh dan Nepal
M. dalungshanensis Li & Wang, 1979Guangdong, Cina
M. falcarius[1]Chakrabarty & Ng, 2005Aliran sungai Irawadi, Salween dan wilayah pesisir Burma
M. gulio(Hamilton, 1822)Lundu, keting, kathing (Jw.)India, Bangladesh, Burma, dan Jawa
M. horaiJayaram, 1954Terbatas di Sungai Indus, India
M. impluviatus[3]Ng, 2003Endemik di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
M. leucophasis(Blyth, 1860)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. malabaricus(Jerdon, 1849)Pantai Malabar, pegunungan Wayanad dan Travancore, India.
M. montanus(Jerdon, 1849)Anak benua India, terutama di Ghats barat.
M. multiradiatusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. mysticetusRoberts, 1992Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya.
M. nigriceps[2](Valenciennes, 1840)KetingJawa dan Sumatra bagian selatan.
M. oculatus(Valenciennes, 1840)Nilgiris, Ghats barat dan pegunungan Karnataka, Kerala dan Tamil Nadu, India
M. pelusius(Solander, 1794)Lembah sungai Eufrat dan Tigris.
M. pulcher(Chaudhuri, 1911)Sungai Irawadi dan Sittang, Burma.
M. punctifer[6]Ng, Wirjoatmodjo and Hadiaty, 2001Endemik di lembah Sungai Alas, Sumatera Utara.
M. rhegmaFowler, 1935Lembah sungai Mekong, Meklong dan Chao Phraya.
M. rufescens(Vinciguerra, 1890)Sungai Irawadi, Sittang dan Salween hilir, Burma.
M. seengtee[1](Sykes, 1839)Lembah sungai Krishna dan Cauvery, India.
M. singaringan(Bleeker, 1846)Lembah sungai Mekong dan Chao Phraya, serta pulau-pulau Sunda Besar.
M. spinipectoralis Li & Wang, 1979Daratan Cina
M. tengara(Hamilton, 1822)India utara, Bangladesh dan Pakistan.
M. vittatus(Bloch, 1794)Sungai-sungai di Pakistan, Nepal, India, Srilanka, dan Bangladesh.
M. wolffii(Bleeker, 1851)Sungai-sungai besar dari Thailand hingga ke Indonesia, pada wilayah-wilayah yang dipengaruhi pasang surut dan berair payau.

Jual beli laptop di kalimalang, Bekasi. Hub: 081932363825.

Sambil menunggu proses revitalisasi, tak ada salahnya kita napak tilas akan sejarah Kalimalang sesuai fungsi awalnya dulu. Sejak dahulu aliran Kalimalang telah melewati Bekasi dan menjadi sumber air bersih bagi warga Jakarta. Kini, di bawah Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Kalimalang akan direvitalisasi jadi semakin cantik untuk warganya.

Hal itu pun diungkapkan oleh budayawan Bekasi, Andi Sopandi usai menghadiri diskusi Penataan Kalimalang dan Pembangunan Wisata Situ Rawa Gede di Ruang Krakatau, Hotel Horizon Bekasi, Senin (22/10/2018) sore. “Dalam perjalanannya juga perlu ada revitalisasi kawasan Kalimalang. Kenapa disebut Kalimalang? Karena dia memalang aliran sungai mulai dari Cirata, Kali Bekasi sampai Kali Cakung. Hingga disebut kali yang malang. Kalau orang Bekasi, malang itu muncul di tengah-tengah. Malang alur yang ada,” ujar Andi saat ditemui detikTravel usai acara.

Dijelaskan oleh Andi, awalnya Kalimalang dibuat secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Idenya sudah dari zaman Soekarno. Menariknya lagi, ternyata Sungai Kalimalang juga tak dapat dipisahkan dengan kisah kerajaan Nusantara di Pulau Jawa. Malah, sejarah peradaban tertua Jawa terkait Kerajaan Taruma Negara ditemukan di Bekasi. “Tadi saya kemukakan munculnya kota peradaban, karena peradaban tertua itu di Jawa munculnya justru di Bekasi. Penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa itu terdapat di Babelan, Batujaya selebihnya juga ada di Bekasi,” ujar Andi.

Berkaca dari nilai sejarah itu, Andi ingin agar nantinya proses revitalisasi Kalimalang juga menyertakan sejarah sebagai tema besar. “Saya kira dari sisi budaya saya mengusulkan harus ada hubungan dari segi nama. Kalau tadi saya bilang ada Taman Patriot Chandrabaga, saya bilang jangan ambigu dengan Stadion Bekasi. Saya usulkan jadi Taman Tarum Chandrabhaga untuk yang di Giant. Untuk yang di Unisma Taman Tarum Bhagasasih. Itu jadi bentuk sosialisasi sejarah Kota Bekasi,” ujar Andi. Tidak sampai situ, Andi juga berharap agar nantinya kawasan Kalimalang yang telah direvitalisasi juga menyertakan nuansa Islami lewat musala dan simbol-simbol khas budaya Bekasi.

Sumber : https://travel.detik.com/travel-news/d-4268565/asal-usul-kalimalang–sejarah-peradaban-tertua-jawa-di-bekasi

Mitos dan Sejarah Malam 1 Suro, Mengapa Pusaka Kraton Dibersihkan, Ada yang Menakutkan

Mitos dan Sejarah Malam 1 Suro, Mengapa Pusaka Kraton Dibersihkan, Ada yang Menakutkan?

Mitos dan Sejarah Malam 1 Suro, Mengapa Pusaka Kraton Dibersihkan, Ada yang Menakutkan?
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mendagri Tjahjo Kumolo, Hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengikuti kirab pusaka Malam 1 Suro Puro Mangkunegaran, Solo, Rabu (20/9/2017) malam.

Mitos dan Sejarah Malam 1 Suro, Mengapa Pusaka Kraton Dibersihkan, Ada yang Menakutkan?

TRIBUNJAMBI.COM – Pernah mendengar sejarah Malam 1 Suro?

Malam 1 Suro tahun 2019 jatuh pada 1 September, bertepatan dengan hari Minggu.

Malam tersebut merupakan malam tahun baru Islam pada 1 Muharram 1441 H.

Bagi sebagian masyarakat, Malam 1 Suro diyakini memiliki mistis.

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, malam 1 Suro dipandang memiliki makna mistis lebih dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Baca Juga

 Seorang Wanita Lama Menghilang Lebih dari 10 Bulan, Tiba-tiba Bikin Geger Warga Setelah Ditemukan

 Polisi Ungkap Peran Pengibar Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara, 2 Orang Dibekuk

 10 Pertanyaan Raditya Dika yang Bongkar Misteri KKN di Desa Penari, SimpleMan Tulis Kisah Nyata

 Bagian Bawah Bibir Irish Bella Dijilat Lidah Ammar Zoni, Ketahuan Ada Tahi Lalat di Bagian Ini

 8 Tradisi Unik Sambut 1 Muharram, Mulai dari Mubeng Beteng, Cuci Keris, Hingga Kirab Kebo Bule

Pada malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat jawa) akan menyucikan dirinya berikut benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Sejumlah kraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon bahkan punya tradisi masing-masing untuk merayakan 1 Suro.

Kraton Surakarta misalnya. Pada malam 1 Suro biasanya akan menjamas (memandikan) pusaka-pusaka kraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Mitos dan Sejarah Malam 1 Suro, Mengapa Pusaka Kraton Dibersihkan, Ada yang Menakutkan?, https://jambi.tribunnews.com/2019/08/31/mitos-dan-sejarah-malam-1-suro-mengapa-pusaka-kraton-dibersihkan-ada-yang-menakutkan.

Editor: duanto

Karena Kasus Dugaan Penipuan oleh YouTuber, Bebby Fey Dicap Murahan

Karena Kasus Dugaan Penipuan oleh YouTuber, Bebby Fey Dicap Murahan

Liputan6.com, Jakarta – Bebby Fey telah melakukan konsultasi ke Komnas Perempuan terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh seorang YouTuber. Dalam kesempatan itu, Bebby Fey didampingi oleh kuasa hukumnya, Yanuar, serta manajer Bebby Fey.

Semenjak kasus ini mencuat ke publik, Bebby Fey mengaku cukup terganggu dengan pemberitaan yang beredar. Tak hanya itu saja, Bebby Fey juga mendapat banyak cibiran dari masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Bebby Fey saat ditemui di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019) siang.

“Sakit aja sih mikirin ini. Ya kayak banyak orang yang ngehujat aku, murahan lah, ‘memang lo-nya aja yang mau’ apalah, ‘kalau lo gak mau ya gak gitu’,” kata Bebby Fey.

Fakta Kasus Artis Stand Up Comedy Ditangkap karena Konsumsi Narkoba

5 Fakta Kasus Artis Stand Up Comedy Ditangkap karena Konsumsi Narkoba

Liputan6.com, Jakarta Tahun 2019 nampaknya tengah diramaikan dengan penangkapan artis-artis yang terjerat kasus narboka. Banyaknya jumlah artis dan figur publik yang tertangkap dalam kasus narkoba ini, tentu menimbulkan kesan buruk dan akan mencoreng citra pelaku dunia seni. Setelah beberapa waktu lalu kalangan artis perfilman, kini kasus narkoba menjerat artis stand up comedy.

Baru-baru ini kasus penyalahgunaan narkoba kembali menodai industri hiburan Tanah Air. Kali ini, dua artis stand up comedy berinisial RN (32) dan DN (39), diciduk anggota Polres Metro Tangerang di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (25/8) lalu. Hal ini juga dibenarkan oleh pihak kepolisian.

“Kami pantau kos-kosan mereka. Akhirnya ditemukan RN dan DN yang merupakan publik figur. Kemudian kami amankan, Tersangka masih aktif mengikuti stand up comedy tingkat nasional” ungkap Kombes Pol Abdul Karim kepada wartawan di Polresta Tangerang, Jumat (30/8/2019).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menemukan adanya indikasi peredaran narkoba di Tangerang. Setelah dilakukan pemantauan selama sepekan, akhirnya polisi mendapati peredaran narkoba hingga ke Jakarta. Aaat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka McDanny dan Reno Fenady.

Berikut fakta penangkapan kasus narkoba McDanny dan Reno Fenady yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (31/8/2019).

2 dari 6 halaman

1. Barang Bukti

Dari hasil penyergapan Kamis lalu, polisi menemukan dua paket sabu. Masing-masing seberat 0,65 gram dan 0,32 gram. Menurut pengakuan keduanya mendapatkan sabu dari pelaku RL yang sekarang menjadi buronan Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota.

Jual beli laptop di kabupaten, Bekasi. Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di kabupaten, Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalimalang. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Kabupaten Bekasi

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Koordinat6°14′48″S 107°6′30″E

Kabupaten Bekasi
Locator kabupaten bekasi.png
Peta lokasi Kabupaten Bekasi di Jawa Barat
Koordinat: 1060 48’ 28” Bujur Timur 1070 27’ 29” dan 6 0 10’ 6“ Lintang Selatan
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian15 Agustus 1950
Ibu kotaCikarang
Pemerintahan
BupatiEka Supria Atmaja
APBD
Luas1.484,37 km2
Populasi
-Total2.830.401 jiwa
-Kepadatan1.906,8 jiwa/km2
Demografi
Suku bangsaSundaJawaBetawiBatak
BahasaBahasa IndonesiaBahasa SundaBahasa Betawi dialek BekasiBahasa Jawa
Pembagian administratif
Kecamatan23
Simbol khas daerah
Situs webwww.bekasikab.go.id

Rumah tuan tanah yang dibangun tahun 1760 (foto diambil tahun 1920-1935).

Kantor Pemkab Bekasi dan Sumur gas Jatirarangon.

Kecamatan di Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa BaratIndonesia. Ibu kotanya adalah Cikarang.[1]. Kabupaten ini berada tepat di sebelah timur Jakarta, berbatasan dengan Kota Bekasi dan Provinsi DKI Jakarta di barat, Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Karawang di timur, serta Kabupaten Bogor di selatan. Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penelusuran Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansakerta dan bahasa Jawa Kuno), kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan [1]. Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi [1]. Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun KA Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie).[1] Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang.[1]

Candrabhaga merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara, yang berdiri sejak abad ke 5 Masehi [1]. Ada 7 (tujuh) prasastiyang menyebutkan adanya kerajaan Tarumanagara yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman, yakni Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), Prasasti CiaruteunPrasasti Muara CiantenPrasasti Kebon KopiPrasasti JambuPrasasti Pasir Awi (ke enam prasasti ini ada di daerah Bogor), dan satu prasasti di daerah Bandung Selatan (Prasasti Cidangiang).[butuh rujukan]

Diduga bahwa Bekasi merupakan salah satu pusat Kerajaan Tarumanagara (Prasasti Tugu, berbunyi: ..dahulu kali yang bernama Kali Candrabhaga digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut, bahkan kali ini mengalir disekeliling istana kerajaan. Kemudian, semasa 22 tahun dari tahta raja yang mulia dan bijaksana beserta seluruh panji-panjinya menggali kali yang indah dan berair jernih, “Gomati” namanya[butuh rujukan]. Setelah sungai itu mengalir disekitar tanah kediaman Yang Mulia Sang Purnawarman[butuh rujukan]. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yaitu pada tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan diakhiri pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra.[butuh rujukan] Jadi, selesai hanya 21 hari saja. Panjang hasil galian kali itu mencapai 6.122 tumbak.[butuh rujukan] Untuk itu, diadakan selamatan yang dipimpin oleh para Brahmana dan Raja mendharmakan 1000 ekor sapi…).[butuh rujukan] Tulisan dalam prasasti ini menggambarkan perintah Raja Purnawarman untuk menggali kali Candrabhaga, yang bertujuan untuk mengairi sawah dan menghindar dari bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kerajaan Tarumanagara.[butuh rujukan]

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh (abad 7), kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap Bekasi adalah Kerajaan Padjadjaran, terlihat dari situs sejarah Batu Tulis (di daerah Bogor).[1] Sutarga lebih jauh menjelaskan, bahwa Bekasi merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Padjadjaran dan merupakan salah satu pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi oleh para pedagang.[1] Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Padjadjaran, selanjutnya menjelaskan bahwa: “..Pakuan adalah ibu kota Kerajaan Padjadjaran yang baru.[butuh rujukan] Proses perpindahan ini didasarkan atas pertimbangan geopolitik dan strategi militer.[butuh rujukan] Sebab, jalur sepanjang Pakuan banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane.[butuh rujukan] Oleh sebab itu, kota-kota pelabuhan yang ramai ketika itu akan mudah terkontrol dengan baik seperti Bekasi, Karawang, Kelapa, Tanggerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan…”[butuh rujukan]

Demikianlah, waktu berlalu, kerajaan-demi kerajaan tumbuh, berkembang, mengalami masa kejayaan, runtuh, timbul kerajaan baru.[1] Kedudukan Bekasi tetap menempati posisi strategis dan tercatat dalam sejarah masing-masing kerajaan (terakhir tercatat dalam sejarah, kerajaan yang menguasai Bekasi adalah Kerajaan Sumedanglarang, yang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram).[1] Bahkan bukti-bukti mengenai keberadaan kerajaan ini sampai sekarang masih ada, misalnya: ditemukannya makam Wangsawidjaja dan Ratu Mayangsari (batu nisan), makam Wijayakusumah serta sumur mandinya yang terdapat di kampung Ciketing, Desa Mustika Jaya, Bantargebang.[butuh rujukan] Dimana baik batu nisan maupun kondisi sumur serta bebatuan sekitarnya, menunjukkan bahwa usianya parallel dengan masa Kerajaan Sumedanglarang.[butuh rujukan] Demikian pula penemuan rantai di Kobak Rante, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (konon katanya, daerah Kobak Rante adalah daerah pinggir sungai yang cukup besar, hingga mampu dilayari kapal. Jalur ini sering digunakan patroli kapal dari Sumedanglarang.[butuh rujukan]

Masa Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa ini masuk ke dalam Regentschap Meester Cornelis, yang terbagi atas empat district, yaitu Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi dan Cikarang. District Bekasi, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur, yang terdiri atas tanah-tanah partikelir, system kepemilikan tanahnya dikuasai oleh tuan-tuan tanah (kaum partikelir), yang terdiri dari pengusaha Eropa dan para saudagar Cina. Di atas tanah partikelir ini ditempatkan Kepala Desa atau Demang, yang diangkat oleh Residen dan digaji oleh tuan tanah. Demang ini dibantu oleh seorang Juru Tulis, para Kepala Kampung, seorang amil, seorang pencalang (pegawai politik desa), seorang kebayan (pesuruh desa), dan seorang ulu-ulu (pengatur pengairan).

Untuk mengawasi tanah, para tuan tanah mengangkat pegawai atau pembantu dekatnya, disebut potia atau lands opziener. Potia biasanya keturunan Cina, yang diangkat oleh tuan tanah. Tugas potia adalah mengawasi para pekerja, serta mewakili tuan tanah apabila tidak ada ditempat. Disamping itu ada juga Mandor yang menguasai suatu wilayah, disebut wilayah kemandoran. Dalam praktik sehari-hari, mandor sangatlah berkuasa, seringkali tindakannya terhadap para penggarap melampaui batas-batas kemanusiaan. Para penggarap adalah pemilik tanah sebelumnya, yang tanahnya dijual pada tuan tanah. Orang yang diangkat mandor biasanya dari para jagoan atau jawara yang ditakuti oleh para penduduk.

Distrik Bekasi terkenal subur yang produktif, hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan distrik-distrik lain di Batavia, distrik Bekasi rata-rata mencapai 30-40 pikul padi setiap bau, sedangkan distrik lain hanya mampu menghasilkan padi 15-30 pikul setiap bau’nya. Namun yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi adalah Sang tuan tanah, bukanlah rakyat Bekasi. Rakyat Bekasi tetap kekurangan, dalam kondisi yang serba sulit, seringkali muncul tokoh pembela rakyat kecil, semisal Entong Tolo, seorang kepala perambok yang selalu menggasak harta orang-orang kaya, kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat kecil, karenanya rakyat sangat menghormati dan melindungi keluarga Entong Tolo, Sang Maling Budiman, Robin Hood’nya rakyat Bekasi. Di hampir semua wilayah Bekasi memiliki cerita sejenis, dengan versi dan nama tokoh yang berbeda. Hal ini juga, yang mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Bekasi, terhadap sesuatu yang berhubungan dengan ke’jawara’an.

Setelah Entong Tolo ditangkap dan dibuang ke Manado, tahun 1913 di Bekasi muncul organisasi Sarekat Islam (SI) yang banyak diminati masyarakat yang sebagian besar petani. Berbeda dengan di daerah lain, kepengurusan SI Bekasi didominasi oleh kalangan pedagang, petani, guru ngaji, bekas tuan tanah dan pejabat yang dipecat oleh Pemerintah Hindia Belanda, serta para jagoan yang dikenal sebagai rampok budiman. Karena jumlah yang cukup banyak, SI Bekasi kemudian menjadi kekuatan yang dominan ketika berhadapan dengan para tuan tanah. Antara 1913-1922, SI Bekasi menjadi penggerak berbagai protes sebagai upaya penentangan terhadap berbagai penindasan terhadap petani, misalnya pemogokkan kerja paksa (rodi), protes petani di Setu (1913) sampai pemogokkan pembayaran “cuka” (1918).

Masa Pendudukan Jepang[sunting | sunting sumber]

Kedatangan Jepang di Indonesia bagi sebagian besar kalangan rakyat, memperkuat anggap eksatologis ramalan Jayabaya (buku “Jangka Jayabaya”, mengungkapkan:”…suatu ketika akan datang bangsa kulit kuning dari utara yang akan mengusir bangsa kulit putih. Namun, ia hanya akan memerintah sebentar yakni selama ‘seumur jagung’, sebagai Ratu Adil yang kelak akan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan…”

Pada awalnya, penaklukan Jepang terhadap Belanda disambut dengan suka cita, yang dianggap sebagai pembebas dari penderitaan. Rakyat Bekasi menyambut dengan kegembiraan, dan semakin meluap ketika Jepang mengijinkan pengibaran Sang Merah Putih dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Namun kegembiraan rakyat Bekasi hanya sekejap, selang seminggu pemerintah Jepang mengeluarkan larangan pengibaran Sang Merah Putih dan lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya Jepang memerintahkan seluruh rakyat Bekasi mengibarkan bendera “Matahari Terbit” dan lagu “Kimigayo”. Melalui pemaksaan ini, Jepang memulai babak baru penindasan, yang semula dibanggakan sebagai “saudara tua”.

Kekejaman tentara Jepang semakin kentara, ketika mengintruksikan agar seluruh rakyat Bekasi berkumpul di depan kantor tangsi polisi, untuk menyaksikan hukuman pancung terhadap penduduk Telukbuyung bernama Mahbub, yang ditangkap karena diduga sebagai mata-mata Belanda dan menjual surat tugas perawatan kuda-kuda militer Jepang. Hukum pancung ini sebagai shock theraphy agar menimbulkan efek jera dan ketakutan bagi rakyat Bekasi. Bala tentara Jepang juga memberlakukan ekonomi perang, padi dan ternak yang ada di Bekasi Gun dicatat, dihimpun dan wajib diserahkan kepada penguasa militer Jepang. Bukan saja untuk keperluan sehari-hari tetapi juga untuk keperluan jangka panjang, dalam rangka menunjang Perang Asia Timur Raya.

Akibatnya, rakyat Bekasi mengalami kekurangan pangan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya “Romusha” (kerja rodi). Pemerintah militer Jepang juga melakukan penetrasi kebudayaan dengan memaksa para pemuda Bekasi untuk belajar semangat bushido (spirit of samurai), pendewaan Tenno Haika (kaisar Jepang). Para pemuda dididik melalui kursus atau dengan melalui pembentukan Seinendan, Keibodan, Heiho dan tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang kemudian langsung ditempatkan kedalam organisasi militer Jepang.

Selain organisasi bentukan Jepang, pemuda Bekasi mengorganisasikan diri dalam organisasi non formal yaitu Gerakan Pemuda Islam Bekasi (GPIB), yang didirikan pada tahun 1943 atas inisiatif para pemuda Islam Bekasi yang setiap malam Jum’at mengadakan pengajian di Masjid Al –Muwahiddin, Bekasi, para anggotanya terdiri atas pemuda santri, pemuda pendidikan umum dan pemuda “pasar” yang buta huruf. Awalnya GPIB dipimpin oleh Nurdin, setelah ia meninggal 1944, digantikan oleh Marzuki Urmaini. Hingga awal kemerdekaan BPIB memiliki anggota yang banyak, markasnya di rumah Hasan Sjahroni, di daerah pasar Bekasi, banyak anggotanya kemudian bergabung ke-BKR dan badan perjuangan yang dipimpin oleh KH Noer Alie. GPIB banyak memiliki Cabang antara lain, GPIB Pusat Daerah Bekasi (Marzuki Urmaini dan Muhayar), GPIB Daerah Ujung Malang (KH Noer Alie), GPIB Daerah Tambun (Angkut Abu Gozali, GPIB Kranji (M. Husein Kamaly) dan GPIB Cakung (Gusir) berdirinya kabupaten Bekasi. Berdasarkan aturan hukum pada saat itu dan melihat kegigihan rakyat memperjuangkan aspirasinya untuk membentuk suatu pemerintahan tersendiri, setingkat Kabupaten, mulailah para tokoh dan rakyat Bekasi berjuang agar pembentukan tersebut dapat terealisasikan. Awal tahun 1950, para pemimpin rakyat diantaranya R. Soepardi, KH Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini membentuk “Panitia Amanat Rakyat Bekasi”, dan mengadakan rapat raksasa di Alun-alun Bekasi (17 Januari 1950), yang dihadiri oleh ribuan rakyat yang datang dari pelbagai pelosok Bekasi, dihasilkan beberapa tuntutan yang terhimpun dalam “Resolusi 17 Januari”, yang antara lain menuntut agar nama Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi, tuntutan itu ditandatangani oleh Wedana Bekasi (A. Sirad) dan Asisten Wedana Bekasi (R. Harun).

Pasca Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Usulan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari Mohammad Hatta, dan menyetujui penggantian nama “Kabupaten Jatinegara” menjadi “Kabupaten Bekasi”, persetujuan ini semakin kuat dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 14 Tahun 1950 yang ditetapkan tanggal 8 Agustus 1950 tentang Pembentukan Kabupaten-kabupaten di lingkungan Provinsi Jawa Barat, serta memperhatikan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1950 tentang berlakunya undang-undang tersebut, maka Kabupaten Bekasi secara resmi terbentuk pada tanggal 15 Agustus 1950, dan berhak mengatur rumah tangganya sendiri, sebagaimana diatur oleh Undang-undang Pemerintah Daerah pada saat itu, yaitu UU No.22 Tahun 1948. Selanjutnya, ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bekasi, bahwa tanggal 15 Agustus 1950 sebagai hari jadi kabupaten.

Status ini dikukuhkan dengan UU Nomor 14 Tahun 1950 mengenai pembentukan Kabupaten Bekasi, dengan wilayah yang terdiri dari empat kewedanaan, 13 kecamatan dan 95 desa. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (Jl. Ir. H Juanda), yang kemudian pada tahun 1982 gedung perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Pondok Gede, Bekasi. Mulai tahun 2004, Pemerintahan Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Cikarang Pusat, Kota Deltamas dengan tujuan untuk memeratakan pembangunan di daerah timur Bekasi.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2004 mencapai 1.950.209 jiwa. Bila dilihat dari rasio penduduk berdasarkan kelamin adalah 1,04 banding 1,00, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 996.150 jiwa dan perempuan 954.054 jiwa. Adapun laju pertumbuhan penduduk hasil perhitungan sensus tahun 2000 sebesar 4,23 % terdiri dari migrasi 2,33 % dan alamiah 1,90%.[butuh rujukan] Pada tahun 2005 jumlah penduduk Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 2.027.902 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,98% dari tahun sebelumnya.Penduduk bekasi mayoritas merupakan pendatang sehingga tak heran jika banyak budaya nya pn telah banyak berakulturasi.[butuh rujukan]

Pada tahun 2013, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3.002.112 jiwa. Tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi menjadi 3.112.698 jiwa atau naik 120.586 jiwa dari tahun 2013[2]. Penduduk berjenis kelamin laki-laki adalah 1.592.588 jiwa dan penduduk berjenis kelamin perempuan 1.530.110 jiwa pada tahun 2014.Dengan luas wilayah 127.388 hektar, tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 2.451 jiwa per km2.[2]

Kecamatan dengan penduduk tertinggi ialah Tambun Selatan dengan jumlah penduduk mencapai 486.041 jiwa atau 16 persen dari total penduduk Kabupaten Bekasi pada tahun 2014. Kecamatan dengan penduduk terendah ialah Bojongmangu dengan jumlah penduduk 25.587 jiwa pada tahun 2014.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Bekasi adalah dataran rendah dengan bagian selatan yang berbukit-bukit. Ketinggian lokasi antara 0 – 115 meter dan kemiringan 0 – 250 meter. Kabupaten Bekasi yang terletak di sebelah Utara Provinsi Jawa Barat dengam mayoritas daerah merupakan dataran rendah, 72% wilayah Kabupaten Bekasi berada pada ketinggian 0-25 meter di atas permukaan air laut. Berdasarkan karakteristik topografinya, sebagian besar Kabupaten Bekasi masih memungkinkan untuk dikembangkan untuk kegiatan budidaya,Terutama untuk budidaya ikan di tambak ataupun untuk budidaya hewan domestik seperti ayam dan kambing.[butuh rujukan]

Jenis tanah di Kabupaten Bekasi diklasifikasikan dalam tujuh kelompok. Kelompok yang paling layak untuk pengembangan pembangunan memiliki luas sekitar 16.682,25 Ha (81,25%), yang terdiri dari jenis asosiasi podsolik kuning dan hidromorf kelabu; komplek latosol merah kekuningan, latosol coklat, dan podsolik merah; aluvial kelabu tua; asosiasi glei humus dan alluvial kelabu; dan asosiasi latosol merah, latosol coklat kemerahan, dan laterit. Klasifikasi cukup layak seluas 3.745,04 Ha (18,24%), terdiri dari jenis tanah asosiasi alluvial kelabu dan alluvial coklat kekelabuan. Sisanya sekitar 104,71 Ha (0,51%) dari jenis podsolik kuning merupakan areal yang kurang layak untuk pembangunan.[butuh rujukan]

Ditinjau dari tekstur tanahnya, sebagian besar wilayah ini memiliki tekstur tanah halus sekitar 15.555,04 Ha (75,76%) dan bertekstur sedang sekitar 4.755,21 Ha (23,16%) berada di sebelah utara dan sebelah selatan yakni, sedangkan sisanya sekitar 221,75 Ha atau 1,08% bertekstur kasar berada di sebelah barat. Tingkat kepekaan tanah terhadap erosi cukup baik/stabil. Tingkat kepekaan ini diklasifikasikan tiga bagian yakni stabil (tidak peka), peka, dan sangat peka. Sekitar 17.220,19 Ha (83,87%) dari luas lahan merupakan lahan stabil yang layak untuk dikembangkan untuk berbagai macam kegiatan perkotaan. Seluas 3.127,02 Ha (15,23%) dari lahanya memiliki kondisi peka dan masih cukup layak untuk dibangun. Sedangkan di bagian selatan, lahnnya sangat peka terhadap erosi yakni sekitar 184,79 Ha (0,9%), kurang layak untuk dikembangkan.[butuh rujukan] Adanya beberapa sungai yang melewati wilayah Kabupaten Bekasi merupakan potensi sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di Kabupaten Bekasi terdapat enam belas aliran sungai besar dengan lebar berkisar antara 3 sampai 80 meter, yaitu sebagai berikut Sungai Citarum, Sungai Bekasi, Sungai Cikarang, Sungai Ciherang, Sungai Belencong, Sungai jambe, Sungai Sadang, Sungai Cikedokan, Sungai Ulu, Sungai Cilemahabang, Sungai Cibeet, Sungai Cipamingkis, Sungai Siluman, Sungai Serengseng, Sungai Sepak dan Sungai Jaeran.[butuh rujukan]

Selain itu, terdapat 13 situ yang tersebar di beberapa kecamatan dengan luas total 3 Ha sampai 40 Ha, yaitu Situ Tegal Abidin, Bojongmangu, Bungur, Ceper, Cipagadungan, Cipalahar, Ciantra, Taman, Burangkeng, Liang Maung, Cibeureum, Cilengsir, dan Binong. Saat ini kebutuhan air di Kabupaten Bekasi dipenuhi dari 2 (dua) sumber, yaitu air tanah dan air permukaan. Air tanah dimanfaatkan untuk pemukiman dan sebagian industri. Kondisi air tanah yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi sebagian besar merupakan air tanah dangkal yang berada pada kedalaman 5 – 25 meter dari permukaan tanah, sedangkan air tanah dalam pada umumnya didapat pada kedalaman antara 90 – 200 meter. Air permukaan, seperti sungai, dimanfaatkan oleh PDAM untuk disalurkan kepada konsumennya, baik permukiman maupun industri.[butuh rujukan]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bekasi dipimpin oleh bupati Hj. Neneng Hasanah Yasin dan wakil bupati H. Rohim Mintareja yang dicalonkan oleh fraksi Golkar, yang memerintah dari tahun 2012. Neneng Hasanah Yasin adalah calon dari Partai Golkar dan H. Rohim Mintareja dari partai Demokrat. Neneng Hasanah Yasin adalah anggota DPRD[3] jawa barat. Rohim Mintareja adalah anggota DPRD Kab. Bekasi dari Dapil DPRD Kab. Bekasi 1 yang bertugas di Komisi C. Pasangan ini cukup kuat di daerah Pebayuran, Tambun, Cibitung, Cikarang Barat, Cibarusah, terkecuali di Cikarang Selatan yang mayoritas memilih pasangan Darip Maulana dan Jejen Sayuti.

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut Daftar Bupati Bekasi dari masa ke masa.

NoBupatiMulai menjabatAkhir menjabatPrd.Ket.Wakil Bupati
1
H. Tubagus Suhandan Umar
15 Agustus 1950
1 November 1951
1
2
R. Sampoerno Kolopaking
1 November 1951
30 Januari 1958
2
Suhandan Umar
3
M. Nausan
30 Januari 1958
26 Januari 1960
3
[Ket. 1]
4
R. Son Prawira Adiningrat
1 Juli 1958
30 Januari 1967
Maun Al Ismaun
27 Januari 1960
21 Januari 1967
4
5
MS. Soebandi
21 Januari 1967
25 Januari 1973
5
6
H. Abdul Fatah
1973
1978
6
1978
1983
7
7
H. Suko Martono
1983
1988
8
1988
1993
9
8
H. Moch. Djamhari
1993
1998
10
Dede Satibi
9
H. Wikanda Darmawijaya
1998
2003
11
Dimyati Syarifuddin
10
Saleh Manaf
2003
2005
12
Solihin Sari
11
Bupati Bekasi Teni Wisramuan .jpgTeni Wisramuan
2005
2007
12
Bupati Bekasi Sa'duddin.jpgDr. H. Sa’duddin, MM
14 Mei 2007
14 Mei 2012
13
M. Darip Mulyana
13
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.jpgdr. Hj. Neneng Hassanah Yasin
14 Mei 2012
14 Mei 2017
14
H. Rohim Mintareja, S.Sos
22 Mei 2017
18 Oktober 2018
15
[Ket. 2]
H. Eka Supria Atmaja, SH
H. Eka Supria Atmaja, SH
18 Oktober 2018
12 Juni 2019
14
12 Juni 2019
Petahana
[4]
Catatan
  1. ^ Kepala Daerah Swatantra II Bekasi
  2. ^ Tersandung kasus korupsi perizinan Meikarta

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi

DPRD Kabupaten Bekasi hasil Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 tersusun dari 11 partai, dengan perincian sebagai berikut[5]

PartaiKursi
Partai Golkar10
PDIP8
Partai Gerindra7
PKS5
Partai Demokrat5
PAN5
PPP3
Nasdem3
Partai Hanura2
PKB1
PBB1
Total50

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bekasi berdiri pada tanggal 15 Agustus 1950 menurut dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 1950 serta berada di dataran rendah dan pada ketinggian ± 2-40 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan saat itu terbagi atas 15 kecamatan dan 118 desa, yang saat itu beribu kota di Kota Bekasi.

Memiliki luas wilayah 1.224,88 km² yang meliputi daratan 860 km² dan kepulauan (meliputi pulau Bawang, pulau Arang dan pulau Kelapa serta 8 pulau-pulau lain) 559 km² serta berpenduduk 2.575.000 jiwa pada bulan April 2014 dan kepadatan penduduk 1.820 jiwa per km², menjadikan kabupaten terpadat di Jawa Barat, setelah kabupaten Bandung dan kabupaten Bogor.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah[sunting | sunting sumber]

  • Taman kanak-kanak berjumlah 241
  • Sekolah Dasar Negeri berjumlah 700
  • Sekolah Dasar Swasta berjumlah 65
  • Madrasah Ibtidaiyah berjumlah 156
  • SLTP Negeri berjumlah 54
  • SLTP Swasta berjumlah 124
  • Madrasah Tsanawiyah berjumlah:114
  • SLTA Negeri berjumlah 20
  • SLTA Swasta berjumlah 60
  • Madrasah Aliyah berjumlah 34
  • SLB berjumlah 5

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bekasi merupakan kawasan pertumbuhan Jakarta, dan menjadi bagian dari kawasan Jabotabek (belakangan menjadi Jabodetabek). Bekasi dilintasi ruas jalan tol Jakarta-Cikampekdan jalur kereta api Jakarta-Surabaya. KRL Jakarta-Bekasi kini telah hadir sampai Cikarang.[6] Bahkan jalur KRL Bekasi-Cikarang sudah dapat beroperasi.[7]

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2011-2031, Kabupaten Bekasi merencanakan pembangunan jaringan rel kereta api lintas cabang menghubungkan Cikarang TimurCikarang PusatSerang BaruCibarusahNambo.[8][butuh rujukan]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Kabupaten Bekasi ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan dan perindustrian. Banyak industri manufaktur yang terdapat di Bekasi, diantaranya kawasan industri Jababeka, Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas Kota DeltamasEJIPDelta SiliconMM2100, BIIE dan sebagainya. Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiskal.

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

  1. Minyak bumi. Beberapa sumur minyak bumi yang telah dieksplorasi terdapat di Bekasi bagian utara. Salah satunya terdapat di BabelanGabusMuaragembongCabangbungin dan Tambun. Produksi minyak mentah dari sumur minyak bumi di Tambun mencapai 6.126 barel per hari.[9]
  2. Gas alam. Gas alam terdapat di Bekasi bagian selatan. Sumur gas yang sudah berproduksi sejak tahun 2004 berjumlah enam buah. Sumur-sumur gas tersebut terdapat di Blok Jatirarangon yang meliputi wilayah Cikarang Selatan dan Cikarang Pusat. Cadangan gas alam di Blok Jatirarangon diperkirakan sebesar 56,7 miliar kaki kubik.[10] Selain itu sumur gas nomor 3 juga menghasilkan minyak bumi dengan debit 90 barel per hari.[11]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bekasi memiliki beberapa objek wisata, di antaranya:

Kota Cikarang[sunting | sunting sumber]

Kota Cikarang adalah ibu kota dari Kabupaten Bekasi, Jawa BaratIndonesia. Kota Cikarang meliputi wilayah kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan di Kabupaten Bekasi. Pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi berada di Wilayah Ini.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j Pemerintah Kabupaten BekasiSejarah Kabupaten Bekasi / History of Bekasi Regency
  2. ^ a b c Jumlah Penduduk Kabupaten Bekasi Naik 120.586 Jiwapada Tahun 2014
  3. ^ “DPR Sarankan Pemerintah Turunkan Harga BBM”. Bekasikab.go.id. 2015-07-23. Diakses tanggal 2015-07-27.
  4. ^ Pahrevi, Dean (12 Juni 2019). Rastika, Icha, ed. “Resmi Jadi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja Fokus Benahi Sektor Ini”Kompas.com. Diakses tanggal 25 Agustus 2019.
  5. ^ [1], Penetapan Kursi DPRD Kabupaten Bekasi
  6. ^ “Asyik, KRL Bisa Sampai ke Cikarang pada 2018”http://www.tempo.co. tempo. 2016-01-25. Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  7. ^ http://metro.sindonews.com. Sindo. 2016-02-08 http://metro.sindonews.com/read/1083747/171/2018-commuter-line-ditarget-sampai-ke-cikarang-1454940774. Teks “2018, Commuter Line Ditarget Sampai ke Cikarang ” akan diabaikan (bantuan); Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan); Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  8. ^ “Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi 2011-2031” (PDF). 2011-12-22.
  9. ^ Naomy, P.C. (2004-01-13). “Pertamina to explore more oil reserves”http://www.thejakartapost.com. The Jakarta Post. Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  10. ^ “Ramba Energy Limited Annual Report 2010” (PDF). www.ramba.com. Ramba Energy.
  11. ^ “Ramba Energy Limited Annual Report 2010” (PDF). www.ramba.com. Ramba Energy.
  12. ^ Aneka tempat wisata
  13. ^ Ragam Tempat Wisata di bekasi
  14. ^ 11 tempat wisata di Bekasi

Fitur Terbaru akan Hadir di PUBG Mobile Mirip PUBG PC, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata

Fitur Terbaru akan Hadir di PUBG Mobile Mirip PUBG PC, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata

Fitur Terbaru akan Hadir di PUBG Mobile Mirip PUBG PC, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata
Tribunsumsel.com / Instagram @pubgmobile
Fitur Terbaru akan Hadir di PUBG Mobile Mirip PUBG PC, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata.

TRIBUNBATAM.id – PUBG PC sudah update beberapa fitur terbaru, mulai dari senjata terbaru hingga mastery senjata.

Bahkan update terbaru dari PUBG PC ini belum ada di PUBG Mobile.

Fitur terbaru yang ada di PUBG PC mulai dari adanya senjata terbaru MP5K hingga Mastery Senjata yang bisa update senjata hingga level 100.

Oleh karena itu Tribunsumsel.com akan memberitahu kalian beberapa fitur baru yang ada didalam PUBG PC yang belum diadaptasi kedalam game PUBG Mobile.

Berikut adalah 7 fitur-fitur baru yang akan hadir di PUBG Mobile :

• PUBG Mobile Rilis Event Diskon, dari Peti Elite Box hingga M16A4 Season 8 Dengan Bonus

• Game Battle Royale yang Cocok untuk HP Kentang, Free Fire atau PUBG Lite, Pilih Mana?

• Bersiap untuk Turnamen Vivo Z1 Pro PUBG Mobile, Daftar Squadmu & Raih Hadiah Jutaan Rupiah

1. MP5K

Senjata SMG terbaru yang sudah diupdate didalam game PUBG PC yang belum ada pada game PUBG Mobile, senjata ini menggunakan peluru 9mm atau peluru orange yang memiliki speed fire sedikit lambat namun memiliki damage yang sakit.

Salah satu senjata SMG terbaik dengan recoil yang stabil, kehadiran senjata baru ini akan mengbuat Vector akan dihilangkan dari map Vikendi.

2. Canted Sight

Merupakan sebuah sight atau pembidik baru yang dapat kalian gunakan sebagai pengganti Red dot ataupun Holo Sight.

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Fitur Terbaru akan Hadir di PUBG Mobile Mirip PUBG PC, Senjata MP5K hingga Mastery Senjata, https://batam.tribunnews.com/2019/08/29/fitur-terbaru-akan-hadir-di-pubg-mobile-mirip-pubg-pc-senjata-mp5k-hingga-mastery-senjata.

Editor: Mona Andriani

Pengakuan Miss Grand Indonesia 2019 Sarlin Jones dari NTT, Gabriella Hutahaean – Cindy Yuliani Kalah

Pengakuan Miss Grand Indonesia 2019 Sarlin Jones dari NTT, Gabriella Hutahaean – Cindy Yuliani Kalah

Pengakuan Miss Grand Indonesia 2019 Sarlin Jones dari NTT, Gabriella Hutahaean - Cindy Yuliani Kalah
INSTAGRAM.COM/@SARLINJONES
Miss Grand Indonesia 2019, Sarlin Jones

TRIBUN-TIMUR.COM – Pengakuan Miss Indonesia 2019 dari Sarlin Jones Nusa Tenggara Timur ( NTT ), kalahkan Gabriella Hutahaean dan Cindy Yuliani, lihat hadiahnya.

Cek Instagram Sarlin Jones.

Selamat, Miss Grand Indonesia 2019 disandang Sarlin Jones dari Nusa Tenggara Timur atau NTT, dan Gabriella Hutahaean dari Sumatera Utara raih runner up 2 Miss Grand Indonesia 2019.

Gadis Sarlin Jones menggantikan Miss Grand Indonesia 2019, Nadia Purwoko.

Pada tahun ini, runner up 1 Miss Grand Indonesia 2019 disandang Cindy Yuliani wakil dari Bali.

Apa hadiah Miss Grand Indonesia 2019?

Jika berkaca pada Miss Grand Indonesia 2018, hadiahnya berupa apartemen dan uang dari sponsor.

Sementara itu, aplaus meriah dari penonton dan ucapan selamat dari rekan-rekan finalis Miss Grand Indonesia 2019 pun diberikan kepada Sarlin Jones.

Ketika menjalani masa karantina di Labuan BajoNTT pada pekan lalu, Sarlin Jones sempat mengungkapkan perasaannya kepada wartawan Pos-Kupang.com, Servan Mammilianus.

“Tentunya saya senang sekali. Bisa mewakili NTT karena NTT sangat hebat, terutama Labuan Bajo sekarang sudah termasuk dalam empat destinasi super prioritas. Jadi saya senang sekali, bisa mewakili Nusa Tenggara Timur,” kata Sarlin Jones di Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo, Sabtu (24/8/2019).

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Pengakuan Miss Grand Indonesia 2019 Sarlin Jones dari NTT, Gabriella Hutahaean – Cindy Yuliani Kalah, https://makassar.tribunnews.com/2019/08/30/pengakuan-miss-grand-indonesia-2019-sarlin-jones-dari-ntt-gabriella-hutahaean-cindy-yuliani-kalah.

Editor: Edi Sumardi

Eits… Wika Salim Pernah Juga Jadi Gacoan Raffi Ahmad

CELEB

Eits… Wika Salim Pernah Juga Jadi Gacoan Raffi Ahmad

Jumat, 30 Agu 2019 09:33 WIB Prih Prawesti Febrian – detikHot

Foto: Asep Syaifullah/detikHOTFoto: Asep Syaifullah/detikHOT

 

 

Jakarta – Wika Salim menjadi bintang tamu ‘Okay Bos’. Raffi Ahmad terlihat sangat semangat hari ini. Ternyata Raffi Ahmad pernah lho lirik Wika Salim. Gimana tuh ceritanya?

Kedatangan Wika Salim langsung jadi sasaran Vicky untuk menggoda Raffi Ahmad. Vicky Prasetyo pertanyakan pernah nggak sih seorang Raffi modus dengan dirinya.

“Eh pernah nggak Aa bos saya ini chat kamu?” tanya Vicky Prasetyo.

“Hahahaha ya kalau silahturahmi sih kita silahturahmi,” papar Wika.

“Ih jujur yang itu tuh,” kata Vicky.

“Iya pernah emang kenapa sih,” tantang Raffi.

Mengetahui hal tersebut Wika dan Vicky langsung tertawa. Banyak yang tidak menyangka jika Wika pernah menjadi gacoan Raffi Ahmad.

“Yeay kalau mau gacoan gitu kamu sama dia ajalah di Cafe yang di Menteng itu,” beber Vicky Prasetyo ke Wika.

“Hahaha itu kan ada kamu juga tahu,” jelas Wika.