Tempat Jual beli laptop di Bekasi kota baru hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Bekasi kota baru hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah  Bekasi . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bekasi  segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Kotabaru

Masa Kerajaan
Menurut riwayatnya, Kabupaten Kotabaru terdapat beberapa kerajaan-kerajaan kecil diantaranya kerajaan Kusan dan Pagatan, Cengal Manunggul dan Bangkalan, Batulicin, Sebamban, Pasir, Cantung dan Sempanahan dan kerajaan besar seperti Kusan dan Pagatan, serta Pulau Laut.   Diperkirakan, kerajaan-kerajaan tersebut didirikan di sekitar tahun 1786.
Kerajaan Kusan dan Pagatan didirikan sekitar tahun 1786 oleh Pangeran Amir seorang pangeran yang melarikan diri dari kerajaan Kayu Tangi akibat adanya perebutan kekuasaan dalam kerajaan tersebut.   Pangeran Amir bergelar Raja Kusan I. S  etelah beliau wafat diganti oleh Pangeran Musa adik dari Sultan Adam Kayu Tangi yang kemudian bergelar Raja Kusan II. Sekitar Tahun 1820 Kapitan La hanggawa diakui oleh Sultan Sulaiman (keponakan Pangeran Amir) dari Kayu Tangi sebagai raja Pagatan.  Baik Raja Kusan II maupun Raja Pagatan, keduanya takluk dibawah Sultan Kayu Tangi dan diharuskan membayar upeti.  Setelah Raja Kusan II mangkat, ia digantikan anaknya Pangeran Napis dan bergelar Raja Kusan III.
Pada tahun 1840, Pangeran Napis meninggal dan digantikan dengan puteranya Pangeran Jaya Sumitra yang bergelar Raja Kusan IV dan kemudian beliau memindahkan pusat kerajaan ke Salino di Pulau Laut yang terletak berseberangan dengan muara Pagatan, dan menyerahkan kerajaan Kusan kepada Arung Abdul Karim yang kemudian menjadi raja Kusan dan Pagatan.  Tahun 1881 Pangeran Jaya Sumitra meninggal dunia dan diganti oleh putra sulungnya yang bernama Pangeran Husin Kusuma yang bergelar Raja Pulau Laut IV. Setelah pangeran Husin Kusuma meninggal saat menunaikan ibadah haji pada tahun 1900, kedudukan beliau digantikan oleh putranya Pangeran Aminullah dengan gelar Raja Pulau Laut V yang merupakan raja Pulau Laut terakhir.

 

Masa Penjajahan Belanda & Jepang
Pada tahun 1905, pemerintah Belanda menghapuskan kerajaan-kerajaan di Pulau Laut dan Tanah Bumbu seperti Cengal Manunggul dan Bangkalaan, Cantung dan Sampanahan, Batulicin, Pulau Laut, dan Sebamban.   Maksud dan tujuan penghapusan kerjaan-kerajaan tersebut tidak lain agar pemerintah Belanda dapat langsung menguasai dan mengawasi rakyat tanpa perantara dari raja-raja dari kerajaan tersebut yang kemungkinan besar akan menimbulkan kesulitan terhadap pemerintahan mereka.   Maka dengan demikian berakhirlah kekuasaan raja-raja dengan seluruh pemerintahannya.   Pemerintahan beralih langsung dilaksanakan dan dipegang oleh pemerintah kolonial Belanda dan hal ini berjalan hingga tahun 1942 sewaktu tentara Jepang menduduki Kotabaru dan daerah sekelilingnya. Jepang mengalami kekalahan pada Perang Dunia II pada tahun 1945 setelah dibom-nya kota Hiroshima dan Nagasaki, menandai dimulainya pergerakan kemerdekaan di wilayah Kalimantan Tenggara.
 

 Zeefhuis bij het spooremplacement op Poelaoe Laoet 1920

Masa Pergerakan Kemerdekaan
Pada tanggal 25 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda melakukan perjanjian Linggarjati yang salah satu isinya menyebutkan bahwa “Pemerintah Belanda dan Pemerintah RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya sebuah negara berdaulat dan demokratis yang dinamai Negara Indonesia Serikat, terdiri dari Republik Indonesia, Borneo dan Timor Besar”. Kemudian karena isi perjanjian tersebut dilanggar oleh pihak Belanda dengan mengadakan Perang Kolonial I (21 Juli 1947).
Setelah itu atas jasa-jasa baik Komisi Tiga Negara diadakan perundingan kembali yang dinamakan persetujuan Renville (27 Januari 1948) dimana salah satu isi pasalnya menyatakan dalam waktu kurang dari enam bulan dan tidak lebih dari satu tahun sesudah ditanda tangani, maka di berbagai daerah di Jawa, Sumatera dan Madura akan diadakan pemungutan suara untuk menentukan apakah rakyat di daerah tersebut akan turut di dalam Republik Indonesia atau masuk dalam lingkungan Negara Indonesia Serikat.
Atas dasar kedua persetujuan tersebut penguasa Belanda/NICA membentuk Pemerintahan dengan nama Dewan Kalimantan Tenggara dan lanschap-lanschap, kemudian Pemerintah Belanda mengadakan plebisit di seluruh penduduk untuk menentukan pilihan apakah masuk ke Republik Indonesia, Borneo atau Timur Besar yang diadakan di sekolah Rakyat Baharu (Sekarang SDN Akhmad Yani / SDN Batuah).  Hasil dari plebisit tersebut, penduduk tetap menghendaki Kalimantan Tenggara sebagai daerah Republik Indonesia.
Setelah mengetahui keinginan rakyat Kalimantan Tenggara, penguasa Belanda waktu itu tidak mau melaksanakan apa yang dikihendaki rakyat tersebut, sehingga mendapat perlawanan dari pemuda yang ingin bergabung dengan Pemerintah Republik Indonesia dan pada bulan Oktober 1949 bendera merah putih dikibarkan di Pasar Pagatan, kemudian membentuk suatu Badan yang bernama Komite Nasional Indonesia Kotabaru dan Komite Nasional Indonesia Pagatan.  Disamping mengadakan demonstrasi-demontrasi, tuntutan-tuntutan berupa mosi, resolusi dan sebagainya, pada bulan Pebruari 1950 berangkatlah sebuah delegasi atas nama Rakyat Daerah Kalimantan Tenggara menuju Yogyakarta dan Jakarta untuk menghubungi dan menyampaikan resolusi kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat. Setelah delegasi tersebut kembali ke Kotabaru dan Pagatan, keadaan pergolakan yang menuntut dibubarkannya Dewan Kalimantan Tenggara dan masuknya Kalimantan Tenggara kedalam Republik Indonesia di Jogyakarta makin memuncak. Untuk mencegah agar Dewan Kalimantan Tenggara ketika itu jangan dibubarkan secara paksa oleh rakyat, maka dewan kembali mengambil kebijaksanaan untuk mengirim utusan ke Yogyakarta dan ke Jakarta untuk menemui Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Serikat. Adapun delegasi tersebut diwakili oleh M. Jamjam (Dewan Kalimantan Tenggara), A. Imberan (Dewan Lanschap Cantung Sampanahan), K.H. M. Arief (Dewan Lanschap Pulau Laut), K. Asyikin Noor (Dewan Lanschap Pagatan).
Pada tanggal 4 April 1950 Dewan Kalimantan Tenggara dibubarkan dan dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia (Yogyakarta) lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat Nomor 137 dan nomor 138, kemudian pada tanggal 29 Juni 1950 dikeluarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang pembentukan wilayah-wilayah Pemerintah yaitu Kabupaten-Kabupaten, Daerah-Daerah Swapraja dalam propinsi Kalimantan.   Maka daerah Kalimantan Tenggara dulu diubah menjadi Kabupaten Kotabaru dengan ibukotanya adalah Kotabaru, sedang yang diangkat sebagai kepala Daerah adalah M. Yamani.   Sesudah itu keluar Peraturan Pemerintah tanggal 30 Juni 1950 sebagai pengganti Undang-undang No. 2 tahun 1950 tentang Pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara dan Dewan Pemerintahnya untuk seluruh daerah Republik Indonesia. Yang kemudian diikuti dengan surat Keputusan Gubernur Kalimantan tanggal 14 Agustus 1950 No. 186/OPB/92/14 di dalam Bab II pasal 4 menyatakan bahwa Badan-Badan Pemerintah Kabupaten terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pemerintah Daerah.

 

Pelabuhan Kotabaru 1950

Pergolakan Daerah
Setelah pengakuan kedaulatan, sebagai hasil perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI, berbagai ‘pergolakan daerah’ terjadi sebagai ungkapan ketidakpuasan terhadap Pemerintah Pusat.    PRRI / Permesta, DI / TII, dan RMS adalah contoh pergolakan tersebut. Di Kalimantan Selatan, DI / TII pimpinan RM Kartosuwiryo ‘merembet’ ke Kotabaru.
Berawal dari kekecewaan Ibnu Hajar, mantan prajurit Divisi IVB ALRI (A) yang tidak puas atas perlakuan terhadapnya dan kawan-kawan seperjuangan, membentuk organisasi gerilya, Kesatuan Rakyat Indonesia yang Tertindas (KRIyT).  Penyebabnya adalah (sumber: Van Dijk, 1983 : 229) persoalan demobilisasi dan rasionalisasi terhadap unsur-unsur Divisi IV ALRI sejak awal triwulan pertama 1950.  Divisi pimpinan Ibnu Hajar telah melakukan upaya-upaya memajukan agama Islam dan syari’at Islam.   Semangatnya sejalan dengan gerakan di Aceh menjadi negara Islam, yang menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan SM Kartosuwiryo.
Kebangkitan DI / TII atau NII berbarengan dengan rasionalisasi di tubuh Tentara Republik Indonesia.   Bagi sebagian mantan pejuang di Kalimantan Selatan yang bergabung dengan TNI, dirasakan adanya diskriminasi.   Banyak mantan prajurit Divisi IV ALRI (A) yang terkena demobilisasi dan tidak diakui sebagai veteran dan tidak menerima pensiunan.
Bagi sebagian masyarakat dan mantan pejuang di Kotabaru, gerakan Ibnu Hajar mendapat simpati. Gerakan ini merupakan ungkapan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat, dan bukan memerangi rakyat Kalimantan Selatan. Gerakan Ibnu Hajar adalah fakta perjalanan bangsa yang menjadi pelajaran berharga.   Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 449 Tahun 1961 tentang pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan.
Gerakan ini kemudian menyebar ke Barabai, Birayang, Batumandi, Paringin Kelua, Kandangan dan seterusnya, khususnya di kalangan mantan prajurit Divisi IV ALRI (A). Namun akhirnya, pada bulan Juli 1963,  Ibnu Hajar dan pengikutnya menyerahkan diri di Desa Ambulun, Hulu Sungai Selatan.   Ibnu Hajar mengisyaratkan bahwa dia tetap mencintai negara ini dengan menyatakan bahwa “apabila negara membutuhkannya ia bersedia mengabdi pada republik dan ia beserta pengikutnya bersedia dilibatkan dalam konfrontasi dengan Malaysia”.   Aktivitas gerilya berakhir di tahun 1969, diawali janji pemerintah bahwa tidak ada pengadilan bagi gerombolan, dan diikuti dengan pemberian amnesti dan abolisi oleh pemerintah, seperti tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 449 tahun 1961 Tentang pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan.

SMP 268 (SMPN 1 Kotabaru) – Agustus 1958.

Tampak di belakang adalah komplek penampungan bekas kelompok KRIyT.

 

Kotabaru membangun

Wilayah Kabupaten Kotabaru menurut undang-undang darurat Nomor 3 tahun 1953 tentang pembentukan (Resmi) Daerah Otonomi Kabupaten / Daerah Istimewa Tingkat Kabupaten dan Kota Besar dalam lingkungan Daerah propinsi Kalimantan menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Kotabaru meliputi Kawedanan-kawedanan Pulau Laut, Tanah Bumbu Selatan, Tanah Bumbu Utara dan Pasir. Kemudian dengan Undang-Undang Darurat No. 3 Tahun 1953 sebagai undang-undang dan menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Kotabaru dikurangi dengan Kawedanan Pasir.

 

Kantor Pemda Kotabaru

Tempat Jual beli laptop di Bekasi setu  hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Bekasi setu  hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah  Bekasi . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Berburu Wangsit di Kramat Cijengkol

Wijayakusuma, Jurnalis · Minggu 22 April 2018 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 20 338 1889566 berburu-wangsit-di-kramat-cijengkol-Hgrzv0TAlJ.jpgKramat Cijengkol selalu dikunjungi peziarah untuk berburu wangsit (

BEKASI – Bagi kebanyakan masyarakat yang hidup di era serba modern saat ini, hal-hal berbau mistis dan klenik sudah semakin sulit diterima akal sehat. Masyarakat cenderung lebih memercayai apa yang bisa dijelaskan secara logis dan ilmiah, ketimbang perkara yang di luar nalar.

Pun demikian, tak sedikit pula masyarakat yang masih percaya dengan hal-hal mistis, seperti tempat-tempat angker dan penampakan mahluk-mahluk kasat mata yang diyakini ada di sekitar kita.

Kata mistis biasanya digunakan publik untuk merujuk pada lokasi yang memiliki nilai sejarah tertentu. Lokasi sejarah tersebut bahkan kerap dianggap keramat, dan dijadikan sebagian orang sebagai tempat untuk meminta wangsit atau pun melakukan ritual tertentu.

Setiap pelosok daerah kemungkinan memiliki tempat yang dikeramatkan oleh masing-masing warganya. Tak terkecuali di Kabupaten Bekasi yang memiliki sebuah tempat keramat yang namanya cukup populer di kalangan para peziarah. Nama tempat yang dimaksud adalah Kramat Cijengkol yang terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Seperti kebanyakan tempat keramat lainnya, Kramat Cijengkol dulunya juga memiliki sejarah yang diceritakan secara turun-temurun. Ditemui secara langsung oleh Okezone, Ketua Pembangunan Kramat Cijengkol, Lasmin menceritakan sedikit mengenai asal usul lokasi keramat tersebut.

Dahulu kala Kramat Cijengkol masih berupa hutan. Konon ada seorang pengembara dari Cirebon yang menaiki kuda, singgah di Kampung Cijengkol. Pengembara itu disebut-sebut sebagai keturunan wali. Sang pengembara membuat patok untuk mengikat kudanya, dan selanjutnya berdakwah menyebarkan agama Islam kepada warga setempat, yang saat itu kabarnya belum memeluk agama apapun.

“Sejak jaman wali, sejarahnya seperti itu. Patok kudanya saat ini ada di makam Kramat Cijengkol. Ada juga pisau kecil titipan untuk mengislamkan seseorang dengan menyunat. Setelah itu timbul cahaya-cahaya. Oleh warga di sini kemudian dibuat saung, pakai tiang bambu dan atap alang-alang,” katanya, Jum’at (20/4/2018).

Lambat laun, kisah Kramat Cijengkol menyebar sampai ke luar wilayah Bekasi, hingga membuat orang-orang menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat keramat.

“Bicara angker, mungkin karena ada peziarah yang datang kesini meminta syariat. Yang sakit jadi sembuh, yang rumah tangganya berantakan bisa pulih,” ujar Lasmin.

Menurutnya, para pencari wangsit atau peziarah yang datang ke Kramat Cijengkol, tak hanya berasal dari wilayah Bekasi. Banyak yang datang dari luar wilayah, dengan tujuan dan niat berbeda, seperti meminta usaha lancar, rumah tangga langgeng, enteng jodoh, bisa melunasi utang dan keperluan lainnya.

“Dari Jabodetabek datang ke sini. Bahkan pernah ada yang datang dari Semarang. Intinya, keperluan masing-masing individu. Tetap semua kembali kepada Allah,” paparnya.

Tentang prosesi ritual, Lasmin menolak menceritakan lebih lanjut, lantaran permintaan tamu peziarah. “Kami tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena permintaan masing-masing tamu. Yang jelas tamu hanya bawa air mineral saja,” kata Lasmin.

Jika permohonan sudah terkabul, biasanya peziarah hanya diminta untuk lebih tekun beribadah dan perbanyak beramal, serta memberikan santunan kepada anak yatim.

“Ya kalau sudah terkabul, tamu pasti datang, dan kami hanya memberikan imbauan agar perbanyak sodakoh dan beribadah lebih tekun,” ujarnya.

Tak hanya dari kalangan masyarakat biasa, para pejabat pun diketahui kerap singgah di Kramat Cijengkol, terlebih menjelang masa-masa pemilihan kepala daerah.

“Ada saja, tapi mereka seperti orang biasa, tidak mengaku anggota dewan. Ada yang datang bersama partai, ada juga yang perorangan. Dari Kota Bekasi ada, dari Kabupaten Bekasi juga ada,” ungkap Lasmin.

KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya di Ruang Kerjanya Mulai Pagi hingga Sore KONTRIBUTOR TASIKMALAYA, IRWAN NUGRAHA

KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya di Ruang Kerjanya Mulai Pagi hingga Sore KONTRIBUTOR TASIKMALAYA, IRWAN NUGRAHA Kompas.com – 24/04/2019, 15:29 WIB Tim KPK masih berada di ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terkait dugaan korupsi suap DAK dan DID Kementerian Keuangan RI, Rabu (24/4/2019)(KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA) TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara berantai memeriksa dan memintai keterangan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, di ruang kerjanya sejak pagi sampai sore ini, Rabu (24/4/2019). Beberapa pejabat ada yang keluar masuk ruangan kerja walikota Tasikmalaya untuk dimintai keterangan. Baca juga: KPK Segel Kantor PUPR dan Ruang Dirut RSUD Kota Tasikmalaya Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana terlihat telah dibawa KPK memakai mobil Inova berwarna hitam plat nomor Jakarta oleh empat pria yang menggunakan rompi bertuliskan KPK. “Kasusnya yang ada kaitannya sama Yaya Purnomo. Masih yang dulu kaitannya sama DAK dan DID tahun 2018. Tadi saya ditanyain mulai dari perencanaan dan teknis penggunaan anggaran tersebut oleh KPK di dalam,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Zaenal Kholis, kepada wartawan seusai keluar dan diperiksa KPK di ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya. Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Ada di Ruang Tamu Kantornya Saat Penggeledahan KPK Cecep terlihat diam dan enggan berkomentar. Namun pertanyaan wartawan sesekali dijawab olehnya. Dirinya mengaku belum mengetahui secara detail, tapi pertanyaan dan keterangan yang diberikan KPK tadi, sama dengan pemeriksaan sebelumnya saat ia dipanggil sebagai saksi pada kasus sama beberapa bulan lalu di kantor KPK, Jakarta. “Iya sama, saat saya dipanggil dan dimintai keterangan KPK waktu itu,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, KPK memeriksa ajudan dan mantan ajudan Wali Kota Tasikmalaya dua periode Budi Budiman, Rabu (8/8/2018) tahun lalu. Keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bernama Pepi Nurcahyadi dan Galuh Wijaya. Mereka diperiksa sebagai saksi kasus suap, sekaligus operasi tangkap tangan terhadap Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Yaya Purnomo. Baca juga: KPK Geledah Kantor Wali Kota Tasikmalaya, Ada Apa… Selain pemeriksaan ajudan dan mantan ajudan, dua pejabat di Lingkungan Pemkot Tasikmalaya lainnya pun turut diperiksa KPK yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Cecep Zainal Kholis, dan Sekretaris Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Adang Mulyana. Mantan ajudan wali kota yang kini menjabat Kasubag Perlengkapan Pemkot Tasikmalaya, Galuh Wijaya membenarkan dirinya dan tiga PNS lainnya telah diperiksa KPK selama hampir 2,5 jam. “Saya menerima panggilan dari KPK, bukan hanya saya tapi ajudan pak wali kota Pepi, Pak Adang PUPR dan dokter Cecep Kadis Kesehatan. Itu kemarin, panggilannya di hari yang sama tapi waktunya berbeda,” jelas Galuh kepada wartawan, Kamis (9/8/2018) tahun lalu. Dirinya menambahkan, saat diperiksa KPK untuk dimintai keterangan terkait adanya usulan pengajuan dana perimbangan daerah (DID) perubahan tahun 2018. Soalnya, KPK mendapatkan data-data dari berkas hasil tangkap tangan tersangka Yaya Purnomo, salah satunya dari Kota Tasikmala

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya di Ruang Kerjanya Mulai Pagi hingga Sore”, https://regional.kompas.com/read/2019/04/24/15295221/kpk-periksa-wali-kota-tasikmalaya-di-ruang-kerjanya-mulai-pagi-hingga-sore.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Rachmawati

Kemarahan Mayangsari Istri Bambang Trihatmojo saat Anaknya Khirani Disebut Mirip Adi Firansyah

Kemarahan Mayangsari Istri Bambang Trihatmojo saat Anaknya Khirani Disebut Mirip Adi Firansyah

Kemarahan Mayangsari Istri Bambang Trihatmojo saat Anaknya Khirani Disebut Mirip Adi Firansyah
Instagram
Khirani Trihatmojo dan ibundanya, Mayangsari.

SURYA.CO.ID – Penyanyi Mayangsari yang kini istri konglomerat Bambang Trihatmojo meluapkan kemarahan pada seorang netizen yang menyebut wajah anaknya, Khirani Trihatmojo, mirip almarhum aktor Adi Firansyah.

Adi Firansyah yang lahir di Jakarta, 26 September 1984 – meninggal dunia di Bekasi, Jawa Barat pada 23 Desember 2006 di usia 22 tahun.

Ia meninggal dunia karena kecelakaan motor yang parah.

Adi Firansyah pernah digosipkan memiliki hubungan dekat dengan Mayangsari sebelum sang penyanyi menikahi Bambang Trihatmojo, namun tidak pernah terbukti.

• Fakta Terbaru Viral Video Panas 6 Aktor Ganteng dan 2 Atlet, Pria Berkaus Superman Minta Maaf

• Undangan Nikahan Muzdalifah dan Fadel Islami Viral di Medsos, Janda Nassar Akan Sandang Status Baru

• Tak Langsung Sukses, Natasha Wilona Blak-blakan Pernah Ngontrak di Gubuk, Itu Titik Terendah Kita

Menikahi Wanita Asal Indonesia Bikin Jatuh Miskin, Bule ini Ngaku Menyesal, Isi Curhatnya Memilukan

Mayangsari dan putrinya, Khirani. Foto kanan: Almarhum Adi Firansyah.
Mayangsari dan putrinya, Khirani. Foto kanan: Almarhum Adi Firansyah. (Kolase Instagram/@mayangsaritrihatmodjoreal dan YouTube/SCTV)

Dilansir Surya.co.id dari Tribun Jatim, kabar kedekatan Adi Firansyah dengan Mayangsari ini berembus ke publik pasca dirinya bercerai dengan sang mantan istri, Nilza Syharani.

Kabar kedekatan keduanya pun masih santer dibicarakan pasca Mayangsari resmi menikahi Bambang Trihatmodjo.

Bahkan gosip kedekatan keduanya pun dikait-kaitkan dengan kelahiran Khirani Trihatmodjo pada 30 Maret 2006 lalu.

• Viral Video ABG Bali Berhubungan Intim dalam Mobil Tersebar di WhatsApp, Polisi Turun Tangan

• Video Kemesraan Sule dan Naomi Zaskia Saat Liburan Bareng, Terungkap Sikapnya ke Anak-anak Sule

Dari Artis hingga Politisi Senior, Inilah 6 Caleg yang Terancam Tak Lolos ke DPR RI dari Dapil Jatim

• Mantan Lucinta Luna, Gandhi fernando Viral Karena Video Bugil Mirip Dirinya, Ini Kata Lucinta Luna

• IG Gebby Vesta Diblokir RK Usai Unggah Video Panas Artis Pria & Atlet, Ngaku Dulu Pernah Chat-chatan

Kabar tidak menyenangkan tersebut pun sempat beredar luas di publik hingga memicu pendapat keluarga dari kedua belah pihak yang terlibat.

Termasuk keluarga Adi Firansyah yang menuntut bukti hasil tes DNA dari anak Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo tersebut.

Meski demikian, sampai detik ini kebenaran kabar tersebut tidak terbukti sama sekali.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kemarahan Mayangsari Istri Bambang Trihatmojo saat Anaknya Khirani Disebut Mirip Adi Firansyah,

Spesifikasi Laptop Lebih Canggih Untuk Programmer

Spesifikasi Laptop Lebih Canggih Untuk Programmer

Di dunia digital laptop sudah menjadi barang yang sangat dibutuhkan begitupun untuk programmer sepertinya laptop menjadi barang wajib yang harus dimiliki. Era digital bahkan memberikan kemudahan bagi Anda untuk bisa belajar menjadi programmer dari internet secara otodidak.

Inilah manfaat dari teknologi yang harus Anda pelajari dan manfaatkan karena ilmu pun bisa dipelajari sendiri. Agar Anda bisa belajar langkah awalnya adalah harus mencari laptop yang sesuai dengan budget Anda. Minimal Anda mencari laptop second yang spesifikasinya sesuai untuk belajar menjadi programmer.

Spesifikasi Laptop

  • Cari Laptop Yang Memiliki RAM Besar

RAM laptop menjadi ukuran penting karena ini menjadi modal dasar Anda untuk belajar. Minimal laptop harus memiliki RAM 4 GB, tetapi bila OS Anda menggunakan Windows 10 sebaiknya laptop harus memiliki RAM 8 GB.

  • Sebaiknya Menggunakan SSD

Spesifikasi laptop seharusnya mempunyai HDD yang lumayan besar tetapi jika Anda mau laptop mempunyai performa yang lebih cepat dan stabil sebaiknya Anda harus menggunakan SDD. Walaupun dari segi harga SDD ini jauh lebih mahal dibandingkan HDD.

  • Pertimbangkan Kartu Grafis

Anda yang menjadi programmer untuk game development atau desain 3D sebaiknya menggunakan graphic card. Kartu grafis yang lebih dikenal adalah NVidia dari kualitas sudah mumpuni dan menjadi kesukaan para programmer. Grafisnya sangat membantu dan akan lebih menunjang pekerjaan Anda.

  • Sebaiknya Menggunakan Prosesor Minimal Intel Core i3

Perhatikan juga penggunaan prosesor laptop Anda minimal Intel Core i3 karena prosesor menjadi jantung bagi sebuah laptop. Akan jauh lebih baik lagi apabila laptop Anda bisa menggunakan prosesor core i5 sampai core i7 akan lebih membuat kerja Anda menjadi lebih maksimal.

  • Menggaanti CD/DVD Drive Dengan HDD

Sebagai seorang programmer Anda membutuhkan HDD yang jauh lebih besar maka ada baiknya Anda mengganti CD/DVD yang selama ini jarang digunakan dengan HDD. Akan jauh lebih baik saat Anda menggunakan HDD yang 500GB atau 1TB pada laptop Anda.

Carilah laptop second untuk programmer ini di jual beli laptop Bekasi, jauh lebih berkualitas dan harga lebih bersaing di pasaran sehingga Anda tidak akan menyesal membelinya.

Notbook Acer E202SA-Intel Celeron N3060 ram 2gb hdd 500gb intel HD

Notbook Acer E202SA-Intel Celeron N3060 ram 2gb hdd 500gb intel HD

prosesor intel celeron n3060
RAM 2GB
HDD 500GB
VGa intel HD
Layar 12.6 inch
Kondisi 85%
kelengkapan unit+Carger full sett

Lebih lanjut silahkan cek sepuasnya saat COD
harga : 2.300.000 negoo sampee dapat gaaan

wa langsung Saja 081932363825
Lokasi Jalan sambisari, perum duta kranji no 26a1, RT.01 / RW.10,bintara bekasi barat

 

Kelebihan

Notebook Asus E202S cukup nyaman digunakan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan ringan seperti mengetik atau menonton film. Notebook cukup dapat diandalkan untuk menjalankan aplikasi yang tidak memerlukan kinerja berat.

Keunggulan notebook ini boleh jadi terletak pada mobilitas, penggunaan USB Type-C, yang membuat adaptor untuk pengisian daya lebih ringan. Selain itu, daya tahan baterai ini juga cukup mumpuni, bisa digunakan lebih dari 8 jam pemakaian.

Kualitas audio juga mengesankan melalui dukungan speaker stereo yang terletak di bagian sisi bawah notebook. Suara yang dihasilkan terdengar jernih melalui teknologi Asus SonicMaster.

Kelebihan

– Hadir dengan USB Type-C

– Kualitas audio stereo yang jernih

– Baterai tahan lama

 

Tempat Jual beli laptop di Bekasi jatiasih hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Bekasi jatiasih hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah  Bekasi . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Tentang Jati Asih

Kecamatan Jatiasih

SEJARAH TERBENTUKNYA KECAMATAN JATIASIH

Kecamatan Jatiasih berdiri pada tahun 1986 yang saat itu masih merupakan Kecamatan Perwakilan, hasil pemekaran dari Wilayah Kecamatan Pondok Gede, sedangkan berdirinya Kecamatan Jatiasih status Definitif pada tahun 1992.

Dalam perjalanannya Kecamatan Jatiasih merupakan daerah penyangga Ibukota Jakarta yang baik pertumbuhan kemajuan wilayah, perekonomian, kependudukan amat pesat. Hal ini di karenakan dalam rencana tata ruang kota, Kecamatan Jatiasih peruntukkannya daerah perumahan dan Jasa Perdagangan. Kecamatan Jatiasih berada pada Titik Koordinat 6°17’32″Selatan dan 106°57’51″Timur.

Banyak perusahaan pengembang Perumahan dan Perkantoran melakukan expansi perusahaannya diwilayah kecamatan Jatiasih sehingga  begitu pesatnya pertumbuhan perekonomian dan kependudukan  di wilayah Kecamatan Jatiasih. Terlebih Pada tahun 2007 Jalan Tol Outer Ring Road mulai beroperasi sehingga ini menambah pesatnya kemajuan perekonomian dan pertambahan penduduk.

Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.

Sebelum berdiri sendiri, Kecamatan Jatiasih merupakan bagian dari kecamatan Pondok Gede. Semenjak berdirinya Kota Bekasi tahun 1997, langsung menjadi bagian dari wilayah Kota Bekasi setelah sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan dekat dari Jakarta menjadikan Jatiasih memiliki nilai ekonomi tersendiri. pembukaan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Gate di Jatiasih menjadikan wilayah ini semakin diminati banyak orang. Terutama para komuter yang bekerja di Jakarta.

Tempat Jual beli laptop di Bekasi bantar gebang  hub : 081932363825

Tempat Jual beli laptop di Bekasi bantar gebang  hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah  Bekasi . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Asal Muasal TPA Bantar Gebang

Asal Muasal TPA Bantar Gebang
Bantar Gebang, nama salah satu kecamatan di Kota Bekasi ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Bila mendengar nama bantar gebang mungkin yang terlintas dibenak Anda adalah bau tak sedap.(dok/koransindo)

 

A+ A-
BEKASI – Bantar Gebang, nama salah satu kecamatan di Kota Bekasi ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Bila mendengar nama bantar gebang mungkin yang terlintas dibenak Anda adalah bau tak sedap.

Ya, sebagian masyarakat di Jabodetabek memang mengetahui di Bantar Gebang terdapat lokasi pembuangan sampah akhir, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Di tanah seluas 108 hektare ini merupakan salah satu tempat yang sangat diandalkan Jakarta. Ibu kota sangat bergantung dengan keberadaan TPST Bantar Gebang.

Satu hari saja TPST ini ditutup, Ibu Kota bisa berubah menjadi gunungan sampah. Tak banyak yang mengetahui bagaiamana Bantar Gebang menjadi lokasi pembuangan sampah yang dihasilkan masyarakat Jakarta.

Sindonews mencoba menggali asal muasal TPST Bantar Gebang. Dilansir dari buku berjudul ‘Konflik Sampah Kota’ yang ditulis Ali Anwar.

Pesatnya pertumbuhan penduduk jasa dan perdagangan di Jakarta membuat volume sampah di Ibu Kota mengalami peningkatan.

Pada awal sampai pertengahan 1980-an volume sampah di Jakarta sudah mencapai 12.000 meter kubik per hari.

Agar masa depan sampah tidak menjadi ancaman, Pemprov DKI saat itu menganggap perlu memiliki lokasi pembuangan akhir.

Pada mulanya DKI memilih lokasi pembuangan akhir di Ujung Menteng, Jakarta Timur. Namun tampaknya tidak strategis karena sudah dipadati perumahan dan industri.

Selanjutnya pilihan jatuh ke luar jakarta yakni wilayah Bodetabek. Setelah melalui berbagai pertimbangan DKI memilih Kota Bekasi (saat itu masih menjadi bagian Kabupaten Bekasi).

8 Fakta Sidang Seputar Keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir dalam Dugaan Suap ABBA GABRILLIN

8 Fakta Sidang Seputar Keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir dalam Dugaan Suap ABBA GABRILLIN Kompas.com – 24/04/2019, 05:12 WIB Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (28/9/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir sebagai tersangka. Sofyan disangka terlibat dalam kasus suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, Sofyan diduga bersama-sama atau membantu Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dalam menerima uang suap dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Baca juga: KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka Korupsi PLTU Riau-1 “KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan SFB (Sofyan Basir) sebagai tersangka,” ujar Saut dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Sofyan pernah tiga kali dipanggil menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sofyan bersaksi untuk tiga terdakwa. Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com) Berikut 8 fakta persidangan yang terungkap, terkait keterlibatan Sofyan Basir dalam perkara suap: 1. Pertemuan di kediaman Setya Novanto Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir pernah mengikuti pertemuan di kediaman Ketua DPR, Setya Novanto. Menurut Eni Maulani, saat itu, Sofyan menawarkan proyek PLTU Riau 1. Pada 2016, Eni mengajak Sofyan Basir yang didampingi Supangkat Iwan Santoso selaku Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN menemui Setya Novanto. Baca juga: Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1 Dalam pertemuan itu, Novanto meminta proyek PLTGU Jawa III kepada Sofyan Basir. Namun, Sofyan menjawab bahwa PLTGU Jawa III sudah ada kandidatnya. Sementara, untuk pembangunan PLTU Riau 1 belum ada kandidatnya. 2. Sofyan Basir dapat bagian paling “the best” Eni Maulani Saragih mengakui bahwa pembagian fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1 diketahui juga oleh Sofyan Basir. Menurut Eni, Sofyan seharusnya mendapat jatah paling besar. “Waktu itu disampakan kalau ada rezeki, ya sudah bagi bertiga. Saya bilang, Pak Sofyan yang bagiannya paling the best,” kata Eni kepada majelis hakim. Baca juga: Kasus Korupsi PLTU Riau, Dirut PLN Disebut Dapat Bagian Paling The Best Menurut Eni, itu bukan pertama kalinya dia membicarakan masalah pembagian fee bersama Sofyan Basir. Dalam pertemuan di Hotel Fairmont, Jakarta, pada akhir 2017, menurut Eni, Sofyan pernah mengatakan bahwa Eni juga seharusnya mendapat bagian besar dari proyek tersebut. “Memang tidak spesifik bilang kalau ada rezeki. Tapi kata Beliau (Sofyan Basir), karena Bu Eni yang fight di sini, harus dapat yang the best lah,” kata Eni. 3. Sofyan Basir bicarakan fee dengan Kotjo Dalam persidangan, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Eni. Dalam BAP, Eni mengatakan bahwa ia bersama Sofyan dan Kotjo pernah mengadakan makan malam di sebuah restoran Jepang di Hotel Fairmont, Jakarta. Awalnya, menurut Eni, dalam pertemuan itu dibahas progres proyek PLTU Riau 1. Sofyan Basir juga membahas mengenai percepatan proyek. Baca juga: Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1 Ketika hampir selesai makan malam, menurut Eni, Sofyan meminta waktu untuk dapat berbicara empat mata dengan Kotjo. Eni kemudian mempersilakan dan lebih dulu meninggalkan restoran. Beberapa hari kemudian, Kotjo melaporkan apa yang dibicarakan dengan Sofyan pada malam tersebut. Menurut Kotjo, Sofyan minta agar dirinya diperhatikan. Kotjo mengatakan, “Beliau (Sofyan) enggak enak kalau ada Ibu. Dan hal-hal sensitif dengan Beliau sudah saya selesaikan kemarin”. Menurut Eni, dari keterangan Kotjo tersebut dia memahami bahwa ada fee yang disepakati antara Kotjo dan Sofyan Basir. 4. Sofyan Basir minta fee dibagi tiga Awalnya, Eni menawarkan agar Sofyan mendapat jatah paling besar. Namun, menurut Eni, Sofyan menolak. Sofyan meminta agar fee dari Johannes Kotjo dibagi-bagi secara rata. Awalnya, salah satu anggota majelis hakim membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Eni. Dalam BAP, Eni menceritakan bahwa awalnya dia menawarkan Sofyan mendapat jatah paling besar. Baca juga: Jadi Tersangka, Ini Dugaan Peran Dirut PLN Sofyan Basir Terkait PLTU Riau-1 “Tetapi Sofyan Basir menolak. Dia meminta supaya dibagi rata, saya, Idrus dan Sofyan Basir,” ujar salah satu hakim anggota saat membaca keterangan Eni dalam BAP. Keterangan yang dibacakan hakim itu kemudian dibenarkan oleh Eni. “Iya betul, Yang Mulia,” kata Eni. 5. Pengakuan Idrus Marham Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham pernah diberitahu bahwa Sofyan Basir akan mendapat fee terkait proyek PLTU Riau 1. Informasi itu diperoleh Idrus dari Eni Maulani Saragih. “Bu Eni sampaikan pertemuan dengan Sofyan Basir. Saya bilang ada apaan sih, saya kaget kok ada pembicaraan begitu, tentang bagi-bagi,” ujar Idrus. Baca juga: Menurut Sofyan Basir, Eni Maulani Anggota DPR yang Selalu Berpihak pada PLN Menurut Idrus, saat itu dia mengalihkan pembicaraan karena tak mau terlibat masalah pembagian uang. Idrus mengaku menolak saat diminta Eni untuk bertemu dengan Sofyan Basir. “Saya sampaikan, saya sama Sofyan Basir sudah 15 tahun sama-sama. Saya tidak pernah minta apa-apa, enggak pernah minta proyek dan uang. Saya tau habib (Sofyan Basir) taat asas,” kata Idrus. 6. Sofyan ikut 9 kali pertemuan Sofyan Basir 9 kali mengikuti pertemuan dengan Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan juga dihadiri Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Persero Supangkat Iwan Santoso. Baca juga: KPK Telah Kirimkan SPDP ke Rumah Dirut PLN Sofyan Basir Dalam 9 kali pertemuan itu, dilakukan pembahasan seputar proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1. 7. Pertemuan di kediaman Sofyan Basir Sofyan Basir mengaku pernah didatangi oleh Eni Maulani Saragih, Kotjo dan Menteri Sosial Idrus Marham. Menurut Sofyan, saat itu Kotjo langsung berbicara mengenai proyek pembangunan PLTU Riau 2. Menurut dia, Kotjo menyampaikan keinginan untuk dapat kembali menjadi investor pelaksana proyek pada tahun 2019. 8. Bantah terima suap Sofyan Basir membantah menerima uang terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1. Sofyan juga membantah membicarakan fee dengan pengusaha dan anggota DPR. “Oh enggak ada. Sepengetahuan saya tidak ada pembahasan fee,” ujar Sofyan saat menjawab pertanyaan jaksa KPK.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “8 Fakta Sidang Seputar Keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir dalam Dugaan Suap”,

AJUN PERWIRA TERBARU – Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut Deretan Fakta-faktanya

AJUN PERWIRA TERBARU – Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut Deretan Fakta-faktanya

AJUN PERWIRA TERBARU - Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut Deretan Fakta-faktanya
Instagram/jennifer_ipel/ajunperwira
Ajun Perwira dan calon istrinya. (AJUN PERWIRA TERBARU – Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut Deretan Fakta-faktanya)

AJUN PERWIRA TERBARU – Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut 4 Fakta-faktanya

Ajun Perwira dan Jennifer Jill Armand Supit diketahui telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun belakangan.

TRIBUN-MEDAN.com – Kabar bahagia datang dari aktor Ajun Perwira, yang menikah dengan Jennifer Supit (Ipel).

Pernikahan Ajun dengan Ipel dilangsungkan selama 2 hari, yakni Selasa (23/4/2019) dan Rabu (24/4/2019).

Pernikahan Ajun menjadi sorotan lantaran status Jennifer yang telah memiliki 3 anak, hingga adanya surat perjanjian pernikahan.

Berikut fakta-fakta pernikahan mereka:

Avengers: End Game Tayang 2 Hari Lagi, Wajib Tonton MCU Fase Ketiga agar Kamu Tidak Bingung

Viral Video Ular Piton Sepanjang 5 Meter Berkeliaran di Atap Rumah, Warga Jadi Ketakutan

Viral 4 Pria Terkapar di Pinggir Jalan setelah Minum Kopi, Ini yang Terjadi Sebenarnya

Wanita Ini Tak Sengaja Telan Sendok Sepanjang 13 Centimeter, Awalnya hanya Ingin Keluarkan Duri Ikan

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.comdengan judul AJUN PERWIRA TERBARU – Menikahi Janda 3 Anak Jennifer Supit, Berikut Deretan Fakta-faktanya,
Editor: Randy P.F Hutagaol