Rawatlah Laptop Sebelum Mati Total

Rawatlah Laptop Sebelum Mati Total

Laptop Anda sudah mulai lambat, panas, dan lain-lain harus sudah diwaspadai dari sekarang. Biasanya laptop akan memberikan tanda terlebih dahulu  sebelum pada akhirnya mati total. Sebagian indikasi yang ada masih bisa diperbaiki namun jika sudah rusak parah sudah saatnya Anda mencari laptop agar kinerja tidak terhambat.

Ciri-Ciri Laptop Rusak

  1. Overheating

Tandanya panas laptop akan sangat bebeda ketika mulai dinyalakan dengan panasnya laptop pada umumnya dalam kondisi yang normal. Anda bisa mencoba dengan mengganti kipas pada laptop tersebut.

  1. Keyboard Dan Touchpad

Keyboard atau Touchpad (bantalan sentuh) tidak bisa digunakan seperti biasanya. Kondisi ini bsa terjadi karena adanya kerusakan pada keyboard dan sudah saatnya Anda mengganti dengan yang baru.

  1. LCD Blank

Pada layar laptop terlihat buram, blue screen, blank bisa jadi layar LCD sudah mulai rusak atau ada kabel yang putus sehingga tidak berfungsi dengan baik atau bisa juga karena Hard Disk Drive, terjadinya gangguan pada RAM laptop. Apabila penyebabnya adalah LCD, Anda bisa menggantinya baik dengan LCD baru ataupun second. Jual beli laptop Bekasi tidak hanya menyediakan laptop second, namun juga aksesoris lainnya seperti LCD dengan berbagai merek yang bisa menjadi pilihan Anda.

  1. CD/DVD Drive

Tidak bisa menulis ataupu membaca baik pada CD atau DVD laptop. Untuk lebih menghemat bisa dengan mengganti DVD/R-RW eksternal terlebih dahulu.

  1. Casing Rusak

Biasanya terjadi karena adanya benturan atau laptop pernah terjatuh. Tidak semua laptop memiliki casing yang kokoh dan kuat itulah yang membedakan laptop dengan harga yang mumpuni dengan laptop harga yang lebih murah. Casing yang kuat adalah yang menggunakan magnesium alloy. Agar bisa kembali normal Anda bisa mengganti casing laptop tersebut.

Itulah diantaranya tanda-tanda awal yang harus diantisipasi dengan baik. Apabila masih belum bisa ditangani dengan baik sudah saatnya Anda mengganti laptop. Anda bisa mengganti laptop baru ataupun laptop second dengan kualitas terbaik dan masih layak pakai.

Promo Spesial Anniversary ke-13 dari J.CO Indonesia, Beli 2 Lusin Donut Cuma Rp 102 Ribu

Promo Spesial Anniversary ke-13 dari J.CO Indonesia, Beli 2 Lusin Donut Cuma Rp 102 Ribu

Promo Spesial Anniversary ke-13 dari J.CO Indonesia, Beli 2 Lusin Donut Cuma Rp 102 Ribu
Instagram.com/ @jcoindonesia
Ilustrasi kolase promo spesial anniversary J.CO ke-13

TRIBUNTRAVEL.COM – Promo spesial dari J.CO yang bisa kamu nikmati dalam rangka merayakan ulang tahun Anniversary J.COke 13 tahun.

Dilansir oleh Tribun Travel dari akun Instagram @Jcoindonesia, Anniversary Promo dari J.CO ini akan diselenggarakan selama tiga hari.

Kamu bisa menikmati beberapa promo yang ditawarkan oleh J.CO mulai dari beli dua lusin donut cukup bayar Rp 102 ribu saja.

Hingga pembelian JCOFFEE Due dan satu JCOOL Couple dengan harga Rp 25 ribu.

• Hari Terakhir Promo Payday Deal TIX.ID, Nikmati Diskon hingga 50 Persen untuk Tiket Film Bioskop

• Rekomendasi 7 Tempat Sarapan Enak dengan Porsi Pas di Jakarta, Coba Gado-gado Legendaris Bon Bin

• Ingin Kulit Tampak Lebih Sehat dan Cerah? Coba Konsumsi 8 Buah-buahan Ini

TONTON JUGA :

Jadi dengan promo ini, kamu bisa menikmati berbagai menu di J.CO dengan harga khusus selama tiga hari.

Diketahui Anniversary Promo dari J.CO akan mulai berlaku pada Hari Senin (29/4/2019), Selasa (30/4/2019) dan Kamis (2/5/2019).

Selain itu, Anniversary Promo dari J.CO ini berlaku untuk semua outlet J.CO di seluruh Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Promo Spesial Anniversary ke-13 dari J.CO Indonesia, Beli 2 Lusin Donut Cuma Rp 102 Ribu,

Cut Tari Pamer Aktivitas Putrinya hingga Pengakuan Skandal Asusila dengan Ariel NOAH di Depan Hotman

Cut Tari Pamer Aktivitas Putrinya hingga Pengakuan Skandal Asusila dengan Ariel NOAH di Depan Hotman

Cut Tari Pamer Aktivitas Putrinya hingga Pengakuan Skandal Asusila dengan Ariel NOAH di Depan Hotman
kolase cuttariofficial
Cut Tari dan anaknya

BANGKAPOS.COM – Cut Tari  lahir 1 November 1977.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini menamatkan pendidikannya di Stamford College, Jakarta.

Pada tahun 2004, Cut Tari dinikahi Johannes Yusuf Subrata tepatnya pada tanggal 9 Januari.

Tiga tahun membina rumah tangga atau 10 Oktober 2007, Cut Tari melahirkan anak pertamanya, Sidney Azkassyah Yusuf.

Kebahagiaan pasangan ini sebenarnya nyaris tak ada celah.

Semuanya berjalan lancar.

Namun, ketika video skandal asusila itu beredar luas di media sosial pata tahun 2010, kehidupan Cut Tari langsung seperti padam.

Puncaknya pada tanggal 18 Desember 2013, suami Cut Tari memasukkan gugatan perceraian terhadap istrinya di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

• Disebut Hotman Paris Istri Gini-gini Sama Ariel, Suami Cut Tari Cuma Ngomong Begini, Salut!

• Ayu Ting Ting Pamer Kaki Mulus di Pantai, Ada Sindiran Soal Aurat dan Pesan Soal Pernikahan

Kini, Cut Tari sibuk dengan berbagai kegiatannya sendiri dan membesarkan si buah hati.

Beberapa konten terbaik dibagikan Cut Tari di kolom instagram pribadinya.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Cut Tari Pamer Aktivitas Putrinya hingga Pengakuan Skandal Asusila dengan Ariel NOAH di Depan Hotman,

Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Kalibaru Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalibaru Bekasi. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Kalibaru Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Desa

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.   Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan

Desa Kalibaru adalah desa yang berada di dataran rendah. Namun di antara desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Batu Benawa, desa Kalibaru berada di wilayah dataran paling tinggi. Asal usul nama Kalibaru sendiri tidak begitu jelas. Konon, nama Kalibaru diambil dari nama sebatang pohon, yaitu pohon Baru.

Wilayah Kalibaru, sebelum berkembang menjadi pemukiman adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon Baru. Wilayah ini secara administratif masuk dalam wilayah desa Kahakan. Di wilayah ini juga kemudian penduduk mulai membuka lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penduduk juga mulai mendirikan pondok-pondok di lahan-lahan mereka.

Kesuburan tanah, membuat  penduduk dari berbagai daerah berdatangan.  Semakin hari, makin banyak orang yang membuka lahan. Akhirnya mereka bukan hanya mendirikan pondok, tapi juga rumah untuk menetap di sana. Wilayah ini pun ramai dan berkembang menjadi pemukiman.

Pada tahun 70an, perkembangan wilayah ini dari hutan pohon Baru menjadi daerah pemukiman membuat Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini sebagai sebuah desa dan terpisah dari desa Kahakan. Ada pun nama desa diambil dari nama pohon Baru  yang banyak tumbuh di wilayah tersebut sebelum berkembang menjadi pemukiman.

Desa Kalibaru sampai saat ini merupakan desa dalam wilayah Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

2.1.2. Demografi

Desa  Kalibaru mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1279 orang. Terdiri dari laki-laki 612 orang dan perempuan 667 orang.  Ada pun  jumlah KK sebanyak 430 dengan tingkat kepadatan 264 per km.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No.

 

Uraian

Jumlah 

Keterangan

Laki – LakiPerempuan
Jumlah Penduduk (Jiwa)612667Data Tahun 2014
a. 0 – 17 tahun197199
b. 18 – 55 tahun342374
c. Diatas 56 tahun7394

 

 

2.1.3 Keadaan Sosial

  1. Pendidikan
  2. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Desa Kalibaru tingkat pendidikan masyarakat rata- rata berpendidikan tingkat SD dan sebagian kecil ada yang tamat SLTP dan SLTA. Di desa Kalibaru masih terdapat masyarakat yang buta huruf. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tingkat PendidikanJumlahKeterangan
1Buta Huruf
2Tidak Tamat SD176
3SD316
4SLTP332
5SLTA141
6Diploma/Sarjana108

 

  1. Sarana dan Prasana Pendidikan

Untuk mendukung lancarnya pendidikan masyarakat, di Desa Kalibaru telah berdiri PAUD, TPA, dan SD dengan dilengkapi beberapa tenaga pengajar baik tenaga honorer maupun PNS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

No.

 

Sarana Pendidikan

 

Jumlah

Tenaga Pengajar
PNSHONOR
1PAUD1 buah2
2TKA/TPA 1  buah7
3TK1 Buah13
4SD1 Buah
5PONPES Tahfiz Al-Qur’an1 buah1
4MDA1 buah4

 

 

  1. Kesehatan.

2.1. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Untuk layanan kesehatan di Kalibaru cukup memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berobat dan memeriksa kesehatannya hal ini dapat terlihat dengan adanya Poskesdes dan Posyandu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Prasarana KesehatanJumlahKeterangan
1Puskermas1 buahBaik
2Posyandu3 buahCukup Baik

 

2.2. Tenaga Kesehatan

Dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat, Desa Kalibaru didukung oleh keberadaan tenaga medis seperti bidan desa untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

No.Tenaga KesehatanJumlahKeterangan
1Dokter1
2Bidan Desa          1
3Bidan/Bidan Kampung       12
4Mantri/Perawat1      1-

 

  1. Keadaan Sosial

Kalau dilihat dari keadaan sosial, penduduk Desa Kalibaru ini mempunyai 3 tingkatan yaitu kaya, sedang dan miskin dan semua penduduk desa beragama Islam. Di desa tersebut mempunyai panti asuhan, mesjid, dan langgar.

 

No.Keadaan SosialJumlahKeterangan
1Kepala Keluarga Kaya15
2Kepala Keluarga Sedang175
3Kepala Keluarga Miskin250
4Lembaga Sosial
5Mesjid2
6Musholla / Langgar2

2.1.4. Keadaan Ekonomi

Pekerjaan/mata pencaharian utama masyarakat Desa Kalibaru mayoritas adalahpetani sawah, buruh tani, peternak, dan sebagian ada yang berkebun, berdagang. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

No.Mata PencaharianJumlahKeterangan
1Buruh Tani
2Petani169
3Peternak167Rata-rata peternak skala kecil
4Pedagang5
5Pencari Ikan
6Tukang Kayu20
7Penjahit15
8PNS6
9Pensiunan4
10TNI/Polri
11Pengrajin
12Lain-lain22

 

Jual beli laptop di Kalimalang bekasi, Bekasi. Hub: 081932363825.

Jual beli laptop di Kalimalang bekasi, Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Kalimalang. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Kalimalang Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Asal Usul Kalimalang & Sejarah Peradaban Tertua Jawa di Bekasi

 

Foto: Budayawan Bekasi, Andi Sopandi sebagai panelis (Randy/detikTravel)

 

Bekasi – Bicara revitalisasi Kalimalang, jangan melupakan sejarah panjang di baliknya. Konon, peradaban tertua di Pulau Jawa juga ada di Bekasi.

Sejak dahulu aliran Kalimalang telah melewati Bekasi dan menjadi sumber air bersih bagi warga Jakarta. Kini, di bawah Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Kalimalang akan direvitalisasi jadi semakin cantik untuk warganya.

Sambil menunggu proses revitalisasi, tak ada salahnya kita napak tilas akan sejarah Kalimalang sesuai fungsi awalnya dulu.

Hal itu pun diungkapkan oleh budayawan Bekasi, Andi Sopandi usai menghadiri diskusi Penataan Kalimalang dan Pembangunan Wisata Situ Rawa Gede di Ruang Krakatau, Hotel Horizon Bekasi, Senin (22/10/2018) sore.

“Dalam perjalanannya juga perlu ada revitalisasi kawasan Kalimalang. Kenapa disebut Kalimalang? Karena dia memalang aliran sungai mulai dari Cirata, Kali Bekasi sampai Kali Cakung. Hingga disebut kali yang malang. Kalau orang Bekasi, malang itu muncul di tengah-tengah. Malang alur yang ada,” ujar Andi saat ditemui detikTravel usai acara.

Dijelaskan oleh Andi, awalnya Kalimalang dibuat secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Idenya sudah dari zaman Soekarno.

Menariknya lagi, ternyata Sungai Kalimalang juga tak dapat dipisahkan dengan kisah kerajaan Nusantara di Pulau Jawa. Malah, sejarah peradaban tertua Jawa terkait Kerajaan Taruma Negara ditemukan di Bekasi.

“Tadi saya kemukakan munculnya kota peradaban, karena peradaban tertua itu di Jawa munculnya justru di Bekasi. Penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa itu terdapat di Babelan, Batujaya selebihnya juga ada di Bekasi,” ujar Andi.

Berkaca dari nilai sejarah itu, Andi ingin agar nantinya proses revitalisasi Kalimalang juga menyertakan sejarah sebagai tema besar.

“Saya kira dari sisi budaya saya mengusulkan harus ada hubungan dari segi nama. Kalau tadi saya bilang ada Taman Patriot Chandrabaga, saya bilang jangan ambigu dengan Stadion Bekasi. Saya usulkan jadi Taman Tarum Chandrabhaga untuk yang di Giant. Untuk yang di Unisma Taman Tarum Bhagasasih. Itu jadi bentuk sosialisasi sejarah Kota Bekasi,” ujar Andi.

Tidak sampai situ, Andi juga berharap agar nantinya kawasan Kalimalang yang telah direvitalisasi juga menyertakan nuansa Islami lewat musala dan simbol-simbol khas budaya Bekasi.

“Tadi ada yang kurang nuansa Islam Bekasi harus ada. Tadi saya usulkan perlu ada musala, wc kecil, cinderamata Bekasi itu yang harus diperhatikan,” tutup Andi.(wsw/fay)

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Jatisari Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Jatisari. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Jatisari Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

JATISARI STORY

Tulisan ini kami dedikasikan untuk pemuda-pemudi kampung jatisari yang haus akan sejarah, cerita, mitos(dalam tanda kutip), dan eksistensi.

Sebelum bercerita mengenai Sejarah Dusun Jatisari ada baiknya untuk mengetahui bahwa yang dinamakan sejarah harus lah memiliki narasumber dan pelaku sejarah itu sendiri dari beberapa sumber yang relevan, karena tulisan ini hanya memiliki tak lebih dari satu sumber maka tulisan ini masih belum dianggap sebagai “Sejarah”.

Karya tulis ini diambil dari satu sumber yang relevan sekaligus pelaku sejarah mengenai Dusun Jatisari dan cerita ini sama sekali tidak menyinggung masalah biografi beliau, cerita ini di tuturkan langsung oleh Bapak S. Edeng (Kepala Suku/Dusun ke-2 Desa Jatisari).

Masa transmigrasi
Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah padat penduduk ke daerah lain. Tujuan utama dari transmigrasi adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di pulau Jawa.

Selain pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi sebagian berada dan menetap di Provinsi Lampung, salah satu tujuan Utama proses mobilisasi penduduk adalah di Dusun Jatisari ini. [sumber, https://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi]

Masa Pendudukan
Tahun 1951 rombongan Transmigrasi BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) masuk ke Talang Padang-Kabupaten Tanggamus, BRN ini adalah para mantan anggota badan-badan perjuangan bersenjata.

Pada tahun 1953-1955 para mantan BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) sebagian pindah ke Batu Lungguh (sekarang Wayhuwi, Waykandis, sebagian Wayhalim dan Jatisari), perpindahan mereka untuk bekerja di perkebunan Karet dan sebagian melakukan pembabatan hutan semak blukar Jatisari. [Sumber, http://digilib.unila.ac.id/15451/2/II.pdf]

Masa Transisi
Jatisari sendiri dahulu masih hutan semak blukar yang sudah dihuni oleh beberapa orang saja dan sudah memiliki pemerintahan yang dibangun oleh Mbah Mangun (Kepala Suku/Dusun Pertama). Tahun 1963 sampai 1995 Kepala Suku Ke-2 yaitu Bapak S.Edeng ditunjuk menggantikan Mbah Mangun.

Pada akhir tahun 1957 atau awal tahun 1958 penggantian nama Batu Lungguh menjadi Dusun (kampung) Jatisari dicetuskan, hal ini terjadi setelah Kampung dihuni hampir 120-an KK (Kepala Keluarga). Jatisari sendiri merujuk pada penamaan Desa Jatimulyo merupakan pembeda sekaligus terpisahnya Desa Batu Lungguh menjadi beberapa Kelompok Desa. [Sumber, Video]

Tragedi Macan
Pertengahan Tahun 1958 terjadi Tragedi macan pemangsa, ada sekitar 4 orang korban yang dimangsa macan dalam rentan waktu yang berbeda yaitu Encep (anggota BRN), Kiloh, salah seorang ibu hamil (anak dari pak guru Jaya *belum jelas), seorang yang lain pak Badur panggilannya (*blm jelas).

Kesedihan berlangsung ketika korban tidak ditemukan pada malam hari, baru setelah pagi hari sampai siang hari ditemukan Jenazah dari pak Badur dan tubuh korban sudah terbagi menjadi beberapa bagian.

Ketika tragedi ini terjadi rombongan dari Jember dan Surabaya melakukan mobilisasi kembali ke Pringsewu dan sekitarnya, rombongan ini adalah orang – orang yang ingin membeli tanah dijatisari untuk ditempati dan ditinggali.

Masa Sekarang dan Seterusnya
masih misteri………………

 

Jual beli laptop di Bekasi hub : 081932363825

Jual beli laptop di Bekasi hub : 081932363825

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah bekasi kota. anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah  Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

Sejarah Kota Bekasi Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda KElapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, leatak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M) Raja Kerajaan Sunda (disebut pula Kerajaan Pajajaran) yang terakhir. Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi infirmasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam lima lembar lempeng tembaga. Sejak abad ke 5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara abad kea 8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke 14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta). Sejarah Sebelum Tahun 1949 Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pundudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik Indonesia. Di jaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut merubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede). Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan. Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut : Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI”. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (jl. H Juanda). Kemudian pada tahun 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. A. Yani No.1 Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa. Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan walikota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Walikota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 – 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga tahun (1991 – 1997) Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang “Kota”) melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998). Tgl 10 Maret 1997 ditetapkan sebagsai hari jadi kota Bekasi. Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yaitu : Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 – 2008). Saat ini Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi dan Wakilnya H Ahmad Syaikhu (2009 – 2014 ) B. Kabupaten Bekasi Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Kota Cikarang. Kabupaten ini berada tepat di sebelah timur Jakarta, berbatasan dengan Kota Bekasi dan Provinsi DKI Jakarta di barat, Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Karawang di timur, serta Kabupaten Bogor di selatan. Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Sejarah Penelusuran Poerbatjaraka (seorang ahli bahasa Sansakerta dan bahasa Jawa Kuno). Kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan. Pelafalannya kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi. Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun KA Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie). Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang. Candrabhaga merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara, yang berdiri sejak abad ke 5 Masehi. Ada 7 (tujuh) prasasti yang menyebutkan adanya kerajaan Tarumanagara yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman, yakni : Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), Prasasti Ciaruteun, Prasasti Muara Cianteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi (ke enam prasasti ini ada di Daerah Bogor), dan satu prasasti di daerah Bandung Selatan (Prasasti Cidangiang). Diduga bahwa Bekasi merupakan salah satu pusat Kerajaan Tarumanagara (Prasasti Tugu, berbunyi : ..dahulu kali yang bernama Kali Candrabhaga digali oleh Maharaja Yang Mulia Purnawarman, yang mengalir hingga ke laut, bahkan kali ini mengalir disekeliling istana kerajaan. Kemudian, semasa 22 tahun dari tahta raja yang mulia dan bijaksana beserta seluruh panji-panjinya menggali kali yang indah dan berair jernih, “Gomati” namanya. Setelah sungai itu mengalir disekitar tanah kediaman Yang Mulia Sang Purnawarman. Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, yaitu pada tanggal 8 paro petang bulan phalguna dan diakhiri pada tanggal 13 paro terang bulan Caitra. Jadi, selesai hanya 21 hari saja. Panjang hasil galian kali itu mencapai 6.122 tumbak. Untuk itu, diadakan selamatan yang dipimpin oleh para Brahmana dan Raja mendharmakan 1000 ekor sapi…). Tulisan dalam prasasti ini menggambarkan perintah Raja Purnawarman untuk menggali kali Candrabhaga, yang bertujuan untuk mengairi sawah dan menghindar dari bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kerajaan Tarumanagara. Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh (abad 7), kerajaan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap Bekasi adalah Kerajaan Padjadjaran, terlihat dari situs sejarah Batu Tulis (di daerah Bogor), Sutarga lebih jauh menjelaskan, bahwa Bekasi merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Padjadjaran dan merupakan salah satu pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi oleh para pedagang. Bekasi menjadi kota yang sangat penting bagi Padjadjaran, selanjutnya menjelaskan bahwa: “..Pakuan adalah Ibukota Kerajaan Padjadjaran yang baru. Proses perpindahan ini didasarkan atas pertimbangan geopolitik dan strategi militer. Sebab, jalur sepanjang Pakuan banyak dilalui aliran sungai besar yakni sungai Ciliwung dan Cisadane. Oleh sebab itu, kota-kota pelabuhan yang ramai ketika itu akan mudah terkontrol dengan baik seperti Bekasi, Karawang, Kelapa, Tanggerang dan Mahaten atau Banten Sorasoan…” Demikianlah, waktu berlalu, kerajaan-demi kerajaan tumbuh, berkembang, mengalami masa kejayaan, runtuh, timbul kerajaan baru. Kedudukan Bekasi tetap menempati posisi strategis dan tercatat dalam sejarah masing-masing kerajaan (terakhir tercatat dalam sejarah, kerajaan yang menguasai Bekasi adalah Kerajaan Sumedanglarang, yang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram). Bahkan bukti-bukti mengenai keberadaan kerajaan ini sampai sekarang masih ada, misalnya : ditemukannya makam Wangsawidjaja dan Ratu Mayangsari (batu nisan), makam Wijayakusumah serta sumur mandinya yang terdapat di kampung Ciketing, Desa Mustika Jaya, Bantargebang. Dimana baik batu nisan maupun kondisi sumur serta bebatuan sekitarnya, menunjukkan bahwa usianya parallel dengan masa Kerajaan Sumedanglarang. Demikian pula penemuan rantai di Kobak Rante, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (konon katanya, daerah Kobak Rante adalah daerah pinggir sungai yang cukup besar, hingga mampu dilayari kapal. Jalur ini sering digunakan patroli kapal dari Sumedanglarang. Suatu waktu, kapal bernama Terongpeot terdampar disana, sungai mengalami pendangkalan, Terongpeot tidak bisa berlayar, kayunya menjadi lapuk dan tinggallah rantainya saja…) Bekasi, masa pendudukan Belanda pada masa ini masuk ke dalam Regentschap Meester Cornelis, yang terbagi atas empat district, yaitu Meester Cornelis, Kebayoran, Bekasi dan Cikarang. District Bekasi, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur, yang terdiri atas tanah-tanah partikelir, system kepemilikan tanahnya dikuasai oleh tuan-tuan tanah (kaum partikelir), yang terdiri dari pengusaha Eropa dan para saudagar Cina. Diatas tanah partikelir ini ditempatkan Kepala Desa atau Demang, yang diangkat oleh Residen dan digaji oleh tuan tanah. Demang ini dibantu oleh seorang Juru Tulis, para Kepala Kampung, seorang amil, seorang pencalang (pegawai politik desa), seorang kebayan (pesuruh desa), dan seorang ulu-ulu (pengatur pengairan). Untuk mengawasi tanah, para tuan tanah mengangkat pegawai atau pembantu dekatnya, disebut potia atau lands opziener. Potia biasanya keturunan Cina, yang diangkat oleh tuan tanah. Tugas potia adalah mengawasi para pekerja, serta mewakili tuan tanah apabila tidak ada ditempat. Disamping itu ada juga Mandor yang menguasai suatu wilayah, disebut wilayah kemandoran. Dalam praktek sehari-hari, mandor sangatlah berkuasa, seringkali tindakannya terhadap para penggarap melampaui batas-batas kemanusiaan. Para penggarap adalah pemilik tanah sebelumnya, yang tanahnya dijual pada tuan tanah. Orang yang diangkat mandor biasanya dari para jagoan atau jawara yang ditakuti oleh para penduduk. Distrik Bekasi terkenal subur yang produktif, hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan distrik-distrik lain di Batavia, distrik Bekasi rata-rata mencapai 30-40 pikul padi setiap bau, sedangkan distrik lain hanya mampu menghasilkan padi 15-30 pikul setiap bau’nya. Namun demikian yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi adalah Sang tuan tanah, bukanlah rakyat Bekasi. Rakyat Bekasi tetap kekurangan, dalam kondisi yang serba sulit, seringkali muncul tokoh pembela rakyat kecil, semisal Entong Tolo, seorang kepala perambok yang selalu menggasak harta orang-orang kaya, kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat kecil, karenanya rakyat sangat menghormati dan melindungi keluarga Entong Tolo, Sang Maling Budiman, Robin Hood’nya rakyat Bekasi. Di hampir semua wilayah Bekasi memiliki cerita sejenis, dengan versi dan nama tokoh yang berbeda. Hal ini juga, yang mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Bekasi, terhadap sesuatu yang berhubungan dengan ke’jawara’an. Setelah Entong Tolo ditangkap dan dibuang ke Menado, tahun 1913 di Bekasi muncul organisasi Sarekat Islam (SI) yang banyak diminati masyarakat yang sebagian besar petani. Berbeda dengan di daerah lain, kepengurusan SI Bekasi didominasi oleh kalangan pedagang, petani, guru ngaji, bekas tuan tanah dan pejabat yang dipecat oleh Pemerintah Hindia Belanda, serta para jagoan yang dikenal sebagai rampok budiman. Karena jumlah yang cukup banyak, SI Bekasi kemudian menjadi kekuatan yang dominan ketika berhadapan dengan para tuan tanah. Antara 1913-1922, SI Bekasi menjadi penggerak berbagai protes sebagai upaya penentangan terhadap berbagai penindasan terhadap petani, misalnya pemogokkan kerja paksa (rodi), protes petani di Setu (1913) sampai pemogokkan pembayaran “cuka” (1918). Bekasi, masa pendudukan Jepang Kedatangan Jepang di Indonesia bagi sebagian besar kalangan rakyat, memperkuat anggap eksatologis ramalan Jayabaya (buku “Jangka Jayabaya”, mengungkapkan :”…suatu ketika akan datang bangsa kulit kuning dari utara yang akan mengusir bangsa kulit putih. Namun, ia hanya akan memerintah sebentar yakni selama ‘seumur jagung’, sebagai Ratu Adil yang kelak akan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan…” Pada awalnya, penaklukan Jepang terhadap Belanda disambut dengan suka cita, yang dianggap sebagai pembebas dari penderitaan. Rakyat Bekasi menyambut dengan kegembiraan, dan semakin meluap ketika Jepang mengijinkan pengibaran Sang Merah Putih dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya. Namun kegembiraan rakyat Bekasi hanya sekejap, selang seminggu pemerintah Jepang mengeluarkan larangan pengibaran Sang Merah Putih dan lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya Jepang memerintahkan seluruh rakyat Bekasi mengibarkan bendera “Matahari Terbit” dan lagu “Kimigayo”. Melalui pemaksaan ini, Jepang memulai babak baru penindasan, yang semula dibanggakan sebagai “saudara tua”. Kekejaman tentara Jepang semakin kentara, ketika mengintruksikan agar seluruh rakyat Bekasi berkumpul di depan kantor tangsi polisi, untuk menyaksikan hukuman pancung terhadap penduduk Telukbuyung bernama Mahbub, yang ditangkap karena disuga sebagai mata-mata Belanda dan menjual surat tugas perawatan kuda-kuda militer Jepang. Hukum pancung ini sebagai shock theraphy agar menimbulkan efek jera dan ketakutan bagi rakyat Bekasi. Bala tentara Jepang juga memberlakukan ekonomi perang, padi dan ternak yang ada di Bekasi Gun dicatat, dihimpun dan wajib diserahkan kepada penguasa militer Jepang. Bukan saja untuk keperluan sehari-hari tapi juga untuk keperluan jangka panjang, dalam rangka menunjang Perang Asia Timur Raya. Akibatnya, rakyat Bekasi mengalami kekurangan pangan, keadaan ini makin diperparah dengan adanya “Romusha” (kerja rodi). Pemerintah militer Jepang juga melakukan penetrasi kebudayaan dengan memaksa para pemuda Bekasi untuk belajar semangat bushido (spirit of samurai), pendewaan Tenno Haika (kaisar Jepang). Para pemuda dididik melalui kursus atau dengan melalui pembentukan Seinendan, Keibodan, Heiho dan tentara Pembela Tanah Air (PETA), yang kemudian langsung ditempatkan kedalam organisasi militer Jepang. Selain organisasi bentukan Jepang, pemuda Bekasi mengorganisasikan diri dalam organisasi non formal yaitu Gerakan Pemuda Islam Bekasi (GPIB), yang didirikan pada tahun 1943 atas inisiatif para pemuda Islam Bekasi yang setiap malam Jum’at mengadakan pengajian di Mesjid Al –Muwahiddin, Bekasi, para anggotanya terdiri atas pemuda santri, pemuda pendidikan umum dan pemuda “pasar” yang buta huruf. Awalnya GPIB dipimpin oleh Nurdin, setelah ia meninggal 1944, digantikan oleh Marzuki Urmaini. Hingga awal kemerdekaan BPIB memiliki anggota yang banyak, markasnya di rumah Hasan Sjahroni, di daerah pasar Bekasi, banyak anggotanya kemudian bergabung ke-BKR dan badan perjuangan yang dipimpin oleh KH Noer Alie. GPIB banyak memiliki Cabang antara lain, GPIB Pusat Daerah Bekasi (Marzuki Urmaini dan Muhayar), GPIB Daerah Ujung Malang (KH Noer Alie), GPIB Daerah Tambun (Angkut Abu Gozali, GPIB Kranji (M. Husein Kamaly) dan GPIB Cakung (Gusir) berdirinya kabupaten Bekasi Berdasarkan aturan hukum pada saat itu dan melihat kegigihan rakyat memperjuangkan aspirasinya untuk membentuk suatu pemerintahan tersendiri, setingkat Kabupaten, mulailah para tokoh dan rakyat Bekasi berjuang agar pembentukan tersebut dapat terealisasikan. Awal tahun 1950, para pemimpin rakyat diantaranya R. Soepardi, KH Noer Alie, Namin, Aminudin dan Marzuki Urmaini membentuk “Panitia Amanat Rakyat Bekasi”, dan mengadakan rapat raksasa di Alun-alun Bekasi (17 Januari1950), yang dihadiri oleh ribuan rakyat yang datang dari pelbagai pelosok Bekasi, dihasilkan beberapa tuntutan yang terhimpun dalam “Resolusi 17 Januari”, yang antara lain menuntut agar nama Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi, tuntutan itu ditandatangani oleh Wedana Bekasi (A. Sirad) dan Asisten Wedana Bekasi (R. Harun). Usulan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari Mohammad Hatta, dan menyetujui penggantian nama “Kabupaten Jatinegara” menjadi “Kabupaten Bekasi”, persetujuan ini semakin kuat dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 14 Tahun 1950 yang ditetapkan tanggal 8 Agustus 1950 tentang : Pembentukan Kabupaten-kabupaten di lingkungan Provinsi Jawa Barat, serta memperhatikan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1950 tentang berlakunya undang-undang tersebut, maka Kabupaten Bekasi secara resmi terbentuk pada tanggal 15 Agustus 1950, dan berhak mengatur rumah tangganya sendiri, sebagaimana diatur oleh Undang-undang Pemerintah Daerah pada saat itu, yaitu UU No.22 Tahun 1948. Selanjutnya, ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bekasi, bahwa tanggal 15 Agustus 1950 sebagai HARI JADI KABUPATEN. status ini dikukuhkan dengan UU Nomor 14 Tahun 1950 mengenai pembentukan Kabupaten Bekasi, dengan wilayah yang terdiri dari empat kewedanaan, 13 kecamatan dan 95 desa. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (Jl. Ir. H Juanda), yang kemudian pada tahun 1982 gedung perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. Ahmad Yani, Bekasi. Mulai tahun 2004,TERJADI PEMEKARAN Pemerintahan Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Cikarang Pusat, Kota Deltamas dengan tujuan untuk memeratakan pembangunan di daerah timur Bekasi. Kabupaten Bekasi saat ini dipimpin oleh bupati Hj. Neneng Hasanah Yasin dan wakil bupati H. Rohim Mintareja yang dicalonkan oleh fraksi Golkar, yang memerintah dari tahun 2012. Bupati dan Kepala Daerah Kabupaten Bekasi Periode (1949 — 1951) Bupati Bekasi dijabat oleh R. Suhandan Umar Tahun (1951) selama 3 (tiga) bulan Jabatan sementara Bupati Bekasi selama 3 (tiga bulan adalah KH. Noer Alie). Periode (1951 — 1958) Bupati Bekasi dijabat oleh R. Sampoerno Kolopaking Periode (1958- 1960) Bupati Bekasi dijabat oleh RMKS Prawira Adiningrat. Kepala Daerah Swatantra Tk. II Bekasi dijabat oleh Nausan. Periode (1960 — 1967) Jabatan Bupati dan Jabatan Kepala Daerah Swatantra Tk. II Bekasi dijabat dan dirangkap oleh Maun alias Ismaun. Periode (1967 – 1973) Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi dijabat oleh MS. Soebandi. Periode (1973 -1978 dan 1978 – 1983) Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh H. Abdul Fatah. Periode (1983 – 1988 dan 1988- 1993) Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh H. Suko Martono. Periode (1993- 1998) Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh H. Moch Djamhari. Periode (1999-2004), Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh Wikanda Darmawijaya yang berpasangan dengan Dimiyati Syafrudin Periode (2004-2007 ), Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh Saleh Manaf dan pasangannya Solihin Sari (Hanya 3 tahun karena terkait kasus hukum) Periode (2007-2012 ), Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh Sa’dudin dan pasangannya Daarip Mulyana. Periode (2012-2017 ), Bupati / Kepala Daerah Tk. II Bekasi, dijabat oleh Neneng Hasanah Yasin dan pasangannya Rohim Mintareja

Mawar Hitam Ranty Maria Saat Pernikahan Ammar Zoni & Irish Bella, Unggahan Giorgino Abraham Disorot

Mawar Hitam Ranty Maria Saat Pernikahan Ammar Zoni & Irish Bella, Unggahan Giorgino Abraham Disorot

Mawar Hitam Ranty Maria Saat Pernikahan Ammar Zoni & Irish Bella, Unggahan Giorgino Abraham Disorot
streaming SCTV
Salah Sebut Nama Ayah Irish Bella Saat Akad, Ternyata Ammar Zoni Enggan Menghafal Ijab Kabul

BANJARMASINPOST.CO.ID – Mawar hitam didapat Ranty Maria tak berjauhan waktunya dengan pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella. Sementara, unggahan Giorgino Abraham disorot.

Perasaan bahagia masih menyelimuti pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella yang baru saja resmi mengikat kasih asmara lewat ikatan pernikahan.

Resmi menikah pada Minggu (28/4/2019) siang, momen pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella pun ramai jadi perbincangan publik. Termasuk terkait mantan mereka, Ranty Maria dan Giorgino Abraham.

Topik pembicaraan hangat yang berkaitan dengan momen pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella pun bermunculan di berbagai media pemberitaan.

Baca: Live Streaming Resepsi Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella, Ranty Maria dan Giorgino Abraham Ada?

Baca: Undangan Resepsi Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Beredar, Ada Aturan Tamu, Luna Maya Diundang?

Baca: Tampilan Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Kian Modis, Sementara Veronica Tan Berjualan Daging

Baca: Nazar Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Lolos ke DPR RI, Eks Duet Maia Estianty Dapat Ucapan Selamat

Mulai dari kisah asmara kedua mempelai hingga masa lalu Ammar Zoni dan Irish Bella sebelum hubungan mereka diikat dalam tali pernikahan.

Ya, pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni baru saja melangsungkan pernikahan di daerah Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Pernikahan yang digelar secara outdoor ini dihadiri banyak tamu undangan dari berbagai kalangan.

Mulai dari rekan sesama artis, kerabat keluarga hingga para penggemar.

ekspresi Ammar Zoni dan Irish Bella usai ijab kabul
ekspresi Ammar Zoni dan Irish Bella usai ijab kabul (streaming SCTV)

Namun menariknya, tak sekalipun batang hidung para mantan kekasih kedua mempelai tampak dalam prosesi sakral tersebut.

Termasuk salah satunya adalah mantan pacar Irish BellaGiorgino Abraham.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Mawar Hitam Ranty Maria Saat Pernikahan Ammar Zoni & Irish Bella, Unggahan Giorgino Abraham Disorot,

Begini Kabar Baru Peggy Melati Sukma yang Sudah Jarang Muncul di TV, Miliki Nama Baru

Begini Kabar Baru Peggy Melati Sukma yang Sudah Jarang Muncul di TV, Miliki Nama Baru

Begini Kabar Baru Peggy Melati Sukma yang Sudah Jarang Muncul di TV, Miliki Nama Baru
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Peggy Melati Sukma saat ditemui di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2019)

TRIBUNSTYLE.COM – Artis Peggy Melati Sukma kini telah berhijrah dan mantap mengenakan cadar.

Peggy Melati Sukma pun masih kerap membagikan aktivitasnya melalui akun instagram pribadinya.

Dari beberapa unggahan di instagramnya, diketahui Peggy sering menjadi pembicara dalam acara kajian muslim.

Dalam beberapa informasi kajian tersebut, nama Peggy Melati Sukma mendapat imbuhan Khadija.

Nampaknya Peggy Melati Sukma telah menambahkan Khadija dalam nama lengkapnya.

• Lama Tak Terdengar Kabarnya, Kini Peggy Melati Sukma Bercadar & Beberkan Sakit Tumor yang Diderita

• Lama Tak Terdengar Kabarnya, Peggy Melati Sukma Kini Pakai Niqab! Netter: Semoga Istiqomah!

Peggy Melati Sukma 'Khadija'
Peggy Melati Sukma ‘Khadija’ (Instagram @peggymelatisukmakhadija)

Akun instagramnya pun bernama @peggymelatisukmakhadija.

Peggy Melati Sukma juga sempat dikabarkan menderita penyakit kanker.

Namun kabar tersebut segera dibantah oleh Peggy Melati Sukma.

Dikutip dari Tribunnews.com, Senin (29/4/2019), Peggy mengaku bukan kanker yang sedang dideritanya melainkan tumor.

Ternyata ayah Peggy yang sedang mengidap penyakit kanker.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Begini Kabar Baru Peggy Melati Sukma yang Sudah Jarang Muncul di TV, Miliki Nama Baru, utri

Keunggulan MacBook Apple Dibandingkan Merek Lain

Keunggulan MacBook Apple Dibandingkan Merek Lain

Semakin berkembangnya inovasi, produsen laptop pun ikut terkena imbasnya tidak hanya pada produk, desain yang dibuat pun terlihat lebih elegan. Teknologi produk menjadi nomor satu yang dicari konsumen dan inilah yang bisa dibaca dengan baik oleh Apple. Laptop sekelas Apple tidak mau ketinggalan untuk membuat produk berkualitas yang tidak kalah dengan produk lainnya.

Macbook Apple ini dikenal memiliki harga yang selangit namun berbanding lurus dengan kualitas yang diberikan pada konsumen. Siapapun yang memilikinya tidak akan menyesal terutama bagi Anda yang lebih mencari kualitas terbaik.

Keunggulan Macbook Apple

  • Lebih Aman Dari Virus

Kelebihan Appel adalah dari fitur keamanan yang lebih mumpuni yang dimiliki oleh Mac OS dibandingkan dengan Windows. Inilah yang membuat Mac OS menjadi lebih kuat dan lebih aman dari gangguan virus pada laptop Anda.

  • Simple, Eksklusif Dan Terlihat Lebih Elegan

Produk buatan Apple dari casingnya saja sudah terlihat berbeda dari merek laptop lainnya terlihat lebih simpel, eksklusif dan lebih elegan. Tidak banyak orang yang bisa memiliki Macbook. Produk Apple baik dari harga yang ditawarkan pun lebih tinggi. Apple pun memproduksi laptop dalam jumlah yang  terbatas sehingga hanya orang tertentu saja yang bisa memilikinya.

  • Lebih Mudah Saat Di-Install Dan Di-Upgrade

Anda akan lebih mudah saat menginstalnya ketika akan dipergunakan dan saat akan meng upgrade pun akan jauh lebih mudah lagi.

  • Awet Dan Sangat Jarang Terjadi “Hang”

Laptop Apple dikenal lebih awet dan jarang hang karena Apple menggunakan hardware yang biasanya mempergunakan balutan dengan bahan alumunium. Inilah yang membuat laptop menjadi lebih tahan banting.

  • Fitur Apple Jauh Lebih Lengkap

Fitur yang diberikan oleh Mac tergolong jauh lebih lengkap inilah kelebihan dari Apple sebagai produsen yang bisa memberikan produk yang lebih baik. Fitur dari laptop Apple ini kualitasnya jauh lebih baik dari laptop lainnya.

Anda tertarik ingin memiliki laptop produk Apple ini dengan dana yang terbatas? Tidak usah khawatir karena jual beli laptop Bekasi pun menyediakan produk Apple second sesuai dengan budget Anda.