Jual beli laptop di pondok gede Bekasi. Hub: 081932363825.

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah . anda dapat menghubungi 081932363825 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah kabupaten Bekasi segera hubungi kami sekarang juga di 081932363825(Call/sms/whatsapp)

SEJARAH NAMA PONDOK GEDE

Gambar

BANGUNAN PONDOK GEDE (1936)

 

Nama ku adalah mursyid, putra asli Pondok Gede. Aku besar dan dilahirkan di Pondok Gede. Kakek nenek ku juga berasal dari Pondok Gede. Disini aku bukan mau menceritakan asal usulku, aku mau menceritakan kenapa daerah kelahiran ku bernama Pondok Gede. Karena dahulu didaerah Pondok Gede, mungkin lebih tepatnya di Plaza Pondok Gede ada sebuah bangunan yang cukup besar pada zaman Belanda. Karena orang sekitar kalau menyebut rumah dengan sebutan Pondok, dan Gede yang berarti besar, maka bangunan tersebut di namai Pondok Gede yang artinya rumah besar. Maka daerah sekitar disebut Pondok Gede.

 

Mungkin hanya sebagian orang yang tahu sejarah Pondok Gede, maka disini aku akan mencerikan asal muasal berdirinya bangun besar tersebut. Pada tahun 1775 seorang Belanda bernama Pendeta Johannes Hooyman membangun sebuah gedung dengan selera campur aduk antara gaya Eropa dengan corak jawa. Dituturkan oleh penulis Belanda yang bernama Adolf Heuken bahwa interiornya dibuat dengan selera tinggi, kusen pintu dan jendela diberi ukiran indah serta langit-langit dan dindingnya diperolek dengan figura artificial.

REPORT THIS AD

 

Seperempat abad kemudian kepemilikan langoed (rumah) Pondok Gede ini jatuh ke tangan Lendreert Miero. Dan ini orang yang aneh alias controversial. Tuan tanah Lendreert Miero alias Juda Leo Ezekiel adalah orang yahudi asal Polandia yang ikut mencari nafkah di Betawi. Ia datang ke Betawi dalam keadaan lontang-lantung. Diceritakan, Miero pertama kali dating ke Indonesia Tahun 1775 sebagai seorang yang miskin karena hanya menjadi prajurit kecil untuk kerajaan Hidia Belanda.

 

Saat itu, Miero menyembunyikan indentitasnya sebagai Yahudi. Pasalnya Belanda yang kala itu dinakhodai oleh dua perusahaan eksploitasi terbesarnya, the Dutch East India Compani (VOC) dan the Dutch West India Company (WIC), melarang adanya bangsa Yahudi untuk bekerja.

 

Kodisi tersebut disembunyikan oleh Miero selama puluhan tahun hingga pada akhirnya, di tahun 1728, Miero membongkar indentitasnya tepat setelah Belanda mengijinkan orang Yahudi berkongsi dalam perekonomian dan pemerintahan mereka. Sejak saat itu, nasib miero mulai berubah drastis. Ia mulai membangun kerajaan bisnisnya dengan menjadi seorang juragan emas sekaligus rentenir di Batavia. Ia memiliki toko di Molenvliet West (sekarang menjadi jalan Gajah Mada) Jakarta pusat dan satu rumah mewah (kini menjadi gedung arsip nasional).

 

Dari hasil berdagang, ia berhasil membeli sebidang tanah luas di Podok Gede lengkap dengan rumah besar yang dibangun oleh pemilik pertamanya, Johannes hooyman. Sekalipun ia memiliki rumah di Betawi (Jakarta), tetapi ia sering mengunjungi istananya di Pondok Gede. Orang menyebutnya Pondok yang Gede sehingga kawasan itu terkenal dengan nama Pondok Gede. Lendeert meninggal dalam usia 79 tahun dan dimakamkan disamping rumahnya di Pondok Gede. Tetapi makam itu dibongkar dan dijadikan rumah hunian penduduk. Bahkan nisannya pun dicongkel untuk umpak-umpak rumah.

 

Sebenarnya Pondok Gede hendak dipugar oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Survey arkeologi pernah dilaksanakan pada januari 1988. Dari survei itu diketahui bahwa luas tanah mencapai 325 hektar, semula merupakan perkebunan sereh. Setelah berpindah ke CV handel, beralihlah menjadi perkebunan karet. Pada tahun 1987 Inkopau pernah menulis surat kepada Gubernur DKI Jakarta. Isinya tentang rencana pembangunan pusat rekreasi dan perbelanjaan di areal Pondok Gede. Disebutkan bangunan kuno itu akan dilestarikan bahkan akan merupakan sentra dari taman rekreasi. Nyatanya uang mengubah segalanya, bangunan kuno bernilai historis itu lenyap pada tahun 1992 dirobohkan untuk dijadikan Mall, yang sekarang kita kenal dengan Mall Plaza Pondok Gede.

 

Banyak pihak yang menyangkan pembongkaran tersebut, tetapi siapa peduli dengan sejarah. Hanya namanya saja yang tetap abadi, sebagai nama jalan penghubung wilayah Jakarta dengan Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.